Apr 022017
 

Bandara Adi Soemarmo, Solo, Jawa Tengah (Info Kota Surakarta @InfoTimlo )

Solo – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan Bandara Adi Soemarmo Solo di Boyolali akan ditingkatkan kapasitasnya dengan melakukan revitalisasi sarana dan prasarana.

“Bandara Adi Seomarmo ini akan difungsikan sebagai salah satu bandara pusat di Jateng,” ujar Menhub disela kunjungan kerja di Bandara Adi Soemarmo Solo di Boyolali, 1/4/2017.

Budi Karya Sumadi mengatakan Bandara Adi Soemarmo akan menjadi pusat, dimana dari kota-kota besar di Indonesia bagian timur dan barat semuanya menuju ke Solo.

Dia mencontohkan masyarakat dari Ambon, Menado, Ujung Pandang, Balikpapan, Bali, dan Kupang bisa langsung ke Solo. Dan, begitu juga dari bagian barat Medan, Batam, Padang, Palembang, tidak ke Jakarta terlebih dari tetapi langsung ke Solo.

“Pesawat yang tujuan Jawa Tengah tidak harus ke Jakarta terlebih daulu tetapi bisa langung ke Solo,” kata Menhub.

Jumlah penumpang di Bandara Adi Seomarmo tiga empat bulan terakhir pada tahun sebelum sudah mengalami peningkatan yang signifikan. Tahun ini, diperkirakan akan meningkat karena lebih intensif.

Selama ini Bandara Adi Soemarmo baru ke Indonesia bagian timur, dan yang akan datang sudah bisa ke Indonesia bagian barat langsung menuju Solo.

Oleh karena itu persiapan bagaimana dengan mengefisiensikan slot yang ada di Bandara Adi Seomarmo, rata-rata ada lima slot per jam. Dan, rata-rata sebelumnya 70 hingga 80 slot, akan dapat meningkat menjadi 100 slot.

Bandara Adi Seomarmo yang sebelumnya rata-rata sekitar tiga juta penumpang per tahun diharapkan bisa meningkat menjadi empat juta. Tergetnya pada 2019 dapat enam juta penumpang per tahun.

Oleh karena itu, Bandara Adi Soemarmo ke depan bisa menjadi bandara internasional secara riil, tetapi bukan melayani hanya ke Jedah saja, tetapi juga bisa ke Malaysia, Singapura, Jepang, dan Tiongkok.

Ada dua hal yang akan dilakukan revitaslisasi yakni menambah kapasitas bandara yang sebelumnya hanya 13 ribu menjadi 26 ribu, dan memperpanjang runway yang sebelumnya panjang 2.600 meter menjadi 2.800 meter atau 3.000 meter, sehingga pesawat berbadan besar dapat diterbangkan dari bandara ini, dengan jarak jauh.

“Kami paling tidak pada 2019, panjang runway sudah menjadi 2.800 meter, sedangkan perluasan terminal akan dilakukan bertahap,” katanya.

Pihak Bandara Adi Soemarmo sudah bisa menerbangkan tujuan Tiongkok pada tahun ini, karena yang dari Menado akan dipindah ke Solo.

Setelah melakukan kunjungan ke Bandara Adi Soemarmo, Menhub Budi Karya Sumadi kemudian menuju Stasiun Balapan Solo untuk melihat persiapan rencana pembangunan jalur kereta api (Ka) dari stasiun itu, menuju bandara.

Antara

Bagikan Artikel:

  15 Responses to “Peningkatan Kapasitas Bandara Adi Soemarmo Solo”

  1. Selamat siang..

  2. Sip dah

  3. Ibukota RI, pindahkan saja ke SOLO, …………… !!!

  4. Mau ditingkatkan jd type A+ mungkin ya.?

    • Nggak mungkin,,gak ada skadron pespur koq….terminal lama buat sekolah penerbangan pesawat kitiran..dulu thn 99 sering buat latihan pespur 3 biji f5 meski cuma tuch and go….f16 cuma muter2 di atas bandara.terakhir lihat f5 di solo pas nggungsi bareng t50 moment erupsi gunung.

  5. Wuih mantap klu semua bandara/lanud diupgrade.

  6. ini kabar gembira buat yg tinggal di luar jawa yg punya rumah kedua di jateng. jd gak perlu transit lama lg di soetta tanggerang. selain hemat waktu jg hemat biaya Hooreeeeee :D tp afi sumarmo terlalu kecil untuk skrg. kalo ada pswt besar harus muter2 dulu nunggu giliran landing.

    • Apanya yg gembira.. ini namanya gak adil..
      Adi soemarmo sdh di kelola angkasa pura (AP) ya pake uang angkasa pura dong jgn uang pemerintah (kemenhub).. enak aja AP dpt untung tp minim belanja modal.. tu bandara A Yani semarang dah kayak terminal bus, bandara2 yg sudah dibangun bagus2 oleh kemenhub seperti cilik riwut, radin inten dll mau di kasihin ke AP.. padahal klo dikelola kemenhub PNBPnya langsung masuk kas negara yg bs buat bangun negeri.. sediih

  7. Mimin tolong angkat berita ini min…
    https://www.metropolitan.id/2017/04/tni-au-krisis-heli-penyelamatan-pesawat-tempur/
    Idealnya lanud yg memiliki 1 skuadron tempur hrs punya minimal 1 heli siap siaga yg memiliki kapasitas search and rescue.

  8. wilayah kabupaten kota seluas singapur minimal punya satu bandara besar sekelas changi biar daerahnya maju. paradigma berpikirnya harus dirubah. minimal satu propinsi yg padat memiliki 2 bandara yg mengcover semua wilayahnya.

 Leave a Reply