Agu 312018
 

Destroyer USS The Sullivans. (U.S. Navy -Mass Communication Specialist 2nd Class Daniel Barker)

Washington – Jakartagreater.com – Klaim Kementerian Pertahanan Rusia tentang penumpukan militer AS di Mediterania Timur tidak benar, ujar juru bicara Pentagon Eric Pahon mengatakan kepada Sputniknews.com, dirilis 28-8-2018.

“Laporan Rusia tentang pembangunan militer AS di Mediterania Timur tidak lebih dari propaganda. Itu tidak benar,” kata Pahon pada hari Senin 27-8-2018. “Tetapi itu tidak berarti bahwa kita tidak siap untuk menanggapi jika Presiden mengarahkan tindakan seperti itu.”

Sebelumnya pada hari itu, juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Mayor Jenderal Igor Konashenkov mengatakan bahwa Amerika Serikat terus membangun sekelompok kapal penjelajah Rudal di Timur Tengah untuk bereaksi terhadap serangan senjata kimia yang dipentaskan berikutnya di Suriah.

“Pada 25 Agustus 2018, Destroyer Angkatan Laut AS, Ross, memasuki Laut Tengah dengan 28 Rudal Tomahawk, yang jangkauan tembaknya memungkinkan pengiriman ke seluruh Suriah,” kata Konashenkov.

Pada hari Sabtu 25-8-2018, juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa militan di Suriah sedang mempersiapkan provokasi untuk menuduh Damaskus menggunakan senjata kimia terhadap warga sipil di provinsi Idlib.

Pada hari Minggu 26-8-218, Konshenkov mengatakan provokasi itu direncanakan dalam Babak Baru Kerja Sama Militer Rusia – China dua hari ke depan di pemukiman Kafr Zita dengan bantuan spesialis berbahasa Inggris. USS Sullivan dengan 56 Rudal jelajah di atas kapal dan pembom strategis Angkatan Udara AS B-1B dengan 24 Rudal jelajah keduanya digeser lebih dekat ke wilayah itu beberapa hari yang lalu.

Bagikan