Pentagon: “Joint Strike Fighter F-35 Siap Gempur ISIS”

14
4

Angkatan Udara AS akan segera memiliki Joint Strike Fighter F-35A yang siap beroperasi untuk menggempur dan memerangi ISIS serta melakukan misi kawasan di Pasifik.

Tahun lalu, Komandan Tempur Udara Jenderal Herbert J. “Hawk” Carlisle kepada wartawan mengatakan, “Kami memiliki kekuatan global pada proses manajemen. F-35 akan bergerak ke Timur Tengah seperti yang telah dijadwalkan. Jika komandan tempur membutuhkannya maka F-35 akan cepat diminta untuk itu”, menurut Scout Warrior.

Carlisle menjelaskan meskipun F-35 kemungkinan besar tidak akan diturunkan dalam pertempuran hingga beberapa tahun lagi, menjadi ‘operasional’ berarti bahwa komandan tempur di seluruh dunia akan dapat meminta bantuan jika mereka membutuhkan kemampuan jet tempur F-35 ini.

Dia menambahkan bahwa kelompok-kelompok kecil dari F-35 dapat dikerahkan ke wilayah Pasifik untuk layanan “Theater Security Packages”, mencatat bahwa Angkatan Udara telah mengirimkan jet tempur F-22 ke Eropa pada tahun sebagai “sebuah pesan” untuk meyakinkan NATO dan menghalangi musuh.

Juru bicara Komandan Tempur Udara Benjamin Newell menjelaskan, “penyebaran kecil sekitar empat unit F-35 yang dikirim secepatnya ke hotspot global saat dibutuhkan. Ada kemungkinan bahwa penyebaran jet tempur F-35A pertama akan ada di salah satu TSP (Theater Security Packages) ini. ”

F-35A baru memungkinkan pasukan koalisi pimpinan AS untuk menyebarkan bom dipandu GPS dan senjata udara-ke-darat dipandu laser seperti Paveway II, mengindikasikan masuknya Joint Direct Attack Munitions (JDAM) ke dalam daftar persenjataan jet tempur tersebut.

ISIS Diketahui Tidak Memiliki Kemampuan Pertahanan Udara

Dalam rangka untuk mengasah taktik, teknik dan prosedur (TPP), Angkatan Udara AS berencana untuk meningkatkan jumlah operasional F-35A.

Newell mengatakan, “F-35A telah sepenuhnya memiliki kemampuan tempur sekarang dan dapat melakukan misi seperti yang dibutuhkan. Rintangan kami berikutnya adalah untuk meningkatkan kekuatan dan memberikan jumlah pesawat yang memadai untuk menciptakan armada tempur, di mana kita membangun TTP, menguji persenjataan baru dan yang paling penting, melatih jumlah personil yang memadai agar ahli dalam menjalankan tugas mereka”.

Penyebaran tempur merupakan sebuah pencapaian prestasi, yang sebelumnya telah mengalami banyak penundaan, pembengkakan anggaran dan isu-isu teknologi lainnya, termasuk kegagalan Automatic Logistics Information System (ALIS), tampilan helm yang menyilaukan, kerusakam software kendali penerbangan, minimnya proteksi petir serta masalah pada desain fisik dari tangki bahan bakar maupun kursi pilot.

JakartaGreater

14 KOMENTAR

  1. Hasil karya penciptaan perang di negara2 orang tanpa peduli korban jiwa sipil tak berdosa dan tak tahu apa2. Yang penting bisa utk ujji coba senjata2 baru kemudian di propaganda/promosikan telah menyandang status BATTLE PROVEN. Selain berguna utk misi bisnis alutsista yg pada akhirnya menambah devisa/kemakmuran negara. Mantap ASU…..