Jul 242017
 

Program pengembangan drone MQ-4C Triton membengkak hingga 17 persen. © Norhrop

Biaya program pengembangan pesawat pengintai nirawak MQ-4C Triton Angkatan Laut AS (USN) telah membengkak 17% sejak bulan Desember 2015, merupakan pertumbuhan biaya terbesar di antara program pesawat terbang yang tercantum dalam SAR Pentagon, seperti dilansir dari IHS Jane.

SAR adalah Selected Acquisition Report yakni berupa laporan akuisisi terpilih, yang telah dirilis pada 18 Juli, merangkum taksiran akhir mengenai biaya, jadwal dan status kinerja. Jangka waktu berjalan mulai bulan Desember 2015 sampai triwulan pertama tahun fiskal 2017.

Departemen Pertahanan (DoD) AS, mengutip perkiraan revisi untuk memasukkan ruang lingkup kerja ke dalam biaya modernisasi program MQ-4C Triton meningkat dari $ 14,4 miliar menjadi $ 16,8 miliar. Perkiraan revisi ini termasuk ruang lingkup kerja dalam hal modernisasi dengan kenaikan biaya sebesar $ 1,2 miliar.

Departemen Pertahanan juga mengutip kenaikan perkiraan biaya revisi yang meningkat sebesar $ 110,6 juta karena kenaikan dalam estimasi biaya pengembangan awal CST dan indeks eskalasi revisi untuk total biaya program juga meningkat.

Andrew Hunter, direktur kelompok inisiatif industri pertahanan dan rekan senior di Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS), mengatakan dalam sebuah email tanggal 21 Juli bahwa dia terkejut dengan pembengkakan biaya Triton karena didasarkan pada platform yang telah matang RQ-4 Global Hawk juga dikembangkan oleh Northrop Grumman.

Kantor Akuntabilitas Pemerintah (GAO) mengatakan dalam laporannya kepada Kongres mengenai program persenjataan yang dipilih bahwa tantangan dari pengembangan Triton menyebabkan Angkatan Laut AS menunda produksi sejak lebih dari tiga tahun silam.

Untuk mengakomodasi pertumbuhan biaya dan juga jadwal, Angkatan Laut AS menunda dimulainya produksi tingkat penuh (FRP) dari bulan September 2018 menajdi Mei 2021. GAO juga mengatakan bahwa sebagai bagian dari jadwal baru, program itu direncanakan untuk meningkatkan kuantitasnya.

Bagikan:

  4 Responses to “Pentagon Sebut Program MQ-4C Triton Bengkak 17 Persen”

  1.  

    Gileee.. Anggaran pertahanan Indonesia gak ada setengahnya dari biaya proyek UAV Triton, gitu aja peringkat militer Indonesia udah 14 dunia apalagi kalo semua anggaran pengembangan UAV Triton buat Indonesia. Udah jadi macan Asia tuh. Antara kagum dan miris liatnya.

  2.  

    Cukup beli Kloningannya ke CHINA. gak perlu lepot-lepoit nanti owe kasih TEOTE la biar kawan2 asia bantu owe klo pelang dengan Mamirika. heheheee

  3.  

    proffesor Josaphat Tetuko Sri Sumantyo yg berhasil mnciptakan radar drone khusus drone dari lapisan stratosfer (antena mikrostrip) dianggap remeh di indonesia hy krn agamanya , smntara dwi hartanto yg menang kompetisi rocket di delft-belanda udh didatengin sama mantan presiden habibie
    , seandainya rakyat indonesia bener2 idealis dn nasionalis sdh pasti mrk berdua disupport serta dibiayai scr investasi ato diberi izin proyek

 Leave a Reply