Apr 292014
 

The  jakarta  Post,  29  April 2014, Kementerian Pertahanan RI telah menyatakan dengan kekecewaan dengan Brazilian aerospace conglomerate Embraer SA  untuk tujuh bulan penundaan dalam empat pesawat turboprop EMB 314 Super Tucano.

Kepala Pusat Pengadaan Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan (Kapusada Baranahan Kemenhan) Marsekal Pertama (Marsma) TNI Angkatan Udara (AU) Asep Sumaruddin, mengatakan pada hari Senin bahwa Embraer wajib untuk memberikan batch pertama dari delapan pesawat bulan Agustus tahun lalu dan yang kedua pada bulan Maret tahun 2015.

Dari batch pertama, kami hanya menerima empat pesawat,” pungkas Asep. “Kami sudah menghubungi Embraer untuk penjelasan tentang empat pesawat, tapi belum menerima respon yang memadai. Kami sedang masih berkoordinasi dengan pemerintah Brasil melalui Kementerian Pertahanan dan Kedutaan besar di Jakarta untuk menyelesaikan masalah ini.”

Kemhan RI menandatangani kontrak US$ 284 juta dengan Embraer tahun 2010 untuk membangun skuadron Super Tucano untuk menggantikan Bronco OV-10 pesawat, yang telah dalam pelayanan sejak 1976.

Tucano dirancang untuk Serang ringan, kontra-pemberontakan, menutup dukungan udara, misi pengintaian udara (light attack, counter insurgency, close air support, aerial reconnaissance missions), serta memberikan pelatihan pilot.

Di bawah kontrak, Embraer telah diminta untuk membayar denda sebesar 0,1 persen setiap hari sejak keterlambatan, tetapi denda gabungan dibatasi maksimal 5 persen.

Embraer, menurut Asep, telah melunaskan denda maksimum sekitar $7 juta dan tidak dapat dikenakan denda lebih, terlepas dari lama penundaan.

Brasil Duta besar untuk Indonesia Paulo Alberto da Silveira Soares mengatakan pemerintahnya akan mencoba yang terbaik untuk melihat bahwa Indonesia segera sisa menerima Super Tucanos.   Soares menambahkan bahwa Kedutaan besar telah berkomunikasi langsung dengan Embraer untuk menyelesaikan masalah ini.

“Bulan depan, Indonesia Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin akan mengunjungi Brasil untuk membahas kerjasama pertahanan. Selama kunjungan tersebut, ia juga dijadwalkan untuk bertemu dengan Presiden Embraer. Kita berharap bahwa pertemuan akan menjelaskan semuanya,”Kata Soares kepada The Jakarta Post.

Dudi Sudibyo ahli penerbangan mengatakan keterlambatan seperti ini mengkhawatirkan dan akan membuat preseden lain yaitu keterlambatan dalam pengiriman batch pengiriman terakhir Super Tucanos tahun depan.

Dudi menyalahkan keterlambtan yang lama hanya mendapatkan hukuman ringan yang ditetapkan dalam kontrak pengadaan.

“Lima persen adalah jelas terlalu kecil untuk sanksi dan perusahaan dapat mengambil keuntungan dari itu, terutama ketika pemerintah telah membayar hampir seluruh biaya,” kata Dudi.

Indonesia telah membayar 97 persen dari kontrak batch pertama, bernilai $142 juta, menurut Kementerian Pertahanan.

Dudi menyarankan bahwa Kemhan meningkatkan kemampuan untuk negosiasi dalam pembelian berikutnya untuk mencegah keterlambatan masa depan.

Menurut Minimum penting Force (MEF), Indonesia akan  membeli 128 pesawat tempur 2024, menurut Kementerian Pertahanan.

“Di antara mereka adalah Super Tucano, yang merupakan teknologi yang terbaik di kelasnya,” kata Dudi.

Empat pesawat Tucano telah diterima tahun lalu sekarang digunakan oleh Angkatan Udara Indonesia 21 skuadron di Abdul Rahman Saleh Air Force Base di Malang, Jawa Timur. (www.thejakartapost.com)

Berbagi

  103 Responses to “Pengiriman Pesawat Super Tucano Tertunda”

  1.  

    Maaf, artikel diatas terjemahan dari thejakarta post , bila ada yg salah dlm menterjemahkan, maaf belepotan he he he……
    Sampai dgn th 2024 target (menurut riles resmi ) sekitar 128 pesawat tempur.
    Kontrak yg ada skrg :
    Super tucano = 16 pesawat, TA-50i = 16 pesawat, F-16 C/D = 24 pesawat, SU-30 MK2 = 6 pesawat
    Total baru 62 pesawat, berarti masih kurang 68 pesawat tempur atau sekitar 3-4 skuadron tempur baru. (Itu yg resmi lho, diluar yg nggak resmi he he he …..)

    •  

      Klo super tucano terlambat, bagaimana dgn MLRS ASTROS II MK6 kita ya?? Semoga insyaallah lancar lancar saja tdk ada kendala, amin.

    •  

      Harus didenda coz tdk menepati waktu pengiriman.indonesia dalam hal ini pemerintah hrs tegas,konsumen punya hak.indonesia juga hrs menunda pembayaran dgn waktu tdk ditentukan…

      •  

        rata2 di kitanya malas baca perjanjian jual beli yang berlembar-lembar. terus main tanda tangan saja. begitu ada “dispute” baru deh ketahuan kalau kurang teliti. coba seandainya denda kumulatif sebesar min 10% pastilah mereka akan berpikir bagaimana secepatnya mengirim pesanan.

        •  

          bung alugoro klo di proyek pemerintah dlm hal ini fisik, biasanya dendanya permil per hari keterlambatan

        •  

          klo menurut kontrak pengadaan barang jasa di lingkungan pemerintah
          kontrak batch pertama senilai 142 juta dollar
          sudah dibayar sekitar 97% atau senilai 137,74 juta dollars
          denda keterlambatan (perhari permil) dan sudah 7 bulan terlambat maka

          = 137,74 juta dollars x 30 hari x 7 bulan/1000
          = 28.92 juta dollar denda yg harus dijatuhkan kepada Embraer

        •  

          Assalamualaikum wr.wb
          gak usah jauh-jauh bung alguro, saat mau instal software aja perjanjiannya langsung di accept aja 😀
          sepertinya sudah jadi kebiasaan karena banyak yang harus di baca jadi tinggal di accept aja 😀
          biar praktis 😀
          wehehehehehe 😀

          kalau salah ya maaf 😀
          maaf oot 😀

        •  

          Yang salah adalah petugas pembuat/pembaca kontrak, biasanya ada batu dibalik udang

          kalau pejabat (apalagi menteri atau Presiden) emang bukan tugasnya pembaca kontrak, tugasnya hanya TTD

          acara TTD hanya sebagai Ceremony saja, sedang proses pembuat Kontrak sudah sangat panjang (bulanan/tahunan), dan ada PETUGASNYA sendiri, biasanya para ahli pembuat Kontrak.

        •  

          Bukan kita malas baca, tapi kalangan birokrat kita emang gitu. Saya bukan anti PNS karena kedua orang tua juga PNS, tapi liat semua pelayanan PNS di segala bidang, gak ada tuh yang membanggakan. Gak usah bandingin ma luar negeri, ama swasta aja jaooooooohhhhh..Tugas presiden berikut tidak perlu langsung pengembangan kemampuan rakyat, rakyat udah pada pinter sendiri. Kembangin dulu penilaian berbasis kinerja. Buat standar mulai dari remeh temeh seperti KTP bisa ditunggu, hingga perijinan sektor ekonomi-industri, 1 hari jadi, ini baru pemerintahan kuat…

    •  

      bung gue, harap dibedakan T-50, TA-50 dan FA-50
      kita kedatangan TA-50 hanya 4 unit, sisanya T-50
      ini T-50 : no radar, no cannon
      http://psk.blog.24heures.ch/media/00/02/2699808725.gif
      ini TA-50
      http://www.koreaaero.com/english/images/contents/product_0103.gif

      •  

        bung @ bang Ed, iya betul menurut link tersebut dan yg 4 yaitu TT 5013 s/d TT-5016 punya canon atau masuk TA,

        tapi saya lebih suka keterangan resmi dari Kasiops Skadron Udara 15 Mayor Pnb Hendra Supriyadi yg dikutip dari majalah angkasa,

        ” menurut Hendra dari sisi kemampuan seluruh 16 T-50i yg dimiliki Indonesia adl jenis FA-50 yaitu T-50 yg dirancang untuk pertempuran udara dan penyerangan thd sasaran darat.”

        “Penandaannya saja yg T-50 trainer” ujarnya (hendra)

        Dgn asumsi diatas klo menurut saya masuk ke TA-50i, trainer dan attack.

        Dan insyaallah th 2015 masuk pengadaan radar untuk golden eagle RI ini.

        •  

          seperti yg pernah saya bilang, T-50 upgradable karena bisa dirubah menjadi TA-50 atau FA-50 tergantung paket kelengkapan yg dipasang

          berarti kasusnya sama dengan Dolphin jadi Panther ya?
          thanks to plastidip 😀

          •  

            betul Bang Ed, dari keterangan resmi dari Kasiops Skadron Udara 15 dan Komandan skadron udara 15, seperti dikutip di angkasa klo T-50i punya kita ini sudah mempunyai spek persis seperti FA-50, seperti avionik setara dgn F-16 block 52 dan performa dll. Kekurangannya belum ada radar dan jelas insyaallah tahun depan ada pengadaan radar nya.
            Jadi menurut keterangan sangat berbeda dgn jenis T-50 standart.

      •  

        @ Bang Ed, mosok seh no radar & no canon? hayo coba di liat lg nyang bener, bener gak dugaan anda………..http://2.bp.blogspot.com/-uXjj67TPFDQ/TrPxxJu-tCI/AAAAAAAAAqw/ENbWT0scjgs/s1600/T-50Cutaway.jpg………..klo ini beneran t-50, trus nyang bulat berwarna orange di ujung idung apa? jangan2 itu cuman tutup rantang kali ya? trus sisi kiri sejajar kursi pilot itu apa? jangan2 lobang jangkrik meuren…..jangkrik boss……….he,he,he

      •  

        mungkin malah sukhoi PAK FA T-50 🙂

      •  

        Kalau milik Indonesia lihat Tail vertikalalnya mirip T 50 atau F 50?

        T 50 Indonesia

        Makanya jangan terlalu berpatok keterangan resmi,,karena itu bukan segalanya,

        •  

          hehehe… Bung Sat dalem banget nyentilnya hehehe… :mrgreen:

          •  

            lho ini fakta ono fotone ben percoyo
            Di Tail itu membedakan kegunaannya karena ada fungsinya
            gak usah dijelaskan secara teknis 😀

          •  

            RWR…..

          •  

            xixixi…sabar bung satrio, hal ini sudah pernah dibahas dan memang beda sekali tailnya… 🙂

          •  

            Berarti. Sudah jelas dari photo yg diperliatkan bung satrio ditambah keterangan bung gue bqhwa T-50 kita sebenarnya adl FA -50.

          •  

            Ora Percoyo.. ..

          •  

            Versi indonesia adalah T/A-50i

            i berarti Customize, sesuai pesanan/kriteria Indonesia
            T/A berarti : Trainer (Light) Attack
            Gampangannya berada antara T-50 dan F/A-50
            Fungsi Utamanya untuk latihan, namun bisa difungsikan untuk Attack layaknya (atau setidaknya mirip) F/A-50

          •  

            Terima kasih bung satrio dan bung melektech telah memberikan pengetahuan yg sangat jelas ttg golden eagle punya tni au.
            Mknya diatas sy sebut TA-50i, krn sy berpatokan keterangan dari komandan skadron udara 15 dan kasiopsnya bahwa punya kita speknya adl FA-50, tp penandaannya T-50i krn sementara ini digunakan untuk melatih calon pilot tempur. Perlu diketahui target minimal mendapatkan 24 pilot tempur baru. Untuk itu kode pesawat adl TT tempur taktis mulai dari TT-5001 Sd TT-5016.
            Krn digunakan untuk melatih /trainer dan untuk serang ringan /Attack mk sy cenderung memasukkan TA-50i TNI AU =16 bh

        •  

          catna itu lhoo gresss… hihihi kalo oranye lebh keren lg tuh bung sat

        •  

          @ mas satrio

          xixixi… terima kasih banyak mas Satriol… dua jempol untuk anda

          please di share hoax tentang penawaran akuisisi mig 35… please

        •  

          @ mas satrio

          xixixi… terima kasih banyak mas Satrio… dua jempol untuk anda

          please di share hoax tentang penawaran akuisisi mig 35… please

      •  

        @ mas Satrio

        1. saya termasuk dalam kelompok yang berharap bahwa kita mendapatkan kiriman 16 FA 50 dan 4 T 50

        2. saya tidak termasuk ke dalam kelompok pembaca yang ngotot kalo ada foto baru percaya, kalo nggak ada foto nggak percaya

        3. tapi… jika mas satrio berpedoman pada foto maka boleh jadi foto FA 50 yang terpampang adalah 1 dari 4 FA 50 (jika yang kita beli adalah 4 FA 50 dan 16 T 50)

        4. jika memang foto yang dijadikan rujukan… maka harus dijejer ke-20 pesawat itu… difoto… lalu kita hitung, berapa sayap tegaknya yang versi FA 50 dan berapa yang versi T 50

        5. sebelum mas satrio menjawab komen saya… tolong lihat dulu komen saya nomor 1 dan 2

        •  

          ditunggu yg nomor 5,6,8 & 16 Bung Satrio

        •  

          dari sumbernya Bung Satrio,
          TNI-AU,/b> has recently received the final batch of 16 T-50 Golden Eagles while PhilAF is expected to finalise the deal for 12 FA-50 Golden Eagle by the first half of 2014….
          http://malaysiaflyingherald.wordpress.com/2014/02/18/sg-airshow-golden-eagle-vs-master-over-thailand/

        •  

          Semuanya adalah satu tipe yaitu TA-50i, namun mungkin untuk menghemat anggaran dulu (agar lebih murah, dll…), maka yang diberi kanon “mungkin” hanya beberapa saja, NYICIL

          Masalah radar juga konon belum terpasang, kemungkinan TNI masih menunggu pemilihan radar, karena ngak mungkin memakai ELTA EL/M-2032 (Made-in Israel) karena akan kontroversial.

          penggantinya mungkin menunggu AN/APG-67 yang versi AESA dan menunggu ijin AS dulu, ATAU memilih radar lainnya

          Tapi ngak masalah buat TNI, T-50 milik TNI sekarang hanya untuk Latihan saja, untuk mencetak sebanyak-banyaknya Pilot, karena sekarang TNI-AU masih Defisit Pilot banyak

        •  

          hahahahahha mntap oms.. lanjutkan… kalo beli lg sm korea mnta catnya warna hjau ya om biar kamuflase sm hutan..

        •  

          5,6,8 ama 16 kemana tuh ndan sat..hehe..jd susah bedain klo ga sekalian di upload ndan :mrgreen:

        •  

          Kalau membaca berita itu “dicerna” dulu bang……….
          Jangan langsung di Eksekusi langsung …walah…walah…walah…

          sama saja dengan berita begini :
          “Indonesia akhirnya membeli 24 unit F-16 bekas dari AS”

          berita diatas tidak salah khan ?
          namun perlu diperjelas lagi, F-16 yang mana dulu ? soalnya F-16 mempunyai ‘Keturunan yang Banyak”

          Kalau ngeyel lagi tak balek no nang TK lagi lho ???

        •  

          Jek ngeyel ,,mbok nyari di mbah gogel pasti ketemu…males atau hanya berdasarkan copas aja
          terus dipikir yang 4 unit model T 50
          heheheheh
          ne nomer 5
          http://cphoto.asiae.co.kr/listimglink/6/2013091006495095082_2.jpg
          ne nomer 08
          http://1.bp.blogspot.com/-BRYhf2Pm7Nw/UyVCxvUD6BI/AAAAAAAAdPU/p076N1yL0KY/s1600/T50i_4.jpg

          dua foto diatas sudah mematahkan tulisan list dibawah ini

          TNI-AU,/b> has recently received the final batch of 16 T-50 Golden Eagles while PhilAF is expected to finalise the deal for 12 FA-50 Golden Eagle by the first half of 2014

          yang lainnya nomer 6 dan 16 cari aja ndiri 😀

        •  

          lah Bung Satrio sendiri kan yg menjabarkan pesawat itu, sy hanya mengingatkan pesawat yg kurang.

          lagipula dari awal kan sy diskusi dg bung gue tentang T-50 dan TA-50 lalu kemudian tiba-tiba Bung Satrio masuk dan langsung ngotot bahwa pesawat yg datang adalah FA-50 berdasarkan vertical tail rudder yg lurus tidak seperti T-50 yg miring, namun sy juga punya pendapat sendiri bahwa berdasar rilis yg datang adalah T-50 dan 4 unit TA-50 bukan FA-50, sy sertakan juga kutipan dari malaysiaflyingherald (sumber yg Bung gunakan) bahwa yg diterima TNI AU adalah T-50 dan yg FA-50 diterima oleh Filipina.

          oya, selama ini Bung Satrio justru sering copas dan tidak disertakan sumbernya, bahkan pernah kena sentil
          ini contohnya :
          http://jakartagreater.com/balance-power-dan-kekuatan-intelijen-kita/#comment-66848
          dani prima says:
          April 23, 2014 at 12:32 am

          tambahan saja. buat @ satrio, kalau copas itu tulis sumbernya yah.
          misal : Intelijen Sebagai Ilmu, Jono Hatmodjo, Balai Pustaka, Jakarta, 2003. ( copasmu sumbernya dari situ ).

        •  

          @Bung ED
          yang penting itu MENGUNYAH berita bukan mempermasalahkan copasnya
          saya tidak menyalahkan anda suka copas tetapi sebelum disampaikan dikunyah dulu,dan lebih peka terhadap berita,agar tidak dicap sebagai orang yang suka mbanting dan golongan pesimis,

          Bung dani prima saya tahu beliau pakai nick apa sebelumnya.
          dan di artikel saya beliaumakai nick lain mendukung ide ide saya ,intinya beliau mengingatkan saya jangan nyenggol intelejen lebih dalam ,dan saya tau bahwa yang saya sampaikan intelejen umum berdasarkan ilmu pengetahuan.
          ,, kalau copas misinya jelek yaa akan dihujat,kalau untuk kebaikan audiens memakluminya

          karena misi saya mencerdaskan bangsa ,dan itu konsisten tidak untuk mencari popularitas
          ‘gitu bung Bang ed”
          hehehehehe

      •  

        sedikit hiburan mengenai t 50…

        liat ekor nya…
        http://www.youtube.com/watch?v=rfI9Ssz_9CI

        lalu duel mig 29 vs f 15
        http://www.youtube.com/watch?v=7-1IStyTzlU

    •  

      Dalam pembuatan kontrak saya yakin pembeli dan penjual sudah menyepakati hal hal yang penting dan dianggap perlu dan dijelaskan dalam klausal kalusalnya. dalam kasus pembelian biasanya keterlambatan pinalti 0,001%….perhari/perbulan tergantung perjanjjiannya, sampai batas maksimal biasanya tidak lebih dari 5% dari total pembelian. kalau minta lebih dari itu…saya rasa tidak ada penjual yang mau……dan itu biasanya merupakan suatu komitment dari penjual bahwa penjual serius untuk memmenuhi kontraknya. bukannya… pembeli mencari untung dari keterlambatan suatu produksi….

      Namun seandanya keterlambatan terus terjadi, pihak pembeli bisa membatalkan dan minta kembalian dp nya. begitu pula jika pembeli membatalkan kontraknya akan di kenai pinalti…

      maaf pemula

  2.  

    Lanjut…no.3

    •  

      Mungkin pemerintah kedepannya klo beli barang menggunakan kesepakatan bayar separuh tanda diel bayar full jika barang sudah diterima semua,sindir golden eagle sudah genap 16 unit / 1 skuadron ini menunjukan korea sangat disiplin waktu etos kerja mrk mirip orang jepang semoga ini berlanjur dgn kapal selam yg dipesan.

  3.  

    PT.DI juga suka telat klo bikin pesawat, sampe didenda pula.

  4.  

    pertama kah?

    langsung di translate ya bung? tapi okelah….. 🙂

  5.  

    Wah…padahal 4 biji Tucano yang datang duluan dari T50 I Golden Eagle dari Korsel. Malah sekarang kok jadi keteteran ni Tucano. Hmmm…

  6.  

    menunggu informasi dari pak Wamenhan saja setelah berkunjung ke Brasil..

    •  

      betul bung dewakembar,

      “Bulan depan, Indonesia Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin akan mengunjungi Brasil untuk membahas kerjasama pertahanan. Selama kunjungan tersebut, ia juga dijadwalkan untuk bertemu dengan Presiden Embraer. Kita berharap bahwa pertemuan akan menjelaskan semuanya”

  7.  

    Bung gue, saya mau jadi relawan memperbaiki terjemahannya. Bagaimana caranya? Mungkin bisa sedikit2 dirapihin.

  8.  

    Wadu wis turboprop lambat mane yo muda2 an gak lama2 la smoga lancar

  9.  

    Bagaimana dengan kontrak dengan brasil lainnya? Apa ikut terlambat?

  10.  

    Golden Eagle Korea adalah salah satu bukti kehebatan etos kerja dan produktifitas dari bangsa Korea yg patut ditiru

  11.  

    Alamat industri militer Brazil bakal diblack list neh. Sudahlah ambil smua jenis pesawat dari Rusky aja deh. Mantap, dan ga plin plan….

  12.  

    Super Tucano cocoknya buat siram jagung d kebun saya tuh, bukan untuk kawal udara NKRI tuh…..

  13.  

    Super Tucano cocoknya buat siram jagung d kebun saya tuh, bukan untuk kawal udara NKRI tuh…..

  14.  

    dari kemaren2 saya sdh baca di media bahwa beberapa bagian dr kontrak terkesan merugikan RI,,
    Ngomong2 saya nunggu berita tentang kapal motor cepat patroli komodo TNI made in indonesia keliatanya keren bgt, biasanya warjag punya ”sesuatu” yg tidak diumbar di media lain

  15.  

    bung gue??…coba?..apa ada telisikan baru?..sekedar kecerobohan atau ada negoisasi tambahan yang perlu dibicarakan?..pesawat kelas AEW mungkin? atau kelas carrier jet untuk proposal ke depan?..atau embraer berwacana pembukaan perakitan di indonesia?..mohon subtitles nya bung gue..salam tabik..

  16.  

    waduh kok isa terlambat gimana padahal super tucano aku rasa cocok digunakan untuk daerah spt papua tuk misi patroli ato misi bantuan udara utk mencegah gerakan pengacau di papua kalo menurut saya…semoga aja jadi pelajaran bagi kemhan utk berhati-hati dalam hal kontrak krn bisa sangat sensitif palagi ni menyangkut pengadaan Alusista

  17.  

    Batalkan, ganti dgn Su-35, S-300 dan Kilo

  18.  

    bentuknya mirip CB 90 swedia..

  19.  

    Duitnya dipinjem pemerentah brasil buat bangun stadion world cup meren.. 😀

  20.  

    Yo paling emb sibuk buat sovenir piala dunia

  21.  

    Uji Coba Slava Class TNI AL

    Indonesia telah mengakuisisi 3 Kapal jenis Penjelajah Slava Class, yakni Ukrayina, Oktyabrskaya Revolutsiya (Rossiya) dan Admiral Gorshkov bekas Angkatan Laut Uni Sovyet, dimana salah satunya sedang diuji coba tempur dalam konflik Suriah dan Ukraina sekarang ini. Slava Class / Project 1164 Cruiser adalah kapal perang permukaan konvensional dengan berat 11.280 ton dirancang untuk peran anti kapal Induk (Carrier) yang memiliki 16 baterai Rudal surface to surface SS-N-12 Sandboxyang penempatanya 8 baterai dimasing-masing sisi. Masih ditambah 8 Rudal anti pesawat jenis SA-N-6 Silo (delapan rudal per silo).Terdapat dalam tabung peluncuran vertikal, rudal ini dimaksudkan untuk memberikan kelompok tempur Soviet dengan pertahanan terhadap carrier atau pesawat udara darat menembakkan amunisi kontemporer stand-off seperti rudal anti-kapal. Ada juga kembar SA-N-4 silo terletak di kedua sisi pintu gantungan.Senjata anti-kapal selam terdiri tabung torpedo 533 mm tetap dipasang di belakang jendela di kedua sisi lambung dekat hanggar dan dua belas laras peluncur RBU-6000 hanya maju dari jembatan. Dek penerbangan dibesarkan di buritan memungkinkan pengoperasian helikopter Ka-27. Persenjataan meliputi enam CIWS 30mm Gatlings, dua ke depan jembatan dan dua di kedua sisi suprastruktur hanya maju dari saluran. Meriam utama terdiri dari 130mm twin terletak di setelah akhir forecastle tersebut.Penempatannya sementara masih di Surabaya, namun ketiga Kogabwilhan sudah terbentuk akan disebar terutama untuk melindungi Coke point di selat sunda, lombok dan papua. Diharapkan bulan Maret 2014 ini sudah diberangkatkan menuju Ujung Surabaya untuk proses pengecatan dan serah terima. Semoga TNI AL makin jaya…

  22.  

    Diobok – obok airnya diobok obok………….ikannya pada mabok. Kalo Super Tucano bermasah…..atau ada yg mengobok obok……siapkan kembali rencana alternstive……. pespur COIN dari Rusia……

  23.  

    Saya tdk begitu percaya dengan berita penundaan ini, saya hanya curiga bahwa ada deal khusus yang akan ditandatangani Kemenhan sehingga pak Safrie harus datang ke Brasil. Mudah-mudahan tambahan MLRS Astross plus teote. IMHO….

  24.  

    Selain itu, TNI AD juga meluncurkan beberapa alutsista lainnya seperti UAV/Super Drone, penembak laser, integreted Optronic Defence System, Gyrocopter, Multi Rotor, dan Flapping Bird. “Ada juga LCU, perahu penanggulangan banjir hovercraft,” tambah Budiman.
    Penembak Laser…apkh spt yg pernah d ujicoba asu d kaprangny…mhn pencerhannya pr bung…
    thnx

  25.  

    Ha…ha… Hampir saja kelupaan….menurut Hoax2 di warungnya Cak Van tahun lalu….Tukino yg datang dah 8 ekor…..tapi yg dipublish cuma 4..

  26.  

    Nunggu pencerahan bang nara ,bang sattio, bang jalo .. coleek…

    •  

      Inilah seninya arsenal TNI bung….. ngeri ngeri sedap dan terkadang bikin kecele tetangga tuh… dah susah susah nyari info kiri kanan tentang arsenal apalagi yang mau di beli ama TNI… ehhh ternyata mereka malah kecele.. hehehehehe

      •  

        @tul bang pm… oh ya .. sy emang bs nya baca sana baca sini belum bs nulis … maklum awam… nah
        Bang admin saya ada baca satu artikel .. asik kayaknya untuk berbagi dan jd bahan diskusi di sini walau mungkun jyga hoax,,, heee… gimana caranya nih… mohon pencerahan

  27.  

    super tucano kalo ga salah pemerntah menjanjikan TOT.. kalo boleh kita perbanyak pesawat jenis ini msh lebh berguna drpd gripen, typon sm kembaran yg 1 lg tuh dr pranncis,,

    ia sih mmg lebh hebat dr tucano tapi tucano lebh kita butuhkan.. lg pula jumlah ov 10 ktakan lebh dr 16..
    jadi penggantinya harus lbh dong…

    cuco’ taru di kalimntan sm ppua.. ^^

 Leave a Reply