Apr 182018
 

Jet tempur Angkatan Udara AS, F-15E Strike Eagle © USAF via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Boeing telah ditandai beberapa kali oleh Departemen Pertahanan AS (Pentagon) untuk masalah kualitas, manajemen dan kekurangan lainnya yang terus berlanjut dalam produksi F-15 dan F/A-18 di fasilitas produksi Saint Louis, seprti dilansir dari Bloomberg.

Cacat pada fasilitas produksi pesawat Saint Louis mulai dari hal yang hilang, mundur dan out-of-specification fasteners yang ditemukan pada F/A-18s and F-15s yang belum terkirim, hingga persoalan lubang yang terlalu besar,  hilangnya komponen dan salah pasang suku cadang berdasarkan “Corrective Action Requests” yang sudah dikeluarkan oleh lembaga pengawas kontraktor Pentagon.

Dalam kasus lain, pesawat-pesawat yang sedang dirakit secara tidak sengaja menabrakl pekerjaan pemeliharaan atau peralatan lain yang ada dilantai, merusak pesawat, sebut Badan Manajemen Kontrak Pertahanan kepada Bloomberg.

Dukungan Trump

Presiden AS Donald Trump telah menjadi pendukung vokal untuk jet tempur produksi Boeing, yang secara teratur mempromosikan kemampuan mereka untuk mengunjungi kepala negara.

Rancangan anggaran tahun fiskal 2019, Presiden Trump telah meminta $ 2 miliar untuk menambahkan 24 jet tempur Boeing F/A-18E/F Super Hornet tahun depan dan 110 jet yang sama hingga tahun 2023. Pemerintahan Obama telah mengusulkan mengakhiri pembelian pesawat tersebut tahun ini.

“F-18, pesawat favorit saya, adalah sebuah karya seni”, kata Trump pada audiens para karyawan Boeing, bulan Maret di pabrik Saint Louis. “Kita telah melihat versi yang berbeda, dan itu memang spektakuler”.

Sebelum pujian tersebut, bagaimanapun, pembeli senjata utama Pentagon, Ellen Lord, membawa peringatan atas kualitas yang belum terselesaikan dengan Presiden Boeing Defense, Space and Security, Leanne Caret selama review 29 Januari yang dijadwalkan secara reguler atas portofolio perusahaan.

Permasalahan F-15

Sepertiga permintaan yang belum terselesaikan telah berlangsung selama lebih dari 737 hari. Awalnya dikeluarkan untuk menyoroti “tanggung jawab manajemen” Boeing yang tidak memadai pada program jet tempur F-15.

Badan Manajemen Kontrak Pertahanan AS telah menemukan bahwa contoh berulang kerusakan pesawat dan ketidaksesuaian keselamatan untuk pesanan teknis yang ada telah menunjukkan kegagalan dalam manajemen puncak Boeing Saint Louis terhadap komitmen untuk memastikan kepatuhan terhadap persyaratan.

Sebuah sinopsis Badan Manajemen Kontrak Pertahanan AS yang dipersiapkan untuk pejabat Departemen Pertahanan sebelum pertemuan bulan Januari mengatakan bahwa sampai saat ini, CAR telah tidak efektif dalam mencegah terulangnya kembali masalah bahkan setelah CAR meminta potongan pembayaran sebesar $ 35 juta yang mana dimaksudkan sebagai fokus dan insentif Boeing.

“Perusahaan, bagaimanapun terus menampilkan pola fokus lebih pada tindakan untuk mempertahankan arus kas, meningkatkan keuntungan dan mencapai penghargaan kontrak”, menurut sinopsis itu.

Sementara empat “Corrective Action Requests” tetap tidak dapat terselesaikan dengan memuaskan menurut Pentagon, jumlah insentif yang dipotong oleh Pentagon sejak itu berkurang menjadi sekitar $ 27 juta, sebut Badan Manajemen Kontrak Pertahanan AS.