Pentagon Larang China Mengikuti RIMPAC 2018

21
18
Grup tempur kapal induk USS Abraham Lincoln © U.S. Navy via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Pentagon telah melarang Beijing untuk ikut berpartisipasi dalam latihan maritim terbesar di Pasifik dengan alasan bahwa “militerisasi China” yang terus berlanjut di Laut China Selatan, seperti dilansir dari laman Sputnik.

“Kami telah menolak Angkatan Laut PLA dari Latihan Lingkar Pasifik 2018 (RIMPAC). Perilaku China tak konsisten dengan prinsip dan tujuan latihan RIMPAC”, kata juru bicara Pentagon, Letnan Kolonel Chris Logan.

Menurut Pentagon, “militerisasi fitur-fitur sengketa yang terus berlanjut di Laut China Selatan hanya berfungsi untuk meningkatkan ketegangan serta mengguncang kawasan saja”.

Langkah Washington ini dilakukan setelah Kementerian Luar Negeri China menyatakan bahwa pendaratan pembom strategis Angkatan Udara PLA pada terumbu karang dan pulau buatan di Laut China Selatan adalah bagian dari latihan udara biasa.

Sebelumnya CNBC yang mengutip dari sumber-sumber intelijen AS, melaporkan bahwa China telah memasang rudal jelajah anti-kapal dan sistem rudal permukaan-ke-udara di tiga pos militernya di Kepulauan Spratly pada Terumbu Karang Fiery Cross, Subi serta Mischief. Penempatan tersebut jika dikonfirmasi bisa menandai instalasi pertama rudal PLA di Laut China Selatan. Namun, China belum mengomentari tentang klaim ini.

China telah mengklaim wilayah di Laut China Selatan, sebuah rute maritim strategisnya yang telah ada sejak zaman dahulu, dan merupakan apel perselisihan antara Beijing dan negara-negara Asia Tenggara.

China telah membangun banyak fasilitas sipil termasuk militer di laut yang kaya akan cadangan minyak dan gas alam, sedangkan Filipina, Malaysia, Brunei dan Taiwan juga memiliki klaim yang tumpang-tindih untuk wilayah ini.

21 COMMENTS

LEAVE A REPLY