JakartaGreater.com - Forum Militer
Jun 122018
 

Helikopter Apache (atas) dan Black Hawk (bawah) sedang melaksanakan patroli © BAE Systems via US Army

JakartaGreater.com – Pemerintah AS tampaknya akan menjadi entitas terakhir yang cenderung menyatakan bahwa peralatan militer Rusia lebih unggul daripada buatan AS, ketika pengawas Pentagon menemukan bahwa helikopter Rusia dapat melakukan misi di Afghanistan sementara helikopter buatan AS tidak bisa, seperti dilansir dari laman Bloomberg.

Inspektur Jenderal Departemen Pertahanan AS menemukan bahwa helikopter Sikorsky Black Hawk milik Lockheed Martin “tidak dapat mengakomodasi sejumlah barang yang lebih besar yang mana dapat diangkut oleh Mi-17 Rusia, dan secara umum dibutuhkan hampir dua unit Black Hawk untuk dapat membawa beban setara kemampuan Mi-17”, yang dikenal NATO sebagai “Hip”.

Sementara itu, AS telah membeli helikopter Black Hawk baru untuk Angkatan Udara Afghanistan, ternyata beberapa tugas paling penting dari helikopter seperti membawa kargo dapat dilakukan lebih baik oleh helikopter Rusia, temuan inspektur jenderal itu dalam penilaian kuartalan terbaru, telah diterbitkan pada bulan Mei.

Bulan Mei 2018 juga merupakan pertama kalinya helikopter Black Hawk diterbangkan dalam operasi militer di Afghanistan oleh Angkatan Udara yang baru lahir”, menurut Bloomberg pada hari Kamis.

“Black Hawk tidak memiliki kemampuan seperti Mi-17”, menurut Irjen Departemen Pertahanan AS, Glenn Fine dalam penilaian aktivitas AS di Afghanistan.

Dalam penilaiannya, Fine menuliskan bahwa “Tidak seperti Mi-17, Black Hawk tak bisa terbang pada tinggi dan dengan demikian, tidak dapat beroperasi di daerah terpencil di Afghanistan seperti yang dilakukan oleh Mi-17”.

Karena adanya keputusan “bermotif politik” untuk berhenti membeli Mi-17 pada 2013, Departemen Pertahanan AS telah mulai membeli lebih banyak helikopter Black Hawk, menggantikan helikopter tua buatan Rusia. Ketika helikopter tersebut bertambah tua, Departemen Pertahanan AS berencana untuk menghentikan semua operasional dari helikopter buatan Rusia, kecuali 12 unit Mi-17 pada tahun 2022.

Namun dengan menghentikan operasional helikopter buatan Rusia yang mendukung pasukan AS, tantangan tersebut “akan menjadi lebih jelas”, menurut inspektur jenderal Pentagon.

Bagikan:

  13 Responses to “Pentagon Mengakui Mi-17 Rusia Lebih Unggul dari Black Hawk”

  1.  

    Apa hendak d kata…. keputusan untuk mengakhiri menggunakan heli Rusia sdh d ambil… mau balik kucing jg malu… gunakan black hawk walaupun tdk efisien… hehehe

  2.  

    Kalo blackhawk gak efisien, pasti menhan ngelirik super stallion, duitnya patungan perwarga dikenakan 1jt. Wkwkwk

  3.  

    MI-171 varian baru dr keluarga Mi 8/17

    https://youtu.be/tl04fV-AjtQ

  4.  

    Ketauan kan kenapa lifetime mesin2 mamarika “terlihat” lebih awet? karena kapasitas muatan cuma setengah, dan ketinggian jelajah rendah…MAKANYA AWETTTTT WOOF..WOOF..?Wkwkwk

    •  

      Coba Ente tanya sama Jimmy, berapa banyak Mi 17 yang udah jatuh. Bahkan Mi 17 punya Penerbad TNI AD aja pernah jatuh.

      Lalu ente bandingin berapa banyak UH/SH-60 yg udah jatuh. Ente bakal terkejut betapa gak efektifnya Mi 17 itu. Walo daya angkut besar dan capaian puncak ketinggiannya lebih tinggi dari Blackhawk kalo sering jatuh ya apa gunanya. Sering jatuh karena sucadnya sama perawatannya susah. Itulah kenapa sering jatuh. Hhhhhhhhhh

  5.  

    Lagi nunggu comment nya bung KBH sama bung AGATO 🙂

    •  

      agato, kbh, depazito & lainnya lg mmberikan pertanyaan ke aming lee, mengapa pria tersebut masih dirahasiakan aming lee

      hahhaahaaaaa

    •  

      helikopter itu tidak dirancang utk terbang tinggi-tinggi. dek……
      jadi klo doktrin helikopter adalah nap to earth…….
      mana ada adu ketinggian, bisa keliatan sama pasukan manpad yg siap menembak jatuh helikopter……..

      aneh2 saja…….makannya gw kagak komen disini……

      •  

        Terbang di wilayah dataran tinggi… Daerah2 itu banyak di jumpai di Afganistan/Pakistan/India/China…
        Itu satu dari beberapa hal lain… Dimana daya angkutnya lebih sedikit…
        Ketika masih di support oleh USA itu tidak masalah, tetapi ketika USA mulai melepas Afganistan itu akan menjadi masalah…

  6.  

    Bentuk nya agak kuno tapi stabil

  7.  

    Biasa pasti ada aja yg menyangkal!he3

 Leave a Reply