JakartaGreater.com - Forum Militer
Jun 302014
 
Debat Cawapres 2014 (photo:kompas.com)

Debat Cawapres 2014 (photo:kompas.com)

Jakarta – Cawapres Hatta Rajasa dan Jusuf Kalla beradu konsep dalam debat cawapres yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Hotel Bidakara, Jakarta (29/6). Kedua cawapres saling melontarkan visi misi dalam debat yang bertemakan ‘Pengembangan Sumber Daya Manusia dan IPTEK’.

Jusuf Kalla memulai debat dengan menyampaikan visi misi dengan pemaparan peran sumber daya manusia dalam mengelola kekayaan Indonesia dalam segi sumber daya alam. Menurut JK, Indonesia memiliki 2 sumber daya yang seharusnya lebih mendapat perhatian. “Banyak bangsa yang maju karena memajukan SDM. Kita punya SDA, dan SDM akan memberikan manfaat lebih besar,” kata JK.

Sementara, Hatta menjanjikan anggaran riset Rp 10 triliun dalam 5 tahun ke depan karena penting untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. “Menyalurkan Rp 10 triliun dalam waktu 5 tahun ke depan untuk dana riset yang fokus,” kata Hatta.

Berikut rincian gagasan kedua Calon Wakil Presiden:

1. Hatta Janjikan Penambahan 800 Ribu Guru dalam 5 Tahun
Hatta Rajasa menjanjikan penambahan jumlah guru bila ia dan Prabowo Subianto terpilih. Dalam 5 tahun masa pemerintahan, ia yakin bisa menambah jumlah guru hingga 800 ribu orang.

“Untuk pendidikan inklusif, berkeadilan, berkelanjutan, anggaran kita naikkan terutama untuk perguruan tinggi dana operasi 2 kali lipat, Rp 10 triliun 5 tahun ke depan untuk dana riset fokus pada prioritas difusi pada penemuan, knowledge kita agar diterapkan pada sektor yang penting, pangan, energi, transportasi, kesehatan, dan sebagainya,” ujar Hatta.

2. JK Tegaskan Tidak Akan Hapus Sertifikasi Guru
Hatta bertanya kepada Jusuf Kalla, apakah benar jika nantinya terpilih pasangan Jokowi-JK akan menghapuskan sertifikasi guru.

Serifikasi guru merupakan amanat undang-undang. Menurutnya, seorang presiden pun tidak bisa melanggar UU. “Tidak mungkin Jokowi-JK katakan sertifikasi tidak ada, ini amanat UU. Justru Jokowi-JK ingin segera dilaksanakan sebaik-baiknya,” tegasnya.

3. Hatta Banggakan UU, Bibit, dan Pembangkit Listrik Sebagai Inovasi Saat Jadi Menristek

“Pak Hatta anda pernah Menristek. Ristek itu inovasi kembangkan teknologi, pencapaian sesuatu. Inovasi apa yang begitu menggembirakan anda, membanggakan anda, sehingga perlu diucapkan selamat atas inovasi itu,” tanya JK.

Hatta menjawab bahwa inovasi ia yang pertama adalah UU di tahun 2002. UU tersebut sebagai dasar dari inovasi-inovasi berikutnya.

“Sebelum inovasi, saya letakkan dulu dasar-dasar kita mengembangkan sistem penelitian pengembangan IPTEK. Tahun 2002, saya tuntasukan UU Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan, dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Ini legal kita untuk funding pemerintah ke swasta dan pemerintah bisa keluarkan insentif untuk itu,” jawab Hatta.

Hatta juga menonjolkan prestasinya dalam bidang modifikasi pangan. Sementara di bidang energi, ia membanggakan gagasannya tentang pembangkit listrik.

“Inovasi apa? Di pangan, begitu banyak temuan genetik modified pangan, padi terutama yang diaplikasikan LIPI dan BPPT dan perguruan tinggi IPB. Kita fokus IPB pangan, ITB materaial dan transportasi di timur. Itu bermanfaat dan dijalankan. Energi, Pak JK ingat, saya gagas tidak boleh pembangkit di bawah 15 MW. Saya sayangkan 10.000 MW yang tidak jalan. Saya bangga dengan itu pak JK,” papar Hatta.

4. JK: Waktu Saya di Pemerintahan Swasembada Pangan, Habis Itu Impor Lagi
Cawapres Jusuf Kalla menanggapi pernyataan Hatta Rajasa tentang inovasi Hatta saat menjabat sebagai menristek. Ia mengkritik inovasi bibit yang dibanggakan Hatta, namun ternyata Indonesia tetap impor beras.

“Dulu bangga bahwa hasilnya UU bukan inovasi teknologi pokok. Benar, kalau inovasi bibit, tapi impor beras makin banyak. 2008-2009 justru swasembada pangan, maaf waktu itu saya di pemerintah. Tapi abis itu impor lagi. Kita harus konsekuen pada pelaksanaan hal-hal tersebut untuk mencapai swasembada, kontinuitas dan sebagainya,” ucap JK.

Hatta yang kembali diberi kesempatan untuk menanggapi, tetap menganggap bahwa inovasi bibit itu sebagai hal yang membanggakan.

“Saya bangga karena itu inovasi. Invention, temuan hasil research yang terdifusi dan itu hasilkan bibit unggul yang masuk ke dalam market. Inovasi dasar terkait pangan. Kalau kita masih mengimpor, Pak JK paham juga. Kita sudah swasembada pangan beras tapi ada slot mengimpor untuk kebutuhan masyarakat asing,” ujar mantan Menko Perekonomian ini.

“Kebutuhan dasar kita sudah swasembada kecuali ada iklim ekstrim yang menganggu produksi kita. Jadi hanya bersifat insidentil. Menurut pandangan saya, agenda riset ke depan membangun dan mengembangkan riset yang berkaitan dengan sustainability pangan dan energi kita,” lanjut Hatta.

5. Hatta: Kalau Ada Mafia Minyak Serahkan ke KPK
Hatta Rajasa menegaskan dugaan adanya mafia di bidang minyak, daging ataupun sektor lainnya harus ditangani secara hukum. Persoalan mafia harus ditangani KPK.

“Persoalan mafia persoalan hukum diserahkan ke KPK. Pak JK apapun mafia, adalah tindak kejahatan serahkan kepada penegak hukumm KPK akan bertindak,” tegas Hatta.

Hatta dalam penjelasannya juga menyinggung impor minyak yang dilakukan pemerintah. Dia menyinggung JK yang pernah menjadi wapres pada periode 2004-2009.

“Kalau yang dimaksud kenapa kita mengimpor, Pak JK kan bagian pemerintah jilid I kenapa kita mengimpor angka 1 juta barel turun 900 ribu terjadi di zaman Pak JK,” ujarnya.

“Mengimpor minyak bukan ejahatan tapi apabila ada tindak kejahatan, KPK polisi turun tangan,” sebutnya.

6. Ini Cara JK Rayu Tenaga Kerja Ahli untuk Tetap Berkarya di Dalam Negeri
Jusuf Kalla menyebutkan saat ini sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang unggul banyak yang bekerja di luar negeri. Oleh karena itu, perlu diberikan penghargaan di dalam negeri agar mereka tidak justru bekerja di mancanegara.

“Memang dewasa ini ada kecenderungan SDM kita bekerja ke luar negeri. Ahli perminyakan di Qatar, akuntan ke Singapura, dan sebagainya,” kata dia.

Di satu sisi, lanjut JK, ada dampak positifnya karena tenaga kerja di luar negeri tersebut menjadi sumber devisa bagi negara. Namun di sisi lain, Indonesia menjadi kekurangan eksekutif yang ahli.

Sebagai solusi, JK menyatakan para tenaga kerja ahli tersebut harus mendapatkan penghargaan di dalam negeri. “Mereka harus mendapat gaji sesuai dengan skala profesinya, bukan skala nasional. Kalau di Qatar dapat jumlah tertentu, di dalam negeri tidak perlu sama tetapi dapat dalam jumlah yang menyenangkan,” paparnya.

Meski begitu, JK menyatakan sulit melarang seseorang untuk bekerja di luar negeri. “Kita tidak bisa halangi, untuk cari pengalaman juga. Tetapi beri penghargaan yang cukup agar mereka mau bekerja di dalam negeri,” tuturnya.

7. Ini Cara Hatta Pulangkan Tenaga Kerja RI di Luar Negeri
Hatta Rajasa, berjanji akan meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia. Caranya adalah membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, sehingga tenaga kerja yang ahli tidak hanya terpusat di pulau Jawa.

“Sehingga aliran masuk adalah mereka yang skill dan memiliki knowledge,” kata Hatta.

Untuk mewujudkan hal itu Hatta mengatakan akan meningkatkan produktivitas dan memperbanyak Balai Latihan Kerja (BLK) yang tak hanya akan terpusat di pulau Jawa, melainkan menyebar ke seluruh Indonesia.

“Jangka panjang pendidikan, untuk menghilangkan mengurangi kesenjangan. Menumbuhkan pusat pertumbuhan baru, tidak bisa hanya di pulau Jawa,” kata mantan Menko Perekonomian ini.

8. Beda Pendapat Hatta dan JK Soal Sekolah Gratis 12 Tahun
“Apa kira-kira pandangan Pak JK terhadap sistem pendidikan kita sekarang dikatikan dengan pandangan Pak JK pada waktu dulu yang kurang sependapat pendidikan gratis, sekarang ini pendidikan gratis dikembangkan sampai 12 tahun,” ujar Hatta.

Hatta juga mempertanyakan bagaimana JK melihat keadilan insklusivisme dan pendidikan yang bersifat universal. Menurut JK tak ada yang menolak dengan adanya pendidikan gratis, namun sistem subsidi silang penting untuk pemerataan pendidikan.

“Kenapa itu harus ada crossing subsidi antara mampu dan tidak mampu. Bagi yang mampu membayar puluhan kali lipat. Supaya tidak ada dua kelas pendidkan,” tuturnya.

JK lantas bertanya, cucu Hatta sekolah di mana. Hatta menjawab jika cucunya belum sekolah.

“Tiap-tiap warga negara berhak atas pendidikan. Setiap warga negara wajib memenuhi pendidikan dasar. Pemerintah wajib membiayai. Kalau perlu nanti bisa sampai sarjana,” ungkap Hatta saat diberi kesempatan menanggapi.

9. Ini Debat JK dan Hatta Soal Optimalisasi Lembaga Riset
Jusuf Kalla mempertanyakan cara Hatta Rajasa untuk membuat kinerja lembaga riset di Indonesia menjadi lebih terukur. JK berpandangan perlunya koordinasi, untuk membuat kinerjanya lebih efisien.

“Ada banyak lembaga riset di Indonesia. Bagaimana cara menyatukan sehingga kita efisien dan hasilnya bisa terukur. Jadi bukan hanya soal biasa saja, tapi hasilnya?” tanya JK.

Hatta menilai ada 7 lembaga yang aktif dalam melakukan riset berada di bawah Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek). Setiap lembaga memiliki kompetensi masing-masing.

“Kita tak perlu memakasakan 7 lembaga itu harus sama melakukan riset. Tapi yang paling penting bagaimana output dapat terdifusi ke sesuatu yang bermanfaat,” jawab Hatta.

Menurutnya anggaran yang terbatas bukan jadi persoalan. Lembaga tersebut bisa berkolaborasi dengan pihak swasta dan perguruan tinggi.

Sedikit berbeda dengan Hatta, JK menilai harus ada peningkatan akuntabilitas pengelolaan anggaran setiap lembaga. Maka dari itu, koordinasi yang dipegang oleh kementerian harus dioptimalkan.

“Akuntabiliats itu harus terjamin, sehingga bila ingin tingkatkan biaya, tahu dulu apa yang dicapai dan tidak. Kalau mereka berbeda itu pasti. Tapi harus tetap terkoordinasi,” kata JK.

10. Mengenai Kemudahan Berbisnis di RI, Hatta dan JK Beda Pandangan
Hatta dan JK juga memiliki pandangan berbeda mengenai kemudahan berinvestasi di Indonesia.

Hatta Rajasa, menanyakan tanggapan Jusuf Kalla (JK), mengenai apa hal yang mendasar dalam memajukan ease of doing business atau kemudahan berbisnis di Indonesia.

JK mengatakan, pembenahan birokrasi adalah hal yang paling mendasar dalam memajukan ease of doing business di Indonesia. Menurutnya, Indonesia ditargetkan akan berada di peringkat 60 dalam hal ini.

JK memaparkan itu termasuk pembenahan birokrasi serta pemangkasan perizinan di daerah maupun di pusat. “Bagaimana mengatasi izin di daerah, di kota itu yang paling berat yang menjadi bagian kesulitan di Indonesia. Perburuhan yang menjadi masalah itu kita harus memperbaikinya. Birokrasi dalam negeri harus memperbaiki,” jelasnya.

Lain dengan JK, Hatta yang langsung menanggapi jawaban JK mengatakan, hal yang paling mendasar adalah pembenahan infrastruktur. “Saya kira apa yang disampaikan itu tidak sepenuhnya mengena. Dalam global competitiveness, itu inovasi bangsa, kesiapan kita dalam teknologi. Menurut saya yang paling mendasar adalah menyelesaikan infrastruktur dasar,” tegas Hatta. (Detik.com).

Bagikan:

  73 Responses to “Pengembangan SDM dan Iptek (Debat Cawapres).”

  1.  

    numero uno

  2.  

    Sambil jualan ayam, ikut nyimak.

  3.  

    Yesss….!!!

  4.  

    Jelas

  5.  

    1

  6.  

    Jelas

  7.  

    cara atau rencana yang dikemukakan oleh para cawapres mengenai membawa pulang tenaga2 ahli diluar negeri kurang mengena kalau menurut pribadi saya..para peneliti atau ahli2 bangsa yang bagus bekerja diluar negeri karena tidak adanya jaminan dan dukungan dari pemerintah terhadap hasil riset dan penelitian mereka dan semuanya dibenturkan dengan kepentingan politis dan birokrasi njelimet yang dilakukan oleh birokrat terhadap putra bangsa sendiri..kalau hanya soal gaji sepertinya koq klise sekali..

    •  

      betul sekali bung DK, disini yang namanya riset mindsetnya harus di laboratorium milik pemerintah semacam lipi dan harus dengan prosedur yang tidak banyak ilmuwan tau bagaimana cara mengajukan riset agar mendapat pendanaan.

      Sudah tidak tau, pun dipersulit pula oleh tikus yang berkandang di kantor pemerintah…

  8.  

    Lapor…..!!!

  9.  

    Sepuluh besar lagi :))

  10.  

    10

  11.  

    Hadeuh lapak kampanye lg

    •  

      kalo ini saya rasa bukan kampanye bung, lebih sekedar sosialisasi hasil debat seperti Metro TV yang fair mengundang 2 pihak untuk membahas pilpres, jauh berbeda dibanding tv milik juragan lumpur yang menghalangi pendukung salah satu capres

      •  

        sama aj bung,metro tv dalam pemberitaannya selalu menjelekkan salah satu calon dan mengagungkan yg laiinya,sperti tv oon jg,kurasatv besar yg netral cuma sctv

        •  

          TVRI netral juga gak yaa?

        •  

          metro tv hanya penyeimbang bung,coba amati klo tv uno menjelekan sebeelah metro jga tpi klo tv uno agak dikit netral metro jga.jdi ane liat hanya penyeimang tw kan sp yg menkritik pemerintah habis2an slama ini akhirnya balik mendukung habis2an salah satu kandidas berasal pemerintah yg mrk kritisi.ingat jga waktu pidato pak sby yg mengatakan ada tv yg slama ini menelanjangi pemerintah ???

        •  

          susah jga klo yg coment pendukung salah satu capres pasti berat sebelah

      •  

        we are ONE….

      •  

        Jangan salah, Metro sudah di sorot media International karena sudah dianggap tidak kredible lagi. baru kemudian beberapa hari ini agak mulai berubah walau tetep full kampanye..

      •  

        metro tv yg nampak bgt memihak dan tidak berimbang,iklan jokowi jk bs kita lihat di tv one tp iklan prabowo hatta jgn harap ditayangkan metro tv..metro tv menjadi rusak sejak nasdem merapat ke kubu no 2

      •  

        Jokowi-jk baru diserang segelintir media aja udah keok..n masih tmasuk ringan serangannya….apalagi diserang hampir seluruh media di indonesia? (seperti SBY beberapa tahun terakhir ini)

  12.  

    abstain

  13.  

    Banyak tenaga mahir atau engineer Indonesia bekerja di luar ( amerika, eropa, asia ). Bahkan ahli aerodynamic kita ada yg bekerja di perusahaan dirgantara Malaysia.

    Pemerintah harus instropeksi sendiri kenapa sampai kerja di luar. lama-lama PTDI bisa di kejar sama sonora kalau pemerintah tidak mengambil langkah untuk masalah ini.

    •  

      Ini komentar yang I Like (sayang disini gak ada button like 🙂 )….

      Kalo ada suatu fenomena yang merugikan, mari kita lihat dulu penyebabnya ke diri masing-masing, sudahkan pemerintah menghargai mereka?

      jadi jangan dulu fokus kenapa mereka lari keluar, atau kenapa negara lain mau menampung? ada udang di balik bakwan? itu namanya mencari kambiang itam saja…

  14.  

    tinggal tunggu setelah menang djlnkan gx programnya

  15.  

    Number one

  16.  

    ini bukti pentingnya kampanye, akan dibawa kemana republik ini selama 5 tahun ke depan,

    gdp RI 2012 : 878 billion usd

    = 878,000,000,000 usd
    = rp 10,536,000,000,000,000 (kurs 1 usd = rp 12,000)

    tahun 2012 jiran menganggarkan 1.07% gdp untuk riset (r&d, data bank dunia, israel 4.39%, jepang 3,26%, korsel 3,745)

    jika prosentase riset kita ingin setara dengan jiran maka anggaran riset kita seharusnya:
    = 1.07% x rp 10,536,000,000,000,000
    = rp 179,112,000,000,000
    = rp 179 T

    dengan rp 2 T / tahun, mau di bawa kemana republik ini ?

    kita akan semakin dan semakin tertinggal setiap tahunnya (dan akan semakin banyak impor)

    •  

      Setuju bung danu…univ surya riset superdrone saja cm di kasih 1 M gmana mau menghasilkan drone yg sekelas predator ASU atau eitan Yahudi….sementara pejabat kita banyak yg mobilnya seharga lebih dr 2 M….sedih…

      Jadi dgn anggaran 2 T,riset kita masih sebatas riset menghasilkan bahan baku untuk kepentingan asing :mrgreen:

      •  

        Setuju bung, saya rasa lupakan aja gagasan ttg drone klo masih tdk memberikan anggaran lbh pada riset drone wkwkwkwk
        Maaf hanya komen dr seorang pembuka buku hehehe

      •  

        ya betul bung danu … anggaran besar memang perlu tapi yg lebih penting lg cara penggunaan & pertanggungjawabannya … maklum byk tikus

      •  

        Sedih dan gemes. saking gemesnya motong ayam sampai putus lehernya.

        •  

          katanya klo ayam pedaging kepalanya ga baik untuk di konsumsis ya bung ?

        •  

          Kalo saran saya, hindari ayam pedaging seluruhnya, bukan kepalanya saja, ayam umur 30 hari besarnya setara dng ayam kampung 120 hari. Tentunya Bung tahu kan, selain karena genetik, juga karena makanan dan suntikan obat. Jadi semaksimal mungkin hindari ayam pedaging, kembali ke ayam kampung (anjuran saja lho). Salam sejahtera.

          •  

            harga daging ayam kampoeng mahal bung……………
            saya tunggu kebijakan presiden berikutnya saja….
            apakah nanti ada subsidi untuk daging ayam kampoeng?
            mudah-mudahan… biar bangsa indonesia sehat……
            klo rakyat sehat….. yang untung kan kita juga……………
            dan mudah2-an berternak ayam pedaging di banned dari indonesia karna terbukti ga sehat…..

            Hidup Peternak Ayam Kampoeng
            Jaya Indonesia Indonesia

          •  

            hahahahaha…… makanya beralih ke peternak ayam kampung bung seperti dulu dulu. :mrgreen:

      •  

        Maka itu kita perlu pejabat yg jujur kaya Bung A Hok. Anggaran apbn yg begitu besar sampai sekarang saya lihat hanya sedikit perubahan.

        Saya mau tanya kepada saudara saudara sekalian, Apakah anda melihat banyak perubahan dari thn 2002 sampai 2014? kalau menurut saya sedikit sekali!! padahal Anggaran APBN naik 3x lipat dari 2002-2014.
        Di pakai ke mana itu uang? itulah PR untuk Persiden mendatang.

        Seandainya anggaran APBN tidak di korupsi saya rasa negara ini sudah jauh lebih maju dari UPIL dan Sonora.

      •  

        Silahkan anda chek di negara ASEAN saja dulu, dana riset 2T sudah masuk rank berapa? ckckck.

  17.  

    Wapres No.1 Jelas. No. 2 blepotan. Tapi Seimbang, Sma2 berpengalaman.

  18.  

    pokoke aku mau pindah nyoblos pk MENTRI

  19.  

    Anggaran Riset 10 T dalam waktu 5 tahun saya kira sangat sedikit, dan mungkin menggambarkan belun dipandang betapa strategisnya RnD. Memang disamping besarnya Anggaran, yang tidak kalah pentingnya adalah Akuntabilitas. Jangan sampai anggaran besar tidak tepat sasaran, penyerapan rendah, dan mungkin malah diselewengkan.

    •  

      bung Jarwo dan bung den bdg,

      betul sekali semakin besar suatu pos anggaran harus dikawal semakin ketat oleh kpk, seperti anggaran pendidikan yang 20% apbn, juga anggaran kemenag yang termasuk besar dan memiliki rekor malu2in, 1 mantan menteri telah divonis karena korupsi dan 1 mantan menteri sedang diproses kpk.

      tapi yang tragis adalah anggaran riset 2 T diungkapkan sebagai faktor plus (yang diungkapkan dalam kampanye tentunya faktor2 plus yang akan dilakukan jika terpilih).

      menunjukkan ybs samasekali gak ngeh / gak punya wawasan betapa strategisnya RnD dan negara2 lain menganggarkan berapa untuk riset nasional mereka… 🙁

      •  

        cuman sayangnya pak JK juga terlihat sama tidak menguasai, bagaimana perbandingan biaya RND dibandingkan negara lain, keduanya masih berkutat digagasan yg sangat umum, seperti sekolah gratis,dengan anggaran 20%persen keterlaluan kalo sekolah nggak gratis.

    •  

      maaf sy netral …
      sy kira budget 2T yg dimaksud no satu adalah : anggaran R&D khusus utk BPPT yg akan disalurkan melalui 7 badan litbang (LIPI, Bapeten dsb), jujur sy komen, budget 2T utk sementara sy anggap cukup, anggap itu utk thn pertama no 1 berkuasa sbg presiden, kemudian lalukan evaluasi BPK/KPK … bila ok clear maka di
      thnkedua bisa naik jd 3T.
      Apabila diberi dana tiba” 5T/th apakah
      BPPT mampu menciptakan proyek R&D yg benar ? sy setuju dana R&D naik tapi dg
      bertahap berdasarkan keberhasilan proyek sebelumnya, yg hrs sesuai dulu dg
      prinsip akuntabilitas & transparansi
      anggaran.
      Juga utk riset peneliti swasta, mau tdk mau … suka atau tdk, riset swasta hrs
      diberi tempat dilingkungan lembaga/
      badan negara jadi dana risetnya tetap
      terawasi.
      *** Langkah TNI AD membantu riset peneliti swasta sdh berhasil dg hasil produk sista yg sgt membanggakan walau dg dana minim … hal spt ini yg seharusnya lsg direspon pemerintah melalui bantuan dana … kalo perlu lsg 10x lipat dari dana awal proyek tsb.

    •  

      I LIKE IT 🙂

  20.  

    kebanyakan oknum birokrat.. apa jangan2 birokrat oknum semua,,,

  21.  

    Siapapun Presidennya Aku masih tetap mengkhayal andai pemerintah periode berikutnya mengakuisii/membangun arsenal utama : berikut : SU 35 BM (2 skuadron), SU 34 full back ( 2suadron), Rafale (2 Skuadron), Helli EC 725 Cougar ( jd full 2 skuadron),AMRAMM jangkuan hingga 300 km, Arhanud S400 klas ( 4 battery), Pesawat perinagatn dini & pengacak elektronika (4 unit), Drone 2 Skuadron, Helli Apache (1 skuadron), Helli Batthawk (2 skuadron), Tank MBT Leopard 2A6 (200 unit), Anoa tambah 400 unit, Meriam Caesar (tambah 4 Battry), MLRS Atros II ( tambah 4 Battry), Helli angkut berat (chinook/Mi/Super puma) – 6 unit, Kapal KRI Destroyer Class 2 unit, KRI Full Fregat class 6 unit, KRI PKR 10514 class 8 unit, KRI Korvet Sigma Class 12 unit, KCR 60 class 20 unit, KCR 40 class 30 unit,,Torpedo jarak jauhh 200 km, Rudal Yakhont 200 unit, Rudah exocet MM40 Block II – 300 unit, Rudal C802 – 300 unit, Rudal C 705 – 400 unit, Helli AKS full 16 unit ( 1 skuadron), Kapas Selam clas U 216 – 8 unit, Amur Class 8 unit, Chang bogo 8 unit, CN 235 MP -12 unit, BMP 2F tambh 200 unit ..ditambah 1 grup Marinir di Sorong, I grup Kostrad di Sorong/Maluku,,1 Armada ketiga di Sorong,,,dst..aku msh mimpi ini mejadi kenyataan

    •  

      Hehehe bung Itto lgs saja tweet ke masing masing capres.

    •  

      wow … siplah list A2 nya bung Itto … ane cuma mo titip tlg pesen jg :
      LHD Mistral class (3) France
      LHD Tarawa class (3) ex US Navy
      LPD (8) PT PAL
      Carrier Saratoga/Kiev class (1) ex US Navy/Russia
      Cruiser Kirov class (3) ex Russia
      Subm Yasen class (3) Russia
      ICBM 10.000km (60) ex Russia
      TOR system (28) batt Russia
      MBT Armata (180) Russia
      Pantsyir (180) Russia
      C130J (28) + tanker (8) USA
      A400M (16) + MRTT (8) Euro
      Su33 (18) Russia
      dll dst dsb ……. kirim dulu aja, bayarnya kapan2 kalo inget …

    •  

      Sebenernya artikel itu beneran atau cuma hayalan bung nara sih?

      Saya sebenernya mengharapkan artikel itu beneran planing yg riil yg akan d jalankan oleh lembaga terkait.
      karena di artikel tersebut di akhirnya d tulis “narasi diatas diambil dari kejadian sesungguhnya”.

      To klo hoax saya kecewa berat sm bung nara.
      :'(

    •  

      Kan topik debatnya SDM & Ristek bung, kalau pertahanan kan sudah sebelumnya ,

  22.  

    tadinya saya simpati ama n urut 2, tpi timsuksuksenya suka menjelek’an lawan politiknya. jdi suma cawapres tujuannya sama untuk kebaikan bangsa Indonesia! jadi tunggu aja hasilnya tgl 9/7/2014
    “SIAPA PEMENANG SEJATI”

  23.  

    Mimpi bung itto mungkin saja sebagian sudah terwujud , hanya saja msh berbentuk ghoib ,,,hanya orang pinter( bkn dukun ) yg bisa menerawang nya ,,,,hehehe . Salam kenal kenal bung

  24.  

    riset tuh capek mas, butuh waktu lama, resiko gagal, buang buang duit, sedangkan kebutuhan akan produk teknologi yang sudah jadi sangat mendesak untuk menggerakkan roda perekonomian dan pertahanan nasional udah deh lupakan masalah riset nih biarkan aja lembaga2 riset tuh kalo mau melakukan riset kerjasama sama luar negeri aja deh itung itung daripada nganggur tuh insinyur jadul itupun kalo ada yang ngajak kerjasama

    •  

      kalo gk blajar dari skrang..kpan lagi kita mau pintar?mau mandiri bung?
      yg nmanya brjuang pasti capek,pasti lelah,& pasti ada pgorbanan waktu & tnaga.
      untuk masalah ALUTSISTA TKNOLOGI TINGGI smua da mlai ronda bung,,,cba bca artikel ny BUNG NARA,BUNG PS dll.. & komen ny tmn2 warjag sblum2nya..smua info tumplek blek..komplit.
      riset itu investasi jgka pnjg bwt kita bung…jd gprlu kwatir.
      slam hangat to BUNG SUKRO

  25.  

    Ada paradigma umum bagi SDM Indonesia yang sudah berprestasi dan berpengalaman di Luar.
    “Indonesia bukan tempat untuk bekerja”.
    Di Belanda, Australia, Jerman, Korea, Tiongkok, Swiss, dan berbagai belahan dunia, Intelektual Indonesia sebenarnya sudah merasa sangat nyaman dengan gaji pokok di atas 20JT/bulan. Baik untuk riset, dosen maupun profesi. Penghargaan atas Ilmu dan Riset tidak dirasakan selama ini.

    Studi Kasus, Seorang warga Indonesia, Expert di Australia sebenarnya sebenarnya ada keinginan yang terkubur untuk memberikan sesuatu untuk Indonesia. Merasa sangat kasihan kepada Indonesia karena dia sadar Indonesia adalah dirinya. Dulunya dia ingin merubah hidup dengan studi ke luar. Dan setelah dia begitu sukses di 3 benua Australia, Belanda dan Korea, bahakan hasil risetnya menjadi yang terbaik di dunia pada saat ini. Dia sadar bahwa tidak mungkin untuk kembali ke Indonesia.

    Itulah dilema SDM yang di dalam debat kemaren yang cukup membuat kami berpikir ulang. Apakah bila kami kembali ke Indonesia, apakah kami bisa berkembvang di luar “sistem” yang ada saat ini? Apakah penerimaan yang sudah kami dapat dari saudara-saudara kami di sini akan kami dapatkan dari saudara-saudara kandung kami sendiri? Bisakah kalian rasakan juga perasaan kami saudarakuuu?

    •  

      Sebenarnya di negri kita pun untuk masalah pendapatan tidak kalah dengan diluar bung harimau, sebagai contoh kawan saya seorang kepala enginer di salah satu pusat perbelanjaan terkemuka di ibukota dia bisa mengantongi sekitar 45-50 jt/bulan. Cuma masalahnya kan di kita kesempatan atau peluang utk mendapatkan pekerjaannya yg masih kurang dgn kata lain masih sedikitnya lapangan kerja untuk menampung ahli2 seperti itu. Oleh karena itu dlm debat cawapres kemarin kandidat nomer satu ingin lebih mengintensifkan pertumbuhan pusat ekonomi baru yg tidak hanya di pulau jawa, untuk mengakomodir saudara2 profesional kita yg saat ini masih diluar sana yg sebenarnya program yg sudah dirintisnya saat ini melalui MP3EI.

  26.  

    BUNG HATTA…BUNG HATTA…BUNG HATTA… saatnya pemimpin yg tegas, memiliki program yg jelas, bukan program2 yg dibuat orang2 yg dibelakangnya.

  27.  

    Undang-undang Nomor 16/2012 tentang Industri Pertahanan menuntut Indonesia harus siap memproduksi sendiri alusista di dalam negeri. Impor hanya dilakukan untuk senjata dan alutsista yang tidak bisa diproduksi di dalam negeri dan itupun harus ada syarat adanya alih teknologi agar dalam waktu tertentu semuanya bisa diproduksi di dalam negeri. Kemandirian industri pertahanan nasional ini akan mewujudkan kemampuan menjamin ketersediaan Alutsista sehingga kemandirian pertahanan negara dan keutuhan kedaulatan NKRI akan terjaga.

    Terdapat tiga hal yang dapat dicapai ketika Indonesia sudah mandiri dalam industri pertahanan, yakni kemampuan dalam membuat/mengintegrasikan Alutsista, kebebasan dalam memilih Sumber Material/ Sistem/Teknologi, dan ketidaktergantungan terhadap berbagai ikatan.

    Mengacu pada Undang-undang Nomor 16 tahun 2014 maka perwujudan kemandirian industri pertahanan tinggal menunggu waktunya. Masalahnya sekarang terletak pada budaya yang dikembangkan oleh masing-masing stake holder. Hal ini sesuai dengan yang disampaikan oleh Huntington yang melihat betapa besarnya peran budaya dalam mencapai suatu keberhasilan. Korea Selatan dengan budayanya membuatnya unggul dibandingkan Ghana. Melihat bagaimana rumpun budaya Cina mampu membawa negaranya unggul dalam proses industrialisasi dibandingkan dengan rumpun Melayu.

    Budaya yang perlu dikembangkan yang dapat mendukung perwujudan kemandirian industri pertahanan harus digali dan direvitalisasi. Unsur industri pertahanan yang terdiri dari BUMNIP dan didukung oleh perusahaan swasta, perlu mengembangkan budaya “gotong royong” yang sebenarnya merupakan nilai budaya bangsa Indonesia yang ada sejak dahulu kala, namun saat ini mengalami degradasi, menuju ke arah individualistik.

    Dengan kerja sama yang diawali keterbukaan dan kejujuran akan menciptakan relasi simbiosis mutualistik antar BUMNIP dan perusahaan swasta. Nilai budaya “kerja keras” dan “kerja cerdas” adalah nilai yang harus dipegang teguh dan terus dipelihara dan dikembangkan, karena dengan kerja keras dan kerja cerdas, memampukan industri pertahanan mampu meningkatkan produktifitasnya baik dari kuantitas maupun kwalitas secara efektif dan efisien.

    Hal ini akan dapat memperbaiki citra BUMNIP yang tidak sehat dan bermasalah dari segi manajerial maupun financial sehingga kalah bersaing dengan industry pertahanan dari negara lain. Nilai-nilai ini akan mampu pula meningkatkan hingga 70% kapasitas tehnologi, financial dan produksi sistem senjata, sehingga secara keseluruhan kemandirian dapat terwujud.

    Demikian pula akademisi dan pranata Litbang, harus meninggalkan budaya “nerabas” yang sedang menggejala. Budaya yang perlu dibangun adalah budaya yang “berorientasi pada kualitas” sehingga pranata litbang melakukan penelitian dengan mengikuti kaidah kaidah ilmiah baik dari segi metodologi dan kompetensi peneliti. Sumber daya litbang senantiasa dipenuhi rasa ingin tahu yang tinggi, yang memampukannya melakukan analisa yang tepat terhadap fenomena yang ada di lingkungan strategis baik nasional, regional maupun internasional.

    Pengetahuan teoritis diperdalam terus untuk memampukannya memiliki pisau analisa yang tepat. “Belajar sampai ke negeri Tiongkok” adalah ungkapan yang mendukung nilai “terus belajar” yang memampukan peneliti menggali ilmu dan berupaya untuk menciptakan sesuatu yang bermanfaat untuk bangsa dan negara.

    •  

      Strategi menuju kemandirian dapat dilihat dari Masterplan Pembangunan Industri Pertahanan tahun 2010-2029, yang mempunyai 2 target utama yaitu target alutsista dan target Industri Pertahanan. Target alutsista yang akan dicapai adalah alutsista yang memiliki mobilitas tinggi dan bersifat sebagai pemukul yang dahsyat. Sedangkan target pencapaian Indhan adalah memenuhi pasar dalam negeri (jangka pendek), bersaing secara internasional dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi.

      Tahapan master plan tersebut terbagi dalam 4 tahap.

      Tahap pertama adalah kebijakan tahun 2010-2014 yang menitik beratkan pada penetapan program pembangunan kekuata, stabilisasi dan optimalisasi industri pertahanan, penyiapan regulasi industri pertahanan, dan penyiapan new future products.

      Tahap kedua adalah kebijakan tahun 2015-2019 yang menitikberatkan pada penetapan program
      untuk mendukung MEF, melanjutkan regulasi industri pertahanan, peningkatan kemampuan kerja sama produksi, dan melanjutkan penyiapan produk masa depan.

      Tahap ketiga adalah kebijakan tahun 2020-2024, yang menitik beratkan pada penetapan program
      untuk mendukung postur ideal, melanjutkan regulasi industri pertahanan, peningkatan pertumbuhan industri, dan peningkatan kerja sama internasional (new product development advanced technology).

      Sebagai tahap terakhir (tahap empat) adalah kebijakan tahun 2025-2029 yang menitik beratkan pada kemandirian industri pertahanan yang signifikan, kemampuan berkolaborasi, dan pengembangan yang sustainable.

      Sebagai tindak lanjut dari Masterplan tersebut, telah disusun Cetak Biru Riset Alpalhankam yang diharapkan menjadi panduan dalam Litbang Alplahankam ke depan. Di dalam Cetak Biru tersebut terdapat 23 produk riset Alpalhankam termasuk Almatsus Polri yang sudah ditentukan tahapan risetnya mulai dari tahap 1 penguasaan desain, tahap 2 penguasaan produksi dan tahap 3 pengembangan produk baru.

      •  

        bung jalo
        titip favorit ku ya….lfx dan ifx
        slamat berbuka puasa bung jalo dan warjager semua

      •  

        nitip bung jalo.kali aja diadakan riset buat kendaraan tempur yg bisa melayang diatas air(seperti hovercraft) sekaligus bisa menyelam beberapa meter dibawah air sekaligus bisa bawa muatan pinsil macam c705 atau setidaknya RHAN

  28.  

    Saya sangat setuju dan menggaris bawahi ETOS KERJA…. apakabar bung jalo, selamat menunaikan ibadah puasa ramadhan ya bung.

  29.  

 Leave a Reply