Oct 242013
 
Tank Leopard 2A4 TNI AD

Tank Leopard 2A4 TNI AD

Untuk  mendukung pertahanan Ibu Kota, TNI Angkatan Darat membangun garasi tank tempur utama (main battle tank/MBT) Leopard di bawah tanah dekat Monumen Nasional.  Garasi ini untuk mempermudah pergerakan pasukan dan mendukung pertahanan dalam perang kota.

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Budiman, mengatakan, garasi tank bawah tanah tersebut akan dibangun dekat kompleks rumah susun TNI AD yang sedang dibangun di Pejambon, Jakarta Pusat. “Batalyon MBT Leopard berpangkalan di Jawa Barat dan Jawa Timur. Untuk melindungi ibu kota Jakarta dibangun pangkalan berupa garasi bawah tanah dekat Istana Negara dan Monas,” kata Jenderal Budiman optimistis.

Garasi bawah tanah tersebut mempermudah pergerakan pasukan dan mendukung pertahanan dalam perang kota. TNI AD belajar dari situasi kekacauan yang pernah terjadi di Ibu Kota sehingga perlu antisipasi.

Operator MBT Leopard dan tank angkut personel (APC) Marder adalah Divisi I Kostrad di Cilodong, Jawa Barat, dan Divisi II Kostrad di Malang, Jawa Timur.

Proyek tersebut, menurut Budiman, akan bersinergi dengan pembangunan pertahanan ruang udara Jakarta.

TNI AD juga menunggu kedatangan sejumlah peluru kendali darat permukaan (surface to air missile/SAM) terbaru yang didatangkan dari Eropa. Sistem rudal itu adalah Mistral buatan Perancis dan Starstreak buatan Inggris.

Rudal Starstreak Monopod

Rudal Starstreak

Koordinasi dengan Jokowi
KSAD mengaku sudah berkoordinasi dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk penempatan rudal tersebut di puncak-puncak gedung di kawasan bisnis penting Jakarta kalau suatu saat negara memerlukannya.

“Payung hukumnya adalah Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2006 tentang Rencana Tata Ruang dan Rencana Wilayah yang mengatur tentang Tata Wilayah Pertahanan. Bahkan, disiapkan gorong-gorong (drainase) yang menjadi sarana pertahanan seperti di luar negeri,” kata Budiman.

Dia meyakini Gubernur Joko Widodo bisa berkordinasi dengan para pemilik gedung demi kepentingan pertahanan negara. Penempatan baterai rudal dan unit-unit helipad di atas gedung itu juga akan digunakan untuk pertahanan keadaan darurat.

Pertahanan gorong-gorong tersebut bukan hal baru. Pada abad ke-19 di Kota Batavia sudah dibangun garis Van den Bosch atau jalur pertahanan berupa gorong-gorong yang menghubungkan titik strategis di Kota Batavia.

Tugu Monas Stasiun Gambir - Google Maps

Tugu Monas Stasiun Gambir – Google Maps

Rusun TNI AD
KSAD menambahkan, saat ini ada dua tower rumah susun TNI AD yang selesai dibangun di sebelah selatan Monas. Rumah susun tersebut menampung para perwira TNI AD agar tinggal tidak jauh dari Markas Besar TNI AD.

Setiap hunian yang dibangun itu mampu menampung perwira dengan istri dan dua anak. Satuan rumah susun yang sudah dibangun adalah tipe 70 sebanyak 59 unit dan tipe 47 sebanyak 162 unit. Pembangunan rumah susun empat lantai dengan empat menara tersebut menelan biaya Rp 85 miliar.

Rumah susun tersebut dilengkapi dengan helipad, mess, dan fasilitas seperti apartemen. Biaya pembangunan rumah susun TNI AD tersebut ditekan sedemikian rupa sehingga hanya Rp 2.3 juta per meter persegi.

Wakil Ketua Komisi I DPR Tubagus Hasanudin yang dihubungi terpisah berpendapat langkah itu sangat strategis.

“Namun, harus diingat, penempatan MBT Leopard di garasi bawah tanah tersebut berfungsi sebagai basis operasi dan bukan basecamp. Basis operasi itu dalam keadaan damai bisa digunakan untuk kepentingan sipil,” kata Tubagus Hasanudin.

Dia mencontohkan, di bawah Lapangan Merah (Krasnoyarsk Ploshchad) Moskwa pun terdapat ruangan bawah tanah untuk instalasi militer. Bahkan, ada sarang peluru kendali (silo) di lapangan sebelah Kremlin (secara harfiah berarti ‘benteng’) yang menjadi pusat pemerintahan Rusia.

Tubagus Hasanudin mengingatkan, selain menyimpan tank Leopard di bawah tanah, KSAD juga harus memperhitungkan dengan cermat pengaturan pergerakan tank tersebut di Ibu Kota dalam keadaan darurat. (ONG/ Kompas Cetak 23/10/2013)

  57 Responses to “Pengamanan Jakarta dan Penempatan Tank Leopard”

  1. #klo di cermati memang seharusnya negara kita memiliki “benteng” sperti itu, bila memungkinkan dapat diintergasikan pada proyek mrt yang sedang digarap pemprov dki,gorong2 yang langsung menuju ke pangkalan AL di priok, untuk memudahkan evakuasi dalam keadaan darurat ….

    # mudah2han

  2. Dugaanku makin terbukti, bahwa pembelian Leopard saat ini (MEF I) agak dipaksakan.
    Mari kita lihat :
    1. Yon mekanis MBT Leopard hanya cocok di p. Jawa karena infra struktur pendukungnya lebih baik dan lengkap.
    2. Konsep “MBT in being” kalau Malaysia punya kita harus punya terlalu dangkal dan dipaksakan. Lain dengan “fleet in being” yg jauh bernilai strategis, misalnya punya 10 kapal selam bekas meskipun belum fully operational, ancamannya sudah bergaung dimana-mana.
    3. Kalau tiba saatnya Jakarta dipertahankan dari invasi musuh, sudah terlambat karena kita sudah kalah perang.
    4. Lagian siapa musuh yang mau invasi Jakarta merugikan diri sendiri. Cukup menghancurksn armada AU dan AL untuk diteruskan dengan blokade udara dan laut pasti kita nggak kuat dan minta gencatan senjata.
    5. Ramalan ekonomi Indonesia kedepan akan sangat berat terimbas ekonomi global, maka utk MEF-II pandai2 lah membelanjakan dana yang semakin terbatas sesuai PRIORITAS.

    • mau nanya kalau misalnya pt 91 punya malaysia menyerang jakarta terus mau cuma mengandalkan tank scorpion sama amx 13

    • maaf soal penyerangan ibu kota itu tidak terlalu penting tank lawan atau pesawat lawan itu bisa masuk ke ibu kota atau tidak, penyerangan ibu kota itu menitikberatkan ke penyamaran dan bagaimana pasukan bisa mendekati pemimpin negara tanpa di ketahui dan mengambil alih pemerintahan negara tersebut.
      nah tugas pasukan yg ada di ibu kota yg di lengkapi tank itu agar bisa cepat datang kalau terjadi penyandraan pemimpin negara dan membebaskannya.
      na fungsi tank ini buat jaga2 kalau ibu kota dan pemerintahan ini sudah di tangan lawan agar lawan tidak mendatangkan pasukan berikutnya

    • Itu kan urusannya TNI AL, TNI AL sudah diberikan anggaran tersendiri untuk membeli alutsistanya. Bahkan lebih besar daripada TNI AD. jatah anggaran TNI AD ya jelas bakalan dipake untuk membeli alutsista darat yaitu MBT. masak TNI AD disuruh beli kapal perang, perang di tengah daratan gimana caranya pake kapal? digotong kapalnya? 😀

  3. Setuju, Leo di garasi Monas hanyalah untuk pengamanan istana.

    Musuh yang diantisipasi? Gak jauh2, rakyat sendiri (sampai segitunya)…

    L. Jawa ibarat killing “field” bagi AL musuh.
    Jika masih ada marinir asing nekat/naif masuk L. Jawa dan mendarat dengan tank, pastinya di wilayah Jakarta Utara, nunggunya jauh amat di Monas?

    • siapa bilang melawan rakyat sendiri, bagaimana kalau suatu saat terjadi pertempuran dengan jalan menghancurkan langsung ke pusat pengambil keputusan, atau kalau musuh langsung menyusupkan tentara jauh ke belakang garis pertahanan terluar kita, yaitu laut dan udara yang pasti berarti pasukan yang berkualifikasi khusus dan berani mati,sudah sering dilakukan negara2 agresor seperti israel, us, inggris dengan pasukan2x khususnya, atau juga bisa dilakukan oleh teroris dalam jumlah masiv yang mendapat dukungan persenjataan yang besar juga dari negara lain atau mungkin kedepannya tantangan kekuatan selain negara yang punya kekuatan ekonomi dan politik juga jadi perhitungan. Jadi segala spektrum ancaman sudah dihitung oleh intelijen kita baik dari BIN dan BAIS.

      US sendiri dengan begitu canggihnya dan kuatnya pertahanan militernya yang hampir tidak mungkin ada kekuatan militer asing yang mampu melakukan serangan langsung ke dalam negaranya, sangat kuatir dengan spekturm ancaman seperti ini.

      Memangnya siapa yang mau membunuh rakyatnya sendiri kalau rakyat tersebut tetap ingin NKRI tegak berdiri dan kalau merah putih tetap di dadanya, tidak mungkin itu kawan!

      intinya gini kalau militer kita secara kemampuan bisa merancang serangan langsung ke jantung pertahanan negara2x yang ada di sekitar kita tanpa terdeteksi tentara penjaga di perbatasan mereka, maka kita juga harus mampu merancang sistem pertahanan dari skenario serangan kita itu. apakah kita mau kalau lambang negara kita di permalukan karena tidak siap pertahanannya?

      • “Memangnya siapa yang mau membunuh rakyatnya sendiri kalau rakyat tersebut tetap ingin NKRI tegak berdiri dan kalau merah putih tetap di dadanya, tidak mungkin itu kawan!”

        Saya tidak bilang membunuh, bisa saja untuk menggentarkan massa demonstran.
        Tapi jika ingin bicara rakyat sipil terbunuh, pertanyaannya apakah anda telah lahir pada tahun 1998,.ketika terjadi peristiwa Trisakti dan Semanggi?

        Kalau bicara serbuan komando, contoh kasusnya yang mana?
        Entebbe: serbuan singkat menggunakan C-130 dengan amunisi terbatas dari arah runway ke gedung terminal, dengan satu jip dilengkapi senapan mesin.
        Atau serbuan SEAL Team 6 dengan 2 heli ke kompleks kediaman Osama yang hanya dijaga beberapa orang? Keduanya serangan singkat dengan timer, dalam waktu puluhan menit sudah harus kabur, dan melibatkan close quarter combat.
        Yang pertama tidak feasible untuk menyerang area Monas. Mungkin yang kedua, dilancarkan dari LPD, tiba2 mendarat di halaman istana, sehingga terjadi CQC dengan Paspampres.
        MBT dirancang untuk menghadapi MBT lain, akan kedodoran menghadapi gerak cepat pasukan komando / CQC, apalagi musuh juga telah berada di dalam bangunan yang sama, bagian mana yang akan ditembak dengan meriam?.
        Lebih cocok menurunkan raiders dengan rantisnya
        http://wekkek.files.wordpress.com/2010/10/05-raiders-atraksimobil.jpg

        Teroris berjumlah besar:
        Kasus penyanderaan gerilyawan Chechen di Dubrovka Theater, Moskow, yang diturunkan Spetsnaz, menggunakan aerosol anaesthetic / fentanyl ke jaringan ducting AC, membuat gerilyawan kehilangan kesadaran.

        Serangan teroris di Mumbai India ke dua hotel, yang diturunkan personil Rapid Action Force, Marine Commandos (MARCOS) dan National Security Guards (NSG) commandos.
        Tidak ada MBT.

  4. Saya kira pembagunan itu penting dan setiap negara mempunyai model pertahanan seperti itu dan pembagunan itu memang bagian dari strategi pertahanan TNI AD dengan alokasi anggaran yang dimiliki TNI AD sendiri. dan saya yakin pada MEF II nanti giliran TNI AL dan TNI AU kemampuan alutsistanya akan lebih ditingkatkan oleh pemerintah…

  5. Kalau dinilai dari kemampuan tempur TNI AD menurut pandangan saya sudah cukup mumpuni & kuat apalagi di tambah kehadiran Tank Leopard – Marder, Anoa dan kendaraan tempur baru lainnya, terus yang jadi pertanyaan saat ini adalah jika terjadi serangan udara ??, kalau dinilai dari faktor pertahanan-keamanan udara kita masih dibilang kurang kuat & lemah, jumlah jet tempur kita masih minim ? sebetulnya kunci utamanya adalah jika Indonesia mau menutupi celah kekurangan dan mengakuisisi Rudal Anti-Udara seperti S-300/S400. Wahh pasti gagah negeri ini HEHEHE! 🙂

  6. Betul bung SE.. kalo tidak ada perisai udara dan pertahanan laut yang kuat dipastikan bunker – bunker pertahanan bisa jadi bulan bulanan oleh rudal – rudal jet temur, rudal – rudal dari kapal perang musuh dan akhirnya bisa runtuh juga
    makanya kita berharap pemerintah pada MEF II segera mengakuisisi perisai udaranya sekelas S300, pesawat sekelas SU 35 BM, Pantsir S1 dan pertahanan laut dengan puluhan KS sekelas Kilo

  7. Apapun posted nya, pasti trio libels jawabannya (Kilo,SU35BM,S300),
    bener2 Rusia setrooong…

  8. koq plan nya jd ngaco bgni..bknnya pemblian leopard dan marder utk ditempatkan di kalimantan yg memiliki wilayah perbatasan darat lbh dr 2000 km.koq jd ditmpatkan di pulau jawa/jkt..bknkah perisai nkri adlh wilayah perbatasan,jika musuh ingin menggempur ibukota sdh pasti dr udara jd tank tdk dibutuhkan,tp di kalimantan sangat mungkin gempuran dilakukan lewat daratan jd tank canggih mmg perlu utk mengcovernya..ini kita br bicara tank,jgn2 apache pun nanti buat pulau jawa/jkt..yg nampak skali adlh personel tempur tni menumpuk dipulau jawa,anda bygkan utk wilayah kalbar cm ada 4 batalion tni ad kostrad,1 batere armed,1detasemen kavaleri..kira2 3500 personel,bgmn dgn malaysia yg menempatkan 30rb lbh pasukan siap tempur di malaysia timur lengkap dgn peralatan tempur mutakhirnya..hitung sndiri ajalah!

    • saya nanya emangnya infrastruktur di perbatasan kalbar sudah siap ?

    • udah pokoknya ada rahasia di balik rahasia ada lebih baik diam daripada sok tau karena anda tidak tau kenyataannya

    • Leopard RI speknya memang perang kota, Leo 2A4 yang rencananya ditempatkan di Kaltim bersama light tank Scorpion, MLRS Astros, Howitzer dan Apache. Peralatan tempur mutakhir Malaysia yang mana? Tank Pendek Kekar? 😀 seperti dijelaskan bung Diego MBT akan juga dibawah Kostrad, artinya ga ada wilayah tertentu dan bisa ditempatkan dimana saja sesuai keperluan.

      Malaysia ga mungkin berani menyerang Indonesia. Tidak dulu, tidak sekarang apalagi nanti. Ngapain mikirin 30.000 pasukan Malaysia di perbatasan? walau TNI hanya satu peleton di perbatasan tetap saja 30.000 itu ga bakal berani nyerang. karena sama saja mengundang 370.000 prajurit TNI masuk Malaysia. Belum lagi kejadian memalukan di Lahad Datu dengan pasukan Sulu yang memperlihatkan kemampuan TDM sebenarnya

      Apa ini @frans yang berharap Kaltim masuk wilayah Malaysia? kurang gaul lu frans, Indonesia negara kesatuan yang kental dengan nasionalisme. Serangan di Kaltim atau mana saja akan membangkitkan nasionalisme bangsa ini. TNI berkekuatan 380.000 personel, dan Jika perlu relawan perang Indonesia bisa lebih banyak walau dibanding seluruh rakyat Malaysia ditambah orang utan

      FYI, anggaran pertahanan TNI sudah lebih besar dari TDM dan akan semakin besar. Bukan hanya karena ukuran ekonomi mereka tidak bisa bersaing dgn ekonomi Indonesia yang lebih besar tapi juga karena persentase anggaran pertahanannya sedang terus diturunkan karena defisit anggaran, sementara kita terus dinaikan. tahun ini anggara TNI 2x lipat TDM, tahun 2018 4x lipat or so. Diluar itu pertumbuhan ekonomi kita juga lebih besar dari mereka. Malaysia dan kekuatannya militernya bukan ancaman bagi Indonesia. Masih minder lu sama negara jiran?

      • jika anda melihat langsung gelaran peralatan tempur di malaysia timur,saya yakin anda akan berkata “indonesia tdk ada apa2nya”..mereka punya byk peralatan tempur tp tdk dipublikasikan,mulai dr tank sampai pswt tmpur,tornado dan hornet mereka sdh terbiasa patroli udara disepanjang perbatasan,bandingkan dgn kita yg cm hawk lawas utk mengamankan wilayah udara kalimantan itupun cm brp biji..jika hrs terjadi perang,yg kita lawan bkn cm tentera malaysia tp termasuk sekutu2nya.ada lg yg unik atau klo blh sy blg langkah cerdas mereka,jika pun perang nanti yg dihadapi tni adlh bangsa sendiri krn lbh dr 30% tentera malaysia adlh org indonesia bhkn mereka melatih milisi yg asli org indonesia,negri mereka relatif aman jauh dr kt chaos,kesejahteraan utk masyarakat jauh lbh baik mereka,tentera dan polis tak pernah bentrok.
        Pendapat yg mengatakan bhwa kejadian di lahad datu adlh kejadian memalukan bagi TDM sy rasa slh bsr,justru itu menunjukkan kehebatan pasukan mreka..hanya dgn hitungan hari mereka bs tumpas pasukan liar tsb,pdhl yg mreka hadapi itu pasukan terlatih..bandingkan dgn kasus GAM,klo blh kita katakan kita kalah telak yg akhirnya mengajukan tawaran perdamaian..lihat aceh skrg,yg pegang kendali adlh petinggi gam..blm lg kita bicara timor leste,lepas dr nkri adlh harga sebuah kekalahan,papua sampai detik ini tak kunjung usai,korban dr tni dan polri trus berjatuhan tanpa dpt teeselesaikan..terlepas dr itu semua,saya pribadi ingin kita dihargai sbg bangsa yg besar,ekonomi yg kuat,militer yg kuat dan rakyat yg kuat..kita dilecehkan mulai dr media,budaya,militer dll,adlh indikasi bhwa mereka tdk gentar dgn kita.

        • Lahad Datu pasukan sipil bersenjata VS Tank dan rudal pesawat tempur. dalam kasus GAM TNI tidak bisa menggunakan alat2 tempur berat asal Eropa dan USA, lagipula Sulu bagi Malaysia adalah bangsa asing sementara GAM adalah separatisme dari dalam alias dari sudut pandang pemerintah adalah “anak bandel” daripada “maling”. coba lu cek KTP petinggi2 di aceh apa IDnya KTP RI atau ID negara Aceh 😀 tujuan GAM adalah memisahkan diri sementara tugas pemerintah adalah mempertahankan kesatuan, siapa yang menang?

          Sementara Timor Leste adalah kemenangan politik USA dan Australia memanfaatkan kondisi Indonesia yang sedang terpuruk.

          Ketika F18 dari kapal induk USA terbang di atas Bawean, pesawat F16 TNI AU yang tua dan tidak terawat tetap datang menghampiri walau underdog. sementara ketika kapal tperang PLAN datang ke James Shoal hanya 70km dari pantai Serawak dan melakukan upacara di sana pada kemana itu TDM beserta kapal perang dan Kapal seamnya? 😀 beda banget dengan ketika menghadapi Sulu. Dan jika tidak gentar kemana kapal2 perang TDM ketika Indonesia siap perang demi Ambalat? alasan Menhannya adalah menjaga hubungan baik 😀 😀 😀 kenapa ga jaga hubungan baik dengan Sulu kalo gitu??

          Sudah resmi anggaran pertahanan Malaysia thn 2014 di kisaran $4.5bn sementara Indonesia $7.9bn. dengan CAGR 17% maka pada 2020 anggaran pertahanan Indonesia dgn estimasi nominal $25bn adalah 40% dari total anggaran negara2 asean ($60bn in total). Posisi ke dua Thailand dengan 23% dan Singapura 17%.

          posisi Malaysia lu tebak sendiri

  9. bung!!! bgm dgn bagian selatan jawa….lebih bahaya…aushit…musuh sebenarnya….yg potensialll

    • Jika sukses mendarat di pantai selatan Jabar (Pangandaran/Pelabuhan ratu) dan ingin menyerang Jakarta, luarbiasa panjangnya jalur logistik yang harus diamankan (ratusan km) dihitung dari pantai pendaratan. Akan melewati jalan perbukitan yang sangat rawan serangan sniper TNI yang jawara se Asia Pasifik, belum serangan mortir, ATGM. Dalam hitungan jam Sukhoi akan tiba di atas Jabar dan berusaha merebut air supremacy, sementara F/A-18 akan sangat kerepotan memberikan air support tanpa kapal induk. Tanpa perlindungan udara, pasukan yang terlanjur mendarat tak akan bertahan lama…

      • Mereka bukan mendarat di jawa, tapi akan menghancurkan basis AU dan ALnya saja, klo memilih mendarat mereka akan mendarat di timor leste, papua, oleh karena itu mereka tidak terlalu minat nyerang RI karena butuh biaya yg besar, jadi cukuplah memecah NKRI menjadi beberapa bagian dengan begitu mereka bisa membuat basis militer di pulau” yg disintegrasi.

        pemecahan itu telah dilakukan negara barat di TImur tengah, bayangkan dulu arab ramai” nyerang Israel sekarang mereka saling tembak, tidak saling mendukung, dan di tiap” negara timur tengah punya basis militer titipan dengan sistem sewa ataupun pelindungan dari negara sebelah.

        jadi pepecahan itu kunci serangan pertama, selanjutnya tinggal mengontrol pulau” yang berpisah dan mendirikan pangkalan militer..lihat saja Cina dan Taiwan, barat akan titipkan senjata di taiwan, korsel, dan jepang

    • Saat ini mayoritas masyarakat Australia sebenarnya lebih banyak yang menentang militerisme Australia yang terseret kepentingan USA. lebih banyak yang berpendapat Aus harus lebih dekat dan masuk Asia daripada blok eropa atau Amerika utara. Mereka menginginkan negaranya mendekat ke Indonesia. Malah ada wacana untuk menurunkan potensi ancaman dengan menurunkan status mereka dari kekuatan militer tingkat menengah menjadi tingkat rendah, aneh ya? 😀 tapi mungkin itu bijaksana hingga mereka keluar dari “radar” India dan China serta bisa lebih focus pada ekonomi seperti yg dilakukan NZ

      Berdasarkan geografis, demografi maupun ekonomi, ancaman maupun potensi Indonesia terhadap Australia paling besar dan di depan mata

  10. batalion tank sdh jd dr thn 2012 di kabupaten landak,utk infrastruktur yg lainnya bs dikerjakan beriringan,makanya saya heran utk apa itu dibangun,kalimantan provinsi yg kaya,apapun bs dilakukan selama pemerintah serius..perlu di ingat,ancaman serius nkri adalah perbatasan darat kalimantan,papua,ntt..khusus kalimantan selain darat,kita punya wilayah laut cina selatan yg rawan konflik..jika peralatan tempur ditempatkan di jawa,apa manfaatnya tlg jelaskan

  11. Ini semua sudah ranah rahasia dan bagian dari taktik dan strategi TNI, dan DPR RI sudah pegang blue print garis besarnya.
    Klo soal jenis, jumlah, tipe alutsista TNI, silahkan publik mengetahui, tapi klo sdah tehnik dan strategi militer itu sudah masuk ranah rahasia negara.

  12. Zaman sekarang jawa & sumatera mustahil diduduki, paling hanya dibombardir saja, sampai kiamat malay,singapore & timles gak akan berani nyerang, yang paling rapuh adalah PAPUA, karena hasil buminya berlimpah & mudah diprovokasi, jauh dari pusat negara,mudah diblokade dengan armada besar musuh, mudah2an marinir cepat membangun markasnya di sorong, karena disitulah letak paling strategis PAPUA.(just my opinion).

    • Maka dri pada itu di warjag ini kmi mendukung mensupport percepatan mef yg skrg sdg berlangsung.pengadaan s300/hq9 untuk perlindungan kekuatan di udara,pengadaan su35 pada mef ke2, kilo class untuk menjaga kedaulatan di laut maritim kita.sejauh ini konfrontasi terbuka antara kita dgn singapura dan timor leste itu tdk akan terjadi,akan tetapi dgn malaysia dalam mslh perbatasan terlebih ambalat itu bisa mgkin2 saja namun kita harapkan itu tdk terjadi.Permasalahan pada papua ini sgt kompleks dan sensitif.dan skrg pembentukan skuadron tucano di papua jdi tindakan yg sgt tepat untuk mnjaga dan sperti yg bung diego bilang pemetaan tntg gerakan sparatis opm.

    • sempat ada usulan ibu kota pindah ke Papua. tapi IMO sebaiknya yang mendesak adalah pemberantasan korupsi di tingkat provinsi dan kabupaten. Abraham Samad sudah nyindir Gubernur2 di Kalimantan yang kaya2 sementara infrastruktur masih tertinggal dengan pemerataan ekonomi yang tidak merata. kayaknya yang paling parah di Provinsi2 Kalimantan dan Papua walau bukan berarti provinsi2 di Jawa, Sumatera dan Sulawesi sudah baik :3

  13. Aku senang deh banyak komentar yg masuk. Namun point saya adalah bahwa pembelian Leopard ini kecepeten semacam “knee jerk reaction” gitu loh. Sekarang kan jadi sepertinya bingung bagaimana deployment-nya, mau disini, disono atau diseberang, bagaimana pertimbangan taktis dan strategisnya.
    @bung Diego, “Artinya tank leopard ini akan bersifat mobile di seluruh nusantara sesuai kebutuhan”. Memang kita sedang buat LST yg bisa angkut Leo,tapi cuma dua biji, masing2 hanya bisa angkut 4 Leo, belum lagi dermaga infrastruktur pelabuhan yg dituju apa sudah siap. Tergantung kebutuhannya apa, kalau gelar peperangan tentu tidak bisa secara incrit2/ piecemeal begitu bisa dilalap musuh.
    @ bung Poerboyo “secara teoritis militer akan sangat susah melakukan blokade thd Indonesia, dan meski diblokade kita toh akan hidup pulau2 Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi mempunyai lumbung2 makanan yg tdk bisa mati hanya krn blokade laut udara. jadi pasti musuh akan dipancing ke pertempuran darat dan berlarut”. Berpegang pada Skenarionya yang adalah kekuatan AU dan AL kita sudah dihancurkan musuh, sehingga dengan leluasa memblokade pulau2 termasuk p. Jawa. Musuh kan tidak bodoh, dia pilih blockade daripada melibatkan diri ke pertempuran daratan yg belum tentu bisa dimenangkan (rawe rawe rantas malang malang putung, ingat pertempuran kota Suroboyo). Blokade itu artinya tidak ada sama sekali lalu lintas keluar masuk barang dan jasa, pangan, sandang, bahan bakar, onderdil, obat2an, uang etc etc. P. Jawa/ Jakarta adalah center of gravity dari Negara RI. Bila lumpuh bubarlah NKRI.
    Kalau kita simak LAMPIRAN PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 41 TAHUN 2010 KEBIJAKAN UMUM PERTAHANAN NEGARA TAHUN 2010-2014, bagian :
    C. Pokok-Pokok Kebijakan Umum Pertahanan Negara
    3. Kebijakan Pembangunan Postur Pertahanan Militer
    “Prioritas pertama perwujudan MEF adalah peningkatan kemampuan mobilitas TNI Angkatan Udara (TNI AU), TNI Angkatan Laut (TNI AL), dan TNI Angkatan Darat (TNI AD) untuk mendukung penyelenggaraan tugas pokok TNI di seluruh wilayah nasional. Prioritas MEF selanjutnya adalah pada peningkatan kemampuan satuan tempur khususnya pasukan pemukul reaksi cepat (striking force) baik satuan di tingkat pusat maupun satuan di wilayah, serta penyiapan pasukan siaga (standby force) terutama untuk penanganan bencana alam serta untuk tugas-tugas misi perdamaian dunia dan keadaan darurat lainnya. Kebutuhan-kebutuhan pendukung lain dalam rangka perwujudan MEF akan dipenuhi pula secara bertahap sehingga diharapkan MEF dapat dijadikan sebagai pijakan dasar menuju postur TNI yang ideal. “
    Berturut-turut disebut dulu TNI AU, TNI AL, dan baru TNI AD. Jadi pembelian alutsista Leopard, Apache, fregat ex Brunei seharusnya masuk MEF II.
    Tentu saja situasi dan kondisi tahun 2013 beda dari tahun 2010. Namun opini saya tetap seperti pada awal komentar ini.

    • LST baru daya angkutnya 15 MBT gan. Belum lagi LST dan LPD lama yang walau daya angkutnya kurang besar (+-600 ton) tapi jumlahnya cukup banyak

      • @ bung nowyoudont, anda benar, saya salah.
        Banyak berita ttg LST Leo ini, katanya dibuat oleh PT PAL, PT Daya Radar Utama, dan PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari, Pondok Dayung, Jakarta Utara. Analisis saya desainnya yaitu LST 117 dibuat oleh PT PAL dan pembangunannya oleh PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari, dan dijadwalkan akan selesai pada tahun 2014. Spesifikasi Kapal Angkut Tank/ LST memiliki panjang keseluruhan 117,00 m, panjang antara garis tegak 107,77 m, lebar 16,40 m, tinggi 7,80 m, kecepatan maksimal 16 knots, jarak jelajah 6.240 NM, tenaga penggerak utama berjumlah dua buah daya 3.600 HP, dengan sistem propulsi fixed pitch propeller.
        Estimasi luas tapak Leo Rev1 meriam kedepan : panjang 9,7 x lebar 3,7 = 35,9 m2.
        Estimasi geladak angkut LST : panjang (107,77 x 2/3) m x lebar 16,40 m = 1178,3 m2
        Estimasi daya angkut Leo Rev1 : dengan mudah mengangkut 15 Leo dibatasi mungkin karena total beratnya dan atau ruangan utk loading/unloading traffic .
        Dari maketnya tampak bahwa sebetulnya kapal ini bukan jenis LST (bow loading/unloading) tetapi jenis LPD (side loading/unloading) dengan crane atau ramp yang harus mampu menahan bobot 60 ton. Jadinya tetap tergantung pada fasilitas dermaga. Mengapa bukan jenis LST yg dipilih, mungkin karena setelah bow loading/unloading di bibir pantai kapalnya nggak bisa mundur lagi karena haluannya mendelep akibat berat Leo.

  14. kata siapa kalau misalnya 16 sukhoi su 30 / su 27 melawan 71 f18 hornet plus 24 f 18 super hornet plus di jammed sama growler plus dibantu sama aew kira kira yang menang siapa ya

    • @bung Dede, in the long run, pada akhirnya, yg menang adalah pihak yg punya lebih banyak alutsista, dalam hal ini pesawat tempur, karena meskipun probabilitas menang Flanker lebih besar dalam satu sortie dibandingkan Hornet, utk sortie2 selanjutnya, attrition rate akan membuat Flanker habis, sedangkan Hornet masih punya sisa pesawat. Kalau lagi iseng bisa buat spreadsheet utk membuktikan ini.
      Karena itu mutlak bahwa kita harus sekurang-kurangnya punya quantitative parity dengan Australia ataupun Singapur. Flanker adalah kuncinya, bukan F-16.

  15. Si vis pacem para bellum………. Jika ingin kedamaian maka harus siap perang!!!

  16. penempatan leopard di monas sy pikir tidak strategis untuk apa? meski di bawah kostrad bisa mobile bisa di bawa pst atau kapal ya ke buru ketembak musuh duluan apalagi ks lemah , air dupremacy kalah. bukan kah yg di perlukan jkt payung udara?

  17. Di kalimantan tepatnya di berau nanti akan ditempatkan 1 kompi (12 tank leopard) + yonkav scorpion
    Penerbad sudah menempatkan mi-17 + nbell 412 serbu
    Belum atross dan caesar pasti dpt jatah juga.
    Jadi sabar. NKRI itu luas jd perlu dijaga. Sukoi di makasar, kalimantan hawk, pekanbaru f16 block 32+, medan hawk, papua super tucano, jawa f-16 + pesawat latih tempur t-50i
    Belum palu ks terbaru dst
    Tank leo dibagi 2 divisi kostrad dibawah komando dan bawahi seluruh nusantara. Nah klo divisi ketiga kostrad yg pusatnya di kalimantan jadi pasti byk alutsista yg dtg sesuai blue print tni ad

  18. Masak Istana mau dijaga oleh panser jadul saladin atau saracen…xixi. Paling leopard yg disimpan di monas hanya beberapa, seperti jumlah panser/tank yg jaga istana saat ini. Sisanya dipegang divisi 1 dan 2 kostrad.

    Ada sih payung udara yang jaga jakarta. SAM strastreak buatan inggris. Memang sih masih jarak pendek.

    Cocoknya jakarta dijaga oleh S-300, atau seperti yang ditawarkan rusia, kombinasi Buk ME dan pantsyr.

  19. bicara malaysia memang harus kita akui mereka secara militer dan ekonomi jauh di atas kita,kita tidak bisa memaksakan bahwa kita lebih hebat dari mereka,kenyataan di lapangan mengatakan bhw mereka unggul..diplomasi mereka jauh diatas kita,sipadan ligitan adlh contoh sederhana bgmn cara mereka menaklukkan indonesia di pentas dunia..klo kita lengah bkn tdk mungkin wilayah lain akan berpindah tangan

    • Keputusan Mahkamah Internasional (Internasional Court of Justice) atas kasus Sipadan + Ligitan tidak didasarkan pada kepiawaian diplomasi jiran tapi dengan mempertimbangkan apakah claims to sovereignty are based on activities evidencing an actual, continued exercise of authority over the islands, i.e., the intention and will to act as sovereign.

      Lengkapnya:
      http://www.icj-cij.org/presscom/index.php?pr=343&pt=1&p1=6&p2=1

      Belajar dari kasus ini RI lalu menegakkan kedaulatan di pulau2 terluar lain, termasuk memberi nama pulau2 tak bernama, mendaftarkan ke PBB dst.

      • BTW, apa sih pentingnya predikat “lebih hebat” atau sejenisnya, kekanak2an !

      • sebetulnya keputusan ICJ soal sipadan-ligitan itu masih bisa diutak-atik loh.
        saat ini thai dan kamboja masih terus berseteru tuh soal candi prah vihear (bener gak nulisnya) di perbatasan mereka.
        padahal ICJ sudah ngeluarin keputusan sejak dari jaman jebot dulu bahwa candi ini milik kamboja.

        tapi tetap aja terbuka kesempatan untuk thai meminta penafsiran ulang atas keputusan tsb dengan mengajukan bukti2 baru dan mempertimbangkan kondisi saat ini.

        so sebetulnya kalau tim deplu/depkumham kita cerdas sih masih ada jalan, nggak lantas dengan gampang menyerah begitu aja…

    • elo bukan WNI ya? 🙂 either that or simply a retard
      apa maksud lo ekonomi dan militer mereka jauh di atas kita? ukuran? efisiensi? GDP? GDP per Capita, GINI index? infrastruktur? fertility rate? anggaran? alutsista?..
      banyak parameter pembanding ekonomi dan militer. ada di parameter keunggulan mereka dan ada keunggulan Indonesia di parameter yg lain. tapi head to head ekonomi dan militer Indonesia sudah unggul

  20. OOT / numpang lewat:

    Pak Tb. Hasanuddin telah meraih gelar doktor !

    Selamat…

    • ikutan numpang lewat ah,
      menurut Sabam Sirait si mbok menyetujui pencapresan Jokowi, hanya saja akan diumumkan disaat2 akhir untuk mengurangi serangan politik terhadap Jokowi .. Yes! 😀

      clean governance, infrastructure, and we good to go

    • News of The Year (klo memang benar).

      Negara ini sudah terlalu lama kusut-semrawut, Presiden mendatang tidak perlu kriteria muluk2:
      Konsisten dan tanpa kompromi MELAKUKAN segala hal YANG DIBUTUHKAN secara MENDESAK (oleh Republik), persetan dengan pencitraan, yang perlu digusur, DIGUSUR baik2…

      Satu tahun gubernur DKI, Jokowi telah membuktikan kemampuan di atas, mengurai benang kusut Jakarta yang bertahun2 salah urus…

  21. setuju Bung… malingsia ternyata sudah terlalu hebat dibandingkan RI, malingsa sudah menginstallcanon125 mm smoothbore di proton waja..!!!

  22. btw sodara-sodara, mbangun garasi bawah tanah, di JAKARTA, apa nggak takut kebanjiran?

 Leave a Reply