Nov 202018
 

Prajurit Angkatan Udara AS melakukan penggantian motor AIM-120A dengan motor AIM-120B atau AIM-120C yang lebih mampu ยฉ US Air Force via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com –ย Pentagon melalui Departemen Luar Negeri telah bertekad untuk menyetujui kemungkinan Penjualan Militer Asing ke Jepang sebanyak tiga puluh dua (32) unit AIM-120C-7 Advanced Medium Range Air-to-Air Missiles (AMRAAM) dengan perkiraan biaya sekitar $ 63 juta, seperti dilansir dari laman DSCA.

Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan (DSCA) telah menyampaikan sertifikasi yang diperlukan untuk diberitahukan kepada Kongres AS tentang kemungkinan penjualan tersebut pada tanggal 16 November 2018.

Pemerintah Jepang telah meminta untuk membeli 32 unit rudal AIM-120C-7 Advanced Medium Range Air-to-Air Missiles (AMRAAM), termasuk kontainer, dukungan senjata dan peralatan, suku cadang dan perbaikan, dukungan teknis dan logistik, serta elemen terkait lainnya. Total biaya program diperkirakan senilai $ 63 juta.

Jet tempur Mitsubishi F-2A Angkatan Udara Jepang ยฉ USAF via Wikimedia Commons

Penjualan yang diusulkan akan berkontribusi pada kebijakan luar negeri dan keamanan nasional Amerika Serikat. Jepang adalah salah satu kekuatan politik dan juga ekonomi utama di Asia Timur dan Pasifik Barat dan merupakan “mitra utama” Amerika Serikat dalam menjamin perdamaian dan stabilitas dikawasan. Penjualan sangat penting bagi kepentingan nasional Amerika untuk membantu Jepang dalam mengembangkan dan mempertahankan kemampuan pertahanan diri yang kuat dan efektif.

Penjualan yang diusulkan tersebut akan memberikan Jepang kemampuan pertahanan udara yang kritis untuk membantu membela tanah air Jepang serta personel AS yang ditempatkan disana. Jepang tidak akan kesulitan menyerap rudal-rudal tambahan ini ke dalam angkatan bersenjatanya.

Usulan penjualan peralatan dan dukungan ini tidak mengubah keseimbangan militer dasar dikawasan. Kontraktor utamanya adalah Raytheon Missile Systems di Tucson, Arizona.

Jet siluman F-35 luncurkan rudal AIM-120 AMRAAM melalui weapon bay ยฉ US Navy via Wikimedia Commons

Tidak ada perjanjian offset yang diusulkan sehubungan dengan penjualan potensial ini. Setiap perjanjian offset nantinya akan ditentukan dalam negosiasi antara pembeli dan kontraktor utama.

AIM-120 adalah rudal udara-ke-udara jarak menengah canggih (AMRAAM) dengan kemampuan siang-malam disegala kondisi cuaca. AIM-120C mulai dikirimkan sejak tahun 1996. Dan sejak saat itu varian C terus mengalami peningkatan (upgrade).

Bagikan:

  43 Responses to “Pentagon Ijinkan Jepang Beli 32 Unit AIM-120C”

  1.  

    Kata ijinkan sudah ngak jaman lagi hoiii…prinsip jualan “pembeli adalah raja” kalo engak dijual kenapa ditawarkan…kalo dijual ngapa pula minta ijin segala…gaya ortodok penguasa…kita butuh tapi seolah olah mereka yang butuh kita…!!!

  2.  

    Kongres Senat

    Democrat: “No HAM No Sell Weapon”

    Republic :’No Money No Sell Weapon’

  3.  

    AIM-120C-7 yg di pesan indonesia sama dg AIM-120C-7 yg di pesan Jepang, nih Rudal BVR punya pasangannya Rudal Awacs Killer

  4.  

    Gaya baru US sekarang dg embargo penjual rostec & bank rusia sbg jaminan SU-35 dan US tdk berani embargo bank indonesia krn sebagian saham saham bank indonesia di beli asing spt korsel, Jepang dan Singaporn

  5.  

    NASAMS 2 nanti ada 2 pilihan rudal bg TNI yaitu AIM-120 atau IRIS-T euro

  6.  

    Jadi mengapa jepang tdk memiliki rudal balistik jarak menengah?,
    bukan jarak jauh, krna kalian katakn jepang tdk memiliki rudal balistik jarak jauh, sementara korut dulu punya rudal balistik jarak jauh
    ๐Ÿ˜† ๐Ÿ˜†

  7.  

    bung yayan dan bung satrio ayo keluarlah kalian, nanti sy sumpahin byk rejeki kalau muncul skrang

  8.  

    Jadi spesimis, Jepang aja masih beli rudal. Terasa makin jauh angan-angan Indonesia inhan rudal

  9.  

    bUng AYAM jago mANA komeng nya………….. NgumPET tERUS DI WARUNG SEBELAH bHAHAAAA

 Leave a Reply