Pentagon Rilis Video Saat Pasukan AS Terpojok di Nigeria

25
18
Pentagon merilis video lengkap tentang penyergapan Pasukan Khusus AS di Nigeria pada 4 Oktober 2017 saat memburu wakil komandan Daesh © US Department of Defense

JakartaGreater.com – Pentagon telah merilis sebuah video pada hari Kamis, mencoba menciptakan kembali situasi penyergapan di Nigeria tanggal 4 Oktober 2017, yang telah menewaskan empat Pasukan Khusus AS dan lima warga Nigeria, untuk mengungkapkan rincian yang sebelumnya tak diketahui publik.

Video penuh memiliki durasi 23 menit masih belum dirilis, sementara versi singkat yang ditampilkan kepada wartawan hanya berdurasi 11 menit saja, namun dari laman Stars and Stripes memiliki versi video dengan durasi 20 menit di situs web mereka.

Informasi baru yang terungkap dalam video ini termasuk penemuan yang menyayat hati bahwa pasukan khusus Amerika yang berhasil melewati cobaan itu menulis pesan singkat untuk orang-orang yang dicintainya pada perangkat pribadinya masing-masing, percaya bahwa mereka akan segera berakhir ketika pasukan Daesh lokal mengepung mereka saat bertahan di rawa-rawa.

Video ini disiapkan oleh Departemen Pertahanan untuk Kongres AS, datang satu minggu setelah selesainya penyelidikan setebal 6.300 halaman tentang apa yang sebenarnya telah terjadi, serta pengarahan bagi para anggota keluarga yang ditinggalkan saat penyergapan di dekat desa Tongo-Tongo, Nigeria yang berada di perbatasan Mali.

Awalnya, Pasukan Khusus AS dan tentara Nigeria disergap dalam jarak 100 meter dari Tongo-Tongo saat mereka pergi melintasi hutan. Sekelompok kecil pasukan berhenti untuk mematahkan pengepungan, tetapi terpojok di danau dan akhirnya mundur karna khawatir akan disergap.

Setelah menjemput korban, Pasukan Khusus AS itu berkumpul kembali di rawa-rawa, di mana mereka menuliskan pesan-pesan terakhir mereka untuk orang-orang yang mereka cintai. Akhirnya, dua jet tempur Prancis tiba dan membuat empat manuver namun tidak menembak, karena mereka tidak dapat membedakan mana teman dan mana musuh.

Video itu juga menyorot nasib Sersan La David Johnson, yang baru dikerahkan sebulan dari Fort Bragg di North Carolina, sebelum penyergapan yang menewaskannya. Dia juga mampu mundur lebih jauh daripada sekelompok kecil pasukan di sekitarnya dan karena itu tidak ditemukan selama dua hari, karena ia telah membuat jarak yang lebih jauh dari adegan awal penyergapan dan sangat tersembunyi di rimbun pepohonan yang lebat.

Rekaman Drone yang diperlihatkan dalam video tersebut menunjukkan jenazah Johnson ditemukan dari bawah pepohonan dan juga pasukan Amerika memuat tubuhnya ke dalam helikopter. Menurut video tersebut, Johnson tidak ditangkap hidup-hidup tetapi mati dalam pertempuran, yang mana ini bertentangan dengan beberapa laporan sebelumnya bahwa dia telah dieksekusi. Juru bicara Pentagon dilaporkan meminta agar rekaman itu tidak ditampilkan untuk menghormati keluarga Johnson.

Pada tanggal 5 Maret, cabang Daesh yang melakukan penyergapan tersebut telah merilis video berdurasi 9 menit. Komando Afrika AS (AFRICOM), merilis pernyataan pada hari berikutnya dan mengatakan bahwa perilisan video ini menunjukkan kebobrokan musuh yang mereka lawan.

Secara resmi, rencana Pasukan Khusus AS dan sejumlah militer Nigeria hanya melakukan pengintaian dan bertemu dengan beberapa pemimpin lokal. Namun di lapangan, mereka malah berusaha menangkap atau memburu sub komandan lokal Daesh, Doundou Chefou.

25 COMMENTS

  1. Semangat yang kuat dari kubu pejuang Daesh berhasil mengalahkan pasukan Elit kuhusus Navy Army. yo wes setelah kejadian ini pasukan Navy patroli pakai Tank Robot dan Drone Tank buatan indihe yg konon sudah stealth xaxaxaa

  2. Gobak Sodor Match

    ini pasukan Baret Hijau As yg beroperasi khusus bersama dan melatih milisi/tentara asing baik perang konvensional maupun yg non konvensional.
    biasanya melebur bersama milisi/tentara asing tak heran mereka pake kendaraan teknikal Suv yg belum uparmored.

    • perang modern jaman now, kamera di headgear, dan mobil sipil dijadikan pusat komando.

      suv bisa saja dipasang repeater dan wifi, supaya tiap anggota member terkoneksi, dan terhubung ke markas pusat.

      makanya prajurit tidak jauh2 dr suv, supaya koneksi bagus, maklum standarisasi wifi sepertinya ketat, penggunaan wifi mungkin hanya berjarak 20-30 meter. kecepatan yg dipakai mungkin berkisar 1 mbps, sinyal yg dipilih 10-20 MHz.

LEAVE A REPLY