Oct 042014
 

Selain pengadaan 16 jet tempur Sukhoi SU-35 dan 6 kapal selam Kilo, TNI juga sedang mendatangkan 8 Helikopter Apache Guardian, serta 12 helikopter angkut pasukan (multirole) Black Hawk. Tidak itu saja, tiga kapal selam Changbogo serta dua frigate Sigma 10514 juga dalam proses pengadaan. Bahkan frigate Sigma 10514 akan dibuat hinggak 10 kapal. Mulai kapal kedua, frigate Sigma akan dibangun di PT PAL Surabaya. (Harian Kompas, 03/10/2014).

Pengadaan Helikopter Apache dan Black Hawk oleh TNI (Data Kapal Selam Kilo Indonesia (Photo; Koran Kompas 03/10/2014)

Pengadaan Helikopter Apache dan Black Hawk oleh TNI (Data Kapal Selam Kilo Indonesia (Photo; Koran Kompas 03/10/2014)


Bersamaan dengan pengadaan helikopter Apache dan Black Hawk tersebut, digelar pula latihan perang antara TNI AD dengan US army di Situbondo, Jawa Timur. Latihan Garuda Shield tahun ini bisa dikatakan sudah termasuk skala besar dalam latihan taktik pertempuran di hutan, berupa pelatihan dan mengintegrasikan operasi Batalyon Mekanis (Stryker dan Anoa) dari tentara kedua negara.

Yang menonjol dari latihan berjangka satu bulan ini terutama dikirimnya empat helikopter serang Apache ke ujung timur Pulau Jawa.

Latihan Garuda Shield 2014 yang melibatkan helikopter Apache US Army di Situbondo, Jawa Timur (Photo by U.S. Army Sgt. Brooks Fletcher, 16th Mobile Public Affairs Detachment)

Latihan Garuda Shield 2014 yang melibatkan helikopter Apache US Army di Situbondo, Jawa Timur (Photo by U.S. Army Sgt. Brooks Fletcher, 16th Mobile Public Affairs Detachment)

Latihan ini memuncak dengan serangan Operasi gabungan helikopter Apache, Black Hawk, dan Stryker berdampingan dengan helikopter MI-35P Indonesia buatan Rusia, serta pasukan lapis baja Indonesia.

TNI, tahun depan akan menerima satu dari delapan Apache, versi Echo terbaru (Guardian), dan sisa diharapkan an dikirim hingga tahun 2017.

Beberapa pejabat TNI berencana menyebarkan empat helikopter Apache di Kepulauan Natuna, Laut China Selatan sebagai pelindung terhadap klaim China yang semakin tegas di perairan tersebut.

Keempat helikopter Apache dibawa ke Indonesia untuk latihan Garuda Shield, diterbangkan ke kota Surabaya untuk parade militer besar-besaran 7 Oktober, yang menandai ulang tahun ke-69 berdirinya TNI.

Meskipun penerbang Indonesia tidak pernah benar-benar menerbangkan Apache, namun mereka mengambil langkah pertama dengan mengakrabkan diri dengan helikopter tersebut.

“Kami mulai dalam apa yang kita sebut skenario merangkak-jalan-lari, yang kita mulai dengan pelajaran akademik, sosialisasi, hingga menerbangkannya,” kata Letnan Kolonel Hunter Marshall, 25th Aviation Regiment. Setelah itu kita bekerja melalui perencanaan, bagaimana melakukan misi bersama-sama.”

Letkol Marshall menggambarkan tentara Indonesia sebagai “penerbang yang sangat mahir,”. Ia menambahkan TNI akan memiliki pilot yang mampu menerbangkan Apache dengan cara yang hebat.

Selama latihan serangan udara tersebut, Apache dengan kemampuanya yang unik selalu masuk dalam skenario perang yang dibangun.

Chief Warrant Officer 2 Jesse Brenay Sr, salah satu pilot helikopter apache yang ikut dalam latihan penembakan itu, melakukannya berdampingan dengan pilot Indonesia. “Teknologi baru Apache akan menuntut para pilot Indonesia untuk menyesuaikan taktik dan teknik perang mereka”, ujar Brenay.

“Cara mereka berperang akan berubah”, ujar Brenay. “Semacam apa yang kami demonstrasikan di sini, mencoba untuk mengajarkan kepada mereka. Sistem komunikasi di Apache akan membuat komunikasi mereka dengan pasukan di darat, akan lebih baik.

Latihan Garuda Shield 2014 yang melibatkan helikopter Apache US Army di Situbondo, Jawa Timur (Photo by U.S. Army Sgt. Brooks Fletcher, 16th Mobile Public Affairs Detachment)

Latihan Garuda Shield 2014 yang melibatkan helikopter Apache US Army di Situbondo, Jawa Timur (Photo by U.S. Army Sgt. Brooks Fletcher, 16th Mobile Public Affairs Detachment)

“Jadi kita mengajarkan latihan perang yang mengintegrasikan pasukan udara dan darat,” katanya. “Ini semacam konsep baru bagi mereka. Ini sesuatu yang kami lakukan dengan sangat baik dalam 13 tahun terakhir di Irak dan Afghanistan, jadi kita menyampaikan pelajaran. ”

Integrasi Apache adalah “alasan besar kami di sini,” kata Brenay.”. Apache membawa mereka ke dalam status baru di wilayah ini karena tetangga mereka mulai meng-upgrade alutsistanya, dan saya pikir mereka ingin menjaga kekuatan TNI. Ini adalah kemajuan besar untuk mereka. ”

Jepang, Korea Selatan dan Singapura adalah salah satu negara yang telah membeli Apache dari Boeing.

Brenay dijelaskan uji coba helikopter Apache di Indonesia sebagai “semacam culture shock bagi kami” karena mereka biasa menerbangkan Apache di high altitude, di Fort Carson, Colo.

“Ini benar-benar pertama kalinya kami membawa Echoes ini ke permukaan laut di luar Hawaii dan menjalankan Apache ini, melihat apa yang bisa dilakukan Apache,” katanya. “Apache ini cukup mengesankan.”

Helikopter Apache melakukan penembakan dalam latihan Garuda Shield 2014 (Wyatt Olson/Stars and Stripes)

Helikopter Apache melakukan penembakan dalam latihan Garuda Shield 2014 (Wyatt Olson/Stars and Stripes)

Pilot Angkatan Darat lainnya, Capt. Josh Brown, antusias tentang Indonesia yang membeli Apache, tetapi signifikansi lebih besar dari pembelian pesawat tersebut adalah pasukan AS dan Indonesia belajar untuk beroperasi secara efisien bersama-sama, apakah itu dalam pertempuran atau untuk kemanusiaan bantuan / bencana.

Koordinasi antara kedua pasukan, baik di udara atau di darat, menunjukkan “bagaimana kita akan melakukan pekerjaan di masa depan,” kata Letnan Kolonel Michael Trotter, komandan Batalion 2, Resimen Infanteri 1, dari Lewis -McChord, yang memberikan kontribusi banyak pada elemen di Garuda Shield.

“Kami tidak akan pergi ke perang lain sendirian lagi,” kata Trotter. “Kami harus bermitra, apakah itu untuk operasi tempur atau apabila diminta oleh pemerintah tuan rumah untuk bantuan, baik bantuan kemanusiaan atau bantuan bencana. Kita bisa berjalan setelah latihan ini, menjadi sanga percaya diri.” (stripes.com).

  141 Responses to “Pengenalan Helikopter Apache untuk TNI AD”

  1.  

    Tessss.

  2.  

    Ga bisa komen nihh. tessss

  3.  

    tesss

  4.  

    Hayyy warjagers test 123.

  5.  

    jadi TKW dong….

  6.  

    alutsista ketengan eperiwer
    beli hind harusnya sekalian 1 skuadron malah cuma 5 unit
    beli apache nanggung amat cuma 8 unit
    apa lagi sukhoi, setelah nunggu satu dekade baru lengkap 16 unit + senjata
    f16 cuma punya 10 unit, itu juga gak punya amraam, baru di mef ada penambahan 24 unit + amraam

    •  

      lebih baik terlambat daripada tidak ada sama sekali bung :mrgreen:

      •  

        Selamat malam bung @Ngurah Rai. Piye kabare. salam kenal.
        mau nanya dikit bung, seberapa lama & besar kah ancaman yang akan kita hadapi, sampai kita hrus memesan alutsista paling gahar (laut & udara) dri om rusky. & siapakah yang menjadi ancaman utama buat kita?.

        Salam hangat buat bung NR. matur nuwon…:)

        •  

          malam bung sempakkoyak 😀 ancaman yang kita hadapi saat ini sangat besar dan sudah mulai nya proxy war sehingga mau tidak mau TNI mempercepat MEF.pintu depan,belakang samping kanan dan samping kiri NKRI sudah mulai di goyang orang gerombolan siberat bung.oleh sebab itulah Panglima TNI bekerja keras untuk mendatangkan semua alutsista gahar buat menjaga keutuhan NKRI :mrgreen: logikanya begini kalo rumah kita sudah pernah disatroni sama maling sekali maka maling yang pernah mensatroni itu pasti akan balik ke rumah kita untuk kedua kalinya.maka dari itulah kita membeli alat penjaga rumah dari maling 😀 imho

  7.  

    alutsista ketengan eperiwer
    beli hind harusnya sekalian 1 skuadron malah cuma 5 unit
    beli apache nanggung amat cuma 8 unit
    apa lagi sukhoi, setelah nunggu satu dekade baru lengkap 16 unit + senjata
    f16 cuma punya 10 unit, itu juga gak punya amraam, baru di mef ada penambahan 24 unit + amraam
    cuma bisa berharap moga di mef 2 gak ada kabar tni beli alutsista ngeteng

  8.  

    alutsista ketengan eperiwer
    beli hind harusnya sekalian 1 skuadron malah cuma 5 unit
    beli apache nanggung amat cuma 8 unit
    apa lagi sukhoi, setelah nunggu satu dekade baru lengkap 16 unit + senjata
    f16 cuma punya 10 unit, itu juga gak punya amraam, baru di mef ada penambahan 24 unit + amraam
    moga2 di mef2 gak ada berita tni beli alutsista ngeteng

  9.  

    makin bertaji

  10.  

    Wanjiiiir….. Komennya bukan double lagi nih namanya jadi triple

  11.  

    tambah garang nich TNI ,, jngn lupa dan s300 buat kohanudnas biar tmbh nyetel ,,

  12.  

    mereka pasti bantu tapi abis itu kita digebuk

  13.  

    ini baru mantap….. kalau TNI punya ini paling geger satu kawasannnn

    https://c1.staticflickr.com/5/4020/4545524962_32f49f18c6_z.jpg?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C2152016129

  14.  

    Pasti ujung-ujungny dikaitkan dgn HAM
    dilarang keras digunakan untuk melawan sonotan, sonora, upil.

    Numpang lewat ajalah 🙂

  15.  

    saya tertarik pada pernyataan seorang forumer dari rrc yang kurang lebih berkata “Jika Nelayan dan Coast Guard kami berlayar di LCS (ZEE Natuna), apakah yang anda lakukan ?” apakah menembak para nelayan tersebut ? jika begitu kami akan datangkan armada kami yang lebih besar.

  16.  

    Kita main politik ber muka dua….untuk apa pya DPR MPR…guna kan keahliannya…jangan rakyat aja yg bisa ditipuuu…kalau emg pinter..bermain cantik dg negara2 besar..strategi itu perlu…utk kemajuan dan keselamatan bangsa…asal jangan negara ini di jual…

    •  

      Siapa bilang anggota DPR pinter2 ??
      Anda salah besar bung.. mereka hanya bisa memaksakan Kehendak dengan merubah UUD dan kebijakan pemerintah seenak udelnya ga jauh bedanya dengan PREMAN PASAR

  17.  

    Kok belum ada artikel baru ya…. Padahal buat temen malming dan takbiran

  18.  

    Aatu kata gilaa buat TNI kita sekarang, setelah video ttg kilo yg di PT Pal gw dapet eghhh dapett lagi video ttg buk minah yg dipake oleh TNI. Dan gilanya lagi sekilas jumlahnya lebih dari 5 unit dlm penglihatan anee. Waaaaw. Great TNI u are best strategy.

  19.  

    Setelah latihan 4 apache tsb akan ditinggal sebagai batch pertama…

  20.  

    Bung @reog lha kowe kuwi sopo.?? Lha kowe kuwi sopo.?? Meneng mundak ganteng…

  21.  

    Waduh… Berati kita salah pilih pemerintah/pejabat dong bung..

  22.  

    Waduh… Berati kita salah pilih pemerintah/pejabat dong bung..

  23.  

    Sabar bung diego… itu kan masih dalam “proses pengadaan” jgn emosi bgt gt.

    Asumsi saya sebagai orang awam :
    1.wartawan salah ketik
    2.sumber terlalu bersemangat
    3.ini memang benar

    Namun buat yg memang lebih suka bukti drpd berkhayal bebas,jelas sekedar tulisan kompas blmlah cukup sampai ada release resmi ato paling sial kek kasus m113 tiba2 nongol tu barang…kan suprise…
    So jgn terlalu yakin ama kompas..yakin itu ama yg Diatas 😛
    So tunggu resminya aja

  24.  

    pengadaan Sikorsky-s-97 Raider X2
    http://www.youtube.com/watch?v=TRv5OxPFeQo

  25.  

    boleh ga invasi ke malon? peta p.kalimantan ga enk dliat klo ga utuh

  26.  

    setuju bung….
    mungkin bagi mereka semua harus transparan di era demokrasi tanpa berpikir kepentingan negaranya kan itu yg diharapkan para budak penjajah….
    tapi bung sekalipun persenjataan kita lemah asal semangat juang kita masih tinggi tidak ada yg tidak bisa kita lakukan…

    TNI KUAT BERSAMA RAKYAT

 Leave a Reply