Feb 122019
 

JakartaGreater.com – Pentagon telah setuju untuk menjual sistem pertahanan rudal canggih kepada Air India One dengan biaya sekitar $ 190 juta, sebuah langkah yang akan meningkatkan keamanan pesawat yang akan menerbangkan Perdana Menteri dan Presiden India, seperti dilansir dari laman The Economic Times.

Menurut Pentagon, penjualan tersebut akan mendukung kebijakan luar negeri dan keamanan nasional Amerika Serikat dengan membantu untuk memperkuat hubungan strategis antara A.S. – India.

Pemerintahan Trump menyetujui pembelian dua sistem yang dikenal sebagai Penanggulangan Inframerah Pesawat Besar (LAIRCAM) beserta Self-Protection Suites (SPS) dengan perkiraan biaya $ 190 juta, seperti dilansir dari rilis pers Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan (DSCA) Amerika Serikat, hari Rabu.

Keputusan AS tersebut datang setelah Pemerintah India baru-baru ini meminta SPS LAIRCAM, mengingat ancaman tingkat tinggi terhadap Perdana Menteri dan Presiden India.

Boeing VC-25A on Zagreb Airport, Croatia (April, 2008) © Dtom via Wikimedia Commons

Sistem pertahanan tersebut, akan membuat keamanan Air India One – menurut rencana pemerintah India akan membeli 2 pesawat Boeing 777 dari perusahaan penerbangan Air India – setara dengan Air Force One AS, akan dipasang di dua pesawat Boeing 777, kata Pentagon.

Tujuan dari program LAIRCM adalah untuk melindungi pesawat besar dari rudal portabel. Setelah diinstal, sistem LAIRCAM ini meningkatkan waktu peringatan kru, mengurangi tingkat alarm palsu dan secara otomatis melawan sistem rudal jarak menengah lanjutan, menurut Federasi Ilmuwan Amerika.

Subsistem peringatan rudal “juga” akan menggunakan beberapa sensor untuk memberikan cakupan spasial penuh.

Subsistem penanggulangan akan menggunakan laser yang dipasang di rakitan menara pointer-tracker. Ini juga secara otomatis melawan sistem rudal jarak menengah lanjutan tanpa tindakan yang diperlukan oleh kru.

Para pilot nanti hanya akan diberitahu bahwa rudal ancaman telah terdeteksi dan sistem akan mengacaknya.