Oct 122013
 
Helikopter mi-17 TNI AD melakukan pendaratan darurat di Distrik Okbibab, Kabupaten Pegunungan Bintang. Sejumlah bagian pesawat mengalami kerusakan

Helikopter mi-17 TNI AD melakukan pendaratan darurat di Distrik Okbibab, Kabupaten Pegunungan Bintang. Sejumlah bagian pesawat mengalami kerusakan

Enam kru helikopter Mi-17 beserta 8 personel TNI dari Satgas 126, selamat saat terjadi insiden pendaratan darurat sekitar 600 meter arah barat Bandara Okbibab, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Jumat (11/10/2013).

Pada pukul 10.05 WIT, Helikopter TNI AD jenis MI-17 yang sedang melakukan penerbangan membawa bantuan logistik dari Bandara Sentani Jayapura menuju Bandara Okbibab, tiba-tiba hilang kendali dan harus melakukan pendaratan darurat.

Menurut Kepala Penerangan, Komando Daerah Militer XVII Cenderawasih, Kolonel Inf Lismer Lumban Siantar, kejadian berlangsung di Kampung Abnu Sibil, Distrik Okbibab, Kabupaten Pegunungan Bintang.

“Saat pesawat berada pada jarak 600 meter dari Bandara Okbibab, tiba-tiba terjadi perubahan cuaca mendadak. Heli hilang kendali setelah dihempas angin kencang. Beruntung pesawat bisa melakukan pendaratan darurat sehingga semua kru dan penumpang selamat,” jelas Lismer melalui pesan singkat.

Akibat insiden ini, beberapa bagian heli mengalami kerusakan.

Setelah berkoordinasi dengan anggota TNI setempat, beberapa saat kemudian anggota TNI dari Koramil Okbibab bersama anggota TNI Satgas 126 mendatangi lokasi kejadian. “Mereka langsung mengamankan pesawat dan mengangkut logistik TNI yang dibawa dari Jayapura,”  ujar Kolonel Lismer. (Kompas.com).

  36 Responses to “Penumpang Helikopter Mi-17 TNI AD Selamat”

  1. Disate aja helikopternya,
    pelajari satu persatu,
    tambahin fitur-fiturnya
    lalu bikin yang lebih dari itu….

  2. kenapa heli Mi-17 kog kayaknya sering human error,,
    kayaknya ada yg aneh dan janggal

  3. Rusia emang lemah di QC (Quality Control), Apalagi China ngak usah ditanya deh…
    makanya TNI masih ragu dengan Alutsista Rusia, dan masih menggandrungi Made-in Barat meski Rawan Embargo.
    Coba tanya Pilot dan Kru Skadron 11 (Sukhoi) kalau mereka jujur, Enak mana buatan barat ama Rusia

    • @Melektech, saya pernah membaca artikel yang memberitakan bahwa Mi-17 itu tangguh/
      jagoan untuk terbang tinggi sambil membawa beban, eg. didaerah sekitar himalaya atau
      pegunungan tinggi lainnya, bahkan PBB pun memilih menggunakan Mi-17 untuk
      program bantuan atawa evakuasi, more stable they said….

    • ga juga ach bung @melecteh,, ingat udah brp biji SKY HAWK TNI AU jatuh (,*Terakhir di riau) buatan INGGRIS, F-16 yg jatoh,tergelincir, jadi tidak dapat dijadikan patokan bagus mana barat/NATO/ atau RUSIA, yg salah adalah kenapa pemerintah “doyan” suka” barang second,se;lain itu faktor Alam juga menentukan,, sehebat apapun mesin buatan manusia, tidak akan mampu melawan kekuatan alam.jadi kembali ke topik, kita tidak bisa menyalahkan pemerintah mengapa membeli produk RUSIA atau NATO/BARAT,dan jika di tanya kalo perang enak pake F16 atau Sukhoy, yg pasti pilot AU milih sukhoy 🙂

      • Mungkin yang dimaksud Hawk (100/200).

        Tapi memang benar agak sulit menyimpulkan produk barat lebih unggul.
        Jika ditinjau dari catatan program luar angkasa yang sangat prestisius dan merupakan puncak2 teknologi penerbangan setiap negara, tingkat kematian kosmonot Rusia lebih rendah (4 orang atau 0.9% jumlah total manusia yang diluncurkan ke luar angkasa) dari astronot (18 orang, 4.1%).
        Angka AS cukup besar karena 2x kecelakaan space shuttle @ 7 awak. Tapi jika dikurangi 2 x 4 orang sehingga sama dengan jumlah awak Soyuz (3 orang), tetap lebih banyak AS; 10 vs 4.

        About five percent of people who have been launched have died doing so. As of November 2004, 439 individuals have flown on spaceflights: Russia/Soviet Union (96), USA (277), others (66).Twenty-two have died while in a spacecraft: three on Apollo 1, one on Soyuz 1, one on X-15-3, three on Soyuz 11, seven on Challenger, and seven on Columbia. By space program, 18 NASA astronauts (4.1%) and four Russian cosmonauts (0.9% of all the people launched) died while in a spacecraft.

      • Dulu sy bilang klo untuk kelas helikopter , produk rusiaa msh kalah dgn produk barat. Khususnya amerika serikat.
        Rusia baru untuk pespur su-27/30 mk2/mki kualitas sama dengan produk amerika serikat. Bahkan lebih unggul di kelasnya.
        Lebih asyik klo bung wie…. Krn dulu dibantah sm bung wie krn pernah jd sales pproduk rusia untuk pemasaran indonesia.

      • Pasca PD II pespur Soviet/Rusia selalu bersaing ketat dengan pesawat AS.

        Perang Korea menjadi arena pertarungan Mig-15 vs. F-86 Sabre.
        Seorang pilot Korut, Lt. Kum Suk No kabur membawa MiG-15 ke Korsel. Pesawat ini kemudian diuji oleh pilot legendaris Chuck Yeager untuk dogfight 1 lawan 1 dengan Sabre yang dipiloti oleh Capt. H.E. Collins. Chuck Yeager menang, ketika tukar pesawat Yeager menang lagi.
        As Yeager says – it was the man and not the machine when dealing with the F-86/MiG-15 match-ups.

        Di perang Vietnam, giliran MiG-21 vs. F-4 Phantom.
        Pilot2 Vietnam Utara dengan MiG-21 mereka mengungguli pespur AS. Dalam wawancara dengan penulis Inggris Roger Boniface, aces VietUt Pham Ngoc Lan dan Nguy?n Nh?t Chiêu, Ngoc Lan berkata “The MiG-21 was much faster, and it had two ATOLL missiles which were very accurate and reliable when fired between 1,000 and 1,200 yards.” Chiêu menambahkan “…for me personally I preferred the MiG-21 because it was superior in all specifications in climb, speed and armament. The ATOLL missile was very accurate and I scored four kills with the ATOLL. In general combat conditions I was always confident of a kill over a F-4 Phantom when flying a MiG-21.”

        Keunggulan Vietnam Utara ini yang mendorong didirikannya sekolah Top Gun;
        After a million sorties and nearly 1,000 US aircraft losses, Operation Rolling Thunder came to an end on 1 November 1968. A poor air-to-air combat loss-
        exchange ratios against the smaller, more agile enemy MiGs during the early part of the Vietnam War eventually led the USN to create their Navy Fighter
        Weapons School, also known as “Top Gun” at Miramar Naval Air Station on 3 March 1969. The USAF quickly followed with their own version, titled the
        Dissimilar Air Combat Training (sometimes referred to as Red Flag) program.

      • Sinai, 1971.

        MiG-25 muncul, AU Israel masih menggunakan F-4.
        MiG-25 melakukan penerbangan pengintaian di atas Sinai yang masih dikuasai Israel, F-4E tidak berdaya (lawan MiG-21 aja kedodoran).
        On 6 November 1971, an Egyptian MiG-25 flying at Mach 2.5 was met by Israeli F-4Es and fired upon unsuccessfully.

        Perang Teluk
        US Navy F/A-18, piloted by Lt Cdr Scott Speicher, was shot down on the first night of the war by a missile possibly fired by a MiG-25. The kill was reportedly made with a Bisnovat R-40TD missile fired from a MiG-25PDS flown by Lt. Zuhair Dawood of the 84th squadron of the Iraqi AF.

        In another incident, an Iraqi MiG-25PD, after ELUDING eight U.S. Air Force F-15s, fired three missiles at General Dynamics EF-111A Raven electronic warfare aircraft, forcing them to abort their mission and leave attacking aircraft without electronic jamming support.
        (Bisa dibayangkan kemampuan manuver MiG-25, lolos dari hadangan 8 F-15, dan menyerang EF-111).

        In yet another incident, two MiG-25s approached a pair of F-15s, fired missiles (which were evaded by the F-15s), and then OUTRAN the American fighters. Two more F-15s joined the pursuit, and a total of 10 air-to-air missiles were fired at the MiG-25s, although none reached them.
        (Bisa dibayangkan kecepatan 2 MiG-25 tsb, dikejar 4 F-15 dan ditembaki 10 rudal, semua luput).

    • Yang saya bilang adalah QC (Quality Control), bukan Tangguh/Hebat nya, PBB banyak memakai Mi-17 karena daya angkutnya besar serta murah-meriah.

      Hawk 100/200 dan F-16 jatuh dikarenakan sebagian besar karena Human Error (coba di google aja kronologisnya).

      24 unit MiG-29 yang dibeli oleh Aljazair, ditolak untuk diterima dan dikembalikan karena kualitas yang rendah.

      India juga pernah protes terhadap Rusia, dan meminta agar Rusia menaikkan standar mutu produksi alutsistanya, sekitar tahun 2010

      Semua perusahaan Rusia Sukhoi, Mil, Mikoyan, dst.. sekarang banyak memakai komponen dari barat, dan memakai standard mutu barat agar dapat bersaing di pasaran. namun tidak sebaliknya

      Jangan terlalu membesar-besarkan sesuatu yang tidak besar, agar kita tidak tertipu

      • Setuju…Hawk dan F-16 yang jatuh lebih dikarenakan umur dan suku cadang yang ngadat gara-gara embargo. Rusia ini memang suka jual barang obralan, makanya RI jangan mau ambil kapal selam bekas Rusia, mending duitnya belikan Scorpene atau 214 Jerman, biar cuma 2 biji ….

      • India juga pernah
        protes terhadap
        Rusia, dan meminta
        agar Rusia
        menaikkan standar
        mutu produksi
        alutsistanya, sekitar
        tahun 2010
        —————-
        mungkin hal ini yg menyebabkan india memakai perangkat avionik dan electronic warefare BUKAN buatan rusia utk skuadron sukhoinya.
        kalau tidak salah malaysia juga melakukan hal yg sama

  4. alutsista produksi Amerika atau Eropa ‘ergonomis’ pengguna juga menjadi perhatian
    dalam pembuatannya, sedangkan produksi Rusia (‘saja’ gak termasuk China) itu ‘spartan’,
    mercenaries (tentara bayaran) Amrik maupun Eropa, terutama Inggris dan Perancis,
    banyak memilih produksi Rusia, selain lebih murah dan mudah didapat (black market tentunya)
    juga tangguh….

  5. mi17 jelas tetap truk terbang, kalo memang faktornya alam, who knows, tapi saluut buat pilotnya, beli lagi 12 biji

  6. kenapa blogs “jakarta greater ” kog urutanya di belakang ya sekarang??
    Beda dengan blog”s ” yg lain,,padahal kalau di runut jakarta greater rame pengunjung dan komentator yg mumpuni dan bisa di jadikan acuan/ pendidikan buat saya yg awam akan alutsista..

    Kalau boleh minta pencerahanya dong sama suhu di warjag

    • Karena sudah terlalu banyak PATRIOTnya jadi kagak bisa diadu domba
      Dan juga Karena banyak sesepuhnya bisa menjaga KONDUSIF nya blog

      Yang paling Penting bahwa Blog ini bisa menumbuhkan rasa NASIONALISME rakyat kita menuju Indonesia Jaya

      coba diamati kalau WARJAG artikelnya yang membahas alutsista aja atau yang berbau kontroversial pasti langsung disadur oleh blog blog yang lain,,
      TETAPI bila Warjag memuat artikel yang temanya menumbuhkan nasionalisme maka dipastikan tidak akan dimuat diblog blog lain,,

      Para anggota cyber warfare anti NKRI lagi bergilya di blog blog lain mengaduk aduk persatuan dengan segala cara termasuk menaikan ratingnya blog..dan kearah pengaburan dan pembodohan bangsa
      Kalau blog yang bertema nasionalisme ratingnya akan turun,
      Tetapi kita nggak akan SURUT untuk mencerdaskan bangsa ini

      Maaf kalau salah

      • Para anggota cyber
        warfare anti NKRI
        lagi bergilya di blog
        blog lain mengaduk
        aduk persatuan
        dengan segala cara
        termasuk menaikan
        ratingnya blog..dan
        kearah pengaburan
        dan pembodohan
        bangsa
        —————
        sangat setuju terutama point di atas.
        lebih parah lagi jika si pemilik blog ikut ‘bermain’

    • Itulah yang dulu saya katakan bahwa “Banyak orang baru pindahan dari sebelah yang ANGKER”

  7. mendarat darurat atau pintu heli jatuh bukan masalah besar, yang bermasalah itu apabila heli atau pesawat tempur kita ga pernah digunakan cuma di lap dan di olesin minyak aja…

    • Itulah sebabnya banyak negara yang hanya bisa beli tapi tak mampu merawatnya, karena biaya merawat dan memakai jauh lebih mahal dari beli. Akhirnya jarang dipakai, paling masuk gudang dan di “Laminating”.

      Indonesia kenapa beli F-16 lagi ?, karena semuanya sudah tersedia, dan ngak butuh biaya lagi, Kru, Maintenance Tools, Education Crew, dst..yang harganya 10x harga pesawat.

      Konon untuk menyiapkan pendukung Su-27/30 butuh biaya total 14x biaya pesawat, termasuk merawat rudal.

      Apalagi nanti jadi beli si “KILO”, wuuuih, berapa ratus juta dolar lagi biaya tambahan untuk menyiapkan pendukungnya.

      Itulah kenapa kemarin delegasi beberapa negara Afrika datang ke PT. DI namun merasa ngak mampu beli, sebenarnya beli mampu namun merawatnya yang ngak mampu…..mereka maunya sebuah pesawat yang bisa semuanya, beli satu untuk semua misi, termasuk angkut penumpang sipil dan untuk bertempur

      • Pesawat tempur sukoi 27/30 memang hebat, tapi biayya perawatannya , suku cadang memang tinggi, itu pernah dibahas oleh sekjen kemhan Tahun kemarin di majalah kemiliteran terkemuka. Juga soal kapal selam kilo, memang hebat, tapi biaya peerawatan , suku cadang, dll sangat besar dari ks lain sekelasnya. Itu menurut kemhan thn kmrn.
        Klo soal rudal rusia khabarnya info klo misalnya rudal sukoi masih gudang belum dipake life timenya 10th, klo sudah dikeluarin misal dipasang di pespur umur life timenya Tinggal separonya

      • Betul sekali komentar anda.
        Contoh paling mudah adalah umur mesin dan rangka Su-27/30 bila dibandingkan Mesin F-15, masih jauh…
        Untungnya Sukhoi berusaha memperbaikinya di Su-35, meski belum bisa menyamai buatan AS.

      • Kalau Sekjen Kemhan membandingkan dengan biaya perawatan F-16, wajar Sukhoi lebih tinggi karena mesinnya 2.
        Disamping itu keunggulan tentu ada harganya, gak gratis.

        Ade Rai juga biaya makannya lebih tinggi dari rata2…

  8. Ingin berbagi dengan warjag.
    Janganlah terlalu cepat memvonis bahwa pesawat terbang buatan Rusia selalu lebih inferior dari buatan Barat. Khusus utk helikopter famili Mi-8/MI-17 sampai sekarang telah diproduksi sekitar 12.000, dan dipergunakan oleh lebih dari 60 negara. Kecelakaan yang tercatat sejak tahun 2003 kira2 berjumlah 20. MI-8 mulai diproduksi tahun 1961, sedangkan MI-17 yang adalah pengembangan dari MI-8, diproduksi mulai tahun 1977, dan telah diproduksi di China dengan lisensi. Faktanya adalah famili Mi-8/MI-17 adalah helikopter yang paling banyak diproduksi dan paling banyak dioperasikan di dunia. Kecelakaan pesawat terbang biasanya terbagi dalam 3 bagian besar, kesalahan pabrik, kesalahan manuisa, dan karena faktor alam. Sepanjang belum ada release hasil penyelidikan, maka kecelakaan MI-17 kita patut disuga adalah karena faktor alam.
    Kalau kita simak pengoperasian SU-27/30 kita sejak tahun 2003 yang juga adalah buatan Rusia, ternyata cukup intensif, dengan intercept black flight, latihan gabungan, fly pass, ikut pitch black di Australia, dengan selamat. Malahan ada penerbang kita yang sudah mencapai 1000 jam terbang dengan Sukhoi Flanker. Ini membuktikan bahwa Flanker adalah bukan “hangar queen”, yang cuma dipajang saja tidak dipakai, dan juga tidak kalah andal dengan buatan Barat.
    Federasi Rusia zaman sekarang jangan dibandingkan dengan USSR zaman komunis dulu. Sekarang mereka telah menyamai teknologi Barat, bahkan dalam dekade mendatang bisa melebihi.

    • Bukan memvonis, tapi FAKTA yang ada.

      Mi-17 banyak diproduksi, tapi yang banyak dipakai, Justru buatan AS, sampai sekarang, karena AS negara yang suka berperang dan suka ber “Seliweran” didunia.

      ngak usah jauh-jauh, di Indonesia saja Mi-17 jarang dipakai, paling di Papua aja (yang sekarang lagi Down), sedang yang berseliweran justru Bell dan si Puma

      Sedang Sukhoi TNI-AU kita berbangga itu, karena meski hanya 16 biji tapi dimanfaatkan penuh. Intercept pakai Sukhoi, Patroli pakai Sukhoi, dst…

      Namun kita berbicara tentang Dunia (Global) disini, dimana China dan India, sebagai pemakai terbanyak, sangat jarang terlihat si Suko ini….malah yang sering terlihat si Mirage dan J-8

      • Mana ya data atau sumber valid yg bs membuktikan argumen “Mi-17 banyak diproduksi, tapi yg banyak dipakai buatan AS” dan “China dan India jarang makai Sukhoi, lebih sering makai Mirage dan J8”? Walaupun memang wajar juga sih kl jet tempur yg lebih sering dipakai adalah yg bertipe workhorse, jet tempur pemukul utama ya keluar lebih intensif pas ada pertempuran saja. Tp itu bukan berarti jet tempur workhorse itu lebih “bagus” toh ketimbang jet tempur pemukul utama.

      • Didunia ini ngak ada yang valid om, semua tergantung dari penulisnya, sejarah aja bisa dibelokkan dengan mudah oleh penulisnya………..

        makannya saya lebih tertarik dan menghargai ama ANALISIS PRIBADI, dari pada COPAS-COPAS-COPAS………..meskipun Analisis itu bersebrangan, akan saya hargai dan salut

        Dari analisis pribadi itulah bisa kita telaah dan dilihat BOBOT daya pemikiranya seperti apa, tentunya bobot itu dia dapat dari pengalaman yang panjang dan dari Rangkuman dan Kesimpulan ratusan, bahkan ribuan ilmu yang dia dapat……..

  9. Rusia mempunyai banyak perusahaan yang bersaing di dalam negeri. Imo lebih tepat ngomongin kualitas dan kekurangan Hinds sebagai produsennya daripada Rusia Rusia sebagai negara asalnya.

  10. jadi intinya produk usa memang gampang.mudah.murah tp kalau usa nya sok sokan suka embargo.jual mahal.subyektif kalau menjual senjata.
    buat apa?

  11. tapi apapun semua adalah pilihan..silahkan mau pilih alutsista mana…semua ada resikonya…dan kalau pun akhirnya tidak memilih kita sudah mengalaminya.ketika orba.indonesia ompong gak punya senjata.beda sm india, pakistan, cina mereka telah memilih dan kita telah liat hasilnya

  12. Kalo f16 yg retrofitan sudah datang,sukhoy ga lagi d pakai buat patrol or intercept soft target,kebayang mahalnya operasional heavy fighter ini,itu makanya india n china ga pake buat patrol

  13. gimana kalau kita wujudkan saja pesawat tempur sendiri… hehehe saya tau buat pesawat tempur itu komplek.. tapi itu kan relatif. Coba kita rubah mindset kita..bahwa tidak ada yg tidak mungkin selama itu (apapun itu.. pesawat tempur kek.. rudal kek.. atau senjata pemusnah massa sekalipun) adalah barang fisik dan manusia yang lain bisa .. kenapa kita .. bangsa ini tidak bisa?? yg ga bisa dimana ?? jangan masukkan kata susah sebagai parameter -hehehe .. majulah NKRI!!

    ++ mimpi saya dan mungkin mimpi anda2 semua.. kelak kita akan berdebat di forum ini tentang kenapa alutsista produk kita bisa ditiru bangsa lain ..

  14. tak ad produk yg sempurna, turut berduka cita..
    smg kedepan kemhan melakukan pengadaan 1 skuad heli Chinook.

 Leave a Reply