Feb 022017
 

(tni.mil.id)


Sebanyak 2 orang penerbang muda TNI Angkatan Udara mengikuti pendidikan transisi pesawat tempur F-16 angkatan XVIII. Selain itu, terdapat pula 10 orang penerbang yang mengikuti kursus pengenalan terbang pesawat tempur dengan menggunakan pesawat T-50i.

Pendidikan transisi angkatan XVIII Pesawat F-16 Fighting Falcon dan Kursus Pengenalan Terbang Pesawat Tempur (KPTPT) angkatan ke-III pesawat T-50i Golden Eagle tersebut dibuka oleh Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Andyawan, di Ruang Rapat Mako Lanud Iswahjudi, pada Jumat (27/1).

Marsekal Pertama Andyawan menjelaskan bahwa Transisi XVIII pesawat F-16 Fighting Falcon dan KPTPT III T50i Golden Eagle bagi penerbang muda setelah lulus dari Sekbang TNI Angkatan Udara yang dijuruskan ke penerbang tempur, merupakan salah satu program kaderisasi untuk memenuhi kebutuhan personel penerbang yang telah ditentukan dalam rangka pelaksanaan program regenerasi dan pemenuhan penerbang tempur TNI Angkatan Udara.

Pada akhir sambutannya, Komandan Lanud Iwj menekankan tentang keamanan dan keselamatan penerbangan. Jangan sekali-kali melupakan prosedur yang seharusnya dilakukan, karena bagaimanapun situasi dan kondisi yang berkembang, keamanan dan keselamatan terbang dan kerja harus menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan.

Sumber: TNI

  11 Responses to “Penerbang Muda TNI AU Ikuti Transisi F-16 dan KPTPT T-50i Golden Eagle”

  1. Perbanyak penerbang muda kita, krn jika jadi beli jet2 tempur dalam jumlah banyak di masa depan, penerbang kita sdh sangat terlatih dan mahir dlm menerbangkan jet tempur canggih dan modern…bravooo!!,

  2. Pesertanya kok dikit. Berarti belum ada tanda-tanda akan borong pesawat tempur.
    (disebut borong kalo belinya dalam jumlah banyaaak).

    • Nggak juga.

      Pespur dipesan dulu, lalu dibuat, sesudah hampir jadi barulah ada pengenalan / transisi pespur untuk calon penerbangnya.

      Kalau ada 10 calon penerbang berarti paling sedikit ada 3 atau 4 pespur yg mau datang.

      Ingat pespur itu datangnya tidak langsung 1 skuadron tetapi bertahap 3 – 5 unit per tahap.

      Namun juga kita lihat KPTPT T50i sudah angkatan ke-3. Artinya jika setiap angkatan ada 10 orang, dan sudah ada yg 2 angkatan yg lulus maka ada 20 orang yg sdh dilatih. Jika yg lulus masing2 ada 8 orang sedang T50i resminya tahap 1 dibeli 16 unit, 8 orang + 8 orang = 16 orang untuk 16 T50i, maka pespur T50i yg hampir jadi dan sedang akan ke sini bukan hanya 4 tetapi 8 unit (sebab tahap 3 dilatih 10 dan kemungkinan lulus 8).

      Jika begitu periode Jokowi tinggal beli FA-50 sebanyak 40 unit saja sesuai dengan jumlah hawk 109/209 yg dahulu dibeli jaman Harto.

      Saat pespur FA-50 yg nanti dibeli akan jadi maka nantinya akan ada KPTPT T50i ke 4,5,6,7,8.

      • Tidak salah lagi,
        Mas TN ini pasti sales nya KAI.
        Tapi maaf mas, Pak Kasau nya udah ganti. Mungkin seleranya berbeda, apa ada penawaran lain ?

        • Tdk perduli apapun seleranya ya tetep aja FA50 merupakan kandidat terbaik pengganti Hawk. Dan satulagi, coba deh gugling Artikel “ayo mari kita berhitung” dari Seri 1 sampai 31,

        • Waduh lha kok aku dikira sales FA-50, bisa turun derajat aku.

          Siapa pun ksau nya dan siapa pun Menhannya serta siapa pun Presidennya FA-50 tetap pengganti Hawk.

          Yg untuk penambahan skuadron calon terkuat adalah F16 disusul Gripen itu saja.

  3. Maaf saya mau nanya agak kluar dikit, ni di video latgab 2014 yg saya lihat di youtube kok ada pespur f15?, ada yg bisa kasih pencerahan?. Lihat aja di youtube “LATGAB TNI 2014” pas di menit 4.00

  4. Hanya berharab adanya Skuadron SU-35, Mig-35, Pakfa 50 sambil menunggu IFX produksi masal!he3.ngarep.com

 Leave a Reply