Oct 222015
 
 Ketua Organisasi Massa PP Japto Seolistyo Soerjosoemarno

Ketua Organisasi Massa PP Japto Seolistyo Soerjosoemarno

Mantan Ketua Organisasi Massa Pemuda Pancasila (PP) Yorrys Raweyai beserta Ketua Organisasi Massa PP Japto Seolistyo Soerjosoemarno mendatangi Kementerian Pertahanan di Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2015). Kedatangan dua orang besar di Ormas PP itu untuk membahas bela negara yang dilontarkan Menteri Keamanan Ryamizard Ryacudu.

“Kami membuat surat audiensi dengan Kemenhan, kemudian Menkopolhukam, Panglima TNI, Kapolri, dan bapak Presiden. Audiensi untuk memohon kehadiran beliau-beliau sebagai pemateri,” ujar Yorrys.

Sementara itu, Japto menjelaskan audensi tersebut untuk memohon kesediaan Menteri Pertahanan untuk mengisi materi khususnya yang berkaitan dengan bela negara pada Musyawarah Ormas PP pada 13 hingga 16 November mendatang.

“Kami ini bagian dari setiap warga negara wajib hukumnya untuk bela negara. Isi materi terkait dengan program bela negara. Karena setiap orang itu wajib hukumnya untuk bela negara. Tapi bela negara dianggap seperti wajib militer. Persepsi itu yang harus disamakan,” ujar Japto.

Ormas PP, lanjut Japto, bersedia membantu pemerintah terkait program bela negara, menurutnya semua warga negara harus bersatu dan kompak membantu presiden menjalankan pemerintahan. Disamping itu dirinya mengharapkan Ryamizard serta Luhut Panjaitan bisa hadir untuk membuka dan memberikan materi.

“Bela negara itu menyatukan para ahli, peofesi, membantu presiden di pemerintahan. Menhan itu mengarahkan, kita harus mempunyai rasa memiliki dan tanggung jawab sama pada negara dan audiensi ini meminta beliau mengisi materi. Insya Allah kalau bisa Munas dibuka oleh presiden,” tutup Japto.

  39 Responses to “Pentolan PP Temui Menhan Bahas Bela Negara”

  1. Pertamax lagii

  2. bela negara adalah kwajiban setiap warga negara

  3. pertamina

  4. pertelu

  5. susah susah

  6. Buset kirain ane mau pertamax… Pade k’ga tidur x ya…

  7. Pp(pemuda preman).

  8. bela negara yg diprioritaskan terlebih dahulu adalah
    – anak2 pejabat jendral dan pengusaha
    – orang yang sedang membuat atau memperpanjang passport
    – orang yg punya rekening tabungan di atas 100 juta

    karena merekalah yg punya peluang besar “lari” ke luar negeri ketika perang meletus hihihihih

    kalo rakyat jelata seperti saya mah mau lari kemana…. ada musuh datang yahh gorokk atau digorok

    • Kwkwkwkwk….tp ada benarnya mau lari kemana karna gak ada uang…hahahha…nasib…nasib. Bela negara bagus saja bung tp sampai sekarang saya blm dpt rincian konsepnya kalau sekarang katanya masih sukarela. Masalahnya mungkin kalau wajib bisa jd blunder kecuali dananya memang benar2 sdh di siapkan (besar). Gimana misalnya ganti nafkah harian para kuli, macam2 tukang, buruh dll..masa iya gara2 karna wajib ikut anak bini rakyat kecil lagi pas2an pada kelaparan..kan gak mungkin pasti Pak Menhan mikir juga. Jd kita tunggu saja kejelasannya dengan baik sangka.

    • hahaha… bener juga sampeyan punya pendapat…. NKRI Harga Mati !!!

    • Bela negara tdk prlu ditunjuk2 gan..
      Bela negara buat jiwa nya yg terpanggil utk NKRI..
      Bela negara utk bangsa yg nasionalis,patriotis..
      So.. apakah jiwamu trpanggil?
      I’m ready!!!

  9. ngapain wamil pak RR kan ada anak buah kang muss
    yaach bebeeb,,

  10. Menhan harus menasehati keras organisasi ini terkait perilakunya, TNI saja berusaha mati-matian merebut hati rakyat dan berusaha keras merubah kultur agar tidak menyakiti rakyat …..

  11. Miris dengan nama geng-nya “PEMUDA PANCASILA”.
    semua ormas di indonesia tidak murni untuk mensejahterakan rakyat yang ada malah menjadi lintah darat.bahkan menjadi sampah masyarakat.
    segala sesuatu yg menyangkut PANCASILA harus mengerti makna dan meng-aplikasi kanya buat rakyat.
    ormas tiada lain hanyalah kepentingan golongan yang ingin meraup keuntungan dengan jalan singkat ( tidak peduli dengan “humanity”)
    saya harap Mentri dalam negri bisa meng-evaluasi lagi jumlah ormas yang tidak menguntungkan bagi lingkungan di sekitarnya.dan tidak mudah memberikan izin berdirinya ormas” baru.
    analisa saya buat apa pemerintah meiliki POLRI/TNI sampai level babinsa. jika maslah bela negara/kedaulatan( ekonomi,budaya,sosial…dll ) tidak bisa di sosialisaiskan dan di implementasikan kepada masyarakat luas??saya yakin penerapan PANCASILA di masyarakat yang BER-BHINEKA ini lebih bisa menerima dibandingkan hanya sekelompok golongan yang tidak jelas ideologinya.evaluasi kembali UU otonomi daerah.

    jadi nama yang cocok buat ormas tersebut adalah “PEMUDA PANCASIAL”.yang daily activity nya bertolak belakang dengan “PANCASILA”.

  12. SEKALI LAYAR TERKEMBANG SURUT KAMI BERPANTANG…

    PANCASILA………..ABADI…!!

  13. SEKALI LAYAR TERKEMBANG SURUT KAMI BERPANTANG…

    PANCASILA………..ABADI…!!

    234 SC

  14. dari dulu saya gak respect sama ormas ini..

  15. Bapak Menhan yang terhormat, 100 juta rakyat untuk bela negara adalah angka yg masuk akal. Tetapi sangat sulit membayangkan keberhasilan program bela negara tanpa menanamkan nilai2 luhur untuk diterapkan dlm kehidupan sehari2 oleh peserta nya, dah lebih sulit lagi membayangkan bagaimana bisa organisasi2 premanisme yg jaringan beranggotakan kriminal yg terlibat dengan kriminalitas, hal2 ilegal dan tidak terpuji akan di ikutsertakan dlm program bela negara.

    Bapak Menhan yg terhormat, organisasi2 pemuda seperti ini seharusnya di hapuskan dan bukan dipelihara atas dalih apapun demi mewujudkan Indonesia yg beradab dengan warga negara yg berbudi luhur. Jika ada sampah-sampah yg harus dibersihkan dr jalanan di Indonesia, organisasi2 kepemudaan (kepremanan dan kemafiaan) adalah salah satu nya dan prioritas nya.

    Mari membangun Indonesia yg bersatu,beradab dan berbudi luhur. Berawal dari membersihkan jalan2 dari begundal2!

    No premaniyah/mafiaiyah bertopeng nasionalisme!! Kita duduk sama rendah, berdiri sama tinggi.

  16. tuh kan nongol lagi deh….ujung ujungnya 11/12 sama jaman dulu..ini yg gk saya suka bela negara kalo akhirnya sama seperti PP..dulu ada pamsuakarsa, diturunkan utk menghadapi rakyat dan mahasiswa, krn militer tdk mau terkena ham. tp intinya kepanjangan tangannya militer..

  17. Saya msh ingat 2 thn lalu pas malam takbiran di Surabaya kebetulan saya lewat dpn kantor PP di Jl. J A. Suprapto, di depan halaman kantornya ada beberapa orang dengan membunyikan sound system keras dan lagunya itu House Music (bkn suara Takbir),,,, mgkn d dlm kepala orang2 ini kosong g ada otaknya,,, letak kantornya mmg strategis, jalan protocol dpn kantor Pemkot Sby dan semua org yg lwt pada ngelus dada prihatin liat kelakuan PP spt itu…. SALAM RESPECT bwt semua teman di forum ini

  18. ane pling gk respeck ma organisasi kya bginian, bubarin aje, kgak da gunanya..

  19. Kalau di jalan raya,jalan kayak punya kakekny
    Tiang listrik di coreti.
    Setiap pedagang kaki lima di palakin.
    Setiap ada lapak pedagang ramai pembeli pasti ada tukang parkir liar.
    Gila tauran.
    Pak menhan tni udah di cintai rakyat,. Jangan kecewakan rakyat.
    No empaty no respect
    Gk ush lh di bina pak.

    • LAPOR POLISI DONK……TLG HARGAI POLISI…!
      NEGARA INI BUKAN NEGARA PREMAN…
      ANDA CUPU …eh salah ane yang cupu..!
      he he he

  20. kalo bela negara isinya orang ini mending di batalin aja..ujungnya cuma jd penderita rakyat

  21. Taaii anjiingg sama ormas…
    Ingaaaattt…pertahanan terakhir sebuah negara adalah PRAJURIT dan RAKYAT…bukan ormas…

  22. neeh ormas isinya bnyk preman..tkg palakin warga,bikin resah,sok jagoan tkg nindas rakyat susah,beking org2 berduit,pendemo bayaran,mereka orientasinya cuma k uang.ga usahlah loe2 ormas pd ngomong bela negara,d lemparin duit jg langsng pd manggut apa kta yg pnya duit…dasar benalu negara

  23. aku mau bela ….. saphira saja.

  24. ormas kayak pp di latih militer ya makin berlagak aja gaya nya…. parah.

  25. Tuh kan.. udh kliatan belangnya..
    Tak prlu djabarkan, psti sdh pd faham..
    Era PP nongol lg, apa lg ikut bela negara (blm ikut sj sdh arogan apa lg…hem…)
    #premanisme #miris #macambetulaja #pesimis

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)