Apr 082014
 

Pasukan & Alutsista Indonesia, perwakilan di masyarakat dunia. image: viva.co.id

“Sejelek apapun alutsista yang kita buat sendiri, orang akan lebih takut dibandingkan kita membeli yang kurang bagus dari luar, kecuali yang super bagus.” -KASAD

Dalam beberapa waktu terakhir kita mendengar dan melihat kemajuan pesat dalam hal kekuatan militer dan keinginan untuk mencapai kemandirian alutsista.  Pemerintah sudah menentukan bahwa pembelian alutsista akan diutamakan yang bisa mendorong industri strategis dalam negeri dan pembelian dari luar harus disertai dengan ToT.

Tidak semua produsen alutsista yang dibutuhkan mau berbagi teknologi mereka, dan hal ini – selain keputusan yang politis – memberi warna bagi berbagai belanja alutsista yang terkesan gado-gado.

Sepertinya hal ini adalah hal yang harus dilalui demi mencapai tujuan penguasaan teknologi dari berbagai sumber yang kiranya akan memberikan manfaat jangka panjang bagi industri strategis dalam negeri yang memang belum kita kuasai.

Di sisi lain banyak juga industri strategis Indonesia yang sudah mampu menghasilkan produk-produk unggulan.

Radar

image: infra-rcs.co.id

Kecanggihan dan nilai battle proven kapal  perang modern tidak terlepas dari persenjataan dan teknologi radarnya. Seperti radar Low Probability of Intercept (LPI), radar yang dirancang untuk menjadikan kapal sulit dideteksi kapal musuh.

Rata-rata teknologinya dari negara besar seperti Scout MK2 buatan Thales Eropa, SPN 730 buatan Selex ES Inggris, dan negara-negara besar lainnya.

Meski tertinggal dalam teknologi persenjataan, Indonesia ternyata sejak 2009 telah membuat radar canggih ini. Namanya LPI Radar-IRCS, radar buatan PT Infra RCS Indonesia ini menggunakan teknologi Frequency Modulated Continuous Wave (FM-CW). Dengan teknologi ini maka daya pancar yang digunakan sangat rendah yaitu di bawah 10 watt untuk dapat memperoleh jarak jangkauan radar yang luas. Di Asia belum ada (produsen), apalagi di Asia Tenggara.

Dengan menggunakan frekuensi X-band, Doopler speed bisa mencapai maksimal 40 knot membuat radar LPI semakin penting untuk pengawasan rahasia, pelacakan target, dan operasi siluman. Selain radar LPI, PT Infra RCS Indonesia juga telah memproduksi Electronic Chart Display and Information System (ECDIS) dan Electronik Support Measures (ESM).

Nano Satelit

Image: liputan6.com

TNI bertekad mandiri, dengan mengembangkan alat utama sistem pertahanan (alutsista) buatan anak negeri. Agar militer Indonesia tak perlu bergantung dengan negara lain. Salah satunya adalah nano satelit. Teknologi ini tak main-main.

Rektor Universitas Surya, Professor Yohanes Surya mengatakan dengan diciptakannya nano satelit dapat membuat negara tetangga gentar dengan kekuatan militer Indonesia. Sebab, nano satelit dapat memantau tanpa diketahui pihak lawan

“Singapura dan Malaysia pada ketakutan. Lagi digarap yang ada gambar, sekarang baru teks saja. Ini baru tahap awal,” ujar Surya kepada Liputan6.com, di Mabes AD, Jakarta, Senin (7/4/2014).

Menurut Surya, dalam pengembangan teknologi tersebut 5 tahun ke depan, nano satelit akan memiliki ukuran seperti kutu. Saat ini, nano satelit berukuran 10 x 20 cm dengan berat 1 kilogram.

“Kalau sekarang bisa tahan sampai ketinggian 500 km bahkan sampai 1 ribu km jika dipakai peluncur. Nanti bisa lebih jauh, bila bahan dasarnya karbon, bisa 20 kali kekuatannya,” terang Surya

Selain itu ada juga sepeda motor yang berubah jadi seperti helikopter bak film ‘Transformer”  hingga pesawat tanpa awak alias drone. Ini keunggulannya.

Sepeda motor yang bisa terbang yang dibuat ini dinamakan Roadble Gyrocopter. KSAD Jenderal TNI Budiman membanggakan sepeda motor terbang ini.

“Riset pertama di dunia, motor yang bisa terbang. Bisa digunakan untuk pasukan khusus sampai masyarakat,” kata KSAD dalam peluncuran alat pertahanan hasil riset dengan Universitas Surya di Mabes TNI AD, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Senin (7/4/2014).

Sepeda motor terbang ini juga mampu mendarat di landasan pendek bahkan di jalan. “Landasan hanya 50 meter, dalam keadaan darurat bisa mendarat di jalan raya atau jalan dengan medan yang masih kasar,” imbuhnya sambil menjelaskan.

Sedangkan pesawat nirawak Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Autopilot Super Drone, KSAD menjelaskan bahwa bahan pesawat itu dari fiber, yang besarnya 6×4 meter. “Jam terbangnya 6-8 jam. Diberi tangki cadangan namun bisa digunakan untuk benda lain. Bisa terbang malam dan dilengkapi kamera thermal. Menggunakan teknologi Autonomous Return To Base,” tutur KSAD.

***

Meningkatkan Pengaruh Internasional

Pengaruh internasional di kawasan berdekatan atau kawasan lebih luas tidak selalu hanya didapat melalui kekuatan ekonomi dan militer, namun juga bisa dengan peran serta aktif dalam upaya menjaga perdamaian

Indonesia sering menjadi penengah dalam berbagai masalah internasional, tidak hanya di kawasan Asia Tenggara atau Asia Pasific  namun juga jauh ke luar kasawan di berbagai daerah-daerah konflik, baik dilakukan Indonesia sebagai negara sahabat ataupun Indonesia sebagai bagian komunitas internasional dalam organisasi PBB.

Hal ini tampaknya akan terus berlanjut dan bahkan meningkat. Presiden Susilo Yudhoyono meresmikan Pusat Perdamaian dan Keamanan Indonesia (Indonesia Peace and Security Centre/IPSC) di Sentul, Jawa Barat.

“Kita harapkan dengan pendirian ini Indonesia memberikan kontribusi lebih besar dalam menjaga ketertiban dunia dan perdamaian dunia sesuai dengan konstitusi kita UUD 1945,” kata Yudhoyono.

Presiden Susilo Yudhoyono menargetkan dalam waktu setahun hingga dua tahun ini, jumlah pasukan perdamaian Indonesia dapat meningkat dan masuk 10 besar negara yang berkontribusi dalam mengirim pasukan perdamaian.

“Indonesia saat ini penyumbang pasukan perdamaian nomer 17 dunia kita ingin dalam waktu dekat 1-2 tahun menjadi 10 besar,” kata dia, saat meresmikan kawasan Pusat Perdamaian dan Keamanan Indonesia (Indonesia Peace and Security Centre/IPSC) di Sentul, Jawa Barat, Senin sore.

Pusat Perdamaian dan Keamanan Indonesia yang didirikan di Sentul tersebut, menurut Yudhoyono, salah satu upaya Indonesia untuk mempersiapkan para pasukan perdamaian berpartisipasi dalam ketertiban dan perdamaian dunia, seperti termaktub dalam konstitusi UUD 1945.

Dia mengatakan, Indonesia saat ini telah mengirim 2.000 personel pasukan perdamaian, untuk dapat mencapai 10 besar, maka perlu tambahan 2.000 personel sehingga mencapai 4.000 personel.

Menurut dia, hal itu dapat dilakukan dalam waktu dekat, mengingat daerah konflik seperti Aceh, Poso, Maluku, Papua yang dulu ditempatkan pasukan, kini kondisinya telah aman.

Yudhoyono menyatakan, selama ini, banyak perwira baik aparat TNI dan polisi yang terlibat dalam pasukan perdamaian dipulangkan karena kendala bahasa Inggris serta ketrampilan mengemudi. (liputan6-detik.com-antaranews)

Keterangan: Sub-judul atau kalimat berwarna merah adalah link ke sumber berita

  127 Responses to “Indonesia: Kemampuan Dalam Negeri dan Pengaruh Luar Negeri”

  1.  

    Bismillah 1st

    •  

      numpang nomer setunggil ya @bung RDadi…..

    •  

      Dan alhamdulillahnya lagi bro saya yakin kalo profesor2 kita gak lebih cupu dari negara2 besar yg lainnya

      1. Profesor siap mengembangkan ilmunya
      2. Negara siap bekerjasama dlm memfasilitasi kebutuhan proyek alutsista dalam negri
      3. Pendidikan yg memadai untuk sekolah2 TNI menuju pengetahuan tempur masa depan ( biar gak ketinggalan jaman , masak harus gerilya trus capek tau lari2 trus hehehe..)
      4. Di topang dengan alutsista canggih lainnya

      Mudah2an kedepannya negara kita bisa lebih setidaknya menjaga tanah air sendiri ga kayak yg dulu2 , go profesorq go pemerintahanq go tniq dan go indonesiaq….

  2.  

    dua kah?

  3.  

    maaf bung @NOWY artikelnya pagi ini
    beruntun ya ! ..lagi banyak bahan ya bung,
    maaf bung boleh usul ga? …bagaimana kalo nurunin
    artikelnya di beri jeda waktu…sembari menunggu komen yg
    masuk..jadi “ngunyah”nya ga keburu2….maaf ya bung NOWY cuma usul…salam !

  4.  

    nyimak dulu lah

  5.  

    sepuluh besar

  6.  

    no pertamax

  7.  

    Keep going… INDONESIA

  8.  

    Gpp yg penting postingannya anyar dan blm di publish.biar jkgr is number one..!!!

  9.  

    Hahahayyy 10 besar,, bung now mumpung pemilu usul artikel dong,, judulnya alutsista segala zaman,,dr presiden pertama kita sampai pak sby,, alutsista yang datang dan telah pensiun dr TNi ,, mv oot salam NKRI

  10.  

    Ijin menyimak

  11.  

    waduh…jadi ga enak nih sama
    bung NOWY (ini bukan basa basi lho !) ,
    maaf ya…buat laennya yg juga akan berkontribusi
    membuat artikel, …JKGR dgn segala komen..ulasan dari berbagai narasumber merupakan “hidangan untuk berfikir” yg saling
    mengisi….melengkapi, terima kasih banyak bung NOWY atas atensinya…tiada maksud untuk merecoki bung @NOWY dan yg lainnya…,

  12.  

    tumben nieh keluar artikelnya beruntun

    izin nyimak dulu lah

  13.  

    lompatan besar dalam teknologi alutsista

  14.  

    woww kereenn.. bisa terbang di landasan pendek..
    mudah2an bisa diterapin di IFX ia,
    biar pespurnya langsung naik ke atas ga perlu landasan panjang
    cuman ngareppp..

  15.  

    asikkk ….tapi nanti lampu lalulintas nya bagaimana..?

  16.  

    16 besar lumayan

  17.  

    Warjag sekarang artikelnya ngebut ya???

  18.  

    Radar X band ??? Wow sekali klo emang bener2 bisa bikin,jepang sama korsel aja masih beli ke usa,bung now,selain susah di deteksi karena daya pancarnya kecil,apa kelebihan radar x band ? Dan di asia tenggara siapa saja yg sudah mengoperasikannya ?
    Thx

    •  

      Satu lagi bung,kapal perang apa saja yg sudah menggunakan radar ini ??

    •  

      Maaf saya bantu, keunggulannya ya itu membuat kapal perang jadi siluman di radar kapal musuh… yang muncul disitu kita sebagai kapal sipil atau bahkan bisa tidak terlihat. Fitur siluman F-22 raptor juga menggunakan Radar LPI.

      Kapal2 yang sudah gunakan itu ada kelas KRI Ahmad Yani, Yos Sudarso, Owa, Abdul Halim Perdana Kusuma dan kelas Parchim KRI Sultan Thaha Syaifuddin…

      •  

        @bung jalo

        Loh sdh di pasang toh di ahmad yani class?kapan bung? sekitar tahun 2012 sy ngobrol dgn perwiranya yg bilang perangkat elektronik tercanggih di kapal ahmad Yani class adalah PS2 he he he….

      •  

        @ bung jalo, setau saya bukan membuat menjadi siluman bung cuman saat radar ( dgn kemampuan LPI ) diaktifkan, RWR lawan bakalan sulit utk merespon. kira2 spt itulah…..maaf klo ngawur ya…….he,he,he

        •  

          artinya kl radarnya di aktifin….. bahasa awam nya mata lawan jadi burem ya bung Erich ?

          •  

            Radar yang diaktifkan akan menghasilkan emisi elektromagnetik. Jika emisinya besar, ia akan terjejak oleh lawan. LPI energi emisinya kecil sehingga sulit terjejak bahkan bisa tak terjejak. Itu yang membuat lawan bisa mengira ini kapal sipil. cmiiw.

        •  

          bedanya dengan sistem radar Aegis apa ya mas Erich?

          •  

            ya beda lah, radar aegis pan bwat support aegis weapon system selain bwat search & tracking juga berfungsi utk memandu missile/rudal menuju sasaran, klo radar dgn kemampuan lpi hanya sebatas search & tracking doang cuman memiliki emisi nyang kecil ( emisi paan ya? ane lupa ) jadi sulit terdetect oleh RWR lawan…..kira2 ngawur gak ya?…….he,he,he

        •  

          Oooh ghitu ya bung, maaf saya juga masih belajar tentang teknologi radar ini…
          Terima kasih pencerahannya bung Erich… Kayaknya harus banyak belajar lagi 🙂

          •  

            Tapi memang kalau pesawat siluman radarnya beremisi besar, ia akan kehilangan sebagian sifat silumannya. Karena sifat siluman terbentuk dari beberapa faktor, termasuk emisi radarnya. cmiiw.

  19.  

    Mudah2an lancar biar gak disadap lagi

  20.  

    Org korea saja menganggap kita RAKSASA YG LAGI TIDUR,, lha bangsa sendiri (terutama kita generasi muda) gk percaya kita ini bs jd negara besar yg d hormati N d segani dunia…

    http://www.radennuh.org/2013/12/19/korea-raksasa-tidur-itu-bernama-indonesia/

    •  

      Beberapa tahun yg lalu sy pernah membaca tulisan seorang profesor korea dg judul cukup profokatif. “Korea aja bisa apalagi indonesia”. Selain alasan yg bung sampaikan ada faktor lain yg membuat indonesia harusnya lebih hebat dr korea yaitu nilai2, sejarah, perilaku, dll. Banyak orang korea yg kagum dg indonesia, sy tdk tau kenapa… anybody know?

  21.  

    Setuju bung [email protected]
    thx sudah berbagi info,info semacam ini yg akan membuat para fans boy seperti kita akan semakin bangga terhadap produk2 indonesia.
    Salam kenal bung

  22.  

    jadi, sekarang udah nggak macet yah bung?

    •  

      @om dars, salam kenal kembali om..

      @om sas, kata temen saya, SS2 terkadang masih macet om tapi tidak separah varian awal. Kata temen saya juga untuk akurasi tembakan boleh diacungi jempol, tapi harus tetep bersih biar tidak ngadat, tidak seperti Kalashnikov yang tetep on walaupun pada kondisi kotor. Tapi itu kata temen saya lho om.
      Mungkin rekan-rekan warjager yang kebetulan pengguna SS bisa menambahkannya..

  23.  

    Sedikit berkomentar tentang diskusi rekan-rekan sebelumnya mengenai pembelian alutsista pesawat tempur TNI.
    ********************************
    DIHAPUS ATAS PERMINTAAN PENULIS
    ********************************
    Salam NKRI……

    •  

      bisa di jadikan artikel tersendiri ini ….

    •  

      Salam Hormat untuk Bung Garuda Hitam.

      Sangat detail dan mencerahkan
      Sepakat 99 %

    •  

      Sangat menarik mngenai KS Rusia nya bung Garuda Hitam

    •  

      Salut dengan analisa bung Garuda Hitam……. 5 jempol untuk…..

    •  

      aplus berdiri buat bung burung @garuda….. terhanyut jadi nya..

    •  

      sip….ane cman bisa ksih jempol bwt n-te Garuda Hitam 😀
      paparan,analisa & pengetahuan anda sangat bagus,gaya bhasa’y keren….top

    •  

      beli somay plus lontong bang….yg panjang item..lengkp AIP dan VLS..pake kacang yang tabung..buat makan 66 orang …

    •  

      luar biasa … bikin ane berkaca” n berpikir lebih dalam lagi…. tentang…. dan…. serta….

    •  

      begitu detailnya @bung garuda Hitam….salut dan jempol buat anda

    •  

      Trims bung Garuda Hitam .. ada yang khas model ulasannya .. hhehhe

    •  

      Salam kenal bung Garuda Hitam!
      Benar2 artikel yg cetar membahana!
      Artikel dgn analisa yg mendalam…..layak jdi satu artikel utuh JKGR (colek bung nowy dan admin lainnya)

    •  

      Wuihhh ….tukang siomay yg mantap …. siomay bginian yg sy cari heheheee….

    •  

      Artikel yang mencerahkan, Bung NYD, please dijadikan artikel sendiri. Biar diskusi bisa dilanjut lebih intensif

    •  

      saya penasaran dengan KS penjelajah samudera kita,saya sangat berharap armada KS kita benar2 besar seperti yg bung garuda sebutkan.bahagianya aku he he he

    •  

      wah keren nih ulasan bung garudah hitam..salut..hehe..bisa di posting nih artikel bung..trus soal clue soal kapal selam rusia diatas apakah sierra II class submarine bung? hehe

    •  

      @bung garuda hitam…. merinding membacanya… salut… tajam analisanya… saluuut bung… trimakasih pencerahannya

    •  

      Pemahaman yg cerdas dr seorang nasionalis sejati, jantung saya berdegup kencang rasanya membaca tulisan anda, nice., salam NKRI

    •  

      saya sangat tertarik dengan pemilihan kata2 dibawah ini :

      – “Vladimir Putin dilihat dari kebijakannya ke Indonesia seperti titisan Presiden Nikita Khuzchev, tapi sayangnya kita belum punya titisan Presiden Soekarno”.

      – “kalo loe jual, gue siap beli, dengan persyaratan bla bla bla, tapi kalau tidak mau, ya monggo, pintu ada disebelah sono”.

      – Indonesia bisa mengambil peran sebenarnya disini sebagai pihak pendamai & menenangkan Korsel, karena Indonesia juga bersahabat erat dengan Korea Utara, Jepang & China, demi keberlangsungan kerjasama kedua belah pihak.

      – Yang lucunya Jerman terkadang “sembunyi-sembunyi” dalam membuat kesepakatan dengan Indonesia, untuk menghindari “usilan” gerombolan negara Uni Eropa lainnya, selain itu yang memberikan dukungan penuh terhadap kerjasama ini bukan datang dari PM Angela Merkel, tetapi justru datang dari petinggi militer Jerman sendiri yang mendesak pemerintahnya?

      – Dimasa Kerajaan Sriwijaya & Kerajaan Majapahit nenek moyang kita sudah sering “bacok-bacokan” dengan kekaisaran China, mungkinkah dimasa depan sejarah akan kembali terulang?

      – Yah, usaha pembujukan pun dilakukan, tentu saja berhasil, dengan sogokan hibah puluhan pesawat tempur F-16 “karatan”, kurang yakin juga, dibujuk lagi dengan penjualan helikopter Apache, yang seumur-umur berdirinya Republik ini, tidak pernah sekalipun “dihalalkan” dimiliki oleh Indonesia.

    •  

      @bung garuda hitam : like this bung, 5 jempol buat info anda

    •  

      Bung Garuda, jadi tahu siapa anda… 🙂
      Terima kasih untuk artikelnya, sangat membuat kita cinta negara kita tercinta ini…
      Salam untuk SU-35 dan Su-34-nya….

    •  

      Terimakasih Sodaraku Garuda Hitam… kebetulan Calsign kita sama2 Garuda.

      Hal ini juga yang menjadi kekhawatiran saya ketika melihat Masing2 Blog Warjag, beberapa hari lalu juga saya sudah menyanggah artikel yg kesan nya berlebihan dan cenderung mengada2 mengenai pembelian EF Typhoon KS Kilo dengan Slide show dengan menampilkan sheet format MS Exel yg seolah2 menunjukan itu dokumen asli analisa atau rincian procurement utk Alutsista yg diterbitkan oleh Dephan. saya malah menganjurkan utk mengulas jenis2 alutsista utk menambah wawasan dalam perkembangan militer di dunia saat ini dan bukan nya menggiring opini bahwa suatu artikel alutsista yg dibuat adalah alutsista yang sudah deal dibeli dan menunggu kedatangan alutsista tsb. dan menggiring opini bahwa bahwa info tsb A1. harapan saya semoga blog ini menjadi blog cerdas dengan tidak mengarang cerita yg hanya fiksi belaka.

      Salam
      JP

      •  

        Maaf bung Garuda, sebenarnya disitu sudah tertulis Potensi bukan list yg bener2 dikeluarkan oleh Kemenhan… Sebenarnya itu dikeluarkan maksudnya itu untuk melihat potensi PT. DI dengan tawaran tersebut. Itu bukan karangan, tapi tawaran PT. DI di komisi KKIP saat rapat rencana induk pemenuhan alpalhankam…

    •  

      Tulisan yang sangat bagus dan menyenangkan untuk dibaca, terima kasih Bung Garuda Hitam

      Salam,

      STMJ

    •  

      mungkin beliau mangkalnya di cipayung…..(siomay cipayung)

    •  

      ulasan yg menarik..setuju kalau jadi artikel tersendiri

    •  

      mantaaaapppp

    •  

      Luar biasa…. biasa diluar….!!! Salam hormat bung @garuda hitam…!!

    •  

      Aplus buat bung garuda hitam,cermat detil terasa Nusantara bangat..mantap

    •  

      Salam @ bung Garuda Hitam. Titip salam jangan GOLPUT ya. Pilih caleg yang berjiwa NKRI. Bukan jiwa kaya diri. Tulisan bagus. Komplit seperti Bakso Komplit. Pantas Masuk HEADLINE. Boleh di kopi paste.

    •  

      Karakter bahasa sama ketikan bung garuda hitam mirip sekali dengan dosen di forum militer sebelah yang sudah 2 tahun lebih saya ikutin..
      Hmmm.. selamat bekerja bung..
      Tak balik jd SR di pojokan sambil mimik kupi item..

    •  

      Tulisan yang bagus dan Menggiring
      Bila memegang kata kunci “Disinformasi” maka semua Info berita yang tershare di warjag maka kita akan adem saja menerimanya
      Yang pasti bung Garuda hitam dan bung Nara lain orang dan lain kantornya (analisa saya malah ada rivalitas 😀 )

      Sebagai member lama yang sudah lama mantengin warjag saya menilai warjag sudah sangat berpengaruh di forum forum militer..sejak rating dan bahasannya makin tajam dan beragam maka makin banyak yang mantengin dan banyak yang terguncang
      Banyak yang ingin merubah mainset warjag dengan banyaknya nick nick baru dan berusaha melawan arus dan berusaha menggiring warjager supaya jangan terlalu mainded dengan info dari satu pihak saja,
      Yaa warjag menjadi ajang perebutan pengaruh dan pandangan.dari berbagai kepentingan.
      Disini yang mantengin bukan saja dari military fansboy saja,,analisa saya banyak LSM,lembaga Think thank,para user,orang kemenhan,lembaga legislatif ,juragan blog militer,wartawan,dan lain sebagainya

      Pesan saya sebagai rakyat yang cerdas harus pandai mengunyah segala bentuk Informasi,
      Yang baik kita ambil dan yang jelek kita buang dan dijadikan pelajaran bagi kita.
      Sebagian yang disampaikan oleh bung garuda hitam adalah hasil analisa,,dan kebenarannya juga tidak seratus persen,
      Dari memori saya yang tua informasi bung garuda hitam tidak semua akurat.
      Sedangkan masalah uni eropa,jerman,china,korea dan amerika serikat analisanya hal yang umum saja,

      Saya juga baru mendengar cerita tentang KS kita yg jalan jalan sampai Fiji,vanuatu,,berarti ini terjadi satu bulan yang lalu…menarik untuk diulas..

      Seangkan Colin class dibeli memalui proses mulai awal tahun 80an dan beroperasi mulai 1990,berarti Ks penjelajah armada nyi rorokidul itu dipastikan pada tahun 80an ,,mungkin yg dimaksut KS Whiskey class karena pada tahun itu masih ada yang beroperasi.

      Tebakan saya bung garuda hitam dari lembaga think thank yang kelihatannya lebih dekat dengan blok timur dari pada blok barat,karena informasi tentang pembelian dan pengadaan alutsista dari barat yang dibahas hanya hal yang umum saja .
      dari catatan saya bung garuda tidak hanya mempunyai satu nick saja disini ,,saya tidak tahu apakah beliau atau rekannya yang memakai ,,tetapi saat memakai nick lain sangat menentang wacana saya diartikel Indonesia harus non block dan menghujat blok barat dan mengarahkan kita untuk bersekutu dengan blok timur, dan nick tersebut malah pernah meminta cerita ke bung nara tentang hoax pepsur dan Uav yg ditembak jatuh dihalamahera,,juga info deploymen Sam jarak menengah,

      Maaf warjager bukan maksut menyerang person yaa,,dan semoga tebakan dan analisa saya salah ,,
      tetapi saya terbiasa mengingat dan mencatat nick nick yang berapi api memaksakan pandangannya.
      saya berusaha mengawal warjag untuk tetap dijalan yang benar,karena seperti kebiasaan saya di sebelah yang biasa mendeteksi para penyusup.

      Bila sekarang bung garuda hitam sudi memberikan pandangannya dan tulisannya untuk mencerdaskan bangsa disini saya welcome dan terimakasih ,
      saya tunggu ulasan ulasan selanjutnya,..salam

    •  

      TQ.bung garuda
      artikel sepanjang itu setiap kalimatnya sangat berisi,tq
      apa benar yg ada kepala saya tentang siapa anda?……….tq

    •  

      @garuda hitam…salam kenal bung btw bahasax mak jlebbb mak jlebbb jozzz guuandozzzzz
      kmn nich bung ***a kok blom muncul2 jgn2….?????

    •  

      Klo pendapat saya agar lebih sederhana :
      Untuk tahap pertama mengisi kekurangan alutista yg tertinggal slama ini : AU SU35, AD Leo n s3oo, AL Kilo n Sigma
      Saya yakin sdh bisa protek sampe 2020

      tahap 2 , mengejar kuantitas n kemandirian 2020
      AU : ifx , AD : pindad tanK N RHAN, AL : KCR Klewang, CBG, fregate nasional
      plus teknologi pendukungnya .

      PERTAMAX NYOBLOSNYaaaaaaa

    •  

      Ini Kira-kira diskusi dari petinggi RI.

      Sesion 1

      Ketua Komisi 1 DPR RI, Ketua KPK, Menhan, KASAU, KASAL, KASAD, Panglima TNI, Agen Intel Senior.

      Menhan : Mas Panglima TNI…. beberapa bulan lagi BigBos lengser dan kita siap-siap akan lengser juga ini.

      Panglima TNI : Sepertinya begitu mas Menhan, cepat atau lambat kita akan lengser ngikutin BigBos, mungkin kecuali “Ketua KPK”

      Ketua KPK : Tersenyum dan tetap Calm.

      Ketua Komisi 1 DPR : Kalo saya sih tergantung siapa yang menang 9 April 2014 ini nantinya.
      Menhan : Ya semoga saja, penggantinya mampu meneruskan MEF II

      Panglima TNI : Tidak cuma MEF II, tapi juga mampu menjaga semua wilyah NKRI dari perpecahan dan aneksasi dari pihak asing di Utara,selatan, barat dan timur.

      KASAD : Betul itu mas panglima

      KASAL : Harus itu

      KASAU : NKRI Harga mati mas panglima

      Ketua Komisi 1 DPR : Waahhhhh…… jadi semangat semuanya nih, ngomong-ngomong perkembangan maenan yang sudah kita beli apa saja nih.

      Agen Intel Senior : Nyolek KASAD, KASAL dan KASAU sambil ngedipin mata.

      KASAU : Mungkin bukan wewenang saya untuk menyampaikan ke mas ketua komisi 1 DPR RI.

      KASAL : Saya pun juga begitu.

      KASAD : Saya pun sama.

      Panglima TNI : Sepertinya apa yang telah saya sampaikan dan pastinya semua media ketahui, itulah yang telah kita akuisisi. Tidak Kurang dan Tidak Lebih.

      Ketua Komisi 1 DPR RI : Wahhh….. moso sich, saya kok kurang yakin antara yang kita keluarkan dengan apa yang kita dapatkan kok ndak sesuai.

      Ketua KPK : Eeehhhhmmmm…… Seperti yang telah kita ketahui, segala sesuatu yang menyangkut keuangan negara, pak presiden telah memberikan kepada kami hak untuk mengetahui semuanya, jika ada indikasi Korupsi di lingkungan militer, akan kami TINDAK,dan beliau mempersilahkannya.

      Menhan : Mas Ketua KPK….. kami sudah paham itu semua, kiranya nanti Mas Ketua KPK, saya dan Agen Intel Senior akan berbincang secara terpisah, setelah pembicaraan ini.

      Ketua Komisi 1 DPR : Loh saya tidak di ajak.

      Menhan : Nanti Mas Ketua Komisi 1 DPR RI akan di temani oleh KASAD, KASAL, KASAU dan Panglima TNI.

      Sesion 2

      Menhan, Ketua KPK dan Agen Intel Senior

      Menhan : Mohon maaf Mas Ketua KPK, kita berbincang hanya 3 orang saja.

      Ketua KPK : Oh iya tidak apa-apa, mungkin ini menyangkut soal keamanan negara dan saya pahami itu.

      Menhan : sebelum nya saya akan bertanya, apakah Mas Ketua KPK akan membuka kepada publik siapa-siapa saja personil penyidik di KPK dan alat-alat apa saja yang di gunakan untuk menyadap target dari KPK?

      Ketua KPK : Tentu saja tidak akan kami buka.

      Menhan : Dan pasti nya kami juga tidak akan membuka nya, apalagi tadi ada Ketua Komisi 1 DPR RI.

      Agen Intel Senior : Mohon maaf saya potong……. kami sudah tidak percaya kepada media dan kepada beberapa orang di senayan, karena kami telah mengindikasikan beberapa dari mereka telah di beli pihak asing, baik langsung maupun tidak langsung.

      Menhan : Betul apa yang disampaikan oleh sodara Agen Intel Senior, mengenai hal tersebut.

      Ketua KPK : Pastinya Mas Menhan akan kami tangkap jika seandainya ada indikasi KORUPSI dalam pembelian ALUTSISTA.

      Menhan : Silahkan, tapi kami mempersiapkan semua dokumen-dokumen mengenai semua alutsista yang telah kita beli untuk matra darat,laut dan udara baik yang telah publish ataupun unpublish atau TopSecret.

      Ketua KPK : Dengan senang hati saya akan melihatnya.

      Agen Intel Senior : Ini Pak Menhan Dokumen-dokumen nya.

      Menhan : Silahkan Mas Ketua KPK baca dan lihat semua nya….. setelah itu semua dokumen-dokumen ini akan saya musnahkan.

      ………1 Jam Kemudian……..

      Ketua KPK : Luar Biasa…… semua ini sanggup untuk mewujudkan kejayaan Majapahit dan Sriwijaya.

      Agen Intel Senior : Cuma tersenyum saja.

      Menhan : Begitulah ada nya…… Bahkan lebih dari pada itu seandainya RUU WAMIL dapat disyahkan menjadi UU WAMIL, di tahun 2014 nanti.

      Ketua KPK : Terimakasih untuk semua dokumen-dokumen yang telah kita lihat, dan selanjutnya musnahkan dokumen-dokumen ini, agar tidak keluar.

      Agen Intel Senior : Pastinya pak…. ini hanya copy an saja, yang asli di pegang oleh Big Bos.

      Menhan : Agen Intel Senior….. Musnahkan semua dokumen-dokumen ini, SEKARANG JUGA.

      Agen Intel Senior : Siap Pak….

      Sesion 3

      Ketua Komisi 1 DPR RI, Panglima TNI, KASAD, KASAL, dan KASAU

      Ketua Komisi 1 DPR RI : Wahhh….. saya tidak diajak ngobrol, sama mas Menhan dan Mas ketua KPK

      Panglima TNI : Kan ada kami berempat Mas.

      Ketua Komisi 1 DPR RI : Tapi sepertinya ada yang lebih hot tuch yang mereka perbincangkan.

      KASAU : Paling ngomongin kapan datang nya F-16 Block 52 Upgrade bekas pakai US.

      KASAL : Dan ngomongin hasil Naval Exercise Komodo di Natuna

      KASAD : Dan ngomongin berapa banyak heli apache yang kita beli.

      Panglima TNI : dan ngomongin siapa-siapa saja yang menjadi kaki tangan asing “Agen Intel” yang ada di senayan.

      Ketua Komisi 1 DPR RI : wahhh…. pada kompakan semua ya. kalo itu semua anak saya yang ada di bangku SMP juga tahu.

      KASAD, KASAL, KASAU : Cuma tersenyum…….

      Panglima TNI : Sudah…sudah….. yuk kita maen Golf di Mabes Cilangkap setelah itu mandi air panas.

      KASAD, KASAL, KASAU dan Ketua Komisi 1 DPR RI : kompak bilang “Ayolah kita let’s go……”

      Maaf ini narasi bahasa indonesia anak SMP yang besok akan UAN

      SALAM DAMAI & TETAP BERSATU

  24.  

    ikut menyimak sambil nyruput kopi.

  25.  

    Bung Garuda Hitam, komentar anda Numore Unno… 😀

  26.  

    bung Garuda Hitam, udah ke gatelan buat infonya, tapi perlu ada pembatasan buat pendeskripsian tiap informasi strategis. jangan sampai terlena pembahasanya. trimakasih

  27.  

    Menurut penerawangan ghaib saya.. komentar om garuda mantab.

  28.  

    @Bung Didoth, mau koreksi sedikit
    yg Bung sebutkan varian terkecil (terpendek) itu adalah SS2-V5 yg memiliki panjang laras 252mm. Bandingkan dengan SS2-V1=460mm, SS2-V2=403mm dan SS2-V4=460mm. Dg laras yg lebih pendek, otomatis SS2-V5 jg memiliki panjang senapan paling pendek diantara seluruh varian SS2 yang rata-rata memiliki panjang 920- 990mm. Sementara SS2 V5 hanya 770mm.
    oya, SS2-V5 msh dr kesaksian user masih memiliki kekurangan :
    1.mekanik trigger yg msh kurang stabil, kadang ringan tiba – tiba bs agak keras, mgkn ini disebabkan oleh material spring yang kurang bagus. tp ketidakstabilan trigger ini tidak terlalu mempengaruhi keakuratan bila digunakan untuk combat shooting maupun tactical shooting. mungkin baru terasa apabila digunakan pada saat kompetisi.
    2.senjata ini mungkin dirancang menggunakan popor tetap bahkan sudah menggunakan adjustable butt produk magpul, tapi sayangnya masih menggunakan popor lipat yg dikunci utk mencegah terlipat, permasalahannya penguncinya tidak permananen shg msh sering goyang.
    3.kekurangan lainnya adalah handcarry handle yg jg merupakan tempat dan pelindung pisir (rear sight) materialnya kurang kuat sehingga ada beberapa senjata yg bengkok karena jatuh tidak disengaja.
    tp usernya jg mengakui kelebihan SS2-V5 :
    1.dngn laras yg tidak terlalu panjang sehingga nyaman dibawa saat patroli jalan kaki dan pada saat membawa kendaraan.
    2.akurasi tinggi pada saat penembakan, serupa dan senyaman pada saat menembakkan M16
    3.recoilnya sangat kecil dan halus dibandingkan pendahulunya SS1. varian pendahulunya bahkan lebih mulus dari M16 yang terkenal paling “halus”, padahal secara teori semakin pendek laras akan semakin besar recoilnya, terbukti dari beberapa senjata M16 yang dipendekkan, hasil recoilnya semakin besar.
    4.sudah mengadopsi rail system (piccatinny rail) shg tdk perlu modifikasi tambahan jika hendak memasang accessories lainnya seperti alat optik, senter, laser pointer maupun rail cover, semuanya kompatibel dengan yang ada di pasaran produk apa saja asalkan mempunyai Rail System.
    oya, Kopassus adalah pengguna pertama SS2-V5

  29.  

    mantab sekali bung garuda hitam ulasannya….mendidihkan dan menggelorakan semangat utk kejayaan NKRI, salam kenal bung..

  30.  

    komenter bung garuda sangat keren dan mencerahkan,mkanya saya bisa bilang warjag adalah wrung terbaik untuk pembahasan alutsista,hehe

  31.  

    wktu baca “Riset pertama di dunia, motor yang bisa terbang. Bisa digunakan untuk pasukan khusus sampai masyarakat,” sy langsng berdecak kagum dalam hati, wah hebat skali Indonesia. Pas googling dengan pencarian “motor terbang” kali aja ada gambar dari indonesia yg muncul (prototipe), tp sy temukan motor terbang yg lain made in USA yg sudah bisa terbang disini http://putraholic.blogspot.com/2013/02/super-sky-motor-canggih-anti-macet-bisa.html

  32.  

    Sedikit menambahkan ilmu kepada warjagers sekalian, Kementerian Pertahanan dan TNI enggak pernah bermain-main dalam pembelian alutsista. Pemerintah sadar pertanggungjawaban yang begitu besar karena uang yang digunakan untuk membeli alutsista berasal dari rakyat. Oleh sebab itu, setiap proses pengadaan alutsista TNI ini diawasi oleh banyak pihak.

    Ada banyak institusi yang dilibatkan dalam pengadaan alutsista TNI. Pihak-pihak tersebut terbagi menjadi organisasi induk, tim evaluasi spesifikasi teknis, panitia pengadaan, tim evaluasi pengadaan dan tim perumus kontrak.

    Organisasi induk beranggotakan Menteri Pertahanan, Sekjen Kemhan, Panglima TNI dan tiga Kepala Staf Angkatan. Secara umum, organisasi ini memiliki tugas menentukan kebijakan program pengadaan dan rencana kebutuhan alutsista, monitoring dan proses pengadaan alutsista TNI tersebut.

    Enggak hanya itu untuk pengawasan dilakukan oleh pihak-pihak Irjen Kemhan, Irjen TNI, Dirjen Strategi Pertahanan dan Dirjen Perencanaan Pertahanan. Adapun pejabat pembuat komitmen dilakukan Kepala Badan Sarana Pertahanan, Mabes TNI dan tiga Kepala Staf Angkatan. Jadi dengan melibatkan banyak pihak, maka sangat kecil kemungkinan terjadinya penyalahgunaan anggaran dalam pengadaan alutsista TNI.

    Selain pihak internal Kemhan dan TNI, pihak-pihak lain seperti Kementerian Keuangan, Badan Usaha Milik Negara Industri Strategis (BUMNIS), Badan Usaha Milik Negara Industri Pertahanan (BUMNIP) dan Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) juga dilibatkan untuk senantiasa berkoordinasi dalam proses pengadaan alutsista.

    Begitu pentingnya proses pengadaan alutsista sehingga membuat Kementerian Pertahanan memperhatikan betul penyusunan kontrak. Dalam pembelian impor, proses transaksi melalui surat kredit berdokumen atau letter of credit (L/C). Sistem transaksi ini menjadi penting karena pihak penjual dan pembeli mengadakan negosiasi jual beli barang hingga mencapai kesepakatan. Kedua belah pihak pun harus menyerahkan jaminan pelaksanaan dan jaminan uang muka. Di dalam kontrak pun dapat dilampirkan beberapa dokumen penting seperti surat pelimpahan wewenang, pernyataan tentang batas akhir ekspor, embargo dan penggunaan materi kontrak.

    Dengan proses yang demikian penting, maka Kementerian Pertahanan dan TNI harus membuat kontrak kerja sama dengan pihak produsen senjata. Kementerian Pertahanan berpedoman pada Standar Dokumen Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (SDPBJP) dalam menyusun kontrak tersebut. Kementerian akan membuat klausul khusus jika ada pengaturan kontrak yang tidak terdapat dalam standar tersebut. Beberapa klausul khusus mencakup kodifikasi materi sistem nomor sediaan nasional (NSN), klaikan materi, angkutan dan asuransi, pembebasan bea dan masuk pajak saat alutsista itu tiba di Indonesia, sampai alih teknologi alias ToT nya.

    Begitu banyaknya klausul khusus sehingga mendapat perhatian serius dari Pemerintah. Hal lain yang menjadi klausul khusus adalah sertifikat kemampuan dan kondisi khusus sesuai kebutuhan kontrak, dan jaminan pemeliharaan.

    Proses penandatanganan kontrak pun dibatasi waktu. Untuk pengadaan barang, perbaikan, pemeliharaan suku cadang dan penambahan bekal, paling lambat tandatangan kontrak di bulan ke enam. Sementara untuk pengembangan kekuatan alutsista TNI paling lambat dilakukan di akhir bulan ke-9 tahun anggaran berjalan.

    Dengan melibatkan user atau pengguna dalam hal ini dengan setiap Mabes Angkatan diminta untuk menentukan spesifikasi jenis Alutsista yang akan diadakan sesuai dengan urgensi, kebutuhan dan skala prioritas untuk diadakan dengan melihat potensi ancaman yang “Boleh jadi” akan mengancam kedaulatan Indonesia beberapa tahun kedepan. (A1 List Bung Nar bisa jadi bocoran contohnya).

    Jadi pembelian senjata dalam program MEF TNI ini tidak ujug – ujug langsung beli suka-suka dan sesuai pesanan pihak tertentu seperti pada jaman “Orba” dulu. Akan tetapi sudah terorganisir sesuai dengan tingkat ancaman yang akan menggangu kita.

    Selanjutnya rencana pembelian alutsista-alutsista tiap matra ini masuk kepada kebutuhan operasi di Mabes TNI dan selanjutnya diproses di Kemhan lewat Tim dibawah kendali Tim Evaluasi Pengadaan (TEP) yang dipimpin oleh Sekjen. Kemudian selanjutnya diproses untuk kontrak perjanjian pinjaman oleh Kemku hingga kemudian pencabutan tanda bintang di Komisi I DPR. proses pencabutan tanda bintang itu dibahas oleh High Level Committee (HLC) dan Tim Panja Alutsista DPR, dan itu diproses dalam rangka pencabutan tanda bintang di DPR, karena memakai uang APBN dan uang rakyat

    Keikutsertaan DPR menjadi penting karena proses pembelian senjata berkaitan dengan keberlangsungan pertahanan negara. Di parlemen, setiap proses transaksi membutuhkan tanda bintang. Tanda bintang di DPR menunjukkan berapa besar urgensi pembelian alutsista TNI.

    Tetapi harap diingat, untuk alutsista strategis alias “Classifield, Top Secret dan Off the Record” tidak semuanya dijelaskan secara gamblang dan detil baik spesifikasi, jenis, dan jumlahnya kepada DPR karena menyangkut kerahasiaan Negara. Makanya beberapa waktu lalu Komisi I DPR sempat berang karena merasa pembelian “enam” unit sukhoi SU. 30 MK2 lebih mahal dari pada harga pasarannya, padahal dibalik semua itu ada “Bakwan” yang tersembunyi dibalik udang. :mrgreen:

    “Mungkin juga dokument yang didapatkan “Warjag” adalah ceceran dari dokument saat pembahasan di DPR. (setau saya itu malah dari “Paparazinya warjag” yang mendapatkannya langsung dari seseorang petinggi dan sumber yang Valid)” hehehe.. 🙄

    Pengadaan Alutsista dalam MEF ini juga tetap berpedoman pada prinsip – prinsip yaitu semaksimal mengutamakan produk dalam negeri. Namun apabila itu belum memungkinkan dan terpaksa diadakan dari luar negeri maka akan diupayakan dilaksanakan pengadaan secara G to G, produksi bersama, disertai alih teknologi (transfer of technology), dilakukan off set, dijamin keleluasan penggunaannya dan dijamin suku cadangnya.

    Terkait pengadaan alutsista dengan modus credit state alias pinjaman luar negeri, Kementerian Pertahanan bekerja sama dengan Kementerian Keuangan. Metode yang dilakukan adalah penunjukan langsung. Metode ini menjadi penting karena terkait strategi pertahanan, kerahasiaan dan penanganan darurat. Kementerian Pertahanan akan melaksanakan sidang Tim Evaluasi Pengadaan (TEP). Jika melalui pinjaman luar negeri, maka dananya berasal dari Lembaga Penjamin Kredit Ekspor (LPKE). Hasil penetapan penyedia akan disampaikan ke Kementerian Keuangan untuk kemudian diproses.

    Meski penunjukan langsung, namun ada proses ketat seperti penilaian kualifikasi dan penyampaian penawaran. Kedua proses ini dilakukan agar pihak yang ditunjuk langsung untuk menyediakan dana pinjaman, benar-benar kompeten dan memiliki syarat yang dibutuhkan.

    Proses pengadaan alutsista TNI tidak segampang yang dibayangkan. Ada banyak tim yang mengawal proses pengadaan, mulai dari awal hingga akhir. Seperti tim pengawas negosiasi angkutan dan asuransi, tim satuan tugas, tim kelaikan, tim inspeksi pra pengiriman barang, tim uji fungsi atau uji terima, inspeksi komodor, tim pemeriksa (inname dan anname) dan tim penerima.

    Demikian sedikit pencerahan dari ane (capek nulisnya) :mrgreen:

    “NKRI harga mati!”

    •  

      Terima kasih bung Pocong Syereem, tulisan anda sangat mencerahkan. Walau saya orang ekonomi tapi tetap pusing juga membaca penjelasan anda, birokrasi yang sangat ribet dan berliku.

      Salam

      STMJ

    •  

      Bung satrio, pocong, nara, garuda hitam, dll, … hheehe … lanjut …

      •  

        Ass. Wr. Wb.

        Sore Warjagers semua, sudah menggunakan hak pilihnya kah hari ini ? mudah-mudahan semua memilih dan tidak golput. 😀 Salam NKRI!

        Salam hangat buat Bung Garuda Hitam atas analisanya yang tentunya menambah semangat Nasionalisme kita semua. Tapi disini saya hanya ingin sedikit meluruskan analisa anda, bolehkan? Karena saya mempunyai pendapat berbeda bedasarkan apa yang saya tau dan yakini mengenai semua analisis anda tersebut.

        ***************************************************

        DIHAPUS ATAS PERMINTAAN NARASUMBER

        ***************************************************

        Saya ingin memberikan sedikit pencerahan bahwa Kementerian Pertahanan dan TNI enggak pernah bermain-main dalam pembelian alutsista. Pemerintah sadar pertanggungjawaban yang begitu besar karena uang yang digunakan untuk membeli alutsista berasal dari rakyat. Oleh sebab itu, setiap proses pengadaan alutsista TNI ini diawasi oleh banyak pihak.

        Ada banyak institusi yang dilibatkan dalam pengadaan alutsista TNI. Pihak-pihak tersebut terbagi menjadi organisasi induk, tim evaluasi spesifikasi teknis, panitia pengadaan, tim evaluasi pengadaan dan tim perumus kontrak.

        Organisasi induk beranggotakan Menteri Pertahanan, Sekjen Kemhan, Panglima TNI dan tiga Kepala Staf Angkatan. Secara umum, organisasi ini memiliki tugas menentukan kebijakan program pengadaan dan rencana kebutuhan alutsista, monitoring dan proses pengadaan alutsista TNI tersebut.

        Enggak hanya itu untuk pengawasan dilakukan oleh pihak-pihak Irjen Kemhan, Irjen TNI, Dirjen Strategi Pertahanan dan Dirjen Perencanaan Pertahanan. Adapun pejabat pembuat komitmen dilakukan Kepala Badan Sarana Pertahanan, Mabes TNI dan tiga Kepala Staf Angkatan. Jadi dengan melibatkan banyak pihak, maka sangat kecil kemungkinan terjadinya penyalahgunaan anggaran dalam pengadaan alutsista TNI.

        Selain pihak internal Kemhan dan TNI, pihak-pihak lain seperti Kementerian Keuangan, Badan Usaha Milik Negara Industri Strategis (BUMNIS), Badan Usaha Milik Negara Industri Pertahanan (BUMNIP) dan Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) juga dilibatkan untuk senantiasa berkoordinasi dalam proses pengadaan alutsista.

        Begitu pentingnya proses pengadaan alutsista sehingga membuat Kementerian Pertahanan memperhatikan betul penyusunan kontrak. Dalam pembelian impor, proses transaksi melalui surat kredit berdokumen atau letter of credit (L/C). Sistem transaksi ini menjadi penting karena pihak penjual dan pembeli mengadakan negosiasi jual beli barang hingga mencapai kesepakatan. Kedua belah pihak pun harus menyerahkan jaminan pelaksanaan dan jaminan uang muka. Di dalam kontrak pun dapat dilampirkan beberapa dokumen penting seperti surat pelimpahan wewenang, pernyataan tentang batas akhir ekspor, embargo dan penggunaan materi kontrak.

        Dengan proses yang demikian penting, maka Kementerian Pertahanan dan TNI harus membuat kontrak kerja sama dengan pihak produsen senjata. Kementerian Pertahanan berpedoman pada Standar Dokumen Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (SDPBJP) dalam menyusun kontrak tersebut. Kementerian akan membuat klausul khusus jika ada pengaturan kontrak yang tidak terdapat dalam standar tersebut. Beberapa klausul khusus mencakup kodifikasi materi sistem nomor sediaan nasional (NSN), klaikan materi, angkutan dan asuransi, pembebasan bea dan masuk pajak saat alutsista itu tiba di Indonesia, sampai alih teknologi alias ToT nya.

        Begitu banyaknya klausul khusus sehingga mendapat perhatian serius dari Pemerintah. Hal lain yang menjadi klausul khusus adalah sertifikat kemampuan dan kondisi khusus sesuai kebutuhan kontrak, dan jaminan pemeliharaan.

        Proses penandatanganan kontrak pun dibatasi waktu. Untuk pengadaan barang, perbaikan, pemeliharaan suku cadang dan penambahan bekal, paling lambat tandatangan kontrak di bulan ke enam. Sementara untuk pengembangan kekuatan alutsista TNI paling lambat dilakukan di akhir bulan ke-9 tahun anggaran berjalan.

        Dengan melibatkan user atau pengguna dalam hal ini dengan setiap Mabes Angkatan diminta untuk menentukan spesifikasi jenis Alutsista yang akan diadakan sesuai dengan urgensi, kebutuhan dan skala prioritas untuk diadakan dengan melihat potensi ancaman yang “Boleh jadi” akan mengancam kedaulatan Indonesia beberapa tahun kedepan. (A1 List Bung Nar bisa jadi bocoran contohnya).
        Jadi pembelian senjata dalam program MEF TNI ini tidak ujug – ujug langsung beli suka-suka dan sesuai pesanan pihak tertentu seperti pada jaman “Orba” dulu. Akan tetapi sudah terorganisir sesuai dengan tingkat ancaman yang akan menggangu kita.

        Selanjutnya rencana pembelian alutsista-alutsista tiap matra ini masuk kepada kebutuhan operasi di Mabes TNI dan selanjutnya diproses di Kemhan lewat Tim dibawah kendali Tim Evaluasi Pengadaan (TEP) yang dipimpin oleh Sekjen. Kemudian selanjutnya diproses untuk kontrak perjanjian pinjaman oleh Kemku hingga kemudian pencabutan tanda bintang di Komisi I DPR. proses pencabutan tanda bintang itu dibahas oleh High Level Committee (HLC) dan Tim Panja Alutsista DPR, dan itu diproses dalam rangka pencabutan tanda bintang di DPR, karena memakai uang APBN dan uang rakyat.

        Keikutsertaan DPR menjadi penting karena proses pembelian senjata berkaitan dengan keberlangsungan pertahanan negara. Di parlemen, setiap proses transaksi membutuhkan tanda bintang. Tanda bintang di DPR menunjukkan berapa besar urgensi pembelian alutsista TNI.
        Tetapi harap diingat, untuk alutsista strategis alias “Classifield, Top Secret dan Off the Record” tidak semuanya dijelaskan secara gamblang dan detil baik spesifikasi, jenis, dan jumlahnya kepada DPR karena menyangkut kerahasiaan Negara. Makanya beberapa waktu lalu Komisi I DPR sempat berang karena merasa pembelian “enam” unit sukhoi SU. 30 MK2 lebih mahal dari pada harga pasarannya, padahal dibalik semua itu ada “Bakwan” yang tersembunyi dibalik udang.

        “Mungkin juga dokument yang didapatkan “Warjag” adalah ceceran dari dokument saat pembahasan di KKIP. (setau saya itu malah dari “Paparazinya warjag” yang mendapatkannya langsung dari seseorang petinggi dan sumber yang Valid)” hehehe..

        Pengadaan Alutsista dalam MEF ini juga tetap berpedoman pada prinsip – prinsip yaitu semaksimal mengutamakan produk dalam negeri. Namun apabila itu belum memungkinkan dan terpaksa diadakan dari luar negeri maka akan diupayakan dilaksanakan pengadaan secara G to G, produksi bersama, disertai alih teknologi (transfer of technology), dilakukan off set, dijamin keleluasan penggunaannya dan dijamin suku cadangnya.

        Terkait pengadaan alutsista dengan modus credit state alias pinjaman luar negeri, Kementerian Pertahanan bekerja sama dengan Kementerian Keuangan. Metode yang dilakukan adalah penunjukan langsung. Metode ini menjadi penting karena terkait strategi pertahanan, kerahasiaan dan penanganan darurat. Kementerian Pertahanan akan melaksanakan sidang Tim Evaluasi Pengadaan (TEP). Jika melalui pinjaman luar negeri, maka dananya berasal dari Lembaga Penjamin Kredit Ekspor (LPKE). Hasil penetapan penyedia akan disampaikan ke Kementerian Keuangan untuk kemudian diproses.
        Meski penunjukan langsung, namun ada proses ketat seperti penilaian kualifikasi dan penyampaian penawaran. Kedua proses ini dilakukan agar pihak yang ditunjuk langsung untuk menyediakan dana pinjaman, benar-benar kompeten dan memiliki syarat yang dibutuhkan.

        Proses pengadaan alutsista TNI tidak segampang yang dibayangkan. Ada banyak tim yang mengawal proses pengadaan, mulai dari awal hingga akhir. Seperti tim pengawas negosiasi angkutan dan asuransi, tim satuan tugas, tim kelaikan, tim inspeksi pra pengiriman barang, tim uji fungsi atau uji terima, inspeksi komodor, tim pemeriksa (inname dan anname) dan tim penerima.

        Tetapi untuk alutsista-alutsista strategis tentunya ada birokrasi “khusus” yang maaf enggak bisa saya jabarkan dimari.

        ***************************************************

        DIHAPUS ATAS PERMINTAAN NARASUMBER

        ***************************************************

        Disini saya tidak setuju, KS Scorpene Malaysia itu dipesan karena mereka mendengar kita saat itu ingin membeli “beberapa” unit KS Kilo, dimana saat itu kita sedang hangat-hangatnya bersengketa soal Ambalat dengan mereka. Selain 2 biji KS Scorpene Malaysia juga mempunyai sekitar 3 s/d 6 Biji KS Midget type SWATS (Shallow Water Attack Submarine) dengan tonnage 200 ton buatan Cos.Mo.S Italia (ini yang disembunyiin keberadaannya), dimana beberapa kali bangkai torpedo “Spearfish” yang panjangnya 7 meter seringkali ditemukan pihak TNI AL di beberapa wilayah perairan Indonesia. (Patut diduga mereka menerobos wilayah dalam laut Indonesia saat latihan). Untuk KS Collins Class itu adalah pembelian Australian Navy sejak tahun 1980an. Jadi saya tidak mau banyak berkomentar.

        ***************************************************

        DIHAPUS ATAS PERMINTAAN NARASUMBER

        ***************************************************

        Disini saya ingin sedikit mencerahkan, Perlu teman-teman warjag ketahui sampai saat ini tim evaluasi dari TNI AL masih berada di Rusia sana untuk meninjau kelaikan dari KS yang akan “Dihibahkan” Rusia kepada kita. Kenapa? Karena membeli KS bekas (second) tidak semudah seperti kita membeli mobil bekas. Ada beberapa spek teknis yang musti diteliti secara detail lewat pengujian khusus tidak hanya melihat secara mata telanjang aja. spek teknis itu diantaranya adalah :

        Pemeriksaan Kelurusan/kedataran badan tekan: deformasi partial, total.

        KS yang tidak pernah mengalami kejatuhan kekedalaman diluar batas dalam selam yang diijinkan, dapat ditandai dari hullskinnya yang relative rata, dari frame tertama sampai kefrane terakhir. KS dengan hullskin yang bergelombang, menggelembung negative (mblesek) diantara frame penunjangnya, menggambarkan situasi yang kurang favourable bagi kemampuannya untuk menyelam sedalam batas dalam selam yang semula dicanangkan untuknya. KS yang mengalami situasi seperti ini, dapat diduga berat, bahwa kapal tersebut pernah jatuh kekedalaman yang diluar batas kemampuan selamnya, dan mengalami perobahan sifat material, menjadi plastis, dan tidak mampu kembali lagi kebentuk semulanya. Jadi ini musti diteliti betul oleh Tim kita.

        Pemeriksaan Getaran/vibrasi pada masing2 peralatan, radiated dan hidrodinamic noise total.

        Keberhasilan operasi KS dihostile waters amat ditentukan oleh kemampuannya menyembunyikan kehadirannya sendiri. Hal ini amat dipengaruhi oleh noise atau suara yang ditimbulkannya, baik hidrodinamic noise, maupun radiated self noise. Hidrodinamic noise tergantung dari bentuk badan kapal, sehingga tidak bisa dirobah lagi. Radiated self nopise dapat dikurangi, dengan menyempurnakan kembali keseluruhan system peredam getaran, baik yang menyangga peralatan pembangkit tenaga, maupun yang berfungsi sebagai flexible joint pada sambungan pipa. Secara awam, radiated self noise ini dapat diamati, dengan memperhatikan air disekitar lambung kapal saat diesel sedang berjalan untuk pengisian batere dipangkalan. Adanya riak gelombang air yang amat kecil, yang bergetar disekitar lambung didaerah kamar mesin, merupakan gambaran paling kasar, bahwa getaran diesel terpancar, tepatnya, terradiasikan keluar kapal. Untuk mengamatinya secara lebih teliti, biasanya menggunakan vibrasi meter dari Bruel & Kjaer, atau Hewlett Packard, yang memiliki program lengkap guna melaksanakan analisa vibrasi, yang lalu juga dapat dipergunakan untuk “predicttive maintenance”, suatu cara penentuan kerusakan pesawat dengan memonitor perubahan perilaku vibrasi pada tempat tempat tertentu. Ini juga menjadi fokus perhatian Tim kita.

        Pemeriksaan ruang batere, bekas kebocoran asam batere, hull menipis

        Bukannya tidak mungkin, bahwa pada saat dioperasikan dilingkungan Angkatan Laut Rusia, pernah terjadi kebocoran pendingin batere yang lalu akan mengakibatkan asam batere meluap dan tumpah kedasar geladak ruang batere. Keterlambatan mengatasi tumpahan asam keras kegeladak, akan dapat menyebabkan geladak mengalami korosi, dan akan menipis. Penipisan ini jelas akan menurunkan ketahanan KS untuk menyelam dalam. Geladak ruang batere, terutama pada tempat terrendah, pada sumuran penghisapan got ruang batere, perlu mendapat perhatian penuh. Bintik bintik bopeng seperti bekas penyakit cacar air ditempat tersebut, kemungkinan besar akan berasal dari kejadian tumpahan asam yang terlambat dinetralisir. ketebalan pressurehull diderah ini wajib diukur dengan menggunakan alat X ray devise.
        Dan masih banyak spek teknis lain yang kalo untuk satu biji KS buat diteliti aja bisa memerlukan waktu “berminggu-minggu” jadi tidak segampang dibayangkan banyak orang.

        ***************************************************

        DIHAPUS ATAS PERMINTAAN NARASUMBER

        ***************************************************

        Disini saya ingin menyanggah, jujur saja Indonesia itu DARURAT KAPAL SELAM!, KS yang kita miliki baik itu Midget, Type 209/1300 dan Kilo jumlahnya masih belum sebanding dengan luasnya laut NKRI yang harus diawasi dan dijaga. Penambahan dua KS diatas “Kilo” pengadaan tahun 2011 itu juga dalam skedul pengiriman yang Insya Allah kalo tidak ada aral melintang akan dikirim dan masuk dinas aktif tahun ini juga. Makanya saat ini Matra Laut ingin sekali melengkapi KS kita menjadi jumlah yang ideal baik itu lewat “hibah” maupun “Membuat sendiri”.

        KS kita saat ini masih sibuk mengawasi “penyusupan” KS –KS usil tetangga macam Malaysia, Singapura, Australia dan Armada VII USA yang seringkali mencoba dan memetakan rute baru didalam laut wilayah ALKI kita. Jadi ngapain musti jalan-jalan ke Vanuatu sana?

        Lagipula untuk membongkar AIP dan menggantinya dengan jenis AIP apa lagi? 39 hari juga adalah waktu yang amat singkat untuk membedah sebiji KS dimana biasanya untuk sekali “ngedocking” aja satu biji KS bisa memerlukan waktu berbulan-bulan.

        Mohon maaf sebesar-besarnya kepada Bung Garuda Hitam, saya tidak bermaksud “apa-apa” akan tetapi saya tidak sependapat 100% dengan analisa anda. Disini saya hanya mengeluarkan opini berdasarkan apa yang saya tau, apa yang saya yakini, dan apa yang saya kerjakan.

        Sekali lagi jangan patah semangat Bung, terus lah bernalisa dan memaparkannya di Warjag, sesungguhnya Warjag adalah contoh forum “berdemokrasi: dinegara kita. :mrgreen:

        Salam hangat Bung Garuda Hitam 😀

        NKRI harga mati!

        •  

          @admin…

          maaf mengganggu….

          Didalam komentarnya bung @Pocong Syerem diatas juga masih ada copy-an tulisan saya. Mohon sudi kiranya untuk juga dihapus. Saya sangat berharap agar semua tulisan saya tersebut dihilangkan, dan anggap saja tidak pernah ada. & saya akan benar2 merasa terbantu untuk itu….

          Sekali lagi cukup tulisan saya saja yang dihapus

          mohon maaf atas ketidaknyamanan ini, & saya sangat berharap pengertiannya.

          terima kasih…

          Salam NKRI….

  33.  

    Good Job @Garuda Hitam…
    ikut menyimak tulisan : ………..

    ***************************************************

    DIHAPUS ATAS PERMINTAAN NARASUMBER

    ***************************************************

    Apakah ks made in Russia itu kelas Sarov atau B-90 Sarov yg dulu disebut project 20.120 ?? karena secara teknis mendekati yang disebutkan dalam artikel @gagak hitam, dimana memakai lambung modifikasi dari kelas kilo, bertenaga diesel-elektrik & punya kemampuan menyelam > 30 hari atau jenis Sierra class ?

    Nambah deg2-an hehe…

    •  

      kalau dilihat dr jumal xxx-nya yg tepat masuk ya sierra class

    •  

      @admin…

      maaf mengganggu….

      Didalam komentarnya bung @kangmas diatas juga masih ada copy-an tulisan saya. Mohon sudi kiranya untuk juga dihapus. Saya sangat berharap agar semua tulisan saya tersebut dihilangkan, dan anggap saja tidak pernah ada. & saya akan benar2 merasa terbantu untuk itu….

      Sekali lagi cukup tulisan saya saja yang dihapus

      mohon maaf atas ketidaknyamanan ini, & saya sangat berharap pengertiannya.

      terima kasih…

      Salam NKRI….

  34.  

    Kalo emang bener ni Monster Bawah laut B-90 Sarov…. wah artinya bener bener… nih aslinya monster…. karena KS B-90 Sarov merupakan gabungan dari kapal selam diesel-listrik namun memiliki reaktor nuklir kecil sebagai pembangkit tenaga tambahan dan sudah dilengkapi dengan AIP. Cek cek….. salut buat hantu laut kita…..

  35.  

    @bung garuda , membaca komentar bung garuda seperti membaca cerpen yang romantis
    seolah-olah di akhir tulisan ingin ada kata kata ” to be continued”

  36.  

    Tole! Das evangelium et timor landen… Maju Bangsalu.

  37.  

    bung garuda, bener2 komentar kelas dewa, detail banget, jadi nggak bosen2 nengok warjag!

  38.  

    menyimak…

  39.  

    muantaf tenan,terus berinovasi demi nkri

  40.  

    Salam kenal @Bung Garuda…
    Salut dengan artikel anda…
    Jayalah Indonesia….

  41.  

    kalau bener ks indonesia di link ini??????????.
    indonesia mantab! bisa tidur tenang.

  42.  

    Rangkuman Bung Garuda Hitam mengesankan. Ini melengkapi paparan yang sudah terdahulu disampaikan virtuoso warjag di sini. Tapi bukan berarti menafikan dan serta merta menisbikan secara mutlak semua penjelasan. Seperti hal “list nasi pecel” tidak bisa ditafsirka secara harafiah begitu saja. Apa yang terpapar dan terpampang disertai penjelasan detil di sana-sini tentu bukan saja “Hoax” atau “HOAX” atau penjelasan ala kadarnya. Yang tersedia dan dimungkinkan dikomunikasikan pada tingkat diplomasi tertentu menimbang aspek geopolitik dan percaturan perkembangan dunia. Dunia selalu dimungkikan terjerumus kembali pada terminologi “Neo Kolonialisme” pada hasrat penguasaan dan superioritas. Masalah TOT memerlukan pembahasan simultan, tentu saja! Kita kemudian mengukur kepentingan dan proyeksi perkembangan negara kita sendiri tidak hanya melulu pada aspek pertahanan tapi pada skala yang lebih luas. Ketika perkembangan industri secara kontinu untuk dekade-dekade yang direncanakan, maka tidak menjadi mudah hal itu dibagikan. Bukan tidak mungkin, misal, penawaran rafale serta TOT disampaikan pada Indonesia. Untuk 20 tahun ke depan Perancis sendiri memerlukan mitra basis pengembangan sebagai penyandang dana dan pasar produknya. Itu berlaku pula,misal, pada pespur pakfa Rusia atau misal kasel nuklir mereka.Dan terbukti Indonesia telah berhasil starata negara yang mampu melakukan alih teknologi dengan berhasil. Jadi apakah teknologi dari blok barat atau blok timur jangan batasan tersebut yang menjadi penghambat proyeksi indonesia untuk memajukan teknologinya. Seperti DARPA di mamarika, teknologi sophisticated militer toh akhirnya diserap teknologi kemasyarakatan juga.

  43.  

    Coba diterawang & diraba-raba ks-nya om beruang jenis apa tuh ?
    Kalo dari link yg diberikan @ujunglangit dan ulasan @garuda hitam indikasi berkaitan tuh hehe…(mungkin loh)
    Menurut berita nih sebetulnya NKRI – Russia sudah berkomunikasi mengenai kerjasama militer sebelum th 2003 sampai ada nya deal pengiriman sukhoi, helikopter Mi,BMP3-F & alutista lainnya sampai dengan 2007 ketika Moskow memberi fasilitas kredit sebesar US$1 miliar yang di dalam fasilitas tersebut juga ditawarkan ks type kilo dan ks lainnya (sementara yg berita yg beredar kilo class).
    Karena orang umum susah membedakan jenis-jenis ks kalau tidak visual secara langsung dan on board didalamnya maka kita tidak tahu fix nya ks apa yang sudah berada di lautan NKRI, bisa kilo class atau sarov class, indikasi kurang lebih sama dengan yg di uraiakan bung @garuda hitam > bisa menyelam lebih dari 30 hari.
    Yang pasti NKRI sudah memiliki ks buatan om beruang selain 2 ks Jerman yg sdh ada (mengenai jumlah tentunya yg tahu pihak tertentu krn anggota AL sendiri pun tidak semuanya mengetahui).
    Clue ada nya ks buatan russia masih ingat latihan gabungan militer 2013 dan ketikan SBY datang ke koarmatim Maret 2014 kemarin untuk melihat alutista TNI-AL ??

    Maaf kalau sok tahu cuma sekedar berbagi opini saja 🙂
    Lanjut SR lagi sambil nongkrong di warkop

  44.  

    Bung Satrio. Warjag nonblok, bebas aktif. Vote for it .. 🙂

  45.  

    Bung [email protected] pernah baca kita import alutsita tertentu dr philipina kan……?
    sama kasusnya dg import kita dr timor leste sepertinya…..sebagai ‘hub’ import dr negara yg tidak punya hub diplomatik dg kita…….kayanya siiiih.
    Maaf org awam lg buka lapak service

  46.  

    Waw mantap BPS bisa salah utk data seperti ini…..
    maklumlah……

  47.  

    Terima kasih bung @Java atas link nya…jadi sekarang sdh tahu ternyata itu kesalahan dari BPS…
    Bung @Bang Ed: Iya sempat pertama kali baca pikirnya juga seperti itu, Indonesia yang membeli UAV/UCAV dari Israel melalui Philiphina (Kalau gak salah). Hehehehe…ternyata itu kesalahan input data semata….