Jul 162017
 

ilustrasi (pixabay.com)

Padang – Wakil Presiden Jusuf Kalla mengapresiasi kinerja Polri yang berhasil menggagalkan penyelundupan satu ton sabu-sabu asal China di Serang, Banten.

“Kita apresiasi Polisi dapat menangkap Sabu-sabu tersebut dan itu saya kira penangkapan yang terbesar sampai sekarang ini, jadi itu prestasi yang luar biasa, apalagi nilainya sangat besar, triliunan,” ujar Wapres pada 15 Juli 2017 di Bandara Internasional Minangkabau, Padang, Sumatera Barat.

Tim gabungan Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya dan Polresta Depok, berhasil menggagalkan penyelundupan Sabu-sabu pada Kamis 13 Juli 2017 asal China seberat satu ton

Wapres berharap dengan alat bukti satu ton Sabu-sabu tersebut, Polisi dapat memproses hukumnya di Pengadilan dengan lancar dan pelaku diberikan hukuman yang berat.

“Jadi ini memang harus diproses sangat berat, yang lebih kecil saja hukuman mati, apalagi yang lebih besar? Yang kecil mungkin sekilo aja bisa hukuman mati, apalagi 1 Ton!” ujar Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Atas keberhasilan Polri menggagalkan penyelundupan satu ton sabu-sabu tersebut, Wapres meminta Polri meningkatkan kerja sama internasional sebab Narkotika merupakan kejahatan transnasional.

“Di mana saja Intelijen harus aktif ataupun meningkatkan kerja sama dengan Negara lain, ini adalah hasil kerja sama dengan luar Negeri,” kata Jusuf Kalla.

Tim gabungan Polri mengungkap kasus tersebut setelah mendapat informasi dari Kepolisian Taiwan bahwa akan ada pengiriman Sabu dari China ke Indonesia.

Dari informasi itu, tim melakukan penyelidikan selama 2 bulan sejak Juni 2017 sampai melakukan penangkapan pada Kamis 13 Juli 2017 di tepi pantai dekat Hotel Mandalika, Serang, Banten, dilansir ANTARA, 15/7/2017.

  17 Responses to “Penggagalan Penyeludupan 1 Ton Sabu-Sabu”

  1. Hukuman apakah yang paling pas untuk si terkutuk penyelundup itu?

  2. jangan di hukum mati lah terlalu enak. di hukum suruh ngabisin sabunya aja.

  3. Bravo!! Luar Biasa………tangkapannya

  4. 1 ton bobotnya itu sabu semua? Sungguh itu adalah penyelundup yg pantas memegang rekor MURI sebagai penyelundup sabu terberat dan terbanyak. Tidak bisa dibayangkan, mengirim barang haram dan melanggar UU dlm jumlah besar, mesti harus melalui semacam operasi intelijen yg rapi, teliti dan ekstra hati-hati. Bagaimana bisa barang haram semacam itu sampai di Indonesia melalui perjalanan panjang, apakah dinegara asalnya tdk ada pemeriksaan atau larangan dari pihak berwenang untuk membuat, mengedarkan atau mengirimkan sabu keluar negeri?

  5. Mending sabu di jual nalik ke negara penyalur/pembuat .kasih potongan harga 50 % gtu.pasti di angkut tuh barang .salah satu cara menghancurkan generasi muda indonesia. T*0ngkok

  6. sindikat narkoba termasuk pengantar, owner dan pembeli serta pengguna harus dihukum mati semua..mungkin dgn cara itu ga bakal ada yg berani nyabu dan triping lg…..dimana ada permintaan disitulah ada penjualan, coba ga ada yg minta di indonesia, ga mungkin barang itu dijial begitu saja ke indonesia, resikonya ngeri broo, hukum mati, jd semua yg “terlibat” dalam sindikat ini hadus dihukum mati ..titik!!, note: pengedar-pengantar-pemakai itu 11-12 aka sama saja!, jgn dibeda2kan hukumannya..dan stop rehabilitasi, itu kurang membantu, toh pemakainya terus bertambah tiap tahunnya….itu!,,

  7. Kalau gak salah liat berita di tv k maren.nilai nya 1.2 triliun .memang bisnis yang sangat menggiurkan .

  8. Terimakasih. Anda sudah menyelamatkan jutaan jiwa warga indonesia

  9. Namanya juga mafia .. bisnis juts bisnis.. yg penting untungnya seabrek..
    paling juga yg ketangkep lebih dari 1 ton,yg diberitakan hanya 1 ton.. biasanya mah gitu..

  10. Dijual lagi di singapore,mlaysia,aussie aja..uangnya bisa utk perawatan operasional(jangan dimakan sendiri…hahaha..)…kita dapat granat….lempar lagi granatnya..

 Leave a Reply