Penyandera 7 WNI Minta Tebusan 66,36 Milyar Rupiah

42
5892

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno LP Marsudi, mengonfirmasi penyanderaan tujuh anak buah kapal warga negara Indonesia oleh dua kelompok bersenjata berbeda di Filipina.

“Pada tanggal 23 Juni sore, kami mendapatkan konfirmasi bahwa telah terjadi penyanderaan terhadap ABK WNI kapal tugboat Charles 001 dan kapal tongkang Robby 152,” ujar Retno saat menyampaikan pernyataan resminya di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (24/6).

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno LP Marsudi membenarkan 7 WNI disandera 2 kelompok militan Filipina (Foto : antara)
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno LP Marsudi membenarkan 7 WNI disandera 2 kelompok militan Filipina (Foto : antara)

Retno lantas menjabarkan bahwa penyanderaan itu terjadi pada Senin (20/6) di Laut Sulu dalam dua tahap oleh dua kelompok bersenjata berbeda pada pukul 11.30 dan 12.45 waktu setempat. Saat itu, kapal membawa 13 ABK.

Menurut juru bicara Kemlu, Arrmanatha Nasir, pada tahap pertama, hanya 3 orang yang disandera. Lalu pada tahap kedua, 4 orang lainnya disandera.

“Saat ini, keenam ABK yang dibebaskan sedang dalam perjalanan membawa kapal Tugboat Charles 001 dan Tongkang Robby 152 ke Samarinda,” ucap Retno.

Retno menegaskan bahwa Indonesia mengecam keras terulangnya penyanderaan WNI untuk yang ketiga kalinya. Menurut Retno, penyanderaan ini tidak dapat ditoleransi.

“Pemerintah Indonesia akan lakukan semua cara yang memungkinkan untuk membebaskan para sandera tersebut. Keselamatan ketujuh WNI merupakan prioritas,” tutur Retno.

Untuk membahas pembebasan ketujuh WNI tersebut, Retno mengatakan akan ada rapat koordinasi di Kantor Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan pada hari ini.

Indonesia juga siap bekerja sama dengan Manila dan meminta pemerintah Filipina memastikan keamanan di wilayah perairan mereka sehingga tidak mengganggu kegiatan ekonomi di kawasan sekitar.

Konfirmasi serupa juga disampaikan Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Samarinda Kolonel Laut Yus Kusmany, yang membenarkan Tujuh ABK asal Samarinda itu kini dipastikan disandera dengan dugaan pelakunya adalah milisi Abu Sayyaf di perairan Filipina.

Selanjutnya KSOP Samarinda juga menetapkan kasus ini sebagai upaya terorisme sehingga penanganan lebih lanjut akan menjadi tanggung jawab TNI dan Polri.

Sebelumnya, saat menghubungi Dian Megawati (33), istri Ismail, salah satu ABK yang disandera, kelompok militan bersenjata tersebut meminta tebusan 20 juta ringgit Malaysia (MYR) atau setara dengan Rp 66,36 miliar (kurs 1 ringgit Rp 3.318).

Kelompok Penyandera Abu Sayyaf minta tebusan pembebasan 7 WNI 36 milyar rupiah lebih.
Kelompok Penyandera Abu Sayyaf minta tebusan pembebasan 7 WNI 66 milyar rupiah lebih.

Menanggapi tuntutan tebusan kelompok penyandera, Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Effendi Simbolon menyatakan agar pemerintah RI tidak perlu memenuhi ancaman dari pihak penyandera yang meminta tebusan 20 juta ringgit.

Effendi menyatakan kasus penyanderaan anak buah kapal beberapa waktu lalu menjadi preseden buruk yang ke depannnya harus bisa diantisipasi. “Bukan tidak mungkin kejadian seperti ini nantinya akan terus berulang lagi,” ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Jumat (24/6).

Padahal, kata dia, kapal-kapal yang dibawa para ABK itu tengah beraktivitas menjalankan kegiatan ekonomi seperti pengakutan batu bara. “Pemerintah melalui TNI harus lebih meningkatkan posisi tawar yaitu memperkuat keamanan melalui TNI seperti di perbatasan laut,” ujar Effendi. (marksman/ sumber : cnnindonesia.com dan jpnn.com)

42 COMMENTS

    • Ah…ngapain ditebus. Mereka itu sandera emang menawarkan diri disandera. Dibuktikan dgn mereka masih melewati rute yg berbahaya dan resiko penyanderaan, dan pemerintah sdh sosialisasikan pada pelayaran nasional utk tdk melewati jalur tersebut, tapi nyatanya tdk diindahkan oleh mereka. Emang manusia bebal mereka ini tak bisa dikasi tahu. Kelakuan mereka ini bikin masalah lagi terhadap negara ini. Begitulah ibarat pepatah bang rhoma irama kehilangan tongkat berkali kali dan tidak menjadikan pelajaran buat mereka atas kejadian penyanderaan sebelum sebelumnya.

  1. Ini pemerintah filipina yang payah, udah berkali kali kejadian tapi tidak ada perubahan. Filipina sedang dilanda kebingungan nasional karena 140 mil dari Manila China mulai membangun pulau reklamasi untuk pangkalan militernya, sementara diselatan filipina perompakan terus terjadi, armada lautnya bingung mau digerakan kemana, karena jumlahnya yang sangat kecil.

  2. Emang ternyata pihak Filipina yg gak serius jaga perairan sulu..kok bisa 3 kali ABK kita mengalami drama penyanderaan tapi Filipina begitu sombong gak ketulungan sok gak mau dibantu militer Indonesia

  3. Serbu saja markasnya, pemerintah Philipina ndak serius menjaga perairan dan wilayahnya dari perompak….wis ndak usah kontak Philipina, nyelonong ae masuk TNI kita, lha wong pemberontak bebas bergerak aja ndak di garuk…serbu, bebaskan dan sikat jika mereka melawan

  4. Assalamu’alaikum. Mohon maaf sblumx… Smoga pr sandra segera bebas.
    Apakah ada y sadar ato hanya sy sj y over. Dr empat belas skrng tujuh.
    Bila dilihat angka eps natuna ccgs 27088, trlu banyak angka delapan, ingat hsl bung TN.phd 384 adl 16. Llu skrng 19038, bila dlihat hasilnya sm duanya. Artinya sama dengan?
    Maksudnya? Kn natuna masalah dg china dan ab’U SA’yyaf adl permainanx amerika?
    Maksudnya sama dengan adl sama rasa, sama rata dan sama-sama/bersma?
    Smoga punggawa negri ini diberi kemudahan dn ketabahan dlm menyelesaikn masalah apapun itu… Kita doakan selalu…
    Hanya analisa 3G dari orang awam…
    Salam damai indonesiaku…

  5. militer filipina kan terlemah diasean sehingga mereka abu sayof dgn leluasa memanfaatkannya…. harusnya militer Filipina sadar kalau tidk bisa dgn sendirian minta bantu dgn negara tetangga, kalau gengsi ya gimanapun harus ditunjukan tidk akan ada lagi penyanderaan dan harus menjaminkan keamanan.

  6. Kemaren sudah di tebus minta lagi…lakukan operasi militer bombardir aja abu sarraf ini udah tau ISIS sudah keok masih saja percaya pada khilafah isis palsu….

    ini kasus muncul ketika kapal ikan china di tangkap TNI nih abbu saraf itu peliharaan china mereka di suplai senjata dan biaya dari china agar filipina bergejolak setali tiga uang juga di manfaat kan china sebagai pengalih perhatian….

    Lakukan operasi militer….oleh TNI titik

  7. Prefentifnya…setiap ada aktifitas pelayaran ke daerah itu kapal harus dikawal, minimal marinir yang ikut kapal berlayar…
    Mending bayar pengamanan jauh lebih murah daripada bayar tebusan gini…
    Menyerang abu sayafff sama juga rugi…balas dendamnya ada …biaya juga besar…resiko nyawa personeL TNI besar ..

    Udah tau rawan masih juga kecolongan…
    Piye toh…

  8. di kasih hati minta jantung ini abu gosok…kalau sudah kelewatan ya basmi ndan..operasi senyap jalankan..tidak usah pikir panjang lagi.tapi perlu di kalkulasi dampaknya..karena yg di belakang pasti si ASU.main cantik kalau bisa

LEAVE A REPLY