Pentolan PP Temui Menhan Bahas Bela Negara

30
138
 Ketua Organisasi Massa PP Japto Seolistyo Soerjosoemarno
Ketua Organisasi Massa PP Japto Seolistyo Soerjosoemarno

Mantan Ketua Organisasi Massa Pemuda Pancasila (PP) Yorrys Raweyai beserta Ketua Organisasi Massa PP Japto Seolistyo Soerjosoemarno mendatangi Kementerian Pertahanan di Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2015). Kedatangan dua orang besar di Ormas PP itu untuk membahas bela negara yang dilontarkan Menteri Keamanan Ryamizard Ryacudu.

“Kami membuat surat audiensi dengan Kemenhan, kemudian Menkopolhukam, Panglima TNI, Kapolri, dan bapak Presiden. Audiensi untuk memohon kehadiran beliau-beliau sebagai pemateri,” ujar Yorrys.

Sementara itu, Japto menjelaskan audensi tersebut untuk memohon kesediaan Menteri Pertahanan untuk mengisi materi khususnya yang berkaitan dengan bela negara pada Musyawarah Ormas PP pada 13 hingga 16 November mendatang.

“Kami ini bagian dari setiap warga negara wajib hukumnya untuk bela negara. Isi materi terkait dengan program bela negara. Karena setiap orang itu wajib hukumnya untuk bela negara. Tapi bela negara dianggap seperti wajib militer. Persepsi itu yang harus disamakan,” ujar Japto.

Ormas PP, lanjut Japto, bersedia membantu pemerintah terkait program bela negara, menurutnya semua warga negara harus bersatu dan kompak membantu presiden menjalankan pemerintahan. Disamping itu dirinya mengharapkan Ryamizard serta Luhut Panjaitan bisa hadir untuk membuka dan memberikan materi.

“Bela negara itu menyatukan para ahli, peofesi, membantu presiden di pemerintahan. Menhan itu mengarahkan, kita harus mempunyai rasa memiliki dan tanggung jawab sama pada negara dan audiensi ini meminta beliau mengisi materi. Insya Allah kalau bisa Munas dibuka oleh presiden,” tutup Japto.

30 KOMENTAR

  1. Kwkwkwkwk….tp ada benarnya mau lari kemana karna gak ada uang…hahahha…nasib…nasib. Bela negara bagus saja bung tp sampai sekarang saya blm dpt rincian konsepnya kalau sekarang katanya masih sukarela. Masalahnya mungkin kalau wajib bisa jd blunder kecuali dananya memang benar2 sdh di siapkan (besar). Gimana misalnya ganti nafkah harian para kuli, macam2 tukang, buruh dll..masa iya gara2 karna wajib ikut anak bini rakyat kecil lagi pas2an pada kelaparan..kan gak mungkin pasti Pak Menhan mikir juga. Jd kita tunggu saja kejelasannya dengan baik sangka.

  2. tuh kan nongol lagi deh….ujung ujungnya 11/12 sama jaman dulu..ini yg gk saya suka bela negara kalo akhirnya sama seperti PP..dulu ada pamsuakarsa, diturunkan utk menghadapi rakyat dan mahasiswa, krn militer tdk mau terkena ham. tp intinya kepanjangan tangannya militer..

  3. Saya msh ingat 2 thn lalu pas malam takbiran di Surabaya kebetulan saya lewat dpn kantor PP di Jl. J A. Suprapto, di depan halaman kantornya ada beberapa orang dengan membunyikan sound system keras dan lagunya itu House Music (bkn suara Takbir),,,, mgkn d dlm kepala orang2 ini kosong g ada otaknya,,, letak kantornya mmg strategis, jalan protocol dpn kantor Pemkot Sby dan semua org yg lwt pada ngelus dada prihatin liat kelakuan PP spt itu…. SALAM RESPECT bwt semua teman di forum ini

  4. Kalau di jalan raya,jalan kayak punya kakekny
    Tiang listrik di coreti.
    Setiap pedagang kaki lima di palakin.
    Setiap ada lapak pedagang ramai pembeli pasti ada tukang parkir liar.
    Gila tauran.
    Pak menhan tni udah di cintai rakyat,. Jangan kecewakan rakyat.
    No empaty no respect
    Gk ush lh di bina pak.

  5. neeh ormas isinya bnyk preman..tkg palakin warga,bikin resah,sok jagoan tkg nindas rakyat susah,beking org2 berduit,pendemo bayaran,mereka orientasinya cuma k uang.ga usahlah loe2 ormas pd ngomong bela negara,d lemparin duit jg langsng pd manggut apa kta yg pnya duit…dasar benalu negara