Apr 032014
 

Ilustrasi. Fallout 3 Concept Art

Saat ini Amerika Serikat memiliki banyak kesamaan sebagai sebuah negara dengan kondisi yang menyebabkan runtuhnya Kekaisaran Romawi kuno. Ada banyak penyebab keruntuhan Romawi, namun masalah-masalah utama yang menyebabkan keruntuhan Romawi dahulu mempunyai kemiripan dengan masalah yang dihadapi Amerika Serikat sebagai bangsa dan negara.

Keruntuhan Kekaisaran Romawi hingga total hancurnya pemerintahan mereka terjadi selama beberapa abad. Namun di Amerika masalah-masalah yang telah menyebabkan keruntuhan Kekaisaran Romawi tampaknya muncul dan terjadi lebih cepat hanya dalam hitungan beberapa beberapa dekade saja dan berpotensi membawa keruntuhan pemerintahan AS.

Berikut ini adalah beberapa hal yang telah membawa keruntuhan Romawi, dan juga bisa menghancurkan pemerintah Amerika dalam waktu singkat.

  • Antagonisme antara Senat dan Kaisar
  • Penurunan Moral
  • Korupsi politik
  • Ekspansi cepat dari Kekaisaran
  • Peperangan konstan diluar kontrol pengeluaran biaya militer
  • Pengetahuan barbar dalam taktik militer Romawi
  • Kegagalan ekonomi
  • Pengangguran
  • Penurunan Etika dan Nilai-Nilai Moral
  • Tenaga Kerja Paksa / Perbudakan
  • Agama dan kepercayaan

 

Antagonisme antara Senat dan Kaisar :

Amerika Serikat mengalami hal ini. AS saat ini menghadapi bentuk perselisihan terus-menerus antara DPR dan Senat dalam sikap berseberangan mereka terhadap Presiden dalam urusan kekuasaan, uang, dan kontrol.

Penurunan Moral :

Saat ini Amerika Serikat menghadapi penurunan terbesar nilai-nilai moral sejak Kekaisaran Romawi. Dengan memaksakan dan mengatur nilai moral bagi warga negara dan secara paksa menghapus nilai-nilai moral tradisional. Misalnya mendikte bahwa orang tua tidak memiliki hak suara dalam kepentingan anak-anak mereka, seks bebas dan sejumlah perilaku tidak bermoral lainnya yang dibebaskan bahkan didukung oleh hukum dan undang- undang.

Korupsi politik:

Sebuah kekuatan dibentuk dalam tradisi yang sama dengan pasukan Praetorian yang merupakan pasukan khusus yang digunakan oleh Kaisar Romawi sebagai body guards, keamanannya dan keamanan negara. Pasukan penjaga sejenis ada di Amerika dalam bentuk Homeland Security dan berbagai cabang lain badan pemerintah yang beroperasi seperti Gestapo yang menegakan hukum sosialis melalui taktik inkonstitusional.

Ekspansi cepat dari Kekaisaran:

Perluasan AS di dunia militer sejak peristiwa 9/11 meliputi wilayah lebih luas dari ekspansi manapun di masa lalu.

Peperangan konstan diluar kontrol pengeluaran biaya militer :

Pasca 9/11 Amerika secara konstan berada dalam keadaan perang, menghabiskan biaya triliunan dollar untuk pengeluaran militer.

Pengetahuan barbar dalam taktik militer Romawi :

Pasukan Barbar dalam tentara Romawi lebih suka mengasah pedang daripada mendalami kemampuan teknik, strategi atau pengetahuan lainnya. Hal yang sama terjadi di Amerika dengan operasi militer akibat informasi palsu pasca 9/11, Amerika Serikat telah menciptakan kebencian dan antipati di antara warganya pada dunia Muslim, sehingga kemudian menciptakan jaringan besar kombatan di dunia yang mempelajari taktik militer AS seperti yang terlihat di Irak.

Kegagalan ekonomi :

Amerika Serikat berada dalam situasi ekonomi terburuk sejak Depresi Besar tahun 2007 dan kondisi ini masih berlanjut berlanjut.  Sebagai negara, AS adalah terancam kebangkrutan dan harus terus mencetak uang untuk membiayai pengeluaran.

Pengangguran :

Sejak tahun 2007 AS memiliki tingkat pengangguran yang mirip tingkat pengangguran negara Dunia Ketiga dalam berbagai aspeknya. Angka sesungguhnya dari pengangguran dengan tidak hanya menghitung mereka yang menerima santunan pengangguran, sekitar 22 % skala nasional dan hingga 50 % di beberapa negara bagian tertentu seperti misalnya California Imperial Valley.

Penurunan Etika dan Nilai-Nilai Moral:

Kehidupan bebas masyarakat AS telah menghapuskan sebagian nilai-nilai moral tradisional dan terus menjalankan gaya kehidupan materialistis.

Tenaga Kerja Paksa / Perbudakan:

Pencarian untuk tenaga kerja paksa di Amerika Serikat mengambil banyak pekerjaan di luar negeri ke daerah-daerah di mana para pekerja disewa dengan upah hanya sepersekian dari biaya untuk pekerjaan yang sama jika dilakukan di Amerika oleh orang Amerika sendiri. Invasi besar pekerja asing dari perbatasan selatan AS seperti yang yang didukung pemerintah memungkinkan perusahaan dan pemerintah sendiri untuk mempekerjakan pekerja jauh di bawah upah minimum.

Bencana alam :

Amerika Serikat mengalami berbagai bencana alam yang memakan biaya pemulihan miliaran dollar, dari mulai bencana Tornado hingga topan badai.

Agama dan kepercayaan :

Ada kemiripan antara kebangkitan Kristen pada Romawi dan Islam bagi AS saat ini. Ketika pemerintah AS memerangi ‘ekstremis’ Muslim di seluruh dunia, di kalangan masyarakat AS sendiri Islam berkembang pesat. Atheisme juga berkembang secara luas di kalangan masyarakat AS dan ikut menggerogoti nilai-nilai religius berbagai agama ‘tradisional’.

Apakah Amerika Serikat akan mengikuti jejak kekaisaran Romawi yang runtuh setelah lama menjadi hegemony dunia? Hanya waktu yang akan membuktikannya. (thetrenchesworldreport)

  138 Responses to “Penyebab Keruntuhan Romawi dan Kondisi AS Saat Ini”

  1. Pertamax plus… 1st

  2. Sllu menyimak…sorry dluan..

    • Kemungkinan itu juga akan terjadi di negri kita(semoga tdk terjadi jauhkan bala) apa lagi saya denger2 ada capres boneka gue g’ tw maksudnya apa tolong yg paham ksih penjelasn donk.maklum pemilih pemula hi..hi..hi…….

  3. tigo. . .

  4. Ikut nimbrung

  5. harapan 1

  6. Kok sepi sih. Ditunggu diskusinya.

  7. jika dibaca banyak juga yang terjadi di negeri kita. Di masyarakat yang katanya berbudaya gotong royong tumbuh individualisme, konon agamis tapi seks bebas dan perbuatan amoral lainnya. Jangan sampai hegemoni bangsa dan negara masih jauh malah tanda2 kehancuran masyarakat yang muncul.

    • setuju bung now..bangsa kita ini sekalinya tidak lebih baik juga kalau dilihat dari segi moral generasi muda..

    • Berarti kecenderungannya secara global. World chaos yang terjadi akan melahirkan kepemimpinan dunia baru atau new world order yang materialistik dan anti tuhan atau agama apapun. Mirip dajjal bener nih. BUT….. there is a chance!

    • Negara akan mengalami kehancuran apabila ketika bangsa tsb kehilangan nilai nilai dasar dlm berbangsa dan bernegara, kita jg hrs belajar dr kehancuran Majapahit, ketika para elit politik telah kehilangan nurani dan melakukan kejahatan ( ma lima). Kerakusan individu akan menyebabkan keruntuhan negara. Tdk usah kita melihat ASu dgn kebencian kita hrs belajar knp hal itu terjadi. Saat ini INDONESIA pun sedang terancam runtuh jika kita tidak segera membenahi BUDAYA kita.

    • Met siang sesepuh warjag..saya sangat setuju dengan bung nowy
      Saya sering berpikir klo negara kita adalah negara yang santun dan ramah terhadap sesama, tapi ketika saya tiba di suatu negara saya berpendapat sebenarnya mereka lebih ramah dan lebih sopan terhadap sesama di bandingkan kita..apakah ada yang salah dari bangsa kita saat ini yang ingin lebih modern dan canggih lantas melupakan apa sebenarnya hidup saling membantu diantara kita sendiri…jadi apakah negara kita terlalu cepat majunya tanpa pondasi yang kuat menahan laju informasi dari negara yang lebih maju..

      maaf terlalu panjang atau OOT

      • wah, di Spain masih siang ya?
        memang memprihatinkan jika bangsa kehilangan karakter kebangsaannya, nilai-nilai masyarakat dan keluarga. Lain kali negara kita dapat cobaan krisis ekonomi kondisi bisa2 lebih buruk tanpa adanya lagi jaring pengaman sosial hasil dari nilai kekeluargaan dan saling membantu

  8. cepuluh besar…cemunguud eaa

  9. Memang benar bangsa ini juga mengalami kemerosotan moral yg sangat tajam..apalagi banyak sekali anak” muda sekarang yg sudah jauh dari norma” agama.seakan- akan merasa alergi pabila bicara masalah agama. Di butuhkan peran orang tua tuk mengontrol anak” nya,terlebih dlm masalah keagamaan yg menyangkut ke imanan serta ahlak..

    • dengar cerita teman2 kerja yang sudah paruh baya pun seperti itu bung..anak2 muda jaman sekarang lebih menghargai uang daripada orang tua nya sendiri, bahkan berani dengan orang tua..

  10. negara negara yang pernah menjabat sebagai kekaisaran dunia :

    1.Babylonia = lokasi irak atau kita kenal dengan bangsa sumeria,bangsa Irak
    2.Macedonia= cikal bakal Yunani modern,
    3.Persia = cikal bakal bangsa Iran
    4.Yunani kuno
    5.Romawi = cikal bakal bangsa eropa raya ( romawi dibagi 2, yaitu romawi barat dengan ibukota Roma italy dan Romawi timur dengan ibu kota Constantinopel ,kelak kita kenal dengan bangsa turki

    6.Turki Ustmaniyah =kekuasaan meliputi afrika utara, eropa timur, asia tengah,dan sebagian balkan,runtuh tahun 1924

    7.Inggris raya = kerajaan inggris raya mulai runtuh ketika eropa mulai mengenal Industri, dan munculnya Amerika serikat

    8.Rusia/Uni sovyet sosialis republik = runtuh 1990 di ikutin bubar nya pakta warsawa

    9.cina,indonesia,india, sebagai negara sumber peradaban yang mewakili asia.

    di ambil berdasarkan luas wilayah jajahan dan lama nya kekuasaan berlangsung

    • monggolia ( kubilai khan) termasuk kerajaan besar juga bung,,

      • Astinapura India kerajaan besar dalam sejarah mahabarata

        • mongol adalah bangsa nomaden alias tidakmenetap dan mereka membaur di cina
          sampai dengan datang nya jepang, dimana kaisar bangsa mongol trakhir yang berkuasa dicina adalah Pu yi,,, ,, sedangkan bangsa cina menganggap bangsa mongol adalahh penjajah..jadi budaya cina dan mongoln sudah menyatu… india astinapura hanya dalam mitos atau cerita mistik.,..bangsa india tidak mempunyai kekuasaan besar…namun memiliki budaya besar…seperti cina dan indonesia.

  11. Jangan iri, dapet koq 😉

  12. jangan lupa kebangkitan islam ditimur tengah dengan orang arabnya yang membuat wilayah2 yang sebelumnya dikuasai romawi direbut oleh umat muslim yang waktu itu dipimpin oleh umar bin khattab, wilayahnya terdiri dari syriah, mesir, palestina sehingga romawi menepi ke konstinopel(turki) walau Umar bin khattab gagal merebut konstinopel tapi penerusnya beberapa ratus kemudian Muhammad Fatih berhasil merebut kota konstinopel dari tangan romawi sehingga romawi kembali ke eropa yaitu Kota roma…dari sinilah awal kehancuran romawi dengan ditandai pembumi hangusan kota roma…

  13. AVENGER adalah Pesawat Tempur Terbaru AS di Masa Depan Pada Tahun 2017 nanti. dia adalah Pesawat gabungan antara F-22 Raptor dan MQ Predator yg menjadi AVENGER

    Pembangunannya sudah dimulai pada tahun 2009 yg lalu oleh Perusahaan General Atomics Aeronautical dan sampai saat ini masih dalam status “PENGEMBANGAN”. Rencananya tahun 2017 nanti dia akan mulai bertugas sepenuhnya untuk Angkatan Bersenjata America Serikat

    General Atomics Aeronautical selaku pengembang Teknologi akan mengusung nama “AVENGER” dalam Bahasa Indonesia artinya AVENGER = PEMBALAS. dan akan berjanji. Teknologi baru ini akan mampu menghadapi Tank, menghancurkan Rudal Musuh, bahkan sudah bisa mengejar Jet Tempur.

    USA mengklaim kemampuan utama Avenger sama persis dgn F-22 Raptor yg Super mahal itu. Super Cepat, Siluman, Tangguh, + Kuat. Bedanya kali ini adalah tanpa awak sama seperti Predator dan dia juga dilengkapi dgn Teknologi LASER dan juga Sensor ball yg bisa mencari manusia yg jika sudah diindai maka kemungkinan lolos adalah 0%

    TAMBAHAN , Sensor Ball adalah sejenis Teknologi kecil yg berbentuk “Bola” yg diletakkan pada sisi bagian bawah pesawat Predator Tanpa Awak Milik America Serikat

    Ini dia 10 Kegunaan dan Fungsi dari “SENSOR BALL SYSTEMS”
    1# Untuk Merekam Video HD dan MemFoto Objek
    2# Untuk Membaca Koran diatas ketinggian Tujuannya untuk membaca Informasi yg dibutuhkan.
    3# Untuk Melihat di malam hari
    4# Melihat Menembus Awan, Kabut, dan Asap
    5# Mendeteksi Suhu Manusia
    6# Melihat Manusia di Balik Tembok
    7# Untuk Mengaktifkan Rudal ke TARGET
    8# Melakukan “TRACKING” Otomatis
    9# Membimbing PREDATOR lain untuk melakukan balasan
    10# Untuk Mencari D.N.A manusia dari atas angkasa ( masih uji coba)
    sebagian teknologi Sensor Ball sudah terpasang pada APACHE guardian

    KAPAN YAH INDONESIA BISA PUNYA TEKNOLOGI SEPERTI INI, (Sensor Ball)

  14. mungkin amerika masih bertahan beberapa abad lagi, tapi gejala2 kemundurannya udah mulai terlihat, tergantung kebijakan pemerintahnya bisa bertahan apa gak

  15. Seru niy gimana tanggapan penulis?

  16. Expansi as memang tidak seperti yang dilakukan belanda, contoh di irak, begitu irak kalah amerika memang tidak perlu lagi memakai kekuatannya secara penuh, tapi ingat setelah irak kalah, ekonomi irak langsung di kuasai Amerika masa anda tidK tau aneh ya? Hehhe sudahlah amerika itu negara. Penjajah baik dari segi kedaulatan maupun ekonomi

    • Ini juga tidak sepenuhnya benar, adalah keliru jika masih berpikir bahwa MINYAK IRAQ dikuasai amerika. Kalau itu terjadi tentunya harga minyak dalam negeri Amerika sekarang pasti jauh lebih murah. Nyatanya harganya sama saja sejak 5 tahun lalu yaitu sekitar US$ 3.97 per gallon.

      Mungkin anda benar, Amerika penjajah. Lantas bagaimana mensikapinya?

      Memusuhi total dengan modal ignorance atau ditemani, dipelajari baru kemudian disamai. Sama seperti China selama 20 tahun lalu. Kalau kita meniru seperti negara teluk saya jamin tehnologi kita tidak lebih seperti negara negara tersebut. Bisa disebutkan negara teluk yang memiliki tehnologi tinggi?….. Janga bilang Iran hahaha… banyak hoaxnya itu. 🙂

      Sudah saatnya kita jangan kepala batu. Memang tidak semua, tetapi kecenderungan masyarakat kita adalah memusuhi guru karena selalu terbelakang dikelas, tidak bersifat kesatria dan mau belajar agar mendapat hasil lebih baik.

      Tabik,

      • gimana harga minyak bisa turun… bank central nya aja punya swasta…

        pemilik modallah yang bisa mempengaruhi kebijakan penguasa disana…

        hasil jarahan amerika di irak tidak dinikmati oleh rakyatnya sendiri… tetapi hanya dinikmati kelompok atau golongan tertentu…

        kasihan juga yaa tentara amerika yg perang disana… hanya dijadikan alat.. pulang kembali ke negrinya banyak yg stress…

  17. ASU agent detected!
    Beware!

    Coba perhatikan baik2 banyak tanggapan yg tdk ada korelasinya!

    • Bung Brotosemedi, salam kenal…
      Bagaimana dengan kebijakan amerika sebagai polisi dunia yang tebang pilih?
      Kita tahu bagaimana mereka menutup mata atas pelanggaran HAM Israel terhadap Palestina tetapi disisi lain menganggap pemilu Palestina tidak demokratis ( padahal sangat demokratis ) hanya gara-gara yang menang HAMAS?
      Untuk pengusiran irak dari kuwait memang anda betul bahwa amerika diminta bantuannya oleh negara-negara teluk tetapi amerika juga menuduh irak punya senjata pemusnah massal padahal cuma pengin dongkel saddam hussein.

      • memang amerika tidak pernah bawa2 agama dalam tindakannya tetapi pemaksaan hegemoni “harus ikut cara gue” adalah bentuk EKSPANSI dari amerika. Yang tidak ikut? lihat kuba, venezuela, iran, ekuador, bolivia bahkan sekutu “tidak terlalu dekat” seperti jerman atau prancis menjadi korban penyadapan kan?

      • Maaf ketinggalan, salam kenal bung EA.

    • Darah indonesia pemikiran ala amerika itu namanya,menelan mentah2 info dia bung.

  18. Sebetulnya masih banyak kelirumologi yang disebabkan anasir tertentu di Indonesia dalam menghadapi dan memandang negara lain, terutama apabila sudah terkait dengan agama.

    Contoh perang yang dilakukan Amerika, dulu USA termasuk membantu Afghanistan untuk merdeka dari Sovyet, tapi coba mana ada orang Indonesia yang menggunakan hal ini sebagai satu nilai universal.

    Perang teluk 1, Iraq menguasai Kuwait, Amerika diminta oleh negara-negara teluk untuk membebaskan Kuwait, tapi yang dilihat adalah Amerika menjajah Iraq.
    Karena Iran berani menantang Amerika maka rakyat Indonesia memujanya, lupa kalo dulu semasa perang Iraq-Iran, Amerika banyak bantu Iraq.

    Perang Libya, meskipun Amerika berusaha menahan diri, tapi yang dipandang masyarakat sini adalah ambisi menguasai negeri Khadafi tersebut, padahal siapa sih yang gak tau kalo rakyat Libya sekarat dijajah oleh pemimpinnya sendiri yang otoriter.

    Perang Balkan, Amerika dan Nato adalah ujung terdepan dalam memerangi Serbia Raya yang melakukan holocaust terhadap muslim Bosnia, tapi hal ini tidak dipandang sebagai jasa barat.

    Masih banyak perang-perang lain yang tidak terkait dengan agama. Jika tindakan Amerika dianggap menguntungkan agama Islam, maka rakyat di Indonesia lebih memilih tidak memperdulikan, tapi jika Amerika ini terlibat dalam perang melawan negara yang kebetulan mayoritasnya Muslim, maka terjadilah demo besar-besaran mengutuk Amerika dll.

    Saya sendiri lebih memandang perang yang melibatkan Amerika hanyalah dampak dari ego hegemoni dan kebutuhan ekonomi semata, tapi masih lebih banyak penduduk di negeri ini yang memandang semua tindakan Amerika berbau agama…!

    • Mas @malingjemuan dan @juriaji, syukurlah masih ada orang yang masih bisa melihat dengan seksama dan dngan ati yang legawa. Kebijaksanaan serta kedewasaan inilah yang dibutuhkan rakyat kita untuk bangkit dari keterpurukan.

      Tabik,

    • @maling jemuran, teus perang afghan pasca milenium dan perang irak tempo hari tujuan amerika buat apaan?

      • salah satunya minyak

      • tepatnya pada 17 Juni 2010, CNN telah merilis sebuah video yang menarik.

        Video CNN itu berisi diskusi antara Jack Medlin (Geolog Senior dari USGS) dan Joe Klein (kolumnis Majalah TIME). Isinya bukan lain adalah tentang Afghanistan dan kekayaan sumber daya mineralnya yang ditaksir bernilai US$ 1 trilliun…. 😀 🙂

        Satu trilliun US dollar = Seribu milliar dollar ??? Nilai yang amat fantastis :mrgreen:

        Belajar dari sejarah, negeri yang “terbelakang” dan kurang kuat biasanya akan hancur gara-gara kekayaan alamnya. Apalagi jika yang berkepentingan untuk campur tangan adalah negara-negara “barat”. Contohnya saja Republik Congo yang terus-menerus terkungkung dalam perang tidak kurang dari 15 tahun; akibat perebutan sumberdaya alamnya. Angola mempunyai banyak sumur minyak yang hingga kini dijadikan sengketa dan negeri itu tidak pernah sepi dari perang sipil.

        Contoh terbaru adalah Irak. Kepentingan ekonomi – baca minyak bumi – membuat negeri yang letaknya strategis itu hancur dilanda perang yang disponsori Amerika Serikat.

        Bagaimana dengan Afghanistan?

        CNN ramai memberitakan masalah pengelolaan mineral senilai US$ 1 trilliun. Naga-naganya nasib Afghan akan tidak jauh berbeda dengan Angola atau Congo. Dijadikan ajang perebutan kepentingan para raksasa ekonomi. Dengan alasan pembangunan infrastruktur jalan dan pembangkit listrik, maka Pemerintah Afghan akan ditekan untuk menstabilkan negeri dengan menekan para pejuang Taliban dan lain-lainnya.

        Jadi, apa sajakah mineral yang ada di perut bumi Afghanistan?

        Sejauh ini yang diumumkan kepada khalayak adalah bijih besi, tembaga, cobalt, emas serta logam-logam yang sangat penting di dunia industri seperti lithium — semua dalam jumlah cadangan yang sangat besar dan sangat dibutuhkan dalam industri modern… hingga pihak Amerika Serikat yakin bahwa Afghanistan akan menjadi negara penghasil tambang mineral yang utama. Dalam memo internal Pentagon tertuang pernyataan bahwa Afghanistan akan menjadi “Saudi Arabia of lithium,” sebuah kata kunci untuk merujuk bahan baku pembuatan baterai laptop dan Blackberry.

        dikutip dari :
        http://cerminsejarah.wordpress.com/2010/06/24/kekayaan-alam-afghan-bisa-memicu-perang/

        Mudah- mudahan Indonesia menjadi negara yg kuat dan dipimpin oleh pemimpin yg tegas & amanah.. sehingga nasib yg menimpa irak dan afganistan tidak terjadi disini…

    • Belajarlah dipesantren yg berbobot…spt Gontor…maka anda mendapatkan Islam yg lumayan cukup..komprehensif….jangan hanya disatu ustadz saja…krn kesalahan kita memang yg belajar hanya disatu sumber saja….belajarlah pada ustadz yg tdk suka pamer2 ketenaran Insya Allah ilmunya lebih mumpuni….Tapi menghujat Ustadz jg salah krn namanya guru pasti ada keterbatasannya…sifat taqlid yg harus dibuang…fatabayyun yg diutamakan…Tidak ada yg benci Amrik yg kita tdk suka adalah sifat politik pro yg keterlaluan pada satu negara kolonialisme jadi2an…yg menghalangi pembentukan suatu negara Palestina…sama dulu kita tdk suka Rusia krn komunismenya skr…kita baik2 saja…

  19. Teori jawabannya bagus. Referensi tambahan buat amunisi:

    1. The Israel Lobby (John Mearsheimer and Stephen Walt): —> http://www.lrb.co.uk/v28/n06/john-mearsheimer/the-israel-lobby

    2. John Mearsheimer and Stephen Walt discuss their book “The Israel Lobby and U.S. Foreign Policy,” at Cambridge Forum. They argue that a group of pro-Israel activists are manipulating U.S. foreign. —–> http://www.youtube.com/watch?v=rzXS3tmZrcU

    3. Kevin B. Macdonald —-> http://kevinmacdonald.net/M&WReview.pdf

    4. Kevin B. Macdonald ( The Israel Lobby and the Psychology of Influence, October 14, 2007) —-> http://www.kevinmacdonald.net/blog-Lobby.htm

    5. Understanding Jewsih Influence —> http://www.amazon.com/Understanding-Jewish-Influence-Kevin-MacDonald/dp/1593680171/ref=pd_bxgy_b_text_b/102-5690532-0133757

  20. Asu Membatu karena ada udang dibalik batu. Indonesia dikudeta orde bru dibantu ASU, Hasilnya Indonesia menjadi negara terbelakang baik militer, ekonomi dan sosial.
    “maaf pndpat orang awam”.

  21. tambahan amunisi ke-1

    John Mearsheimer and Stephen Walt – The Israel Lobby and US Foreign Policy
    “John Mearsheimer and Stephen Walt discuss their book “The Israel Lobby and U.S. Foreign Policy,” at Cambridge Forum. They argue that a group of pro-Israel activists are manipulating U.S. foreign policy.”

  22. referensi ke-2

    Kevin B. Macdonald. The Israel Lobby: A Case Study in Jewish. Ini adalah review Professor MacDonald’s review atas bukunya Mearsheimer and Walt, “The Israel Lobby and American Foreign Policy”

    [PDF] http://kevinmacdonald.net/M&WReview.pdf

  23. referensi tambahan lagi

    Understanding Jewish Influence III – Kevin MacDonald

    http://www.kevinmacdonald.net/UnderstandJI-3.htm?

  24. memberi nama pada luka,
    biar galau ini punya muka

  25. @jalo

    Si rafa ya bung?

  26. tanpanya banyak yg kebakaran jenggot sang imperalisme dan terorisme sejati amerika hancur…justru indonesia akan bersorak gembira…karena dengan banyaknya kekayaan alam indonesia yg dikuras habis dan dirampok oleh amerika…

    menurut sang penjelajah waktu tentara amerika JOHN TITORyg pergi kemasa lalu, tepatnya di tahun 2001, BAHWA PERANG DUNIA 3 AKAN DIMULAI TAHUN 2015, ANTARA RUSIA MELAWAN AMERIKA…

    TAMPAKNYA AMERIKA AKAN KALAH DENGAN MUDAH JIKA TIDAK DIBANTU OLEH TENTARA SEKUTU, spt komplotan NATO dan sekutunya…karena kondisi amerika yg sedang limbung saat ini akibat perang yg berkepanjangan tak kunjung usai di timur tengah…MALAH BERENCANA MAU MELAKUKAN EKSPANSI MILITERNYA KE ASIA-PASIFIK….

    hutang amerika yg sdh mencapai 180 ribu TRILYUN, dan terus membengkak seiring bunga-nya makin meningkat, memaksa amerika BERPERANG ATAU HANCUR SAMA-SEKALI…karena selain tujuananya menyebarkan misi imperalisme, amerika mau tidak mau harus mencari lahan baru di negara dunia ketiga untuk melegakan hawa nafsunya membangun ekonomi negaranya dari hasil menguras kekayaan alam negara lain dan menguasai lewat mata uang dolar, yg pihak om rusky dan menyusul china dan umat islam TIDAK LAGI MENGACU PADA DOLAR, MELAINKAN STANDAR MATA UANG EMAS…..

    ALQURAN KAMI telah mengatakan amerika akan hancur di abad 21 bersama2 dengan israel di tahun 2020-2030….

    wallohu a’lam….

    • Hutang bisa dibatalkan dengan peperangan? Gimana pendapat sesepuh disini? Kalau iya hmmm menarik…

      • konon sebelum penyerangan Libya beberapa negara Eropa berhutang uang minyak pada pemerintahan Muamar Qadafi. Pasca perang berbalik pemerintahan baru Libya yang ditagih konvensasi biaya perang menggulingkan rezim Qadafi

  27. Bung Brotosemedi… Contoh standar ganda yang diberikan bung Ali Oncom adalah Fakta dari tindakan amerika selama ini. Kalau memang amerika pembela HAM sejati, kenapa mereka menahan & menyiksa ratusan orang tanpa diadili di Guantanamo selama bertahun-tahun? Kenapa mereka diam atas tindakan israel terhadap Palestina? Kenapa mereka diam terhadap pelanggaran HAM China? kenapa mereka tidak mengecam australia yang melanggar konvensi PBB tentang imigran gelap?
    It’s just simply double standard attitude…

    • Bung EA,
      Saya bukan mau menyanggah.Hanya karena ketidaktahuan seseorang bukan berarti hal terasumsi adalah benar.

      1. Apa iya senjata pemunah masal tidak ada di Iraq? Berarti tidak ada itu Botulinum, Antrax dll padahal dulu Saddam sudah memakai terhadap rakyatnya sendiri? Bukankah dulu di Iraq ada yang namanya Dr Germ pengembang senjata biologis bernama Rihab Taha? Dia sudah ditangkap UN, anehnya kok tidak diinterogasi dan seolah disembunyikan. Juga tidak diadili.

      2. Setahu saya dulu, sebelum perang mulai 2002 yang meminta bantuan pertama kali ke badan PBB justru RED CRESCENT (humanitarian dari negara muslim sejenis Red Cross) yang menangani kasus suku Kurdi akibat ethnic-cleansing Saddam.
      Entah banyak yang tidak tahu, atau pura pura tidak tahu. 🙂

      3. Bedanya dengan repressive di China tidak dibantu karena tidak ada “undangan” dari lembaga kemanusiaan PBB seperti halnya di Iraq, Africa, Serbia dll. Termasuk seperti kasus Timor Timur maupun DOM Aceh dulu. Itu sebabnya Amerika seolah mata. Bukan berarti double standart khan? hehehe…

      4. Paparan tersebut memang ada benarnya tetapi tidak menutup kemungkinan bahkan terkesan paparannya bertendensi tertentu sangat kental.

      5. Saya sampai saat ini masih belum paham logika yang dipakai untuk menyalahkan negara tertentu.
      Contoh analogi:

      Jika Negara teluk itu ibarat Bayi A dan B yang sebenarnya satu ayah

      Jika US membantu bayi A, ibu bayi B menghujat US sebagai musuh Islam.
      Jika US membantu bayi B, ibu bayi A menghujat US sebagai pendholiman umat Islam.
      Jika US TIDAK MEMBANTU bayi A dan B make kedua ibu itu serentak mengatakan US sebagai dajjal suruhan Isroil untuk menghancurkan ummat.

      Pertanyaan kontemplatif: Kapan sih US bener dimata kedua ibu ibu itu?
      Permusuhan internal yang disalahkan orang lain. Bukan begitu?

      Mengenai HAM, mungkin saya dapat belajar dari anda, negara mana yang benar benar mempraktekkan HAM secara konsekuen. Toh didunia ini hingga saat ini, jika ada pelanggaran HAM dan tragedi kemanusiaan kira kira siapa yang dipanggil untuk membantu???

      Kenapa selalu “double standard” karena semua orang dan negara mengharapkan bantuan sesuai keinginan masing masing tanpa mau melihat kendala apa yang dihadapi si penolong. ….. Bukan begitu mas??? 🙂

      • Mas brotosemedi bahasanya mirip nick HH sam dikaskus?
        Bagaimana tanggapan anda pengakuan imf yg sengaja menjatuhkan soeharto dgn tekanan ekonomi?
        Bagaimana pendapat anda curangnya interfet dijajak pendapat tim tim ?
        Apa kemajuan indonesia selama orba yg dekat sm US?
        Ada anak buah pak habibie mantan tim N250 sekarang kerja di boeing siapa mas namanya?
        Sebagai wni perasaan anda bagaimana?
        Makasih ditunggu pencerahaannya

        • Oh bukan mas, saya kenal kok beliau Opung Sam di formil kaskus. Saya juga banyak baca tulisan tulisan cerdasnya dulu aman di Apakabar.
          Saya lebih sering di DC English masih dengan nama yang sama. Mungkin karena keseringan bahasa sehari hari English jadi agak kaku ya? Maapin ya.

          pembicaraan kita jadi OOT?
          Saya tidak mengikuti perkembangan IMF di Indonesia apalagi sejak kejatuhan pak Harto.
          Kelihatannya memang banyak curangnya interfet waktu di tim tim. Tapi dilain pihak apa yang sudah dilakukan Indonesia mas? Nota protes, ajukan gugat banding ke PBB dll?

          Kemajuan jaman orba dekat sama US banyak, kekurangannya juga tidak sedikit. yang penting ditanyakan itu menurut saya bukan faktor external tetapi seharusnya internal. Bukan APA tetapi BAGAIMANA.

          Saya hanya kenal 2 orang om Agung dan om Basuki yang di Boeing, keduanya adalah stress engineer, sedangkan dulu yang dari tim N250nya pak Habibie mungkin mas Sulaiman Kamil yang dari IPTN.
          Saya sendiri bekerja di Lockheed Martin-ADP baru 3 tahun semenjak lulusan kemarin.

          Kebetulan sedang diperbantukan di pusat penelitian angkatan laut AS

          Perasaan saa sebagai WN tetap banga kok. Bangsa kita bukan bangsa tempe dibanding bangsa lain hehehe…

        • beliau memang bukan pak “HHSam”. dari gaya bahasanya sepertinya lebih condong ke gaya bahasa pak “G”. Mohon maaf jika salah.

        • Mas Alugoro, saya juga bukan pak G yang kemarin ada masalah foto kapal selam milik beliau pribadi di sini mas. pak G ada di state of Missouri sedangkan saya ada di state of California.

        • selamat datang buat mas Brotosemedi ditunggu ulasan yang lainnya.

      • bung Brotosemedi@ saya suka pemaparan anda, tidak memihak tp melihat dari dua sisi antara pro dan kontra,,
        saya pikir tidak selama nya yg jahat selalu bersikap jahat,,
        dan tidak selamanya yg baik itu akan slalu berbuat baik..
        semua ada titik jenuh nya,,

        kebenaran menurut org lain belum tentu menurut kita,,
        kebenaran menurut kita belum tentu menurut org lain
        kebenaran sejati nya hanya menurut TUHAN (ALLAH SWT)

        tanya kehati kita sendiri, apa kita sudah lebih baik dari org yang kita cela..

        inti dari semua itu klo org tasawuf bilang harus NGAJI DIRI,
        contoh kecil saja:
        1.sebelum mencubit org lain cubit diri sendiri, apa sakit?? klo sakit org lain juga sama merasakan sakit klo kita cubit,,

        2. lebih baik kita berikan kebaikan pada org yg menjahati kita dari pada kita membalasnya dgn kejahatan pula,, karena org jahat yg kita perlakukan baik akan merasa malu, klo dia terus terus menjahati kita dan di balas dgn kebaikan, bisa jadi suatu saat dia akan berbuat baik pada kita dan berhenti menjahati kita,,
        lain hal nya klo di balas dgn kejahatan pula, maka akan timbul permusuhan, dendam dan org jahat nya akan bertambah,, kita & dia sama sama jahat nya.

        maaf OOT lg

        • Mas Andri Cahyadi, anda benar.
          Lha wong Kanjeng Nabi Muhammad SAW saja dengan sabar menyapa dan melayani orang yang menghujat dan meludahinya, masa kita tidak bisa mencontoh tindakan beliau. Walau dari yang kecil kecil. 🙂
          Salam,

  28. Lha terus siapa bung?????bikin penasaran aja ni

  29. Maaf kelewat, terima kasih masukan pendapatnya bung @Brotosemedi

  30. dasar kagak jelas nih forum militer ya militer, politik ya politik, tempat hina ya tempat hinaan
    kagak bermutu topik nya
    tempat militer cuma berbicarakan militer, tekho, bagi 2x ilmu
    bukannya tempat sejarah romawi kuno, spartan, persia itu cuma sejarah
    kalian mau negara kita dihina hina gitu, AS : ASU lah Rusia : ruskie lah
    kita di tanpa mereka gak ada apa 2xnya
    saya suka baca di JGKR tp mohon lebih kemiliteran nya
    terima kasih

    • bung Peace,

      sekedar refresher;
      Pada tahun 1969 lahir istilah Ketahanan Nasional, yang dirumuskan sebagai : “Keuletan dan daya tahan suatu bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional yang ditujukan untuk menghadapi segala ancaman yang membahayakan kelangsungan hidup negara dan bangsa Indonesia”

      Akan halnya konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia, dikemukakan adanya sejumlah unsur atau faktor yang selanjutnya diistilahkan sebagai gatra. Gatra Ketahanan Nasional Indonesia disebut Asta Gatra (delapan gatra), yang terdiri atas Tri Gatra (tiga gatra) dan Panca Gatra (lima gatra).

      Tiga aspek kehidupan alamiah (tri gatra), yaitu :
      Gatra letak dan kedudukan geografi
      Gatra keadaan dan kekayaan alam
      Gatra keadaan dan kemampuan penduduk

      Lima aspek kehidupan sosial (panca gatra) yaitu :
      Gatra ideologi
      Gatra politik
      Gatra ekonomi
      Gatra sosial budaya (sosbud)
      Gatra pertahanan dan keamanan (hankam)
      (safitrikusumaningtyas23-fisip12.web.unair.ac.id/)

      …bukannya tempat sejarah romawi kuno, spartan, persia itu cuma sejarah…

      sekedar ilustrasi;

      The Mongols: Early Practitioners of Maneuver Warfare
      A Monograph
      by
      LtCol Darrel C. Benfield
      United States Marine Corps

      School of Advanced Military Studies
      United States Army Command and General Staff College
      Fort Leavenworth, Kansas
      2012

      kata kunci: The Mongols + Advanced Military Studies

      ilmu kemiliteran tingkat lanjut justru mempelajari sejarah…

      anda benar tentang ini:
      kalian mau negara kita dihina hina gitu, AS : ASU lah Rusia : ruskie lah

    • wah, maaf. ini juga kelewat 🙂

      bung @Peace terima kasih kritiknya, tapi masih banyak artikel lain yang lebih sesuai dengan selera anda daripada artikel non militer. saya pribadi merasa sejarah, politik atau ekonomi punya kaitan erat dengan militer atau kehidupan bernegara

      • Bung danu : salam kenal bung danu member baru hehe :), anda ada benar juga tp amerika dan Rusia itu dulu mempertahankan penyerang oleh inggris Ray a cmiiw , mereka pasti ada bertumpah darah untuk mempertahankan negara nya, sama kita mempertahankan dgn tumpah darah yg banyak, saya menghargai pendapat anda bung

        Bung now : memang sih hehehe tapi paling enak kita jadi penonton aja, dan memberikan pendapat yg masuk akal dan ada sumber nya bung now
        Menghargai negara orang pasti negara kita pasti hargai 🙂 dgn nama negara kita indonesia 🙂

        • salam kenal juga bung peace..

          sekalian nimbrung;
          knowledge is power.
          keruntuhan total AS sangat sulit terjadi (kecuali terjadi nuclear armageddon dan semua back to square-1, itu juga jika manusia tidak musnah semua).

          iptek mereka sudah terlanjur unggul, contoh ekstrim, bill gates, sergey brin, larry page, larry ellison dan mark zuckerberg jadi multi milyarder dengan membuat barang ‘ghaib’ yang akan hilang jika aliran listrik putus beberapa hari saja (sehingga batere dan ups kehabisan daya), bayangkan dengan belasan ribu buruh tambang dengan ribuan kendaran berat, kerjaan dengan tingkat bahaya tinggi yang hanya menghasilkan produk senilai sepersekian dari nilai produk2 ‘ghaib’ mereka.

          contoh lain, krisis keuangan global 2008 biang keroknya AS (subprime mortgage), yang memang sempat sempoyongan, tapi yang terkapar nyaris bangkrut adalah yunani, portugal, itali, irlandia, spanyol (negara2 PIIGS).

          • selain knowledge, size matters, luasnya wilayah suatu negara penting juga.
            contoh inggris, yang pernah jumawa dengan klaim ‘the sun never sets in british empire’ dan ‘britannia rules the waves’, superpower masa silam yang kedodoran staminanya ketika akan merebut kembali falklands/malvinas dari argentina….

    • Bombs for peace: NATO marks 65 year anniversary
      Published time: April 04, 2014 05:36 Get short URL
      AFP Photo / US Air Force
      AFP Photo / US Air Force
      Tags
      Anniversary, Conflict, Human rights, Military, NATO, Politics, War
      NATO was long touted as a post-WWII body of collective security, though few on the wrong end of its bombing campaigns have felt any safer for it. Here are a few reasons why 65 years of NATO haven’t made the world a better place.

      NATO was founded as a post WWII force “to keep the Americans in, the Russians out and the Germans down.”
      AFP Photo / Georges Gobet
      AFP Photo / Georges Gobet

      But for over 40 years, the alliance barely made a peep, getting involved in its first hot war after its Cold War rival had already exited history’s stage.
      A Bosnian Serb woman makes her way between vehicles of a US troop convoy of the NATO peace enforcement forcce (IFOR) on a dirt road near Pelagicevo in a Serb-held area of the northern Bosnian Posavina corridor 02 January 1996.(AFP Photo / Pascal Guyot)
      A Bosnian Serb woman makes her way between vehicles of a US troop convoy of the NATO peace enforcement forcce (IFOR) on a dirt road near Pelagicevo in a Serb-held area of the northern Bosnian Posavina corridor 02 January 1996.(AFP Photo / Pascal Guyot)

      In Bosnia, NATO got Security Council approval every step of the way from 1992-1996, as it set up no-fly zones to protect “safe areas” and UN peacekeepers on the ground, as warring factions tore the former Yugoslavia apart
      AFP Photo
      AFP Photo

      On 28 February 1994, NATO engaged in the first combat operations in its history when its fighters shot down four Bosnian Serb fighter-bombers conducting a bombing mission in violation of the No-Fly Zone.
      US F-16 fighting Falcon takes off from Aviano airbase February 9th for NATO operation “Deny Flight” over Bosnia.(Reuters)
      US F-16 fighting Falcon takes off from Aviano airbase February 9th for NATO operation “Deny Flight” over Bosnia.(Reuters)

      They also set up a naval blockade in the Adriatic Sea to stem the tide of arms and military equipment flowing into the former Yugoslavia, though it was a series of airstrikes known as Dead Eye and Deliberate Force that brought the Serbs to the negotiating table
      U.S. aviation ordnancemen walk next to three F/A-18 Hornet on the aircraft carrier USS Enterprise in the Adriatic sea January 22, 1999.(Reuters)
      U.S. aviation ordnancemen walk next to three F/A-18 Hornet on the aircraft carrier USS Enterprise in the Adriatic sea January 22, 1999.(Reuters)

      Since then, it’s gotten, how shall we put this, bigger, like a heck of a lot bigger
      Reuters / Arben Celi
      Reuters / Arben Celi

      As NATO began aggressively expanding, in 1999 the alliance threw UN mandates out of the window when they started a 78-day bombing campaign of the Federal Republic of Yugoslavia, after negotiations reportedly “broke down.”
      People travel on the tram as they pass a destroyed building of the former federal military headquarters in Belgrade March 24, 2009.(Reuters / Marko Djurica )
      People travel on the tram as they pass a destroyed building of the former federal military headquarters in Belgrade March 24, 2009.(Reuters / Marko Djurica )

      It’s reported that up to 2,000 Yugoslav civilians were killed in the NATO airstrikes
      A Kosovo Albanian woman walks on March 22, 2014 past former Yugoslav army barracks, near the town of Mitrovica, which were destroyed during the 1999 NATO air campaign against Serbia.(AFP Photo / Armend Nimani)
      A Kosovo Albanian woman walks on March 22, 2014 past former Yugoslav army barracks, near the town of Mitrovica, which were destroyed during the 1999 NATO air campaign against Serbia.(AFP Photo / Armend Nimani)

      The Chinese Embassy in Belgrade also didn’t fair too well
      A worker operates a bulldozer during the demolition of the former Chinese embassy in Belgrade November 10, 2010.(Reuters / Marko Djurica)
      A worker operates a bulldozer during the demolition of the former Chinese embassy in Belgrade November 10, 2010.(Reuters / Marko Djurica)

      “There is always a cost to defeat an evil. It never comes free, unfortunately. But the cost of failure to defeat a great evil is far higher,” said NATO spokesman Jamie Shea said at the time.
      A Kosovar boy throws stones in a the flooded crater of bomb dropped during NATO strikes against Yugoslavia 01 July 1999 on a road between Malisevo and Pristina, southwestern Kosovo.(AFP Photo / Jean-Philippe Ksiazek)
      A Kosovar boy throws stones in a the flooded crater of bomb dropped during NATO strikes against Yugoslavia 01 July 1999 on a road between Malisevo and Pristina, southwestern Kosovo.(AFP Photo / Jean-Philippe Ksiazek)

      Two years on, NATO evoked Article 5 of its treaty requiring the alliance to come to the aid of any member state subject to an armed attack for the first time in over half a century following the 9/11 attacks
      This 11 September, 2001 file photo shows smoke billowing up after the first of the two towers of the World Trade Center collapses in New York City.(AFP Photo / Henny Ray Abrams)
      This 11 September, 2001 file photo shows smoke billowing up after the first of the two towers of the World Trade Center collapses in New York City.(AFP Photo / Henny Ray Abrams)

      The NATO led-International Security Assistance Force (ISAF) was first tasked with securing Kabul, though their mandate was later expanded throughout the country
      NATO troops arrive at the site of a suicide car bomb attack in Kabul, February 10, 2014.(Reuters / Omar Sobhani)
      NATO troops arrive at the site of a suicide car bomb attack in Kabul, February 10, 2014.(Reuters / Omar Sobhani)

      And as always, when the bombs began to fall, the cost of defeating evil was one NATO was willing to pay, hence the two dozen dead Pakistani soldiers during an errant airstrike on the Pakistani-Afghanistan border in November 2011.
      Smoke rising apparently after a cross-border NATO air strike on Pakistani border posts on a mountain in the Mohmand tribal district, on November 26, 2011.(AFP Photo / ISPR)
      Smoke rising apparently after a cross-border NATO air strike on Pakistani border posts on a mountain in the Mohmand tribal district, on November 26, 2011.(AFP Photo / ISPR)

      Or 18 dead civilians – half of them children – during a coalition airstrike in an eastern province in Afghanistan in June of the following year.
      Afghan villagers stand at a house which was hit by a NATO airstrike in Sajawand village in Logar province, south of Kabul on June 6, 2012.(AFP Photo / Sabawoon Amarkhil )
      Afghan villagers stand at a house which was hit by a NATO airstrike in Sajawand village in Logar province, south of Kabul on June 6, 2012.(AFP Photo / Sabawoon Amarkhil )

      But apologies are hard to come by, as victories are widely celebrated, as civilian causalities are chalked up to “regrettable circumstances”.
      NATO Secretary-General Anders Fogh Rasmussen.(Reuters / Yves Herman)
      NATO Secretary-General Anders Fogh Rasmussen.(Reuters / Yves Herman)

      And for the scores of “unacknowledged” civilians killed during NATO’s 2011 bombing campaign in Libya, or the rebel fighters taken down in friendly fire attacks, NATO repeats the eternal mantra heard every time when it attempts to bomb its way to peace: “collateral damage.”
      A man stands on the remnants of a school and mosque bombed by NATO forces according to Libyan officials in a village on the outskirts of Zlitan, 160km (99 miles) east of Tripoli, July 25, 2011.(Reuters / Caren Firouz)
      A man stands on the remnants of a school and mosque bombed by NATO forces according to Libyan officials in a village on the outskirts of Zlitan, 160km (99 miles) east of Tripoli, July 25, 2011.(Reuters / Caren Firouz)

  31. UN Official – Fake Iraq Nuke
    Papers Were ‘Crude’
    3-26-3

    VIENNA (Reuters) – A few hours and a simple internet search was all it took for U.N. inspectors to realize documents backing U.S. and British claims that Iraq had revived its nuclear program were crude fakes, a U.N. official said.

    Speaking to Reuters on condition of anonymity, a senior official from the U.N. nuclear agency who saw the documents offered as evidence that Iraq tried to buy 500 tons of uranium from Niger, described one as so badly forged his “jaw dropped.”

    “When (U.N. experts) started to look at them, after a few hours of going at it with a critical eye things started to pop out,” the official said, adding a more thorough investigation used up “resources, time and energy we could have devoted elsewhere.”

    The United States first made the allegation that Iraq had revived its nuclear program last fall when the CIA warned that Baghdad “could make a nuclear weapon within a year” if it acquired uranium. President Bush found the proof credible enough to add it to his State of the Union speech in January.

    The International Atomic Energy Agency (IAEA) official said the charge Iraq sought the uranium was to be the “stake in the heart” of Baghdad and “would have been as close to a smoking gun as you could get” because Iraq could only want it for weapons.

    OBVIOUS FAKES

    Once the IAEA got the documents — which took months — French nuclear scientist Jacques Bautes, head of the U.N. Iraq Nuclear Verification office, quickly saw they were fakes.

    Two documents were particularly bad. The first was a letter from the president of Niger which referred to his authority under the 1965 constitution. That constitution has been defunct for nearly four years, the official said.

    There were other problems with the letter, including an unsuccessful forgery of the president’s signature.

    “It doesn’t even look close to the signature of the president. I’m not a (handwriting) expert but when I looked at it my jaw dropped,” the official said.

    Another letter about uranium dated October 2000 purportedly came from Niger’s foreign minister and was signed by a Mr. Alle Elhadj Habibou, who has not been foreign minister since 1989.

    To make matters worse, the letterhead was out of date and referred to Niger’s “Supreme Military Council” from the pre-1999 era — which would be like calling Russia the Soviet Union.

    After determining the documents were fakes, the IAEA had a group of international forensics experts — including people from the U.S and Britain — verify their findings. The panel unanimously agreed with the IAEA.

    “We don’t know who did it,” the official said, adding that it would be easy to come up with a long list of groups and states which would like to malign the present Iraqi regime.

    The IAEA asked the U.S. and Britain if they had any other evidence backing the claim that Iraq tried to buy uranium. The answer was no.

    IAEA chief Mohamed ElBaradei informed the U.N. Security Council in early March that the Niger proof was fake and that three months with 218 inspections at 141 sites had produced “no evidence or plausible indication” Iraq had a nuclear program.

    But last week Vice President Dick Cheney repeated the U.S. position and said that ElBaradei was wrong about Iraq.

    “We know (Iraqi President Saddam Hussein) has been absolutely devoted to trying to acquire nuclear weapons, and we believe he has in fact reconstituted nuclear weapons,” he said.

  32. US invasion of Libya?
    Published time: March 02, 2011 05:27
    Edited time: March 03, 2011 02:10 Get short URL
    Trends
    Arab world protests
    Tags
    Conflict, Laura Smith, Libya, Military, NATO, Peter Oliver, Politics, Tesa Arcilla, UN, USA
    The US Sixth Fleet has begun repositioning its ships in the Mediterranean, triggering speculation of a NATO invasion of Libya.

    On Wednesday two US military ships heading towards the Libyan coast entered the Suez Canal.

    It comes as Libya’s long-time leader Colonel Gaddafi remains besieged in the capital Tripoli, with opposition forces nearby.

    Gaddafi’s forces have taken over two towns to the east of Tripoli, Al Arabiya News Channel reports.

    Also, a series of blasts rocked Tripoli on Wednesday morning. According to reports, a truck with fuel exploded.

    The UN is calling for a mass humanitarian evacuation for people caught up in the crisis.

    The ‘Telegraph’ newspaper claims “British Special Forces are already in Libya.”

    The daily newspaper reports that the Pentagon is to call upon them to secure several tons of mustard gas and other potential chemical weapons thought to be stockpiled in Libya.

    After the US Secretary of State Hillary Clinton said that “nothing is off the table” when it came to Libya, the American Navy started to take tactical positions off the coast of that North African country. At this point, the possibility of any of the major forces in the region, like US military, NATO troops or even UN peacekeepers, setting their feet on Libyan shores should not be ruled out.

    This was mirrored by the comments of British Prime Minister David Cameron who has said that he would not exclude the use of the military there, and that there is a possibility that Britain could provide arms to the opposition forces. He also said he would support a no flight zone imposed over Libyan territory to stop Colonel Gaddafi’s jetfighters from making air strikes on military installations seized by the opposition.

    “We do not in any way rule out the use of military assets,” said British Prime Minister David Cameron. “We must not tolerate this regime using military force against its own people.”

    It must be noted that NATO’s Secretary General has repeatedly stressed that NATO would not interfere in the situation in Libya unless the UN adopts a resolution to do so. Getting such a document, however, looks like an impossible task because Russia and China have already vehemently opposed any kind of outside interference in Libya and say the resolution will definitely be vetoed.

    Western politicians are also playing a “weapons of mass destruction” card, saying the Libyan regime might have stockpiles of chemical weapons, despite the fact that Libya officially refused to continue the development of chemical weapons and signed international treaties accordingly.

    In any case, possible external military interference in Libya might seriously damage the relationship between the Arab world and the West.

    “This is very ugly, this return of humanitarian imperialism ,” believes Asia Times correspondent Pepe Escobar, who said that if sanctions against the Gaddafi clan are ok, then the NATO-US intervention in Libya already been openly discussed in Brussels would be a disgusting thing, but “it cannot be ruled out for the moment.”

    The violence in Libya is continuing. Heavy weapons are allegedly being used against armed anti-government forces. The opposition insists that though it is armed, their weapons are nothing in comparison with the regular army still loyal to Muammar Gaddafi.

    There are rumors of a food crisis in the country as the price of rice in Tripoli has allegedly risen by 500 per cent, and food shortages are on the horizon.

    Amidst the bloodbath in the country, Colonel Gaddafi has said that his people love him and are ready to die for him and Libya. Gaddafi is reportedly remaining in Tripoli.

    Oil & hypocrisy “just beyond belief”

    Is history repeating itself? This time, Libya – in 2003, it was Iraq.

    Trends forecaster Gerald Celente says it is not support for the Libyan people, but interest in the country’s vast oil fields that is driving US rhetoric.

    “The only reason they are interested in Libya is for their oil. Do you hear anybody screaming and yelling here about all those people that were killed last week on the Ivory Coast or in Sudan?” Celente questions. “We already heard Hillary Clinton say that they are willing to do anything for anybody in Libya that needs aid.”

    Gerald Celente says the hypocrisy is “just beyond belief” and the western world is calling for the head of Gaddafi but not for the head of any other leader from rioting countries like Egypt, Bahrain, Tunisia or Yemen.

    “Why? Because it is oil. You think we’d be in Iraq if the major export there was broccoli?” exclaimed Celente.

  33. Untuk bung admin..bagaimna kalo setiap komen ada like dan unlikenya, mana tau orang seperti saya gak tau memberikan komentar yang baik tapi pengen menunjukkan sikap terhadap komentar yang lain .karna terkadang ada komentar yang sangat bagus dan akhir2 ini komentarnya makin banyak yang berkualitas dan lebih objektif..trims

  34. test

  35. seru juga,,,ada kubu yang mati matian membela amerika dan kubu lain berusaha memberikan fakta apa siapa dan bagaimana itu amerika..,, seandainya saya disuruh memilih..saya akan tetap bekerja dinegara saya sendiri Indonesia.walau apapun kondisi yang ada..ibarat pepatah.. lebih enak hujan batu di negeri sendiri dari pada hujan emas dinegeri orang….lebih enak makan nasi dari pada makan kentang..

    i love indonesia

    • Kita gk bela negara lain kok, cuma kita kagak bisa menghormati nama negara tersebut, mereka sama kayak kita merdeka dr jajahan inggri s, tau film the Patriot itu tentang invasi inggris ke amerika hehehe kalau ada salah diperbaikinya

      • maaf.. setahu ane sih yg dijajah itu bangsa indian oleh bangsa eropa…
        orang bule berperang disana (Amerika) hanya untuk memperebutkan daerah koloni pada masa itu..

        • Hanya 3 Negara yang Merebut Kemerdekaan dengan Berperang alias bertumpah darah demi kemerdekaan Negara-Nya

          – Indonesia
          – Aljazair
          – Vietnam

  36. Ehmm test…

  37. Maaf saya kurang sreekk dngan comen orang American itu

  38. Manusia di dunia ngga buta matanya, lihat perang yg terjadi di bumi ini pasti ada campur tangan si asu & antek”nya..brp banyak negara didunia yg sudah di acak” si ASU ini..karena inilah negara anteknya si DAJJAL + israel. & eropa.semua fitnah di sebar di muka bumi ini demi kepentingan negaranya & antek”nya .Bohong besar Amerika membantu satu negara dg ikhlash tanpa ada timbal baliknya…inilah akhir jaman tinggal tunggu pembalasan dari Allah..!!! Tidak ada yg abadi didunia ini mungkin sekarang masih negara SUPER POWER sebentar lagi berubah jadi negara SUPER KERUPUK. siapa yg bisa menandingi kekuatan Allah di muka bumi ini..saya pribadi lebih cinta dgn negeri ini karena negeri inilah yg telah di beri Rahmat & kekayaan yg melimpah melebihi dari negara manapun di dunia ini.tinggal tunggu kebangkitan bangsa ini..salam NKRI maju & jayalah negeri ini..

  39. Sekedar info….

    Siap Tempur, Putin perintahkan militer Rusia siaga I
    Disamping itu Putin permalukan Obama, telepon 3 kali ditolak terus. Untuk kali pertama, telepon seorang Presiden AS ditolak.Kejadian ini menimpa Obama yang menghubungi Putin sebanyak 3 kali tapi Putin tidak berkenan menerima telepon, sementara itu Rusia pilih check out dari kerjasama NATO.

  40. Bung beckham..tul banget..bahkan banyak penjilat American..berkeliaraan di Indonesia..tetep waspada…!

  41. Israel terus melebarkan wilahyah, dg pelebaran wilayah Israel disertai bertambahnya penduduk dan akan bertambah permintaan bahan bakar minyak/gas serta SDA(diambil dr Indonesia/Timur Tengah) akan merupakan persaingan sengit antara AS dg Israel (dagjal). Penguasa dunia bukan AS/Rusia akan tetapi Israel (semua pengusaha Yahudi di AS/dunia akan dipindahkan modal2 yg dia kumpulkan ) berhadapan dg Tiongkok, disilah akan timbulnya perang dunia ke III dan akan timbulnya penyelamat dunia. Ma’af,Wong cilik ……..punyak pendapat. Salam……………

  42. pernah dengar dari seorang ustadz… untuk menjadi bijak dalam bersikap belajarlah dan pandanglah permasalahan dari semua sisi…

  43. Kenapa jakartagreater memberi kesempatan analisis yang abal abal disini….,? Kalau membuat analisis jangan dipengaruh kebencian dan simpati berlebihan jadinya begini analisis abal abal,..,..ahhhhhh kalau membuat analisis jangan dalam mimpi. Amarika akan hadir sebagai power absolut tdk akan hancur karena musuh mereka hanya satu yaitu ekonomi. Kalau amarika hancur maka harus dihancuri ekonomi dunia. Hal inilah yg dilakukan china tuk mengalahkn USA. Analisis saya adalah akurat 1000 persen berdasarkan pasar keuangan dan finansial dunia. Amarika sombonng karena dunia butuh dolar bukan rupiah. Sekali lagi buat penulis jangan pake ilmu perang mengalahkan amarika.

  44. SELAMAT…

  45. You can buy from our large and diverse collection of salwar kameez, party wear suits, bollywood collection, cotton kurtis, Anarrkali suits,Bollywood saree and many other products…..
    We Have Some For You In Your Budget
    For more…
    salwar suit

 Leave a Reply