Mar 142019
 

Jet latih tempur canggih berkursi ganda, Yakoklev Yak-130 buatan Rusia. © Adrian via Wikimedia Commons

Sumber di industri penerbangan mengatakan kepada Sputnik bahwa Rusia akan memamerkan kemampuan tempur pesawat latih Yak-130 di pameran LIMA-2019 mendatang, atas permintaan Angkatan Udara Kerajaan Malaysia.

Pada bulan Februari, Kepala Departemen Kerja Sama Internasional Perusahaan Negara Rusia Rostec, Viktor Kladov, mengatakan kepada Sputnik bahwa Rusia akan mendemonstrasikan pelatih jet Yak-130 di pertunjukan udara LIMA-2019 untuk pertama kalinya.

“United Aircraft Corporation (Rusia) akan membawa pesawat latih tempur Yak-130 ke pameran. [Jet] tidak hanya akan mengambil bagian dalam program penerbangan pameran, tetapi Malaysia juga akan menyaksikan kemampuan tempurnya dalam sebuah rezim. Ditutup untuk umum. Salah satu pilot uji dari Biro Desain Yakovlev akan menerbangkan pesawat dan menunjukkan kepada rekan Malaysia semua kemungkinan Yak-130 Rusia di udara,” kata sumber itu.

Selain itu, Russian Knights, tim demonstrasi aerobatik Angkatan Udara Rusia, juga akan mengambil bagian dalam program penerbangan acara mendatang, menurut sumber itu.

Jet Yak-130 merupakan pesawat latih tempur dua tempat yang diproduksi oleh Irkut Corporation, bagian dari United Aircraft Corporation. Rusia berhasil mengekspor jet-jet ini ke sejumlah negara asing, termasuk Myanmar dan Laos.

Pameran Maritim & Aerospace Internasional Langkawi (LIMA) akan berlangsung di Langkawi Malaysia pada 26-30 Maret. Ajang tersebut diadakan sekali dalam dua tahun sejak 1991 dan dianggap sebagai salah satu pertunjukan peralatan militer terbesar di kawasan Asia Pasifik. Acara ini diselenggarakan bersama oleh Kementerian Pertahanan Malaysia.

Sumber: Sputnik News

 Posted by on Maret 14, 2019

  2 Responses to “Penuhi Permintaan Malaysia, Rusia Akan Pamerkan Jet Yak-130 Dalam LIMA-2019”

  1.  

    pesawat latih tp bawaannya yg bisa di tenteng itu yg bikin ngeri.

  2.  

    Filling saya… Malaysia akan lebih mengincar Yak-130, FA-50 paling mahal, JF-17 paling murah tetapi paling tidak mentereng, Tejas tidak jelas… akan menarik kalau Malaysia memilih Yak-130…..