JakartaGreater.com - Forum Militer
Aug 102018
 

Matahari terbit tampak dari luar angkasa © Wikimedia Commons

JakartaGreater,com – Laporan ruang angkasa terbaru oleh Pentagon telah menyebut Rusia dan China sebagai ancaman utama terhadap supremasi ruang angkasa AS, menurut dokumen yang dirilis pada hari Kamis, seperti dilansir dari laman Sputnik.

“Amerika Serikat menghadapi ancaman yang berkembang makin pesat terhadap kemampuan ruang angkasa kita. China dan Rusia, pesaing strategis kita, secara eksplisit mengejar kemampuan perang antariksa untuk menetralkan kemampuan ruang angkasa AS selama masa konflik”, tulis laporan itu. “Musuh potensial lainnya juga mengejar kemampuan anti-ruang angkasa seperti jamming, dazzling, serta serangan siber”.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa terdapat upaya pengembangan kemampuan Komando Antariksa Amerika Serikat yang akan berfokus pada pengawasan global untuk penargetan rudal dan prioritas lainnya.

Kendaraan peluncur hipersonic buatan China © ???? via Wikimedia Commons

Dokumen tersebut mengatakan bahwa Komando Antariks juga akan fokus pada pengembangan kemampuan pencegah dan komando komunikasi dan kontrol nuklir. Selain itu, ada pengawasan global berbasis kecerdasan buatan (AI – artificial intelligence) dan kesadaran situasional ruang angkasa dalam waktu dekat akan menjadi prioritas nyata, tambahnya.

“Prioritas Komando Antariksa AS akan meliputi: merancang dan melaksanakan berbagai pelatihan dan latihan antariksa bersama, dengan dukungan yang terfokus pada Prakarsa Keamanan Asia Pasifik dan Inisiatif Pencegahan Eropa”, menurut laporan itu.

Dokumen tersebut mengungkapkan bahwa Komando Antariksa AS akan memprioritaskan pada pengembangan operasi ruang angkasa terbaik di dunia.

“Komando Antariksa AS akan mengembangkan operasi ruang angkasa terbaik di dunia, intelijen, teknik, sains, akuisisi, personil siber dan menyajikannya kepada COCOM alias komando tempur”, sebut laporan itu. Menambahkan agar bersiap-siap untuk mengerahkan tim ahli antariksa ke Komando Eropa AS dan Komando Indo-Pasifik AS selambat-lambatnya musim panas tahun 2019″.

Mengapa China dan Rusia Dianggap Mengancam Supremasi AS?

Panglima Komandan Strategis AS (STRATCOM) Jenderal John Hyten berkata pada Simposium Ruang Angkasa dan Pertahanan Rudal pada hari Selasa bahwa Rusia dan China saat ini sedang mengembangkan kemampuan dan menguji teknologi baru untuk menantang Amerika Serikat di luar angkasa.

Avangard, rudal jelajah nuklir hipersonik buatan Rusia. © Kementerian Pertahanan Rusia

Menurut Hyten, kedua negara itu telah meningkatkan investasi dan telah melakukan pengujian teknologi baru dalam domain luar angkasa. Rusia dan China juga melakukan tes atas teknologi baru di luar angkasa.

Rusia dan China telah menyatakan komitmen mereka untuk menggunakan ruang angkasa demi tujuan damai dan kedua negara merupakan anggota dari Komite PBB untuk Penggunaan Luar Angkasa yang Damai.

Sebagai bagian dari deklarasi Xiamen pada bulan September, para pemimpin negara-negara BRICS, termasuk juga China dan Rusia, telah menyerukan kepada negara-negara dunia untuk melakukan eksplorasi damai di luar angkasa sesuai dengan hukum internasional, menekankan bahwa luar angkasa harus tetap bebas dari segala jenis senjata dan penggunaan kekuatan.

Pence Mengingatkan Kongres AS Akan Seruan Trump

“Saat ini kami mengulang kembali seruan dari Presiden AS kepada Kongres Amerika Serikat untuk menginvestasikan tambahan $ 8 miliar pada sistem keamanan luar angkasa kita selama 5 tahun ke depan”, kata Pence.

Sistem peluncur rudal THAAD Amerika Serikat. © U.S. Army via Wikimedia Commons

Wakil Presiden AS mengatakan dalam pidatonya di Pentagon bahwa pemerintahan Presiden Trump telah mulai bekerja dengan Kongres AS untuk menciptakan pasukan tersebut di tahun 2020.

“Pemerintahan kita akan segera bertindak untuk menerapkan rekomendasi ini dengan tujuan membentuk matra Angkatan Antariksa AS pada tahun 2020”, kata Pence. “Pemerintahan kita sudah bekerja dengan para pemimpin di Kongres AS untuk melakukan hal itu”.

Pernyataan Pence itu menggemakan perintah yang dibuat pada pertengahan Juni oleh Presiden AS Donald Trump ke Departemen Pertahanan negara itu untuk menciptakan matra Angkatan Antariksa sebagai cabang keenam Angkatan Bersenjata AS. Seperti yang ditetapkan Presiden AS, tujuan dari pasukan ini adalah untuk melampaui negara-negara seperti China dan Rusia.

Mengikuti perintah ini, pada akhir Juni 2018, Dewan Perwakilan Rakyat AS telah mengeluarkan Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional (NDAA) untuk Tahun Anggaran 2019, yang secara khusus menetapkan “pengembangan dan penyebaran arsitektur sensor berbasis ruang angkasa” pada akhirnya 2022 untuk memastikan efektivitas pertahanan rudal AS.

Menanggapi langkah ini, Kementerian Luar Negeri Rusia memperingatkan bahwa “konfrontasi militer di ruang angkasa mungkin sama berbahayanya dengan perlombaan senjata nuklir yang dimulai Washington pada pertengahan abad lalu”, menyebut program luar angkasa militer AS sebagai “adventurisme” yang mungkin akan memiliki “dampak paling negatif terhadap keadaan keamanan internasional”.

Berbagi

  4 Responses to “Pentagon Sebut Rusia, China Ancam Supremasi AS”

  1.  

    Sekali lagi saya ingatkan jng terbuai hitungan ngelantur si Ntung Phd penjual mimpi gila perang yg menyesatkan.
    Horeeee….su35 tahun depan datang 2 unit. Dan si Ntung Phd sales gagal bakal gantung diri….xixixi

  2.  

    Sekali lagi saya ingatkan jng terbuai hitungan ngelantur si Ntung Phd penjual mimpi gendeng perang yg menyesatkan.
    Horeeee….su35 tahun depan datang 2 unit. Dan si Ntung Phd sales gagal bakal gantung diri….xixixi

  3.  

    Anggaran militer nya Rp 9.000 trilliun.begitu kuatnya sumber keuangan mereka.sampai2…ingin menguasai Alam semesta.betul2 bangsa kmaruk.dan dsini,ane cman bisa teguk liur….bisa apa kita dgn 9.000 trilliun rupiah…????

  4.  

    Kesadaran yg terlambat akibat terbuai film superhero, semoga fansboy amerika juga turut sadar

    😎

 Leave a Reply