Pengembangan Network Centric Warfare Jadi Prioritas TNI AU

4
5067
F-16 TNI AU. (credit: (USAF photo by Alex R. Lloyd)

Jakarta – Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Yuyu Sutisna meminta perwira siswa (Pasis) Sekolah Kesatuan Komando TNI AU (Sekkau) A-105 agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi militer. Kasau berharap agar ilmu yang didapat selama pendidikan Sekkau dapat dimanfaatkan perwira siswa sebagai bekal dalam berdinas.

Hal ini disampaikan Kasau saat memberikan pembekalan kepada 74 Pasis Sekkau A-105 di Gedung Widya Mandala Kesatrian Sekkau, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa, 28/5/2019, dirilis situs TNI AU.

Lebih lanjut Kasau mengatakan, ke depan TNI AU telah merencanakan pembangunan kekuatan, baik jangka panjang, menengah, maupun pendek. Salah satu prioritas adalah pengembangan Network Centric Warfare (NCW) sebagai sistem komunikasi TNI AU yang mampu terintegrasi ke seluruh kekuatan pesawat tempur, radar, sensor ISR, dan rudal ke dalam satu jaringan komunikasi terpusat.

“Mari kita berikan karya yang terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara yang kita cintai melalui TNI AU,” ujar Kasau.

Seusai pembekalan, Marsekal TNI Yuyu Sutisna menerima naskah seminar yang diserahkan Ketua Senat Sekkau A-105 Kapten Pnb M. Ravi Rakasiwi.

Hadir pada acara ini para Asisten Kasau, Kadisdikau, Dankodiklatau, dan Komandan Sekkau Kolonel Pnb Esron S.B. Sinaga.

4 KOMENTAR

  1. Yg penting sarana dan prasarananya dulu pak disiapkan, termasuk utamanya satelit militer. Kapan diluncurkan pak? Tanpa satelite militer milik sendiri, akan jd sia2 dan sekedar wacana bahkan akan menjadi masalah jika satelitnya numpang pak.