Apr 152018
 

Kapal jelajah Toconderoga-Class, USS Monterey (CG-61) meluncurkan rudal jelajah Tomahawk ke Suriah (14/4/2018) Β© Pentagon via Youtube

JakartaGreater.com – Ketika pasukan Amerika, Inggris dan Prancis menggempur tiga sasaran di Suriah, sistem pertahanan udara Rusia tidak berusaha untuk mencegat rudal, menurut keterangan Pentagon pada hari Sabtu seperti dilansir dari Defense News.

Serangan itu mungkin telah membuat program senjata kimia Suriah mundur beberapa tahun, kata Korps Marinir Letnan Jenderal Kenneth McKenzie, direktur Staf Gabungan, dan mengakui bahwa ketiga situs itu bukanlah total program senjata kimia Suriah.

Serangan itu melibatkan persenjataan dari 3 negara sekutu barat, baik aset udara dan angkatan laut. Secara keseluruhan, ada 105 misil diluncurkan oleh ketiga negara. Tiga wilayah yang menjadi target adalah:

  1. Pusat Penelitian dan Pengembangan Barzah
    “Jantung” program senjata kimia rezim Assad dan terletak di salah satu wilayah yang paling banyak dilindungi, sangat dekat dengan gedung DPR Damaskus.
    Penyerang: Amerika Serikat
    Rudal:
    – Tomahawk: 57
    – JASSM-ER: 19
    Platform serangan:
    – 1 x USS Monterey
    – 2 x pembom B-1
    Status: Hancur
  2. Fasilitas Senjata Kimia Shinshar Dia
    Terletak di sebelah barat Homs
    Penyerang: AS, Inggris dan Prancis
    Rudal:
    – AS : 9 Tomahawk dari USS Laboon
    – Inggris : 8 Storm Shadow dari Tornado dan Typhoon
    – Prancis : 3 MdCN dan 2 SCALP
    Platform serangan:
    – AS : USS Laboon
    – Inggris : Tornado dan Typhoon
    – Prancis : Fregate Longuedoc dan Rafale
    Status: Hancur
  3. Bunker Senjata Kimia Him Shinshar
    Terletak sekitar 7 kilometer dari lokasi sebelumnya.
    Penyerang: Prancis
    Rudal:
    – SCALP: 7
    Platform serangan:
    – Rafale
    Status: Rusak

Banyak yang telah diperbuat pada sistem pertahanan udara di Suriah, kombinasi sistem pertahanan Suriah dan kelas atas Rusia. Kantor berita Rusia, media sosial dari kawasan mengklaim sebanyak 70 persen senjata koalisi berhasil ditembak jatuh oleh pertahanan udara Suriah atau Rusia.

Tetapi sistem pertahanan udara Rusia tak berusaha untuk mencegat persenjataan yang masuk, dan sistem Suriah meluncurkan sekitar 40 rudal permukaan ke udara setelah rudal terakhir mencapai targetnya, menurut McKenzie.

Secara keseluruhan, sistem pertahanan udara Suriah “sangatlah tidak efektif di semua domain”, kata McKenzie menjelaskan.

McKenzie mencatat bahwa sistem S-400 Rusia tidak dimatikan, memang tak diaktifkan, dibiarkan terbuka sebagai opsi sistem radar mereka digunakan guna melacak ancaman yang masuk tetapi sistem tidak menembak. Bahwa sistem-sistem itu aktif tetapi tidak digunakan juga bisa menjadi pertanda menghindari konflik antara AS dan Rusia, yang telah digunakan untuk mendesak Rusia agar tidak meningkatkan situasi, telah efektif.

Hingga saat ini, Pentagon yakin tidak ada korban sipil yang terkait dengan serangan, yang terjadi sekitar pukul 4 pagi waktu setempat.

Senjata Yang Digunakan

Tak satu pun dari aset udara sekutu yang digunakan memasuki wilayah udara Suriah, karena persenjataan jarak jauh yang digunakan. Akibatnya, tak ada F-22 yang dipakai untuk menemani B-1 sebagi perlindungan udara.

Sebaliknya, pengebom didampingi oleh sebuah EA-6B Prowles untuk meredam pernika, yang berpotensi terhadap pertahanan udara Rusia, serta pesawat dukungan tanker, menurut juru bicara Staf Gabungan.

Dimasukkannya EA-6B adalah penting, karena pesawat telah secara resmi pensiun oleh Angkatan Laut AS pada tahun 2015 dan mendukung EA-18G Growler yang lebih maju, tetapi masih digunakan oleh Korps Marinir AS, kehadirannya menunjukkan bahwa tiga dari empat cabang militer AS ikut serta dalam operasi yang masih tanpa nama itu.

Peluncuran 19 misil JASSM-ER dari pesawat pembom B-1 pada hari Jumat tampaknya menjadi senjata pertama yang digunakan dalam pertempuran.

Baik JASSM maupun JASSM-ER adalah rudal udara ke darat jarak jauh buatan Lockheed Martin, dan menampilkan kendaraan udara siluman, sistem panduan GPS, dan pencari inframerah. JASSM-ER memiliki hampir 2 kali jangkauan dari pendahulunya – lebih dari 500 mil laut, sedangkan versi aslinya terbatas sekitar 200 mil laut – dan memungkinkan pembom B-1B untuk tetap pada jarak aman dari pertahanan udara Suriah.

JASSM-ER memasuki layanan dengan Angkatan Udara AS pada tahun 2014, pembom B-1 adalah satu-satunya pesawat yang awalnya dapat meluncurkannya. Pada Februari, ia mencapai kemampuan operasional penuh dengan F-15E, dan rudal saat ini sedang diintegrasikan dengan F-16C/D dan pembom B-52.

Sejauh ini AS belum melihat peluncuran jet Suriah atau Rusia untuk respon potensial, tetapi McKenzie mengatakan AS akan menjaga paket pertahanan udara yang tinggi terbang di wilayah tersebut “untuk sementara” ketika situasi berkembang.

Sebagian besar kapal selam AS dipergunakan untuk menyerang Pusat Litbang Barzah di Damaskus. Sebanyak 57 rudal Tomahawk diluncurkan ke fasilitas itu, yang dianggap AS sebagai jantung program senjata kimia Suriah. Sembilan rudal Tomahawk ditembakkan ke fasilitas penyimpanan senjata kimia di Homs.

Di Laut Merah, kapal jelajah USS Monterey menembakkan 30 rudal jelajah Tomahawk, dan kapal perusak USS Laboon menembakkan 7 rudal Tomahawk. Di Teluk Arab utara, kapal perusak USS Higgins menembak 23 Tomahawk. Di Laut Tengah, Frigate Prancis Longuedoc menembakkan 3 rudal MdCN (varian naval SCALP) dan kapal selam kelas Virginia, USS John Warner menembakkan 6 rudal jelajah Tomahawk, kata McKenzie.

Ini diyakini sebagai penggunaan tempur atas kapal selam kelas Virginia yang diketahui untuk pertama kalinya.

Baik McKenzie dan Dana Putih tidak akan mengesampingkan serangan di masa depan ke wilayah itu, mengatakan bahwa sepenuhnya terserah pada rezim Assad. Memakai senjata kimia di masa depan dapat menyebabkan lebih banyak serangan, kata mereka.

Bagikan:

  38 Responses to “Pentagon: Dari 105 Rudal Koalisi AS, Tidak Satupun Dicegat”

  1.  

    Au ahh,gelap.

    •  

      Iya kan sajalah bung Antu Banyu… πŸ˜† hihihihi

      •  

        I agree @Bung Lingkar.
        Hihihihi

        •  

          Betul bung, logikanya aja, bila memang 3 negara ini yakin rudal mereka akan sukses terlebih dengan penggunanan EA-6B Prowler, tentunya rudal yang mereka tembakkan tidak akan sebanyak itu, terlebih lagi Pentagon menyebut bahwa sasarannya cuma 3 lokasi.

          πŸ˜† ini menandakan yang menyerang bukanlah level “profesional”, melainkan anak magang itu pun levelnya masih “novice” πŸ˜† wkwkwkw

          •  

            hmm sesuai analisis ane kemaren di forum ini,asu gak akan pernah percaya dan mengakui rudah smartnya bisa ditangkis oleh arnament jadul made in mbah ussr.selain pake tomhawk asu juga luncurkan 19 senjata andalan masa depan mereka jassm ER .dan hasilnya mengecewakan..semua diluar dugaan geng berandalan,setidaknya berita sejauh ini 71 rudal berhasil dicegat mainan jadul suriah dan sisanya karena effect pintar dan siluman nyasar kemana mana..gak ada effect gentar dan takut yang dihasilkan dari serangan ini kecuali hanya semakin tegangnya hubungan asu dan bear..damailah agar bisa nikmat menyerupuu kopi..slurrpppp

          •  

            Klo alasannya adalah dari 105 rudal ini tak satupun yang ditimpuk oleh S-400 sih saya setuju… πŸ˜€ tapi klo alasan lain…. saya cuma bisa geleng-geleng sambil senyum aja….

  2.  

    Sampai kapanpun wilayah “TANAH PERJANJIAN” akan diobok2 dicarikan alasan sampai semua jadi milik Yahudi.
    — Iraq & sebagian Mesir sudah.
    — Sekarang Syria.
    — Habis ini Lebanon & Jordan.
    — Terakhir sebagian Saudi Arabia.

    Perangnya kelihatan nya 2 pihak, padahal tidak!

    Russia — the origin of Azhernazy Jews — titik nol nya Chechnya. Keturunannya sangat berpengaruh di Russia.
    1. yg pernah ke Russia pasti tau kalau orang Yahudi Russia akhir2 ini selalu bikin gerakkan ANTI CHINA.
    2. keturunan Jerman di Russia jg sangat berpengaruh dan mrk masih ANTI YAHUDI, ANTI NEGRO, ANTI ARAB — tapi baik sama Asia.

    USA — survivor of Hitler’s Holocaust.

    Brit/France — dari dulu tempat taruh uang Yahudi, pilih bangkrut atau ikut Yahudi.

  3.  

    Hanya permainan politik tingkat tinggi trump-putin untuk alihkan masalah ikut ampur rusia di pilpres amrik dan soal daiela stromp karena minggu lalu pengacara utama trump kantornya diacak acak fbi,kenapa s 400 ga menembak rudal? Latakia aman saja ga ada tomahawk ,jika mw runtuhkan assad ya rusia pelindung utamanya kok dibiarkan aman?

  4.  

    Kapan indonesia punya rudal penyerang tomahawk dan sistem pertahanan keluarga s sampai s400 serta senjata nuklir kaya huangsyong atau sekelah icbm taepodong yang sudah teruji wah kita bakal jumawa dan nginjak negri sebelah

  5.  

    No Comment.

  6.  

    https://youtu.be/ibolWhRxLIo buat nambah hanya yang tahu englos hahaha

  7.  

    S-400 Triumf nya ga di aktifin ya…

    https://youtu.be/q4ncll2gNps

  8.  

    Tidak ada satu pun rudal yg dicegat, semuanya mengenai sasaran……

    lagipula jika melihat video amatiran tentang peluncuran rudal pertahanan yg dimiliki oleh suryah..,, kebanyakan rudal yg meluncur terbang di ketinggian 4000-6000 kaki(tergantung ketinggian),,……sedangkan rudal penjelajah milik sekutu berada di ketinggian 200 kaki(tergantung ketinggian)………

    bagaimana mungkin rudal yg tinggi bisa mendeteksi rudal yg ada di ketinggian rendah,,,,,bahkan sistem radar pertahanan yg digunakan adalah radar jadul yg tidak bisa memfilter noise….

    yg tahun lalu tomahawk diluncurkan secara fanatik cuma demi mencari ketenaran,,yg hasilnya justru banyak yg kehilangan arah karena tidak meng update posisi nya……

    tapi kali ini lain 2018, B1 menerobos ruang udara syr yah,,,,dan memandu rudal masuk menuju sasaran,,,,,,,Ea6 prowler juga ditempatkan utk mem back up serangan udara dari grup utara.

    http—-s://syria.liveuamap.com/

    •  

      barzeh, damaskus kompleksnya hancur lebur tinggal puing puing tercerai berai tak terurai.

      alhamdulillah rezim assadis hancur di hancurkan oleh tangan kapir……

      •  

        Kalau hanya seperti itu, cukup dengan 3-5 rudal saja… kalau 76 rudal mengarah lesatu target, pasti bukan hancur lebur lagi, tapi sudah jadi sumur…

        1. Pusat Penelitian dan Pengembangan Barzah
        β€œJantung” program senjata kimia rezim Assad dan terletak di salah satu wilayah yang paling banyak dilindungi, sangat dekat dengan gedung DPR Damaskus.
        Penyerang: Amerika Serikat
        Rudal:
        – Tomahawk: 57
        – JASSM-ER: 19
        Platform serangan:
        – 1 x USS Monterey
        – 2 x pembom B-1
        Status: Hancur

        Padahal menurut orang Suriah yang diserang itu bagian dari Universitas…

        •  

          niatnya adalah ujicoba JASSM-ER
          agar akurasinya menjadi 100% maka itu Tomahawk di salvo duluan… buat menguras rudal hanud, sehingga 19 JASSM-ER bisa menghantam “bull’s eye”…

          πŸ˜†

  9.  

    Klaim dr kedua pihak jd ambigu mana yg sebenarnya betul, dr klu dr trackrecord media barat kan mereka selalu bias. Rusia tdk melaksakan ancaman untuk menghancurkan platform peluncur rudal sekutu dimanapun berada jg karena menjaga situasi menjadi pemicu ww3. Akan adakah serangan lanjutan dan akankah Rusia membuktikan ancamannya jg?he3

  10.  

    Menyerang 3 titik sasaran dgn 105 missile?
    Kagak moncer ini barang! πŸ˜€

  11.  

    Kira2 f35 dan f22 berani melintas di area pertempuran tidak ya?

    😎 huehuehue

  12.  

    Hahaha. Entah kenapa setelah dgr ini berita tdi pagi saya tertarik untuk buka formil. πŸ˜† Lucunya lagi 1 negara di gangbang ama koalisi AS dan 3 target sasaran di hujani ama 100+ Cruise Missile berbagai jenis plus mayoritas bisa di intercep ama sistem air defence era cold war ama Syirian Air Defence. πŸ˜†

    #???? ????

  13.  

    https://www.cnnindonesia.com/internasional/20180414142913-134-290773/menhan-as-sempat-peringatkan-trump-soal-risiko-serang-suriah

    pernyataan terakhir nya menarik
    “Semua dilakukan dengan sangat hati-hati untuk menentukan bagaimana kami akan terlibat. Tidak ada yang mau memicu perang dengan Rusia dan Suriah,” ucap sumber tersebut kepada CNN”

  14.  

    makin bingung .. semua mengklim keberhasilan nya

 Leave a Reply