Sep 082018
 

Sistem pertahanan udara Patriot buatan Amerika Serikat.

JakartaGreater.com – Pentagon melalui Departemen Luar Negeri AS telah memberikan persetujuan pada Penjualan Militer Asing kepada Belanda untuk memodernisasi sistem rudal Patriot dengan perkiraan biaya sebesar $ 105 juta, seperti dilansir dari laman DSCA.

Penjualan rencana modernisasi tersebut diumumkan oleh Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan (DSCA) pada tanggal 5 September, senilai $ 105 juta, yang mana mencakup Rekapitalisasi (REKAP) dari empat Unit Tembak Patriot Belanda.

Penjualan tersebut termasuk berbagai layanan rekapitalisasi untuk Belanda seperti set radar, prosesor, stasiun kontrol, peralatan peluncuran, upgrade serta layanan lainnya, pengujian dan elemen terkait dari logistik dan dukungan program, sehingga akan dapat menghasilkan unit tembak berstandar PAC 3+.

Menurut pernyataan DSCA, penjualan yang diusulkan ini akan mendukung kebijakan luar negeri serta tujuan keamanan nasional Amerika Serikat dengan meningkatkan keamanan sekutu NATO, yang merupakan kekuatan penting bagi “stabilitas politik” dan kemajuan ekonomi di kawasan Eropa.

Penjualan ini juga disebut untuk meningkatkan kemampuan Belanda dalam menghadapi ancaman musuh saat ini dan masa depan. Belanda akan menggunakan kemampuan yang ditingkatkan untuk memperkuat pertahanan negerinya dan mencegah ancaman regional, dan memberikan dukungan langsung kepada kerja sama koalisi.

Patriot adalah sistem pertahanan udara jarak jauh, semua-ketinggian, semua-cuaca guna melawan rudal balistik taktis, rudal jelajah dan pesawat canggih. Patriot diproduksi oleh Raytheon. Raytheon telah membangun lebih dari 220 unit peluncur rudal Patriot untuk pelanggan di 16 negara.

  2 Responses to “Pentagon Setuju Upgrade Rudal Patriot Belanda”

  1.  

    Ane selalu penasaran. Walopun hanud terintegrasi buatan USA dan sekutunya nggak sekompleks dan se-ribet punya Rusia, sebenarnya bisa gak sih Rusia melewati atau membungkam hanud terintegrasi buatan USA??? Kalo memang bisa, kenapa Rusia marah2 USA masang hanud AEGIS ashore di Polandia, Ceko, Bulgaria bahkan marah2 waktu THAAD mau dipasang di Korsel. Lah, kalo takut THAAD bakal diubah untuk serangan darat, kan Rusia juga punya S-400/500 buat dijadiin serangan darat (SRBM).

    •  

      klo mnrt saya karena kondisinya sedang tdk perang, dan baik sistem S-400 dan THAAD ataupun AEGIS meski tdk sedang diaktifkan, namun jangkauan radarnya cukup luas, sehingga baik AS dan Rusia bakal kepanasan klo ada sistem lawan berdekatan dengan milik sendiri.

      terlebih saat ini hanud AS banyak disebar jauh dari wilayah AS dan bahkan dekat Rusia, sehingga menyempitkan ruang gerak Rusia.

 Leave a Reply