Sep 252018
 

Moskow – Jakartagreater.com – Keputusan Rusia untuk memasok sistem pertahanan udara S-300 yang canggih ke Suriah seharusnya tidak mempengaruhi hubungan antara Rusia dan Israel, ujar Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Mikhail Bogdanov, dirilis Sputniknews.com, 24-9-2018.

“Saya kira tidak, seharusnya tidak,” kata Bogdanov kepada wartawan ketika ditanya apakah pasokan S-300 akan berdampak negatif pada hubungan Rusia-Israel. Dia menambahkan bahwa itu adalah hak berdaulat Rusia dan Suriah untuk memasok dan membeli senjata.

Pesawat Il-20 berada 22 mil dari pantai Suriah ketika ditembak jatuh saat kembali ke pangkalan udara Hmeymim. Pada saat yang sama, empat jet F-16 Israel membom target Suriah di Latakia.

Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, Israel memberi tahu Rusia tentang serangan udara hanya satu menit sebelum mereka memulai dan memberikan informasi yang menyesatkan mengenai area serangan dan lokasi jet F-16 Israel. Insiden itu merenggut nyawa 15 prajurit Rusia.

Seorang anggota komite pertahanan majelis tinggi parlemen Rusia, Frants Klintsevich, pada gilirannya, telah menjuluki keputusan Moskow untuk mengirimkan sistem pertahanan udara S-300 ke Suriah “sebuah langkah paksa.”

“Ini adalah langkah paksa … Jelas bahwa langkah Rusia ini secara langsung terkait dengan jatuhnya Il-20 dan keengganan Israel untuk mengakui tanggung jawab atas tragedi di wilayah udara Suriah,” kata Klintsevich. Senator Rusia itu juga menuduh militer Israel semakin memanaskan situasi dengan janji-janjinya untuk melanjutkan serangan udara di Suriah.

“Dengan kata lain, ini berarti bahwa tidak ada jaminan bahwa insiden itu tidak akan terjadi lagi … Kami tidak punya pilihan lain. Kami menunggu selama itu mungkin, berharap untuk pemahaman Israel. Sayangnya, ini tidak terjadi,” Klintsevich menekankan .

Sebelumnya pada hari itu, Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengumumkan bahwa Rusia akan memasok Suriah dengan sistem pertahanan udara S-300 sebagai bagian dari Moskow yang baru diadopsi. Langkah-langkah yang ditujukan untuk meningkatkan keamanan prajurit Rusia menyusul jatuhnya pesawat militer Il-20 Rusia pada 17 September 2018.

Kementerian Pertahanan Rusia telah menempatkan kesalahan atas jatuhnya Angkatan Udara Israel yang melakukan operasi udara terhadap pasukan Suriah di provinsi Latakia pada saat insiden itu, mengatakan bahwa jet Israel menggunakan pesawat Rusia sebagai perisai terhadap Sistem pertahanan udara Suriah.

  6 Responses to “Pengiriman S-300 ke Suriah & Hubungan Rusia-Israel”

  1.  

    S-300 Long Range Surface to Air Defence Missile System

  2.  

    Jadi akhirnya rusia sekarang akan melek sm dari aksi siroel toh akhirnya terjawab pertanyaan sy xixixi… Langkah terpaksa yah, tapi memang harus di ambil sih kalau rusia ga mau kehilangan muka… dulu pun turki menembak pesawat Rusia di perbatasan Suriah sampai menyebabkan krisis politik antara kedua negara tersebut yg hampir sj berkembang menjadi konfrontasi militer dan membuat cemas negara2 Nato… Tapi Krisis berakhir dengan permintaan maaf Erdogan kepada Rusia dan dng permintaan maaf tersebut rusia mau memaafkan tindakan tersebut lalu kedua negara memulai lembaran baru yang malah jadi lebih dekat terbukti dng pembelian S-400… Tapi sekarang siroel enggan Minta maaf nih xixixi… jadi Sekarang tinggal liat apakah siroel akan meminta maaf sm rusia atau tetap bersikeras menyalahkan suriah dan enggan mengakui kesalahan mereka pd insiden tersebut…

  3.  

    Sudah dikasih hati… kemarin waktu Russia berencana mengirim S-300 setelah serangan koalisi USA, malah di balas dengan mengumpan pesawat militer Russia…
    Sebenarnya yang mengerikan adalah sistem deteksinya, setiap pergerakan dari pesawat tempur Israel akan lebih terpantau sekarang, dan jelas itu akan memberikan lebih banyak kesiapan dari sistem pertahanan Suriah untuk mengantisipasi setiap potensi serangan dari Israel…
    Israel akan kehilangan daya kejutnya, dan itu jelas sangat tidak menguntungkan bagi Israel…
    Entah apa yang sekarang dilakukan Israel untuk mencegah supaya S-300 tidak dikirim… sepertinya jika Israel mau mengaku bersalah mungkin Russia akan bersikap lebih lunak, sedangkan sampai saat ini Israel terus membantah padahal semua bukti otentik sudah di publikasikan oleh Russia…

  4.  

    katanya : ras bangsa paling unggul dibumi tidak akan pernah meminta maaf darimqnqpun

  5.  

    siroil dilawan, ya singadelawan lah….

  6.  

    Itulah salah satu kelicikan kaum Yahudi…

 Leave a Reply