Jan 092019
 

Sistem anti-pesawat K-30 Biho buatan Korea Selatan © Yonhap

JakartaGreater.com – Korea Selatan seharusnya menandatangani kontrak dengan India atas penjualan sistem anti-pesawat K-30 Biho senilai 3 triliun won atau sekitar $ 2,66 miliar, tapi langkah ini mungkin dikompromikan oleh “campur tangan asing”, seperti dilansir di laman Korean JoongAng Daily.

Pada bulan Oktober 2018 tentara India telah memilih K-30 Biho sistem anti-pesawat buatan Korea Selatan sebagai kandidat untuk di akuisisi setelah proses penawaran yang melibatkan beberapa produsen senjata asing untuk meningkatkan pertahanan udaranya.

Senjata tersebut – K-30 Biho – dikembangkan oleh Badan Pengembangan Pertahanan Korea Selatan pada tahun 2013 sebagai anti-pesawat dan sistem anti-rudal jarak pendek. Di dalam proses penawaran, itu mengalahkan Tunguska-M1 upgrade yang dibangun oleh perusahaan pertahanan Rusia, Almaz-Antey dan sistem rudal Pantsir dari Biro Desain Instrumen KPB Rusia. K-30 Biho dinilai sebagai yang paling mampu untuk tujuan ganda sebagai pertahanan anti-rudal dan anti-pesawat.

Jika kontrak akhir ditandatangani untuk akuisisi, K-30 Biho akan dipasangkan dengan rudal permukaan-ke-udara Chiron yang dikembangkan oleh pabrikan LIG Nex1 asal Korea Selatan dan India berencana untuk menggunakan sistem tersebut pada tahun 2020.

K-30 Hybrid Biho buatan Korea Selatan © Angkatan Bersenjata Korea Selatan via Wikimedia Commons

Penawaran ini pertama kali diumumkan secara resmi pada tahun 2013, dan senjata kandidat dievaluasi sepanjang tahun 2015 dan diuji pada tahun 2017. Industri pertahanan asal Korea Selatan memandang pasar India sebagai peluang untuk beralih dari penjualan domestik ke ekspor.

Kontrak tersebut melibatkan mengekspor sebanyak 104 unit sistem K-30 Biho, 97 pembawa amunisi, 39 kendaraan komando, 4.928 rudal dan 172.260 amunisi, dengan nilai kontrak antara 2,5 hingga 3 triliun won.

Namun, kontrak tersebut tampaknya terancam oleh pesaing yang merasa tidak puas yang berpendapat bahwa militer India belum menguji persenjataan itu dengan benar. Persaingan akhirnya menjadi bias. Oleh karena itu diminta untuk memulai kembali proses penawaran, suatu langkah yang didukung oleh sejumlah pasukan pro-Rusia dalam militer India.

Dihadapkan dengan prospek rencana ekspornya ke India yang berantakan ini, Kementerian Pertahanan Korea Selatan dan kontraktor pertahanan telah mengirim surat ke Kementerian Pertahanan India yang meminta agar merampingkan proses negosiasi kontrak. Pemerintah Korea Selatan juga mempertimbangkan untuk mengirim salah satu pejabatnya ke New Delhi untuk menerapkan beberapa tekanan, tulis JoongAng Daily.

Bagikan:

  3 Responses to “Penjualan Sistem K-30 Biho Korea Selatan ke India Terancam”

  1.  

    India kalau beli ga nanggung2…coba kita beli 80 unit aja untuk melindungi obyek2 vital….saya rasa korsel ga pelit dg TOT mengingat hubungan kita yg baik d bidang industri senjata. Maaf sekedar masukan aja untuk kemenhan..

  2.  

    Biho Spaag yg menarik tapi mo terancam kek mo enggak bodo amat lah sm Korsel itu urusan korsel dan indihe asal jng IFX yg terancam xixixi…