Feb 192015
 
Pasukan TNI dikirim bertugas ke Perbatasan (photo: Tribunnews.com)

Pasukan TNI dikirim bertugas ke Perbatasan (photo: Tribunnews.com)

Draft revisi undang-undang TNI yang diajukan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mendapat kritik. Kritik datang dari Panglima TNI Jenderal Moeldoko. Menurutnya, pengerahan pasukan tak perlu izin Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Draft revisi UU tersebut tengah dimasukkan ke dalam Prolegnas 2015. “Itu teknis ya. Saya sudah koreksi beberapa hal yang perlu dibenahi. Contohnya apakah diperlukan pengerahan militer dalam operasi selain perang, konteks menangani bencana harus izin dulu dari DPR. Masa perlu, kan enggak perlu,” ujar Moeldoko usai melepas 8 ratus prajurit perdamaian di Mabes TNI, Cilangkap, Rabu (18/2/2015).

Jenderal Moeldoko menambahkan, dalam draft revisi UU TNI tersebut, pihaknya juga telah mengajukan pengadaan Komando gabungan wilayah pertahanan (Kogabwilhan) kepada Presiden Joko Widodo. Adanya Kogabwilhan ini untuk memudahkan koordinasi TNI dengan membagi komando di tiga wilayah timur, tengah, dan barat.

“Kami sudah laporkan kepada Presiden dan sudah diterima oleh sekretaris negara. Sekarang sedang dipelajari dan dipertimbangkan. Kita tinggal menunggu dari pemerintah,” sambungnya. Dengan begitu, TNI akan memusatkan pertahanan di wilayah barat untuk sementara waktu, yakni Sumatera dan Kalimantan. Alasannya, TNI memproyeksikan pengamanan di wilayah perbatasan Laut Cina Selatan.

“Ke depan, kita proyeksikan sebagai first poin di kawasan Laut Cina Selatan sehingga bentuk Kogabwilhan itu sangat diperlukan,” jelasnya. Melalui Kogabwilhan, Moeldoko berharap dapat mensejajarkan unsur Angkatan Udara (AU), Angkatan Darat (AD), dan Angkatan Laut (AL). Sementara garis komando Kogabwilhan tetap di bawah koordinasi Panglima TNI.

“Itu unsur komandonya yang disiapkan. Jadi nanti akan selaras ke depannya,” katanya. Mengenai adanya gugatan Undang-Undang TNI-Polri di Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pemilihan pemimpin. Moeldoko tak mempersoalkannya dan justru mendukung gugatan tersebut. “Pemilihan Panglima dan Kapolri disebut tidak usah melalui DPR, sepertinya lebih enak begitu,” imbuhnya. (okezone.com).

  37 Responses to “Pengerahan Pasukan TNI Tak Perlu Izin DPR”

  1.  

    petromax

    •  

      Numpang petromaxnya bung WongNdeso,
      ” TNI akan memusatkan pertahanan di wilayah barat untuk sementara waktu, yakni Sumatera dan Kalimantan. Alasannya, TNI memproyeksikan pengamanan di wilayah perbatasan Laut Cina Selatan.”
      Waahh…karena diselatan sudah ada jaminan dari paman sam bakal gak ada lg blackflight dr tetangga selatan ya pak.? Makanya dikasih apache dan rudal helfirenya sebagai kesungguhan akan jaminan itu.
      Untuk sementara bolehlah percaya sama paman sam, biar TNI fokus LCS dulu sekalian ngelengkapi alutsistanya.
      Just IMHO

    •  

      Kalau yang itu tidak perlu dimasukkan di RUU, sudah ada di UUD 1945 tentang kewenenangan Presiden. Bukan izini melainkan persetujuan.

  2.  

    bensin

    •  

      Numpang..
      Untung masih draft dan bisa revisi segera, kagabwilhan harus sgr direalisasi dan wujudkan pertahanan komposit darat/laut udara dalam satu komando per wilayah layaknya kapal induk.
      Oot..sudah adakah uu yang mengatur kontrol keamanan yang saling mengcover, kejadian mei98 kenapa tidak satu pun unsur alat negara segera turun mangani kejadian, lalu ada unsur intelegent yg medeteksi ancaman adakah uu yg mengatur pencegahan dini pada ancaman tersebut sebelum teroris bertindak, ksatuan gultor, densus,denjaka dll adalah sifatnya pemadam kebakaran dan bertindak setelah terbukti ada hasil tindakan pengacau/teroris.
      UU dimaksud bukan melawan demokrasi tapi adalah payung hukum bagi alat negara untuk melakukan pencegahan dini, tentunya agar berjalan efektif harus ada mekanisme konyrol shg tdk menimbulkan abuse.
      Negara dedengkot demokrasi spt usa saja punya uu seacam security act, bgm dg RI? Awas celah payung hukum ini dimanfaatkan sbg pintu masuk proxi war yg sesunguhnya!

  3.  

    A

  4.  

    perbanyak TNI diperbatasan di bangun desa desa dan kecamatan baru untuk pemerataan dan demi menjaga daerah perbatasan agar tidak kosong dari pemukiman, jika di daerah perbatasan ramai dan banyak tentara tentunya negara lain tidak akan semena mena masuk negara tercinta Indonesia, semoga semua komponen bangsa ini sadar bahwa kedaulatan NKRI harus ada perhatian lebih jangan hanya berpikir untuk kepentingan pribadi dan golongan saja, bagi generasi muda terutama dari akademisi bisa KKN di daerah perbatasan agar kelak kalu jadi pejabat tahu betapa pentingnya mengembangan daerah perbatasan.

    Salam NKRI.

  5.  

    Memang anggota DPR itu siapa ??? …………… hanya Dewan Pembohong Rakyat !!!
    Panglima ABRI &.Panglima Tertinggi lebih berwenang berbobot dan bertanggung jawab ……….. !!!

    •  

      Klo maunya pengerahan pasukan hrs ijin DPR perlu dibarengi dgn membentuk lg fraksi TNI (tanpa polri) di DPR.., biar nyoss..

    •  

      Kalau membaca berita diatas RUU itu malah di ajukan oleh Menteri Pertahanan. “Draft revisi undang-undang TNI yang diajukan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mendapat kritik.” Jadi bingung…kenapa Menhan memasukkan itu…?

  6.  

    aneh, kalau perang Presiden mengajukan ijin kepada DPR (sda ada di UU) itu benar,
    klu semua hrs ijin kok kayaknya pelemahan TNI sudah dimulai,
    Konflik KPK vs Polri, panglima tni sudah memberikan sikap jelas, apabila membahayakan kesatuan NKRI,
    TNI akan bertindak, klu ijin DPR dulu ? terlalu banyak kepentingan dan prosedur (Rapat, paripurna, dlll) ujung ujungnya sdh terjadi gesekan dimasyarakat, konflik kemarin aja Rupiah sudah melemah thd mata uang asing. p ryamirzad kan TNI (dulunya), kan tahu TNI harus bertindak cepat, Tepat, dan benar. pedomannya NKRI, Pancasila, Sapta marga, Bukan kepentingan PARPOL

  7.  

    Walaaaa minta izin ke DPR… kacau

  8.  

    TNI harus bebas dari pengaruh politik apapun,kalau lewat DPR di sana banyak faktor politik kotor yang sudah terbukti hanya untuk kepentingan tertentu.Karena TNI milik rakyat dan berjuang untuk rakyat dan NKRI

    •  

      Numpang ya mas vladimir,,
      Secenario baru di mulai lagi ne ,, setelah kpk vs polri,sekarang
      TNI vs dpr
      Abiis ntuuh
      Rakyat vs …..
      Siapa lg yg akan di adu domba yaa ,,
      Makin seru ajaa neee ,,

  9.  

    Jadi ingat kata2 almarhum Gusdur yang banyak benarnya. “DPR adalah sekumpulan taman kanak2”

    100% mendukung jika harus dibubarkan.

  10.  

    Mau perang kok minta ijin, ntar pake Surat Ijin Perang..
    Lagipula emang ada ijin yg gratis?? Wkwkk..mau perang aja hrs setor..byr upeti..

  11.  

    Kogabwilhan harus ada Destroyer-nya neh, ayo coblos dan pilih Horizon-class
    :mrgreen: STRONGGG

  12.  

    Ada yg tau gx hrga S family+dlm satu paket itu terdapat apa saja…
    Mhon info nya..
    Mo ikut nyumbang klo kemhan buka rekening..

  13.  

    Kalo diluar sana anggota DPR itu orang yang terhormat, kalo di Indonesia anggota DPR itu di analogikan sebagai pekerjaan malas2an ( rapat sambil tiduran ), cuap2, gontok2an sampai membanting meja/kursi ( persis orang gila yang lagi kumat ),
    tapi bisa mendatangkan penghasilan yang sangat besar dari hasil suap, korupsi, memeras & menyalah gunakan wewenang ……………….. Memalukan dan tidak terhormat !!!

  14.  

    Pasti simbok nih yg usul

  15.  

    Presiden dan para menterinya sama aja, aneh, koplak

  16.  

    Apa RUU ini referensi DIRI ke pak menhan?…

  17.  

    Pelemahan kpk sdah skrg tnggal pelemahan tni !

    Pemerintahan macam apa ini ???!!

  18.  

    TNI harus tetap dibawah presiden, bkn dibawah DPR. Pak mentri ko usulan nya jdi kacau gni yah

  19.  

    Bagero!!!..Ngapain pengerahan pasukan TNI pake izin DPR segala?. Kalau ada serangan terus mau mengerahkan pasukan tunggu izin DPR eeeeeeeekkk si DPR lagi reses mas brow..tunggu masa sidang katanya. Kampret nih lama-lama. Pak RR..anda dipuji sebagai Jendral yang tegas dan tak kenal kompromi hayo sekarang tunjukkan!!

  20.  

    walahhhhhh…..makin ruwettttt,saya tetep dukung TNI supaya lebih profesional dan tidak masuk kungkungan anggota dewan yang katanya terhormat, dan prihatin bila pensiunan TNI benar-benar melemahkan TNI

  21.  

    kalo dulu, yang berhak menyatakan perang adalah presiden dengan persetujuan DPR/MPR. kalo sekarang panglima TNI bisa menyatakan perang dengan persetujuan DPR, kok saya jadi bingung. Kalo TNI dapat perintah maju perang dari Presiden, dengan persetujuan DPR tentunya, TNI tinggal maju perang, gak usah minta ijin DPR. Atau undang-undangnya sudah berubah?

  22.  

    Gimana bisa santai, wong lihat keadaan makin kacau gini. Bayangkan, pengerahan pasukan tni harus ijin dpr dulu. Kemudian pakai rapat dengar pendapat segala. Habis itu anggota dpr nya (yang sering nongol di tv itu) berdebat dan akhirnya nggak setuju. Terus kalau ada apa2, dpr yang tanggung jawab gitu? Bentuk pertanggung jawabannya kayak apa?

  23.  

    ini maksdnya gimna pengerahan pasukan TNI harus se-ijin DPR?
    Apa yg dimaksd Pak Menhan Agar bisa mengawasi anggaran TNI bila TNI perlu mengerahkan pasukan jadi perlu ijin DPR ato DPR/Menhan takut kalo2 pengerahan pasukan TNI dipake utk hal2 yg ekstrem misalnya “kudeta” barang kali
    kalo US dan UK mungkin seperti itu pengerahan pasukan utk operasi militer skala besar harus ijin Parlemen nah kita gak menganut sistem sperti itu jadi masih kagak paham apa yg di maksd oleh pak menhan

  24.  

    Andai saja Indonesi tidak ada mpr&dpr ,,
    TNI dan jajaran nya penganti dpr & mpr
    Pasti tentram ,,
    Gk ada adu domba gk perlu izin sanah izin sinih ,,
    Dpr mpr hanya sampah
    Sekumpulan kecoak yg mengerogoti tiang tiang negra oh andai saja …
    Negri ini hancur bukan karna serangan musuh ataupun ancaman musuh ,, akan tetapi negri ini hancur karna mereka yg megrogoti negri ini .

  25.  

    TNI berasal dr rakyat dan untuk rakyat..semoga Tuhan tdk pernah memberikan peperangan kpd Indonesia..kekuatan DPR berada pd politiknya…kekuatan TNI adalah kepercyaan dr rakyat..dan sdh terbukti dlm sejarah Indonesia bahwa ketegasan,keteguhan hati yg berawal dr ketidak loyalan thd bujukan sukarno telah menyelamatkan Indonesia dr penjajahan tahap berikutnya dr sekutu atau belanda pd masa itu..TNI akan sll loyal kpd pemimpin negara..namun apabila suatu saat negara sngat membutuhkan TNI utk menyelamatkan NKRI..saya yakin TNI akan berbuat yg terbaik tanpa rasa khawatir bahkan takut sekalipun..

  26.  

    BAHLUL itu kata wan Abut

 Leave a Reply