Pengalaman Tempur di Suriah Digunakan pada Desain Kapal Induk Baru Rusia

MOSKOW – Pengalaman tempur kapal induk Admiral Kuznetsov dan kapal perang lainnya dari Angkatan Laut Rusia yang bertugas di Suriah akan digunakan dalam desain dan konstruksi kapal perang baru, kata Panglima Angkatan Laut Vladimir Korolev kepada para pasukan dan pilot yang kembali dari Suriah. (Navy Recognition)

“Pekerjaan sedang berlangsung. Dalam mendesain kapal perang baru kita harus memperhitungkan segala sesuatu yang berkaitan dengan operasi dengan keterlibatan pesawat tempur dan terutama penerbang angkatan laut”, katanya.

“Semua jenis perlindungan dan pertahanan dari kapal induk yang membawa armada di laut juga akan diperhitungkan”, tambah Korolev.

Kelompok itu termasuk kapal induk Admiral Kuznetsov, kapal jelajah nuklir Petr Veliky, kapal selam besar Severomorsk dan kapal perusak Vice Admiral Kulakov dan kapal pemasok telah berlayar pada tanggal 15 Oktober 2016.

Pada tanggal 1 November, menteri pertahanan Rusia melaporkan bahwa kelompok itu telah tiba di Laut Mediterania.

Selama dua bulan melakukan operasi, kapal induk Admiral Kuznetsov telah membuat 420 sorti tempur, termasuk 117 di malam hari dan menghancurkan lebih dari seribu fasilitas teroris.

Navigasi skala besar ke Laut Mediterania dengan keterlibatan armada tempur laut dicapai untuk pertama kalinya dalam sejarah Angkatan Laut Rusia.

Desain kapal induk Proyek 23000E Storm dipamerkan pada Army 2016. (Foto: Navy Recognition)

Pusat Riset Negara Krylov (Krylov State Research Center) tahun lalu telah menyelesaikan desain konseptual dari kapal induk Proyek 23000E Storm yang memiliki bobot 95.000 ton dan mampu membawa hingga 65 unit pesawat udara. Kemungkinan menggunakan pembangkit listrik nuklir. Selain itu, menyediakan dua peluncur elektromagnetik.

Menurut Krylov, kapal induk multirole Proyek 23000E dirancang untuk operasi hingga jauh di lautan, melakukan serangan terhadap sasaran di darat dan di laut, menyediakan stabilitas tempur untuk angkatan laut sahabat dan kemampuan pertahanan udara bagi Marinir dan kapal pendukung selama melakukan serangan amfibi.

Kapal induk masa depan ini memiliki panjang 330 m dan kecepatan hingga 30 knot (55 km/jam). Dilengkapi peralatan radio dan radar canggih serta sistem pertahanan diri. Mampu menampung beberapa ribu prajurit, termasuk personil tempur udara.

JakartaGreater

Leave a Reply