Apr 082018
 

Pentagon, gedung Departemen Pertahanan AS © USAF via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Departemen Pertahanan AS tidaklah melihat adanya suatu “krisis” terhadap penerbangan militer meskipun telah terjadi empat insiden mematikan dalam tiga minggu terakhir yang menewaskan total 14 personel, seperti dilansir DefenseTech.

“Tentu saja, itu tidak normal dan tanggapan kami terhadap insiden tersebut tidak normal, tetapi saya tidak siap untuk mengatakan sekarang bahwa ini adalah semacam krisis”, kata Letnan Jenderal Kenneth McKenzie, Direktur Staf Gabungan dalam briefing hari Kamis di Pentagon.

McKenzie pun mengatakan tidak adanya pola atau kaitan yang telah ditemukan dalam analisis awal pada kecelakaan pesawat bersayap-tetap dan berputar. Dia mengatakan pertanyaan yang harus dijawab dalam setiap kecelakaan termasuk apakah penyebab kecelakaan itu sistematis, terkait dengan sesuatu yang kita lakukan di seluruh armada, atau terkait dengan pemeliharaan.

Dalam insiden terbaru, pilot Thunderbirds Angkatan Udara AS yakni Mayor Stephen Del Bagno tewas dalam kecelakaan F-16 Fighting Falcon pada hari Rabu, saat melakukan latihan penerbangan rutin di Nevada Test and Training Range dekat Pangkalan Udara (AFB) Nellis.

Sebelumnya, dalam latihan terbang rutin di hari Selasa, empat personel marinir tewas dalam sebuah kecelakaan helikopter super berat Ch-53E Super Stallion dekat El Centro, California. Helikopter tersebut bagian dari Skadron Udara 3 Korps Marinir AS.

Kecelakaan di California tersebut adalah kecelakaan penerbangan Angkatan Laut kedua yang terjadi pada hari Selasa dimana yang pertama terjadi di Djibouti di Tanduk Afrika, saat sebuah jet tempur AV-8B Harrier jatuh tak lama setelah lepas landas.

Korps Marinir AS melaporkan bahwa pilot itu berhasil keluar dengan kursi terlontar dan dalam kondisi stabil. Sang pilot dan pesawat ditugaskan pada Marine Medium Tiltrotor Skuadron 162 di atas kapal serang amfibi Iwo Jima.

Sementara itu pada tanggal 15 Maret 2018, tujuh personel milter tewas dalam sebuah kecelakaan helikopter HH-60 Pave Hawk di Irak barat.

Pada tanggal 14 Maret 2018, dua penerbang Angkatan Laut AS tewas dalam tabrakan F/A-18F Super Hornet di dekat Key West, Florida, Amerika Serikat.

Jumlah personel militer yang tewas dalam kecelakaan penerbangan non-tempur telah meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2017, ada sebanyak 37 orang, dibandingkan 19 orang tewas pada tahun 2016, menurut Departemen Pertahanan AS.

Serangkaian kecelakaan terbaru bahkan terjadi setelah banyak peringatan dari Menteri Pertahanan AS Jim Mattis dan para kepala dinas bahwa pengerahan pasukan ke depan dalam operasi dengan tempo tinggi telah menyebabkan pengurangan pada pendanaan untuk jam terbang, pemeliharaan pesawat dan pelatihan menyeluruh bagi pasukan di negara bagian.

Mattis menaruh tanggung jawab pada Kongres. “Kita sebagai bangsa harusnya mampu mengatasi masalah ini”, katanya dalam pembukaan Strategi Pertahanan Nasional pada bulan Januari.

Senator John McCain, ketua Komite Angkatan Bersenjata di Senat, sering menyatakan bahwa lebih banyak personel militer AS sekarang terbunuh dalam pelatihan daripada gugur di medan perang.