Des 282018
 

X-51 Waverider, konsep pesawat hipersonik buatan Boeing © USAF via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Departemen Pertahanan AS (DoD) yang bermarkas di Pentagon, kini yakin bahwa Amerika Serikat akan mampu menangkal senjata jipersonik, yang manan itu semua dimungkinkan pada pertengahan tahun 2020 mendatang, menurut Flight Global pada pertengahan Desember lalu.

Namun, menciptakan pertahanan yang bisa diterapkan untuk melawan kendaraan ataupun rudal hipersonik akan membutuhkan pengembangan radar jarak jauh serta sensor berbasis ruang angkasa baru untuk mampu melacak dan menargetkan senjata musuh segera setelah itu diluncurkan, dengan kata lain, butuh anggaran lebih banyak, kata Michael Griffin, wakil Menteri Pertahanan AS untuk penelitian dan rekayasa.

Pentagon meyakini bahwa tahap untuk menjatuhkan senjata hipersonik adalah selama fase jelajah mereka yang relatif lama, dimana mereka tak akan mengubah jalur secara tiba-tiba. Rudal hipersonik selama tahap tersebut tidak terlalu sulit untuk dicegat, tetapi semua akan membutuhkan peringatan lanjutan, kata Griffin.

Kendaraan peluncur hipersonic buatan China © Shell Military via Wikimedia Commons

Sayangnya, radar militer Amerika Serikat saat ini tidak dapat melihat cukup jauh.

“Mereka perlu melihat hingga ribuan kilometer jauhnya, bukan cuma ratusan”, katanya. Masalah tersebut bahkan diperparah oleh luasnya Samudera Pasifik dan kurangnya pulau yang cocok untuk dijadikan tempat instalasi radar.

“Samudera Pasifik tidak punya banyak tempat untuk memarkir radar, kata Griffin. “Dan, jika kamu menemukan beberapa lokasi, mereka kemungkinan akan menjadi target”.

Terlebih lagi, senjata hipersonik Rusia dan China sulit untuk dapat dilacak melalui sensor berbasis ruang angkasa yang ada, tambahnya. Target senjata hipersonik adalah 10 hingga 20 kali lebih redup daripada senjata yang biasanya dilacak oleh satelit diorbit geostasioner AS, katanya. Jadi, AS mungkin perlu menggabungkan radar-radar dengan jaringan sensor berbasis luar angkasa untuk melacak dan menargetkan senjata hipersonik musuh secara efektif.

Peluncuran rudal jelajah hipersonik Avangard buatan Rusia © Kemenhan Rusia via Youtube

“Kami tentunya tidak dapat memisahkan antara pertahanan hipersonik dengan pertahanan lapisan luar angkasa”, kata Griffin.

Urgensi dalam hal mengembangkan perisai pertahanan tersebut didorong oleh fakta bahwa China melampaui AS dalam pengembangan senjata hipersonik ofensif. Pada bulan Agustus, negara itu dilaporkan melakukan penerbangan perdana dari kendaraan uji hipersonik baru, bernama Starry Sky 2, yang meningkatkan kecepatannya dengan mengendarai gelombang memanfaatkan gelombang kejutnya. Kendaraan mencapai Mach 5,5 selama lebih dari enam menit, dan berakhir di Mach 6, menurut laporan.

“Tahun lalu, China telah menguji lebih banyak senjata hipersonik daripada yang kita miliki dalam satu dekade terakhir”, kata Griffin menjelaskan. “Kita harus memperbaikinya”.

Jika Rusia – yang juga mengembangkan senjata hipersonik – ingin menyerang Estonia, atau China ingin menyerang Taiwan dan Jepang, ini akan sulit untuk mempertahankan diri dari serangan aset mereka, tambahnya.

Bagikan:

  21 Responses to “Pentagon: Medio 2020 AS Mampu Menangkal Senjata Hipersonik”

  1.  

    Pihak pembuat pasti sudah melakukan percobaan untuk mengatasi kemungkinan-kemungkinan tersebut.

    ” DO IT, JUST DO IT “

    •  

      Duit bung, DUIT bukan DO IT, nih yang diatas kan udah ngomong…

      “…dengan kata lain, butuh anggaran lebih banyak, kata Michael Griffin”…

      •  

        Iwan And Root Beer meyakini bahwa tahap untuk menjatuhkan senjata hipersonik adalah selama fase jelajah mereka yang relatif lama, dimana mereka tak akan mengubah jalur secara tiba-tiba. Rudal hipersonik selama tahap tersebut terlalu sulit untuk dicegat, tetapi semua akan membutuhkan peringatan lanjutan, kata Iwan And Root Beer binti Griffin.

        terlalu sulit…. terlalu sulit kata Iwan And Root Beer ?

  2.  

    Pentagon meyakini bahwa tahap untuk menjatuhkan senjata hipersonik adalah selama fase jelajah mereka yang relatif lama, dimana mereka tak akan mengubah jalur secara tiba-tiba. Rudal hipersonik selama tahap tersebut tidak terlalu sulit untuk dicegat, tetapi semua akan membutuhkan peringatan lanjutan, kata Griffin.

    tidak terlalu sulit….tidak terlalu sulit 🙄

    •  

      Teori emg gampang prakteknye nyang suseh… Dan sayangnya, radar militer Amerika Serikat saat ini tidak dapat melihat cukup jauh.

      “Perlu melihat hingga ribuan kilometer jauhnya, bukan cuma ratusan”, katanya.

      •  

        mereka hanya berusaha menghibur diri… bahkan USA tertinggal dalam pengembangan senjata Hypersonic modern… bagaimana mereka membuat penangkalnya kalau mereka belum memilikinya???

        •  

          tertinggal ??? 😕
          kok bahasanya aneh ya bung…. amrik tertinggal dari sektor rudal hypersonik ?
          bukannya dulu tahun 90 amrik dah punya konsep kapal arsenal class, strike ship yg bisa angkut rudal serang ke darat, bahkan rudal hypersonik bisa juga diangkut ke dalam kapal perang (battleship) powell yg dirancang utk kapal perang pengangkut rudal hypersonik….
          tpi sayangnya waktu itu sovyet sudah runtuh jadi duit pengembangannya dialihkan ke tempat lain……
          jadi teknologi utk rudal hypersonik sudah diraih, hanya desain saja yg belum, krn masih mematuhi kesepakatan seperti inf, dan lain sebagainya……

      •  

        Iwan And Root Beer tertinggal ??? ?
        kok bahasanya aneh ya bung….Iwan And Root Beer binti amrik tertinggal dari sektor rudal hypersonik ?
        bukannya dulu tahun 90 amrik dah punya konsep kapal arsenal class, strike ship yg bisa angkut rudal serang ke darat, bahkan rudal hypersonik bisa juga diangkut ke dalam kapal perang (battleship) powell yg dirancang utk kapal perang pengangkut rudal hypersonik….
        tpi sayangnya waktu itu Iwan And Root Beer binti Amrik sudah runtuh jadi duit pengembangannya dialihkan ke tempat lain……
        jadi teknologi utk rudal hypersonik sudah diraih oleh Rusia, hanya desain saja yg belum, krn masih mematuhi kesepakatan seperti inf, dan lain sebagainya……

    •  

      Yang tidak terlalu sulit adalah minta tambahan DUIT.

      …”dengan kata lain, butuh anggaran lebih banyak, kata Michael Griffi”…

      Sebab, untuk bisa seperti yang disebutkan AS maka mereka harus punya rudal super-hipersonik, tanpa itu ya cuma DUIT dan DUIT lagi yang diminta…

  3.  

    Amerika adalah negara dengan anggaran pertahanan terbesar didunia dengan source yg tak terbatas ( amerika tidak di embargo siapapun dalam membeli tekhnologi apapun ) .. israel yg bantu amrik untuk tekhnologinya .. mereka pasti cepat menemukan antidot rudal hipersonik ..

    •  

      Teknologi tidak selalu berdasar kepada berapa banyak uang yang dimiliki… Russia anggaran militernya hanya 5% dari anggaran militer USA tetapi apa yang bisa mereka hasilkan bahkan beberapa lebih maju dari yang di hasilkan USA… antidot bisa didapatkan ketika mereka mengetahui dan mempelajari dari teknologi dan kemampuan dari yang ingin dilumpuhkan… sedangkan USA sendiri masih belum memilikinya

  4.  

    ….dengan kata lain, butuh anggaran lebih banyak, kata Michael Griffin, wakil Menteri Pertahanan AS untuk penelitian dan rekayasa.

    Lha wong mau minta tambahan duit aja komburnya sampe satu halaman pol

  5.  

    Sulit bisa menangkal semua serangan, iron dome nya israel yg kabarnya luar biasa, itu aja bisa ketembus cuma sama roket dan akhirnya israel nyerah minta gencatan senjata … qiqiqi

  6.  

    Jika negara besar mempunyai senjata hypersonik, maka tidak ada artinya pasukan yg ada di darat….Jadi intinya….senjata rudal lebih mengigit lawan sebelum terjadi serangan darat.