Apr 302018
 

Helikopter CH-53K King Stallion di Naval Air Station. © US Navy

JakartaGreater.com – Proyek helikopter terbaru senilai $ 31 miliar dari Lockheed Martin Corp untuk Korps Marinir AS mungkin molor dari jadwal dan dapat kehilangan sasaran untuk kemampuan tempur awal sekitar 8 bulan, menurut analis Pentagon.

Dilansir dari Bloomberg, pejabat Departemen Pertahanan AS mencatat lebih dari 1.000 “permasalahan teknis yang akan berdampak pada misi” saat ini dan diproyeksikan akan “berisiko tinggi” terhadap helikopter CH-53K King Stallion yang memenuhi sasarannya pada Desember 2019, menurut dokumen peninjauan program.

Angkatan Laut AS (US Navy) berencana membeli 200 helikopter yang dikenal sebagai King Stallion. Itu dijadwalkan melakukan debut internasionalnya minggu ini di pameran udara tahunan di Berlin, adalah motivasi utama Lockheed mengakuisisi Sikorky senilai $ 9 miliar dari United Technologies Corp. pada tahun 2015.

Memperbaiki kekurangan telah membutuhkan “desain ulang dan kualifikasi ulang” dari “sejumlah besar komponen”, menurut tinjauan yang disiapkan dibulan Februari. Empat helikopter dalam program uji terbang beroperasi pada tingkat efektivitas sebesar 69 persen pada akhir tahun lalu, “jauh di bawah” 75 hingga 90 persen sesuai standar yang dibutuhkan, dalam temuan review tersebut.

FASE KRITIS

James Geurts baru-baru ini bertemu dengan pejabat program Lockheed dan Angkatan Laut untuk membahas kekhawatirannya tentang molornya jadwal pengujian seperti yang telah direncanakan sebelumnya dan menyatakan rasa urgensinya untuk segera memperbaiki situasi.

“Kepercayaan kami berada pada fase kritis saat ini. Beberapa minggu ke depan akan menjadi kunci”, kata James Geurts, asisten sekretaris Angkatan Laut untuk Akuisisi.

CH-53K King Stallion akan mampu mengangkat beban 12.200 kg. Itu akan menjadi ukuran yang sama seperti pendahulunya, Super Stallion, tetapi mampu mengangkut tiga kali lipat kargo, menurut Lockheed. Pentagon pada bulan April 2017 menyetujui program untuk memasuki produksi tingkat rendah, dan mengesahkan produksi batch awal dari 26 helikopter yang direncanakan.

Melissa Chadwick, juru bicara Bethesda, Lockheed yang berbasis di Maryland, membela kemajuan helikopter, mengatakan dalam emailnya bahwa Lockheed sekarang melacak untuk merencanakan plus-atau-minus sedikit”. Dan menambahkan kontraktor melacak sekitar 100 item, tetapi beberapa diantaranya sudah diperbaiki dan dibuktikan atau sedang dalam proses.

“Program ini jatuh tempo dengan cepat dan kami akan tetap berkomitmen yang memungkinkan Korps Marinir AS untuk menyelesaikan persyaratan uji operasional sesuai jadwal. Lebih jauh lagi, kami berada pada target untuk masuk ke dalam produksi”, tambahnya.

CH-53K pertama, model uji, akan dikirimkan bulan depan ke Marine Corps Air Station New River di Jacksonville, North Carolina, katanya. Perbaikan pada gearbox utama helikpter “menjadi penyebab masalah molornya jadwal awal yang mengarah kepada penerbangan perdana” tetapi “keseimbangan pengujian kualifikasi” dari gearbox itu berjalan sesuai rencana”, kata Chadwick.

RENCANA ANGGARAN

Rencana Anggaran Angkatan Laut untuk fiskal 2019-2023 telah meningkatkan belanja pengadaan pada CH-53K menjadi $ 2,3 miliar pada tahun 2023, atau naik dari $ 756 juta tahun ini dan $ 1,3 miliar yang diusulkan untuk tahun fiskal 2019.

Laporan Akuisisi Terpilih Angkatan Laut AS terakhir di helikopter mengakui masalahnya tetapi mengatakan helikopter tersebut tetap sesuai jadwal untuk memenuhi tonggak pencapaiannya. Namun, ia mencatat bahwa penyelesaian masalah teknis yang efisien dan menggabungkan perubahan desain akan menjadi penting demi memenuhi jadwal program tersebut.

Biaya perolehan yang diproyeksikan saat ini, termasuk pengembangan adalah $ 139,5 juta per unit, menurut laporan akuisisi. Itu lebih besar 20 persen dari garis dasar awal yang ditetapkan pada tahun 2005. Undang-undang tahun 1982 akan mensyaratkan pemberitahuan kepada Kongres jika pembengkakan mencapai 30 persen atau lebih.

  10 Responses to “Pentagon: Proyek Helikopter $ 31 Miliar Mundur dari Jadwal”

  1.  

    dg duit 31 milyar dollar …
    kalau kita punya duit segitu sdh bisa belanja sista dg mutu terbaik dari berbagai negara, bisa langsung menjadi terkuat di Asean …

    •  

      Tanya sama si Ntung, kalo TNI dikasi anggaran duit segitu , apa yg bakal dibeli. Biar ada seri Ntung Ntungan lg, ngayal lg. Pesan ke dia, besok mau perang, jd Ntungannya hrs sdh siap siang ini…..wkkkkk

    •  

      Mosok seh cuma $ 31 milyar ?

      Menurut imajinasi gue $ 81 milyar !

      Xixixixi

      Kagak kelihatan gede sebab belinya nyicil lalu nyicil dan nyicil, tidak sekaligus.
      – juga banyak yang untuk bangun ini dan itu.
      – juga banyak yang untuk pengadaan yang kecil-kecil yang tidak kentara seperti kapal2 patroli, pesawat-pesawat latih kitiran, pelampung, speed boat, panser2, motor, mobil jip, truk2, amunisi, baju2, kostum2, senjata2 regu dan perorangan.
      – juga banyak untuk harwat, spare part, ganti mesin, upgrade dll.
      – juga banyak untuk training ini itu.

      Lihat aja untuk pembelian pengganti F5 yaitu Su-35, dipublikasikan $ 1,14 milyar, padahal buntutnya banyak dan jauh lebih besar dari hanya $ 1,14 milyar yaitu sekitar $ 3 – 4 milyar ! Itu untuk training, pembelian mesin2 cadangan dll.

      Kalo nggak percaya tanya si tukang karet.

  2.  

    Ehem sehubungan yang sekian milyar usd itu, lihat saja AD kita :

    Ini adalah daftar sotoy saya :

    Kodam kita ada 15.
    Tiap kodam adalah 1 divisi.
    Tiap divisi ada 3 brigade infantry.
    1 brigade infantry butuh sekitar 300 truck.
    1 brigade infantry butuh 1 baterai meriam tarik 155 mm dan 2 baterai meriam tarik 105 mm.

    Kostrad kita ada 3 divisi.
    Tiap divisi ada 1 brigade lintas udara, 1 brigade mekanis, 1 brigade kavaleri.
    Brigade lintas udara komposisi seperti brigade infantry pada Kodam.
    Brigade mekanis butuh sekitar 300 panser minimal penggerak roda 6×6 dan 3 baterai SPH 155 mm.
    Brigade kavaleri butuh sekitar 108-112 ranpur roda rantai seperti M113 dan 90 IFV roda rantai dan 90 tank roda rantai dan 1 baterai MLRS seperti Astros dan 2 baterai SPH 155 mm.

    1 baterai adalah 6 unit.

    Itu belum termasuk ARHANUD.
    Juga belum termasuk heli PENERBAD untuk angkut dan melindungi yang lintas udara itu.

    1 brigade sekitar 4500-5000 prajurit.

    Tahun 2023 planning tambah 1 divisi kostrad dan 1 kodam lagi.

    Pertanyaannya berapa duit dibutuhkan untuk memperlengkapi alutsista hanya 1 matra saja ?

    Padahal ada 3 matra lho. Berapa duit untuk 3 matra sampai 2024 ?

    Xixixixixi

    •  

      menurut kabarnya burung bung, ukraina punya GMLRS 300mm yg dijual murah………
      dan menurut kabar burung lagi bung satuan artileri ukraina sudah mengaplikasikan seluruh informasi yg didapat dr peperangan melawan rusia dan donut……sehingga cocok utk peperangan modern jaman now…

      buruan di baca bung, keburu burungnya ditangkap sama tukang burung……..xixixi

 Leave a Reply