Apr 162017
 

Kapal perusak USS Porter melancarkan serangan pada 7 April 2017. © US Navy

Di saat militer Amerika Serikat bersiap untuk melakukan pertempuran di arena global yang semakin mengancam dan kompetitif, rudal jelajah Tomahawk Angkatan Laut AS mungkin tidak bisa menjadi solusi sistem senjata untuk masa depan, menurut wakil kepala staf gabungan pada tanggal 13 April 2017, seperti dilansir dari National Defense.

“Saya pikir kita harus memutuskan apa selanjutnya setelah Tomahawk”, kata Jenderal Paul Selva saat sarapan bersama Asosiasi Angkatan Udara di Arlington, Virginia, AS.

“Naluri saya mengatakan, sebagaimana saya lihat bahwa kebutuhan selama dekade atau lebih, bahwa rudal subsonik, non-siluman, rendah manuver, satu kesatuan hulu ledak mungkin bukanlah jawabannya”, kata Jenderal Paul Selva.

Angkatan Laut AS telah menyatakan keinginan untuk menghentikan produksi senjata yang dikembangkan oleh Raytheon dalam beberapa tahun ke depan, menurut sebuah laporan dari Defense One, dan kepala layanan telah mulai mendiskusikan tentang senjata serang darat generasi selanjutnya.

Pada tahun 2014, Sean Stackley, yang menjadi sekretaris Angkatan Laut AS untuk penelitian, pengembangan dan akuisisi saat mengatakan kepada anggota senat AS bahwa unsur-unsur kunci senjata masa depan akan lebih “mematikan dan mampu bertahan jauh melampaui apa yang Tomahawk bawa saat ini.

Sementara itu, Angkatan Laut AS malah terus membeli Tomahawk. Angkatan Laut meminta anggaran sekitar US $ 187 juta pada tahun fiskal 2017 untuk membeli 100 buah hulu ledak, sedangkan “kecilnya anggaran” dari Presiden Donald Trump yang dirilis pada bulan Maret meminta US $ 85 juta untuk menambah 96 rudal.

Pentagon pada April 7 menembakkan 59 rudal Tomahawk di sebuah lapangan udara Suriah dalam menanggapi serangan kimia yang diduga dilakukan pemerintah Suriah terhadap rakyatnya sendiri, kata pejabat departemen pertahanan.

Selva mencatat bahwa ia tidak mengesampingkan penggunaan Tomahawk di masa depan, menyebutnya bahwa itu adalah “senjata penting”. “Rudal ini telah melayani kita dengan baik dan kemungkinan akan melayani kita untuk beberapa waktu lagi”, tambahnya.

Tapi layanan perlu melihat lebih dekat pada konsep “Serangan global cepat” yang telah di pelajari selama lebih dari satu dekade, katanya. Kemampuan yang memungkinkan Amerika Serikat untuk menyerang sasaran dengan hulu ledak konvensional di mana saja di muka Bumi dalam waktu satu jam, menurut laporan Congressional Research Services.

“Kita harus meningkatkan kecepatan dan kemudian kita harus mengatasi senjata apa yang kita gunakan untuk benar-benar mampu menghantam target dengan presisi”, katanya. “Itu bukan masalah sepele, bahkan dalam pengaturan sasaran statis. Dan dalam pengaturan target mobile, itu akan sangat kompleks”.

Layanan juga perlu untuk mengembangkan sistem komando dan kontrol yang memfasilitasi gerakan cepat pada informasi yang keluar dari pengaturan ini mengenai besar data yang bisa mengidentifikasi target dan memberikan penilaian target, dan selanjutnya menginformasikan target tersebut ke manusia”, katanya menambahkan. Sistem tersebut saat ini masih bergerak sangat lambat, tetapi dapat dibuat untuk bergerak lebih cepat, katanya.

“Jika saya harus menyerang dengan senjata yang bisa bermanuver dan menembak dalam hitungan menit, tapi membutuhkan penilaian dari manusia hingga satu jam untuk menentukan target, satu atau dua hari untuk mengidentifikasi sasaran tersebut, satu jam tambahan untuk memutuskan apakah perlu untuk ditindaklanjuti, maka itu semua bukanlah serangan global”, katanya.

Selva juga meminta Kongres untuk melakukan tugasnya dan meluluskan anggaran sebelum resolusi tersebut berakhir tanggal 28 April.

“Jika kita hanya bisa mendapatkan dua hal dalam beberapa minggu ke depan, mengangkat CR, memberi kita anggaran”, katanya. “Jika semua itu harus tunduk kepada UU Kontrol Anggaran karena aturan hukum yang berlaku, dan kemudian menyetujuinya maka silahkan dilanjutkan, karena pada tanggal 28 bulan ini, kita tidak akan lagi memiliki wewenang untuk mengeluarkan uang demi membela bangsa”.

Pentagon akan memiliki sekitar US $ 6 miliar yang tidak boleh dihabiskan, batas pendanaan seharusnya dilalui tanpa anggaran, kata Selva. Hal ini juga akan memiliki perintah untuk tidak didanai dari Kongres untuk merekrut personil dan manambah perlengkapan Angkatan Darat dengan biaya lebih dari US $ 5 miliar.

Peminat manga, anime, gadget, sains & teknologi, sosial-politik dan militer
Link medsos ada dibawah
– Facebook
– Google Plus
– Twitter

  17 Responses to “Pentagon Meragukan Masa Depan Rudal Tomahawk”

  1. Lalu diganti rudal apa?

  2. Kalah pamor dan kalah akurasi dng Rudal Kalibr.
    Itu makanya menciptakan alasan pengesahan menggunakan rudal Tomahawk di Suriah. Guna meningkatkan penjualan rudal tomahawk kpd sekutunya, Krn paman Sam sdh mulai ketar ketir senjatanya sudah mulai kalah pamor. Ternyata hasil hasil launching promosi sangat mengecewakan.
    Kalibr tetap lebih baik utk paling tidak sampai 5 tahun ke depan

  3. Y harus diganti…jelek banget ni rudal… masak dari 58 ditembakkan yg nyampe cuma 23 biji…yg lain pada mampir kemana tuh…. hanya 50 % berhasil….

  4. Tomahawk kemaren yg ditembakkan di suriah gampang di jam…alhasil harus buat lagi yg lebih tahan jam..mudah*han anak bangsa bisa membuat alat* jam untuk rudal buat membungkus di wilayah NKRI…ayo anak* negri ciptakan alat jam rudal…!!

    • Setau saya Tomahawk yg varian Land-attack itu kebal jamming bung, kenapa? Karna pake kombinasi GPS-INS-TERCOM, meskipun GPS-nya kena jamming, masih ada INS dan TERCOM.
      kecuali yg varian antikapal yg pake ARH, bisa saja kena jamming. Tapi varian Land attack itu sdh sangat sulit di jamming.

      Menurut saya, sepertinya dari 59 rudal, 36 diantaranya mogok, atau istilahnya tdk sampe tujuan. Kalau masalah keakuratan, sepertinya tdk perlu diragukan, karna Sistem penuntun yg sdh sangat baik, ditambah lg tomahawk itu berkecepatan rendah.

  5. Akhirnya mrk menyadari & mengakui jika rudal ini tdk presisi…. Kalo bbrp hr yg lalu mrk menolak klaim rusia bhw hanya 23 saja yg nyampe k lokasi tujuan (entah brp puluh meter dr target krn msh banyak pespur Syuriah yg selamat)…. pernyataan ini malah mngandung pembenaran atas klaim rusia…

    “Kita harus meningkatkan kecepatan dan kemudian kita harus mengatasi senjata apa yang kita gunakan untuk benar-benar mampu menghantam target dengan presisi”, katanya. “Itu bukan masalah sepele, bahkan dalam pengaturan sasaran statis. Dan dalam pengaturan target mobile, itu akan sangat kompleks”.

  6. MAMA MINTA UANG BUAT BELI BAJU BARU KARENA YG LAMA FASHIONNYA UDAH KETINGGALAN MENURUT IBU2 RT SETEMPAT

  7. Hibahkan saja sama NKRI..

    • Jangan hibah, hibah itu tetep mbayar, minta dua dulu, di coba buat TNI…coba di oprek sama puslitbang TNI, jika sukses nembak beruk nun jauh di sana dan tepat sasaran, bisa di jual satunya. Rumayan untuk beli kalibr/iskander.

  8. Test…

  9. Kasikan aja blue print sistem kendalinya agar bs dioprek dan disempurnakan anak negri!he3.

  10. hibahkan sama KORUT aja

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)