Nov 282018
 

Pesawat tempur Su-57 Rusia. (Anna Zvereva via commons.wikimedia.org)

Meskipun Departemen Pertahanan Rusia telah mengklarifikasinya, media Barat masih memeras otak mereka atas misi pesawat jet generasi kelima Su-57 di Suriah. Berbicara kepada Sputnik, pengamat politik asal Suriah menjelaskan bahwa Su-57 buatan Rusia, S-300 dan S-400 merupakan pesan yang telah dikirim ke AS dan Israel di Republik Arab, dirilis Sputniknews.com, 27/11/2018.

Jet siluman generasi kelima Su-57 Rusia sekali lagi menjadi fokus perhatian khusus setelah peluncuran rekaman unik misi pesawat di Suriah dan video baru saluran TV Zvezda yang menampilkan sepasang Sukhoi Su-57 melakukan pendaratan yang disinkronkan.

Sputnik berbincang kepada pengamat politik asal Suriah Ghassan Kadi dan Christopher Assad, meminta mereka untuk berbagi pandangan mereka tentang apa pesan yang ingin disampaikan ke koalisi pimpinan AS di Suriah, dengan pengiriman jet tempur siluman itu

Manuver Su-57 di Suriah

Pada tanggal 1 Maret 2018, Kementerian Pertahanan Rusia (MoD) menegaskan bahwa jet-jet Su-57 telah diuji di Suriah, dengan menyebutkan bahwa misi tersebut telah berlangsung pada Februari 2018. Tercatat bahwa awak Su-57 telah membuat lebih dari 10 sorti di Suriah. Kementerian menguraikan bahwa misi itu “dilakukan untuk membuktikan kemampuan pesawat terbaru dalam lingkungan tempur nyata.”

Pada 19 November, Departemen Pertahanan merilis rekaman manuver Su-57 di Republik Arab Suriah, mendorong diskusi yang hidup di media Amerika.

Joseph Trevithick dari majalah Drive mengangkat pertanyaan tentang tugas-tugas lain yang dilakukan kru Su-57 di Republik Arab selama “perjalanan singkat mereka ke Suriah”.

Menurut Kadi, selain menyelesaikan tugas yang disuarakan oleh MoD, jet bisa pergi ke Suriah “untuk mengejek sistem radar AS di Suriah, dan mereka berhasil menghindari deteksi.”

Dia mengatakan bahwa “ini adalah jenis berita yang AS tidak siap untuk membocorkannya, dan satu lagi bahwa Kementerian Pertahanan Rusia tidak perlu mempublikasikan lebih dari sekedar pengetahuan tentang ‘mitra Amerika’.”

Sementara itu, Christopher Assad, pengamat politik dan penulis asal Suriah yang berbasis di Kanada, mengemukakan bahwa jet-jet siluman itu telah mengirimkan pesan yang kuat kepada Israel sejak awal.

“Saya menganggapnya sebagai pesan ke Israel lebih daripada Amerika Serikat atau salah satu mitra koalisinya,” ia berpendapat, mengacu pada pelatihan dan peluncuran rekaman. “Itu hanya berarti bahwa, bersama dengan penutup S-300 dan S-400 yang diberikan kepada Suriah oleh Rusia, Israel telah secara efektif dikunci dari keinginan dan kemampuannya untuk menyerang Suriah dan Lebanon sesuka hati.”

Dia menduga bahwa “akibatnya, tujuan strategis Israel untuk mempertahankan pendudukan ilegal atas berbagai tanah oleh kekuatan militer kini diragukan dan telah dilakukan pemeriksaan permanen.”

Menurut Assad, “prospek perdamaian permanen dan komprehensif antara Suriah dan Israel telah meningkat secara eksponensial” karena keterlibatan Rusia dalam perang sipil selama tujuh tahun di Republik Arab serta tindakan terkoordinasi antara Moskow, Damaskus dan Teheran.

Bagikan:

  14 Responses to “Pengiriman S-400, S-300, Su-57. Pesan untuk AS & Israel – Pengamat”

  1.  

    “untuk mengejek sistem radar AS di Suriah, dan mereka berhasil menghindari deteksi.”
    _________________________________________

    Bahasa yg digunakan bung Diego terkesan sangat vulgar apalagi dng maksud ditambahin tanda petik ( ” ” ) seolah secara transparan tanpa basa basi mengejek kemampuan kualitas alutsista Agoto Sugimurah (AS) yg sdh kadaluwarsa teknologinya….xicixicixici

    •  

      Dr situ jelas NATO dibuat mumet oleh Rusia, dan Rusian Fansboy yg ngiler kpn ini bs dimiliki TNIAU!he3.

      •  

        Walah
        Su 57 saja belum diproduksi masal kok
        Su 57 versi india juga msih terkendala
        Kalau ingin memiliki pesawat tersebut kemungkinan nunggu 10 tahun lagi deh
        Kalau mau mending pesen pesawat su 27/30/35 tapi yang versi indonesia.
        Pake avionik buatan dalam negeri sama joint development mesinnya juga. Biar kepake tuh ilmu tot hasil dari proyek IFX

    •  

      Tak ada radar USA yg ditempatkan di Suriah. Kalo yg dimaksud adalah radar yg ada di Pangkalan Incirlik atau di Irak maka pendapat diatas salah besar. Kalo acuannya adalah USA tidak tau berapa kali Su-57 datang ke Suriah Ane kira tak ada hal yg kayak gitu. Pentagon sendiri gak pernah bilang kayak gitu dan di artikel juga tak disebutkan demikian. Wajar kalo penuh propaganda dari Sputnik. Berita yg terlalu dibesar-besarkan.

      Daripada menguji ke Suriah, kenapa Su-57 gak diuji langsung untuk terbang ke Eropa kayak Su-35 atau ke Alaska??? Ane yakin Rusia gak akan berani melakukannya karena bakal ketauan dg cepat. Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh

  2.  

    Satu lagi dari May012A

  3.  

    RADAR USA TAK MENDETEKSI SU 57 DIWILAYAH YANG DI JAGA USA… bahkan ketika ada ADA 10 SORTI yang dilakukan oleh SU.57…..

    Emang pade kemane aje USA waktu itu ya………..wkwkwkwwkwkwk

  4.  

    kita tunggu sj duel antara US Thaad & Rusy S-300 utk merebut tender TNI AD

 Leave a Reply