Aug 232013
 
Contoh Jaringan Satelit Militer Amerika Serikat

 Jaringan Satelit Militer Amerika Serikat

Dalam latihan maupun operasi sehari-hari, TNI mempunyai jaringan komunikasi satelit yang operasionalnya dikendalikan oleh Mabes TNI. Namun satelit ini masih menyewa transponder milik PT Telkom dengan frekuensi C-Band. Padahal teknologi C-Band belum bersifat “all weather proof”, sehingga kurang mendukung operasi militer yang membutuhkan komunikasi handal di segala cuaca.

Sebagian teknologi komunikasi TNI, masih menggunakan teknologi radio dan belum terintegrasi. Pos Komando dan Pengendalian (kodal) TNI AL, belum bisa terhubung ke kapal. Kondisi itu memunculkan kesulitan di lapangan. Andai saja ada kapal perang asing yang melanggar kedaulatan negara, maka keputusan menembak atau tidak, sulit diperoleh dalam waktu cepat. apal tidak memiliki komunikasi langsung ke Pos Kendali Pusat di Jakarta.

Contoh lainnya di matra TNI AU. Keputusan menerbangkan F-16 ke pulau Bawean untuk mencegat penerbangan F-18 AS, membutuhkan waktu hingga hitungan jam, karena keterbatasan komunikasi. Hal ini tentunya riskan bagi pertahanan negara. TNI membutuhkan teknologi yang dapat menghubungkan operator di lapangan dengan pengambil keputusan, sehingga suatu kasus dapat dieksekusi dengan cepat dan efisien.

Saat ini TNI sedang membangunan Komando dan Pengendalian (Kodal) yang berbasis teknologi satelit menggantikan teknologi radio yang saat ini. Untuk itu, TNI berencana membeli satelit militer dan memperbaiki jaringan komunikasi mereka.

Grafik Komunikasi Sateit Militer (BBC.co.uk)

Grafik Komunikasi Sateit Militer (BBC.co.uk)

Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Golkar (F-PG) Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan, mendukung rencana pengadaan satelit untuk keperluan militer, karena selama ini, satelit yang digunakan untuk pertahanan negara, masih menyewa. Hal itu  rentan dari segi keamanan dan rawan pencurian data oleh pihak lain.

“Kami akan mendukung pengadaan satelit untuk militer itu, guna mengakhiri ketergantungan dari pihak lain. Karena selama ini satelit untuk sistem pengamanan negara masih sewa,” ujar Agus Gumiwang Kartasasmita, Kamis (22/8).

Wakil Ketua Komisi I DPR ini berharap, pengadaan satelit untuk kepentingan militer itu menggunakan buatan dalam negeri sendiri. Sebab, jika ditinjau dari keamanannya, akan lebih aman daripada membeli satelit dari negara lain.

“Kami dengar putra-putri dalam negeri telah mampu membuat satelit sendiri, yang kualitas dan speknya tidak kalah dengan satelit buatan negara lain. Kami akan mendukung pengadaan satelit untuk militer itu, jika menggunakan bauatan dalam negeri sendiri. Karena dari segi keamanannya juga terjamin.”

Agus  optimistis rencana pengadaan dan pembelian satelit militer dapat segera terwujud, seiring dengan anggaran Kementerian Pertahanan pada RAPBN  2014, yang mencapai lebih dari 83 triliun, di luar dana tambahan dan dana on top. “Saya kira soal anggaran tidak masalah. Dapat menggunakan anggaran di RAPBN 2014, di luar anggaran rutin yang bersifat operasional. Karena kita juga dukung adanya penambahan anggaran di luar pagu yang ada,” ujar Agus. (JKGR/ jurnalparlemen.com)

  9 Responses to “Pengadaan Satelit Militer Indonesia”

  1. Setuju artikel diatas, itu sesuai dgn artikel sebelumnya, pendapat sy, wlo pengadaan satelit militer itu terlambat untuk negara sebesar indonesia, mk untuk th 2014 harus sudah ada pembelian itu. Klo beli di negara lain hrs super hati2 krn namanya juga satelit militer hrs benar2 steril mulai pembuatan, perakitan sampai peluncuran dari penyususpan intelgen asing. Singapura negara kecil aja punya udah lama.
    Klo nggak salah prgram lapan 2-3 lg sudah masuk pembuatan satelit yg membantu pertahanan nasional. Yg diluncurkan dari roket lapan sendiri.
    Swasembada satelit bpertahanan dan uav serta pesawat intai buatan negeri sendiri haruslah mjd program utama kemhan dan tni. Di dalamnya harus juga masuk pembuatan radar militer untuk tni

  2. Langkah yg sangat tepat, secepatnya kita sudah harus bisa membangun koordinasi pertahanan kita secara mandiri, karena soal sadap menyadad dizaman seperti ini bukanlah hal susah lagi bagi yg menguasai ilmunya. Mumpung ekonomi kita sedang bertumbuh baik, kita harus memanfaatkan kebisaan ekonomi kita untuk lebih sering melakukan riset2 (tentu riset yg berkelanjutan) dan juga mengapa tidak kita kirimkan saja profesor2 kita keluar negeri untuk mempelajari berbagai jenis ilmu, seperti mesin, pesawat, kapal, kereta api, pertanian, tekhnologi komputer, dan masih banyak lagi, dengan itu saya yakin kita bisa sangat mandiri dan garuda pun akan terbangun!!!

  3. seharusnya emang satelit yg di nomer satukan.. Karena menyangkut hal intelejen.. Dan mnegenai pnyusupan asing lwat satelite” yg d beli dari luar… … Indonesia pernah mluncurkan satelite d kazakhstan tp gagal kayaknya kl gk salah bgitu yg pernah q denger. ..ittu smua mgkin ilustrasi barat. Supaya indonesia mmbeli nd meluncurkan satelite dr usa…
    Biar mereka bisa pantau kita lewat telkom..

  4. Kalau utk mengembangkan sistem pertahanan yg terintegrasi dan terkoordinasi dgn baik maka memiliki tekhnologi satelit bagi TNI adalah sangat mendesak atau very urgent. Tapi bahwa satelit militer yg kita miliki hrs juga dilindungi dgn baik dan bukan menjadi alutsista atau tekhnologi yg mudah utk dihancurkan atau dilumpuhkan musuh nantinya. Apalagi dlm mengembangkan persenjataan seperti rudal balistik, drone, stealth, arhanud dan radar OTHR (over the horizon radar) yg syarat dgn tekhnologi tinggi, kemampun kita dlm menangkal dan menghadapi cyber war maupun electronic war hrs dikembangkan terus dr waktu ke waktu. Ini pentingnya membangun sebuah industri strategis yg mampu memenuhi kebutuhan2 militer scr mandiri.

  5. Kelemahan Kita di Banding China salah Satu nya di Bidang Kewirausahaan. Ekonomi Indonesia diKuasai Satu Etnis doang, Padahal Kita Negeri Multi Etnis. Salah Satu nya Salah Soeharto, yang Meng-Anak-Emaskan Pengusaha Satu Etnis untuk menguasai Perekonomian Negara Kita. Sedangkan Yang Lain di Curigain Takut2 Kalo Sampe Kuat Pengusaha Yang Lain itu yang bukan Etnis dari Utara itu, nantinya bisa bikin Revolusi dan Menggulingkan Soeharto. Terutama di Persulit dari Segi Permodalan. Akhir nya Perekonomian Kita di Kuasain Satu Etnis. itulah Salah Satu nya Yang Membuat Garuda agak Sulit Terbang Tinggi Karena di Lilit Naga.

  6. Ada negara yang membatalkan pembelian satelit karena dalamannya dibuat oleh USA. USA saat ini sudah sangat jelek namanya karena ulah snowden.

    kalau bisa, ahli dari kita dilibatkan dalam pembuatannya dan sebelum dibuat blue chip-nya diberikan ke kita untuk dianalisa. Jadi beli untuk dipelajari dan di bikin ulang di indonesia

    sangat penting buat kita untuk menguasai teknologi satelit.

    btw…
    negara lagi susah kenapa beli satelit sih mendingan dibeliin kerupuk tuh buat kaum papa

  7. NO 3….

    PERBAIKAN SISTIM KOMANDO
    ———————————————————–
    PEMBENTUKAN 6 KELOMPOK KOGABWILHAN
    SUMATRA,JAWA,KALIMANTAN,SULAWASI,PAPUA,DAN LOMBOK
    ANGGARAN MIN 30 S/D 60 MILYARD US $ ( yakin bisa)

  8. Kalau saya bermimpi, (Just my dream) : Untuk masing-masing Matra (AD, AL dan AU) Sumatera memiliki kekuatan 150% dari kekuatan Singo, Kalimantan + Sulawesi mempunyai kekuatan 150% dari kekuatan Malangsia, Papua+ NTT mempunyai kekuatan 150% dari Australi dan Jawa+Bali mempunyai kekuatan 75% dari UK+Selandia baru. dengan Asumsi ancaman Musuh adalah FPDA + NATO (Nato tidak 100%) menurunkan kekuatan perang untuk menyerang Indonesia karena mereka juga harus ada yang menjaga rumah mereka masing-masing.

 Leave a Reply