Aug 082017
 

Danau Toba (Ridwan Amsal)

Jakarta – Pengembangan Bandara Silangit, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, dengan proyek senilai Rp 369 miliar akan selesai pada September 2017 sehingga dapat maksimal dalam mendukung pariwisata khususnya kawasan Danau Toba, demikian PT Angkasa Pura (AP) II memastikan.

Menurut President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin dalam siaran pers yang diterima pada Selasa 8 Agustus 2017 di Jakarta. “Pengembangan Bandara Silangit salah satunya dalam rangka menyokong peningkatan konektivitas transportasi udara sebagaimana dicanangkan pemerintah sehingga dapat menyokong pertumbuhan perekonomian dan pariwisata yang dalam hal ini adalah kawasan Danau Toba.”

Kepastian tersebut diperoleh sesudah President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin meninjau langsung pada Sabtu, 5 Agustus 2017 proyek pembangunan.

Adapun pengembangan keseluruhan di Bandara Silangit di antaranya mencakup perluasan landas pacu dari 2400 x 30 m menjadi 2650 x 45 m dan penambahan kapasitas apron dari hanya menampung 2 unit pesawat Boeing 737-500 menjadi dapat menampung hingga 4 unit pesawat Boeing 737-900 Extended Range atau sekelasnya.

Pengembangan juga menyentuh perluasan terminal dari berkapasitas 36.500 orang penumpang per tahun menjadi berkapasitas 1.000.000 orang penumpang per tahun, di samping tentunya AP II juga membangun sarana dan prasarana pendukung operasional lainnya.

Sejalan dengan tuntasnya pengembangan pada September 2017 mendatang, maka pada bulan itu juga Bandara Silangit akan mulai melayani penerbangan internasional dimana terkait dengan hal tersebut AP II secara intensif tengah melaksanakan sejumlah persiapan bersama instansi lain khususnya Bea Cukai, Imigrasi, dan Karantina.

“Sebanyak 3 maskapai yaitu Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, dan Lion Group telah menyatakan tertarik untuk melayani penerbangan internasional di Bandara Silangit,” paparnya.

Muhammad Awaluddin juga men bahwa kemungkinan rute internasional di Silangit adalah dari dan ke Singapura atau Kuala Lumpur, Malaysia, yang sekarang ini merupakan hubungan di Asean sehingga dapat menarik wisman khususnya asal China.

Sejak pemerintah mencanangkan pengembangan kawasan Danau Toba menjadi salah satu destinasi wisata unggulan, AP II selaku pengelola Bandara Silangit menyokong penuh hal tersebut di antaranya dengan menggandeng maskapai untuk membuka layanan penerbangan langsung Jakarta-Silangit.

Adapun Bandara Silangit adalah bandara terdekat dengan kawasan Danau Toba dengan jarak tempuh 30 menit sampai 1 jam.

Penerbangan langsung Jakarta-Silangit secara perdana dilayani oleh Garuda Indonesia pada 22 Maret 2016, kemudian disusul oleh Sriwijaya Air pada 26 April 2016.

Sejalan dengan hal tersebut, jumlah penumpang di Bandara Silangit bertambah signifikan seperti pada Semester I tahun 2017 yang mencapai 124.701 orang penumpang atau naik hingga 300 persen dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya sebanyak 31.054 orang penumpang.

Pada akhir tahun 2017 ini, disokong selesainya pengembangan dan pembukaan rute baru, maka diperkirakan pertambahan penumpang di Bandara Silangit dapat mencapai 300.000 penumpang. Dirilis Antara 8 Agustus 2017

Bagikan :

  3 Responses to “Pengembangan Bandara Silangit Selesai September 2017”

  1.  

    Tilu baleh..

  2.  

    Kawasan Danau Toba yg paling mendesak dilakukan pembenahan karena terkesan kumuh dan jorok dan airnya jg gak sejernih dulu akibat banyaknya kerambah, syukur kunjungan RI1 kemaren sudahh banyak dilakukan perbaikan2an!

  3.  

    Satu satu mulai terlihat kebesarannya

 Leave a Reply