Pengiriman S-400 Tak Ada Hubungan Dengan F-35, AS, Keamanan NATO – Erdogan

Sistem rudal S-400 Rusia menjalani pengujian vibrasi dalam berbagai kecepatan di jalan © Sergei Malgavko via TASS

JakartaGreater.com – Sebelumnya, juru bicara Pentagon memperingatkan Ankara bahwa jika berlanjut dengan pengiriman sistem pertahanan udara S-400 Rusia, maka akan ada “konsekuensi besar” untuk hubungan pertahanan antara Washington dan Ankara, seperti dilansir dari laman Sputnik pada hari Sabtu.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah menolak ultimatum Pentagon atas pembelian S-400 oleh Ankara. “S-400 yang kami beli tidak terhubung dengan keamanan NATO, Amerika Serikat, atau F-35 dengan cara apa pun”, kata Erdogan pada hari Sabtu, menurut saluran televisi TRT.

“Alasan kami membeli sistem ini sudah jelas”, tambah presiden, dan menekankan bahwa Ankara tak menyembunyikan apa pun terkait dengan penggunaan S-400.

Erdogan menyatakan harapannya bahwa masalah dalam hubungan antara Turki dan AS atas pembelian sistem pertahanan udara Rusia oleh Ankara dapat “diselesaikan dengan cara yang sama seperti pada masalah lainnya”.

Pernyataan Erdogan itu terkait komentar Jumat oleh juru bicara Departemen Pertahanan AS Charlie Summers bahwa “akan ada konsekuensi yang sangat serius dalam hubungan militer AS-Turki, termasuk Patriot dan F-35” jika Ankara melanjutkan pengiriman S-400. “Mereka tidak akan mendapatkan F-35 jika mereka mengambil S-400”, kata Summers.

Minggu ini, seorang jenderal senior Pentagon mendesak anggota parlemen dari Senat AS, Armed Services Committee untuk memblokir pengiriman F-35 ke Ankara jika mereka tak membatalkan pembelian S-400 dan memperingatkan bahwa sistem Rusia menghadirkan masalah untuk semua pesawat kami, namun khusus F-35.

Pekan lalu, media AS melaporkan bahwa Turki telah menolak tawaran senilai $ 3,5 miliar untuk membeli sistem pertahanan udara Patriot PAC-3 sebagai pengganti S-400.

Rusia dan Turki menandatangani kontrak senilai $ 2,5 miliar untuk 4 batalyon S-400 pada akhir 2017. Ankara akan menjadi negara ke-4 yang memiliki sistem setelah Rusia sendiri, Belarusia dan China ketika pengirimannya dimulai sejak bulan Oktober 2018. Dirancang untuk menghentikan pesawat tempur, drone, rudal jelajah dan rudal balistik, S-400 adalah sistem pertahanan udara mobile paling canggih di gudang senjata Rusia.

Tinggalkan komentar