Pengawas PBB: Iran Perkaya Uranium Lebih Cepat dari Ketentuan

Wina – Iran sedang memproduksi uranium yang diperkaya lebih cepat dari yang ditetapkan oleh Undang-Undang, di mana Iran mulai memproses pengayaan hingga 20 persen kemurnian bulan lalu, ujar para diplomat dan laporan pengawas nuklir PBB, Selasa, 23/1/2021.

Sebagai bagian dari akselerasi penyangkalannya baru-baru ini terhadap perjanjian nuklir 2015 dengan negara besar, Iran mulai memurnikan uranium hingga 20 persen di Fordow, fasilitas yang dibangun secara rahasia di dalam pegunungan, di mana perjanjian itu menyebutkan Iran tidak dapat melakukan pengayaan sama sekali.

Sampai Januari Iran belum memperkaya uranium melebihi 4,5 persen kemurnian – di atas batas kesepakatan 3,67 persen, namun masih jauh di bawah 20 persen, yang dicapai sebelum kesepakatan atau 90 persen yang dianggap sebagai tingkat senjata.

“Mereka sedang memproduksi 15 kg uranium yang diperkaya hingga 20 persen per bulan. Itulah tingkat produksi mereka,” kata diplomat senior, dikutip Reuters, dirilis Antara, 23/2/2021.

Legislasi baru-baru ini yang mengharuskan Iran memulai pengayaan hingga 20 persen dan menetapkan bahwa sedikitnya 120 kg uranium yang dimurnikan ke tingkat itu diproduksi setiap tahun, yang artinya 10 kg setiap bulannya.

Diplomat lain menyebutkan Iran berada “di atas sedikit” dari target 10 kg sebulan.

Laporan kuartal mengenai kegiatan nuklir Iran milik pengawas nuklir PBB diperoleh Reuters pada Selasa tertulis bahwa hingga 16 Februari Iran telah memproduksi 17,6 kg uranium yang diperkaya hingga 20 persen, dengan tingkat pengayaan berikutnya antara 2-5 persen.

Persediaan uranium yang diperkaya milik Iran bertambah 524,9 kg menjadi 2.967,8 kg pada kuartal tersebut, jauh di atas batas persediaan 202,8 kg dalam perjanjian nuklir meski masih sebagian kecil dari delapan ton lebih yang dimiliki Iran sebelum perjanjian tersebut.

Reaksi Iran

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan: “Iran tidak akan terbatas pada pengayaan (uranium) 20 persen. Ada kemungkinan pengayaan ditingkatkan hingga 60 persen sesuai kebutuhan negara,” kata Khamenei, pada Senin, 22-2-2021, dilansir dari kantor berita resmi IRNA, dikutip Xinhua.

Kendati demikian, “Iran tidak mengupayakan produksi senjata nuklir,” ujar pemimpin tertinggi Iran itu.

Reaksi AS

Amerika Serikat (AS) menyatakan bersedia melibatkan Iran dalam konteks P5+1, yaitu Amerika Serikat, Inggris, Prancis, China, Rusia, dan Jerman, ujar Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price.

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat pada Senin, 22-2-2021 menegaskan kembali kesediaannya untuk melibatkan Teheran dalam isu nuklir, mengecilkan ancaman baru dari kepemimpinan Iran tentang peningkatan pengayaan uranium.

*Foto: Fasilitas pengayaan uranium di Isfahan, Iran. (wikipedia.org).

Sharing

Tinggalkan komentar