JakartaGreater.com - Forum Militer
Dec 062014
 

Penenggelaman Kapal nelayan Asing di laut kepulauan Anambas, Kepulauan Riau. Tiga kapal ditenggelamkan dengan cara ditembak dan diledakkan.

image

Jakartagreater

image

image

image

Jakartagreater

image

image

image

image

image

Berbagi

  59 Responses to “Penenggelaman Kapal Nelayan Asing di Anambas”

  1.  

    pagiii

    •  

      kok yg ditenggelamin kapal kecil, ktnya nangkep yg kapal tuna…
      coba kl yg diledakin kapal besar pst efeknya lebih dahsyat..
      kl cm kapal nelayan kecil kan bs aja dimanipulasi alias abal-abal…

    •  

      Sabtu, 06 Desember 2014 HEADLINE
      Dagelan Susi, Kapal ‘Rongsokan’ Yang Ditenggelamkan Hasil Tangkapan Tahun 2012

      DAGELAN PENENGGELAMAN KAPAL IKAN ASING DI LAUT ANAMBAS

      OLEH HAZMI SRONDOL*

      Akhirnya, saya bisa tersenyum saat mendengar berita “ditenggelamkan” nya kapal pencuri ikan milik asing oleh pemerintahan era Jokowi-JK ini.

      Kebahagiaan saya tentu ada berbagai sebab, yang pertama tentu lokasi penenggelaman kapal yang berada di laut sekitar pulau Anambas–sebuah pulau yang berada disekitar Laut China Selatan yang sempat kelupaan diketahui oleh Jokowi saat debat capres beberapa bulan yang lalu, kini sudah diketahuinya.

      Kebahagiaan selanjutnya tentu perihal sudah dijawabnya “tantangan” dari Pak Sufmi Dasco Ahmad, Anggota Komisi III dari Fraksi Partai Gerindra yang menganggap wacana penenggelaman kapal ikan asing ini hanya sekedar gertak sambal karena sudah lewat satu bulan pemerintahan Jokowi-JK tak satu pun kapal ikan asing ini yang sudah tenggelam.

      Namun sayangnya, kebahagiaan itu berubah menjadi sejenis mesem atau tawa tertahan saat beberapa kali saya mendapatkan informasi dari Riky Rinovsky–seorang jurnalis yang juga merupakan kader Partai Gerindra yang tinggal di Kepulauan Natuna ini.

      Bayangkan saja, ternyata kapal yang heboh diberitakan saat penenggelamannya adalah kapal-kapal ikan asing Vietnam yang sebenarnya sudah ditangkap oleh kapal patroli HIU MACAN 001 milik Departemen Perikanan dan Kelautan tahun 2012.

      link: http://mukhtar-api.blogspot.com/2012/07/4-kapal-illegal-fishing-viatnam-di.html

      Selama dua tahun lebih tertangkap dan disandarkan di pulau Anambas–kapal ikan asing tersebut sudah menjadi barang rongsokan. Alat-alat navigasi digital seperti GPS dan radio-radio lainnya sudah dipereteli serta mesin-mesinnya sudah berpindah tangan, dijual secara kiloan.

      Tentu saja, perintah untuk menenggelamkan kapal rongsokan yang sempat membuat rusak pemandangan pantai pulau Anambas ini seperti buang-buang peluru saja. Apa tidak lebih baik peluru disimpan untuk menembaki kapal ikan kelas TRAWL atau pukat harimau lain yang masih berkeliaran disekitar perbatasan ZEE Indonesia di Laut China Selatan.

      Apalagi jika ditenggelamkan dengan pengaturan yang baik, akan menjadi sejenis rumpon-rumpon yang membelokan habibat ikan laut sekitar Natuna. Tambahan informasi– kini sekitar perbatasan ZEE Indonesia sudah ditebar rumpon-rumpon untuk menarik ikan-ikan agar berpindah ke sisi luar perbatasan laut Indonesia. Trik yang saya bingung menyebutnya, licik atau cerdik?

      Belum lagi jika kita membaca berita tanggal 26 Maret 2014, ada laporan yang sangat menjengkelkan untuk negeri ini.

      Kejadiannya adalah tentang tindakan kapal patroli China NANFENG yang mengejar balik dan menghambat kapal Hiu Macan 001 saat menangkap kapal “trawl” China 58081. Bahkan lebih mengejutkannya, dibelakang kapal Nanfeng– ada kapal perang Cina 310 dengan bobot dan ukuran yang jauh lebih besar malah mengirimkan pesan WARNING alias peringatan kepada kapal patroli kita.

      Kapal Perang China 310 tersebut juga sampai membunyikan sirine dan mengacaukan sistem telepon satelit dan navigasi KP Hiu Macan 001 hingga tidak berfungsi. Mungkin dalam dunia pesawat tempur, istilah ini adalah posisi “LOCKED” yang berarti KP Hiu Macan 001 sedang terkunci dan siap diledakkan oleh kapal perang China 310.

      Akhirnya, dengan pertimbangan keselamatan awak kapal KP Hiu Macan 001–kapal pukat harimau China 58081 dilepaskan pada posisi GPS 04o 37,43’ N / 109o 46,30’ E.

      Kronologis selengkapnya bisa dibaca di : http://jakartagreater.com/historia-gesekan-di-laut-china-selatan/ , dan berita ini sampai saat menuliskan kembali, belum ada bantahan resmi dari kedua belah pihak–baik pemerintah Indonesia atau China.

      Duh, padahal kapal-kapal jenis trawl ini bisa membawa 40 ton ikan dari Indonesia sekali angkutnya. Semakin sedih, warga Natuna dan Anambas kini hanya bisa terdiam terpaku melihat kerlip-kerlip lampu kapal ikan asing ini di lautan mereka yang digambarkan cahayanya mirip lampu-lampau kota besar diwaktu malam.

      Nah, saya jadi bercabang fikirannya saat mengukur kekuatan kapal perang China 310 tersebut. Bayangkan, mereka mampu mengunci navigasi kapal patroli kita yang bukan buatan mereka.

      Bagaimana jika Indonesia jadi beneran membeli kapal-kapal buatan mereka? Khususnya jika termasuk pembeliannnya kedepan adalah kapal patroli atau perang?

      Apa tidak sama dengan menelanjangi “rahasia” persenjataan laut kita sendiri?

      Entahlah, bukan urusan saya. EH! Hihihi…

      Selamat pagi dan di laut tetap jaya–JALESVEVA JAYAMAHE

      bener info berita ini?

      •  

        Rasanya saya bisa percaya dengan berita ini bung. Tapi apapun atau yang kapanpun kejadian penangkapannya, saya tetap angkat topi pd pemerintah karena benar ditenggelamkan. Masalah hasil penangkapan kapal asing sebulan ini akan di tenggelamkan seperti apa dan kapan, saya masih bisa sabar untuk menunggu waktunya, dan tetap mendukung tindakan pemerintah. memang jadinya kayak pencitraan… tapi kita tunggu hajatan besar penenggelaman selanjutnya.

        Kejadian yg kedua, dengan kapal tiongkok, banyak beredar ceritanya. bagi saya, kita perlu dukung TNI AL dan DKP untuk melaksanakan tugasnya. Kita di Jakarta tidak merasakan yang mungkin terjadi di lapangan, tapi menyesalkan kurang koordinasi antar instansi di Indonesia, jika dibandingkan dengan koordinasi yang terjadi di Tiongkok.

        Kita dukung dan bantu prajurit kita di garda terdepan… yang sudah dibuat bingung dengan statement petinggi-petinggi Jakarta yang saling berbeda, dan sekarang mereka hadir di layar TV bak model dengan penuh kecantikannya yang berusaha menghindar dengan kejadian masa lalu…

        Kejayaan TNI harga mati… pemoderenan alutsista wajib hukumnya

      •  

        Rekan2 mungkin masih ingat insiden pesawat tempur RRC yg menabrak pesawat Amrik krn melanggar batas wilayah udara yg diklaim milik RRC..pilot RRCnya gugur g ditemukan..pesawat Amrik mendarat darurat di pulau Hainan..itulah yg namanya pengawal angkasa sejati..krn kalah kualitas pesawat/senjata..tapi pesawat Amrik harus diberi pelajaran yah tabrakan saja…gugur tapi keren..Amriknya mikir..

  2.  

    Bagus..!!

    •  

      Seperti itu yang ditunggu masyarakat.
      G usah dikwatirkan,rakyat selalu mendukung pemerintahan yang pro kedaulatan.Indonesia sangat toleran dengan masyarakat ASEAN bahkan masyarakat dunia tapi ada norma,cara dan aturan.
      Hanya dengan KETEGASAN,KEDAULATAN
      Indonesia kuat dan disegani kawasan.

      •  

        mohon dilihat kembali, itu cuma perahu kecil.

        •  

          Kapal nelayan cina sudah gk brani ke laut kita mbah
          Jdi jgn harap ada kpl cina yg di ledakkan

        •  

          kita kan g mau perang…hanya efek jera….bila loe masuk kapal loe gw akan gw bikin masuk kedasar laut…g ada istilah tebusan..laba .ikan kan belum level narkoba..yg dua kali ketangkep 1 kali lolos…masih untung…btw gw jadi masih ingat dulu tahun 80’an Nelayan Norwegia dan Inggris terlibat sengketa penangkapan ikan di laut Utara….begitu sengitnya krn Nelayan Norwegia yg sering diusir oleh Nelayan Inggris yg dikawal kapal perang Inggris…akhirnya mereka maju kelaut Utara dibawah pengawalan AL Norwegia(ini kalo g salah ingat)…Amrik cemas krn keduanya anggota NATO..takut terjadi insiden militer..ujung2nya stelah terjadi perundingan MEE diadakan pembagian kuota/zona tangkap.tiap2 negara .disini kita lihat jg mengapa media Malaysia yg mengecam tindakan tegas kita tdk mendapat simpatik ..knp krn kelihatan dia maling yg angkuh he3x.udah nyolong belagu lagi….dan pihak negara Eropa melihat wajar saja kalo Nelayan itu disupport oleh AL Indonesia…krn bagi mereka juga pelaut dan kapal nelayan jg mengibarkan bendera negara..berarti harga diri bangsa jg ada disitu…..selain mereka jg mesin uang devisa negara…IMHO..

  3.  

    kapal nelayan nya kok kecil..?

  4.  

    Assalamualaikum wr.wb.
    dikatakan berhasil bagaimana dikatakan gagal bagaimana?
    harus ada pemantuan berkala kan, la yang efektif itu pemantauan dengan citra satelit, tapi masalahnya kita tidak punya satelit :mrgreen:

  5.  

    Ada baiknya setelah ini kapal yang lebih besar, kalau ada, juga ditenggelamkan supaya efek jera-nya makin besar. Juga kapal besar mencurinya lebih banyak.

  6.  

    Mantap&sangat setuju, semua kapal pencuri ikan sikat & tenggelamkam,,besar maupun kecill,,kita negara berdaulat,,

  7.  

    Pak Jokowi, Pak Moeldoko makin ganteng pokoknya!!

  8.  

    Mantap

  9.  

    wih sayang bener ini kapalnya, mending kasi ke gw deh kapalnya,bisa dipake buat mancing tuna nih, pasti asikk sekalian tes joran baru.

  10.  

    Panjang kapal itu sekitar 12 – 15 meter. Dari jauh terlihat kecil seperti sampan 😀

  11.  

    pak itu perahu bukan kapal :mrgreen:

    •  

      Mungkin jangan diliat ukuran kapalnya dulu namun efek gentar dari penenggelaman tersebut yang mendunia dan membuat para pencuri ikan sekarang ini mulai ketar ketir 🙂

  12.  

    Bang Fadhli Zon…he7x…gimana bro pemerintah ini tegaskan…ha7x(mudah2an) dia SR disini…

  13.  

    Gpp mo gede mo kecil.. sing penting bum bum bam bam.. amblesh ke dasar laut

  14.  

    Lumayan buat sasaran uji tembak

  15.  

    mbah prihatin, kok perahu ???

    Mana kapal besar PLA ?

    •  

      Eeh mbah bowo,, saya suka dweh klo ada mbah nulis coment hehehehe ,, udah sarapn belum mbah ?
      Jngn lupa mum obat nya mba …
      Kita diskusi di sini secara bijak ya mbah ,,

      •  

        mbah akan selalu memberi wejangan disini dek, mbah prihatin, itu cuma perahu nelayan kecil.

        Mana Kapal ? mana kapal pencuri ikan ?

        Mbah ingin kapal pencuri ikan di Tubruk Kapal perang kita, langsung saja di lindas kapalnya biarkan nelayannya semburat menceburkan diri masing2 ke laut, yang ngak sempat menceburkan diri ke laut biar dilindas saja.

      •  

        dan nelayan asing yang tertangkap harus di jeburin ke laut, tapi sebelumnya wajib disiram oli bekas.

        Biar Kapok, kalau disiram oli mbah yakin mereka akan kapok.

    •  

      Untung nggak jadi di-rudal. Jangan sampai gebuk nyamuk pakai meriam, kata Pak Moel 😀

  16.  

    Eeh mbah bowo,, saya suka dweh klo ada mbah nulis coment hehehehe ,, udah sarapn belum mbah ?
    Jngn lupa mum obat nya mbah …
    Kita diskusi di sini secara bijak ya mbah ,,

  17.  

    ngak seimbang antara cost ( BBM kapal perang yg di pakai ) dengan hasil berupa kapal kecil
    yg ditenggelamkan.seperti menepuk nyamuk saja,ngak ada effect jangka panjangnya
    klo penangananya seperti ini. kecuali kita menerapkan denda yg harus di bayar sekian
    milliar ketika kapal asing mencuri ikan.sama seperti halnya ketika pesawat asing masuk
    ke wilyah udara NKRI ( sekedar perbandingan ) apa yg mereka cari ?? mungkin pulau2 penghasil minyak dan tambang ??

    •  

      @azir maksud saya simultan ( bersamaan ) crewnya di amankan dulu,hasil lautnya di sita buat negara, kapalnya di karamkan, trus
      di kenakan denda sesuai hukum laut/maritim NKRI.
      maslah korupsinya bisa eleminir…..kan ada KPK. nah sekarang bicara
      masalah pemilik modalnya siapa ? kita usut dong. masak sih ngak ada
      orang dalam yg kerja sama dengan pihak luar ? kan crewnya ada
      juga WNI kapten kapal orang luar logikanya seperti itu.seperti benang
      merah yang harus di urai secara konferehensif (menyeluruh).tangkap saja ! ngak ribet kalau mo ambil tindakan TEGAS ….

  18.  

    Pak SBY punya strategi lain …saya respek beliau…pak Jokowi juga ada strategi lain…Pak Jokowi bisa begini(galak) krn Pak SBY sdh meletakkan dasar yg bagus/modal utk galak….Tiap Presiden ada model diplomasinya semua..Pak SBY jg jempolan…satu aja..diplomasi Papua Merdeka relatif turun dibawah beliau…malah skr mulai digolongkan kelompok teroris…yg luar biasa sih Aceh bisa beres..biar JK yg punya peranan signifikan tapi kalo SBY g bisa yakinkan TNI..yah g sukses juga..kalo menilai seseorang harus komprehensif..kalo kelemahan pastilah ada..imho..

  19.  

    Satu kata: LEBAY :p

  20.  

    jika melihat logika masa kini.sepertinya rakyat butuh aksi didepan mata.contohnya penenggelaman kapal pencuri.meski masa pemerintahan sebelumnya jua banyak aksi yang telah dilakukan wlao dalam diam.kejenuhan dalam beraktivitas dan susahnya mencari penghidupan yang layak telah membuat masyarakat semakin kehilangan jati diri yang pada hakekatnya hilang rasa ke-indonesia-annya.semoga dipemerintahan ini rakyat semakin ta kehilangan arah dalam berpijak.

  21.  

    Coba tolong dicermati pemberitaan manusia perahu pencuri ikan yg ad diberau, jumlahnya 500 orang terdiri atas wanita anak 2 dan orrang tua, apa itu masuk akal ? pemerintah menangkap mereka tapi gagal di deportasi karna malaysia juga menganggap mereka bukan warga malaysia, lalu mereka digiring keluar laut perbatasan. Lalu siapa mereka ? Warga negara mana ? Ap gk kasian ngusir kapal yg ad bayi, ibu hamil orang tua anak2 ? Gk ad yg mengakui mereka sebagai warga negara , terus mereka disuruh kemana ?

  22.  

    Orang Indonesia pd umumnya mmg seneng menyama ratakan sesuatu misalnya sepeda motor apapun jenis dan merk nya akan dipanggil Honda, apapun merek pasta gigi di Indonesia orang menyebutnya odol. Akan tetapi untuk benda sekelas kapal perahu sampan atau tongkang sekalipun rata rata orang Indonesia masih bisa membedakan hanya dengan melihat bentuk fisiknya. Setuju tenggelamkan kapal yg melakukan illegal fhising perkara dampak perundang undangan ( krn blm ada putusan hukum tp udah ditenggelamkan terlebih dulu ) kita pikir
    Belakangan.

  23.  

    Kwkwkwkw…. itu mah perahu bukan kapal… jangan jangan nanti rakit, diblang kapal selam…

 Leave a Reply