Jan 122016
 
Kapten Pnb Septi Arun Dwi Saputra

Kapten Pnb Septi Arun Dwi Saputra

Jakarta – Kapten Pnb Septi Arun Dwi Saputra, meraih predikat lulusan terbaik (Distinguished Graduate) pada pendidikan perwira skadron (Squadron Officer School)di Maxwell AFB, Montgomery, Alabama, Amerika Serikat.

Squadron Officer School (SOS) merupakan pendidikan setingkat Sekolah Komando Kesatuan Angkatan Udara (Sekkau) di TNI AU. Pendidikan Squadron Officer School tersebut diikuti 583 siswa (28 diantaranya siswa internasional) dari 19 negara, dan ditutup oleh Komandan Squadron Officer College, Brigjen Goodfellow di pada Desember 2015.

Kapten Pnb Septi Arun Dwi Saputra-2

Pendidikan ini bertujuan mendidik, memotivasi, dan membina para perwira berpangkat Kapten menjadi pemimpin angkatan udara masa depan yang mampu mengawaki alutsista dan sistem perang udara modern. Materi pelajaran antara lain tentang: leadership, followership, team building, field leadership exercise, project-X, dan war gaming yang ditempuh dalam waktu lima minggu. Para peserta mendapatkan penilaian serta feedback dari masing-masing komandan flight.

Untuk meraih predikat siswa terbaik tidak mudah. Ada beberapa kriteria penilaian diantaranya, siswa harus masuk dalam 10 persen terbaik dan lulus dari semua graded assignment di setiap bagian dalam Commandant’s Challenge dan tentunya harus mahir berkomunikasi, memiliki jiwa kepemimpinan, berkarakter dan berkemampuan membangun tim di dalam kelompok.

Kapten Pnb Septi Dwi Arun, Alumnus AAU 2005 merupakan salah satu penerbang pesawat VVIP TNI AU, jenis Boeing 737. Sebelum mengikuti pendidikan, perwira penerbang Skadron Udara 17 Lanud Halim Pedanakusuma Jakarta ini, telah mengikuti Specialized English Training di Defence Language Institute (DLI), Lackland Air Force Base, San Antonio, Texas selama Sembilan minggu. Pendidikan dilanjutkan dengan Preparatory Course International Officer School (IOS), di Maxwell Air Force Base, Montgomery, Alabama selama tujuh minggu.

“Pengalaman mengikuti pendidikan Squadron Officer School ini menjadi bekal bagi saya untuk berkiprah dalam membangun dan mengembangkan TNI Angkatan Udara ke depan” ucap Kapten Pnb Septi Arun Dwi Saputra. Selamat.

Sumber : tni-au.mil.id

  37 Responses to “Penerbang TNI AU Lulusan Terbaik Squadron Officer School Amerika Serikat”

  1. calon penerbang f16 ni

  2. mantap, kembangakan terus skill

  3. Mantaf,smoga menjadi prajurit yg tangguh

  4. Hebat kapten lanjutkan kiprahmu demi mengharumkan TNI AU dan Indonesia

  5. Sopir Raptor Teladan.

  6. Mantap

  7. PT.DI kalah tender dgn ANA di Vietnam.

  8. sopirnya 737 aja bisa jd yg terbaik di mamarika, gimana kalo sopirnya su 30 ya? mantabs AURI

  9. Ane yakin kemampuan mereka akan memberi konstribusi yang signifikan terhadap TNI AU. Lulusan terbaik jebolan Maxwell AFB kan.!!!!

  10. Kalo sudah sampai indonesia jgn suruh terbangkan hercules rongsok

  11. turunkan ilmunya ke anak bangsa ditanah air

  12. selamat kapten..lulusan terbaik dari siswa yg berasal dr 19 negara..negara mana saja ya..

  13. Amerika serikat punya banyak cara untuk merancang masa depan Amerika .Salah satu cara adalah mengundang negara negara berkembang untuk di didik di Amerika . Tujuan utama program ini adalah menguasai calon calon pemimpin dari negara berkembang dengan dalih pertukaran siswa ,undangan belajar dsb.

    Harapannya setelah kembali ke negara masing masing ,mereka ini di jadikan ” duta ” kepentingan Amerika di negara tersebut.

    Terlepas dari hal itu saya ucapkan selamat untuk Pnb Septi ArunDwi Saputra.

    Ini memang debatable ,silakan di renungkan.

    Saya undang B Stepanus,Bung Tukang hitung PHD dan lainnya untuk menanggapi kecurigaan saya …Kalau yonhap sudah pasti….

  14. penerbang India peringkat ke berapa?? Singapura ke berapa? Malaysia ada yg lulus gak?? ekekekekekekekkkkkkk……

  15. kecurigaan itu ada di setiap orang, kecurigaan membuat seseorang selalu berhati-hati, terlalu curiga juga menimbulkan suatu fitnah. so,, di ambil positifnya” ilmu/nasihat ibarat mutiara hati walaupun keluar dari mulut seorang penjahat suatu saat akan berguna dan bermanfaat.”

  16. like this! yg penting jgn ada asu dihatimu xixixixixi.
    diawal2 kemerdekaan pun Sukarno menitipkan pendidikan intel2nya ke CIA

  17. Selamat bwt Kania dan suami Kapt.Septi
    Semoga menjadi Patriot kebanggaan bangsa
    menantu ne mantan Pnb F 5 Tiger

  18. ada pertanyaan yg slama ini saya bingungkan,,,, kenapa kebanyakan petinggi TNI maupun pemerintahan adalah jebolan dri pendidikan di AS,,,.? mohon pencerahannya? kenapa mesti di AS kok bukan negara lain? spt Rusia? atau di Negara kita sendiri,,,,

    • Dulu jaman Soekarno banyak yang dikirim ke Uni Sovyet,Yogoslavia,.Pada saat Soekarno jatuh ,mereka malah memilih jadi warga Uni sovyet ,karena takut pulang sebab penjara sudah menunggu.

    • Pendidikan Militer AS seperti sekolah-sekolah Perwira dan Akademi memang bs dibilang termasuk deretan terbaik di dunia sama dengan Inggris. Contoh nya Fort Leavenworth, di Kansas. Fort Leavenworth bs dibilang tempat orang2 pintar militer AS berkumpul. Di situ ada sekolah US Army CGSC (Command and General Staff College), sekolah perwira militer untuk ambil gelar setara Master (S2). Sekolah berumur hampir 200 tahun ini tempat yg tepat untuk belajar menjadi ahli Infantri dan Kaveleri (AD). Kurikulum mereka komplit belajarnya, mulai dari pengalaman tempur infantri dan kaveleri di PD1&2, Korea, Vietnam, Irak 1&2, Afghanistan dan terus di update berdasarkan pengalaman baru tempur AS dan perkembangan teknologi dan doktrin militer AS. TNI AD rutin setiap tahun mengirim perwira2 terbaiknya untuk belajar di sekolah US Army CGSC, karena TNI AD tau ini sekolah terbaik di dunia. Sebenernya tdk hanya Fort Leavenworth saja, TNI AL tiap tahun selalu kirim 40-100 perwira terbaik mereka (beasiswa) untuk sekolah Master (S2) dan Doktor (S3) di sekolah top swasta AS seperti Harvard, Yale, MIT dan sekolah2 Ivy League lainnya. Negara maju sistem pendidikannya jauh lebih bagus, lihat saja Menteri Luar Negeri RUSIA sekarang Sergey Lavrov (genk nya Putin nih hehe) anak perempuannya Ekaterina, dikirim sekolah di Columbia University, New York, AS, sekolah top yg tergabung di grup Ivy League.

    • Mau sekolah dimana saja kek nggak usah diributkan semakin banyak variasinya semakin baik. Hanya saja dasarnya untuk MEMBELA BANGSA harus dikuatkan agar ketika dicekoki oleh negara lain. Dasarnya sebagai cinta bangsa Indonesia tidak bisa luntur.

 Leave a Reply