Pentagon Klaim Rusia Ciptakan Tentara Bionic Gunakan Implan Otak

Para pejabat militer tingkat atas Amerika mengklaim bahwa Moskow sedang bekerja untuk menciptakan teknologi “operasi menyempurnakan manusia” yang mereka katakan sebagai “omong kosong menakutkan” dengan sosok lebih kuat, lebih cepat, dan tentara super yang mematikan di cakrawala menurut perenungan terbaru dari Pentagon.

Dalam upaya untuk mengembangkan kekuatan tempur yang superior, sebagian besar negara mencari senjata berbasis robotika, laser dan exo-skeletons untuk menciptakan kehidupan nyata Iron Man, mungkin karena pertarungan dalah hal propaganda, para pejabat militer AS menunjukkan bahwa Rusia sedang fokus menambahkan biologi manusia – berpikir lebih seperti X-Men daripada Iron Man – untuk menciptakan kekuatan tempur yang paling mematikan di dunia.

“Musuh kita, terus terang mereka sedang mengejar operasi peningkatan manusia dan itu omong kosong yang membuat kita takut”, kata Wakil Menteri Pertahanan Amerika Serikat Bob Work.

Dimana beberapa dari perangkat biologis manusia tersebut dipindahkan dalam artian obat-obatan dan perangsang, menurut pejabat Pertahanan AS untuk membuat tentara lebih yang lebih tangguh di medan perang dan mampu melintasi jarak yang jauh pada kecepatan melebihi manusia biasa, Pentagon memiliki daya tarik yang aneh dengan mengklaim bahwa Rusia menggunakan otak sebagai implan yang ditanamkan ke kepala tentaranya agar mengikuti perintah.

Mereka juga memahami bahwa teknologi mikroskopis dapat ditanamkan ke tubuh tentara dengan tujuan meningkatkan kemampuan penyembuhan luka ditubuh tanpa perlu seorang dokter atau bionik yang memungkinkan orang untuk mengontrol mesin atau memperluas prostetik dengan pikiran mereka.

Ilustrasi tentara super bionic yang telah dipasangi implant otak.

Pentagon Klaim Rusia Ciptakan Tentara Bionic Gunakan Implan Otak 1

Ini mungkin terdengar gila dan memang akan menghilangkan sifat manusia dari tentara Rusia tersebut namun tidak menimbulkan kecurigaan pada publik Amerika bahwa mungkin Pentagon telah mencapai prestasi tersebut. Divisi peneliti rahasia Amerika Serikat, DARPA sudah menjelajahi teknologi yang persis seperti ini dan menyatakan bahwa mereka “tidak nyaman” menggunakan teknologi tersebut, menurut Wakil Bob Work.

Demikian pula, Kementerian Pertahanan Inggris yang sedang menjajaki kelayakan teknologi tentara super untuk 30 tahun ke depan sesuai dengan surat rahasia yang diumumkan pada tahun 2013 termasuk tubuh yang telah ditambah chip elektronik untuk mengirimkan sinyal ke otak tentara guna memastikan bahwa mereka mengikuti perintah.

Bahkan kenyataannya, ada cukup banyak bukti bahwa Amerika Serikat dan Inggris terlibat dalam program yang tidak etis dan sangat menggelisahkan sama seperti yang mereka – AS dan Inggris – katakan bahwa Rusia sedang menjajakinya meskipun sama sekali tidak ada bukti dari klaim ini.

Leave a Reply