Sukhoi Indonesia Kawal F 33 Jet Fighter

SU 30 MK2 TNI AU

Pilot TNI AU terus berlatih mencoba pertempuran udara 1 pesawat melawan 2, serta 2 melawan 4. Latihan ini sangat berbahaya, karena bisa menyebabkan tabrakan di udara. Namun TNI AU menyadari, jika tidak dilatih seperti itu, para pilot hanya jago secara teori, sehingga pembelian 16 jet tempur Sukhoi, bisa mubazir.

Untuk mendapatkan 10 jet tempur Sukhoi, Indonesia harus menungggu selama 12 tahun. Pengadaan pesawat tempur Sukhoi, dimulai semasa Presiden Megawati Soekarnoputri tahun 2000. Setelah 12 tahun, terkumpul 4 SU 27 serta 6 SU 30 MK2.

Pembelian tambahan enam jet tempur Sukhoi Su-30 MK2 dari JSC Rosoboronexport Rusia, telah ditandatangani 29/12/2011 di kantor Kementerian Pertahanan Jakarta, disaksikan Duta Besar Rusia Alexander A. Ivanov. Diharapkan tahun 2012 ini, satu skuadron Sukhoi (16 pesawat) telah terbentuk di Lanud Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan.

Lanud Hasanuddin yang dulunya sebagai Skuadron Intai (Albatros dan Hercules), telah berubah menjadi Skuadron tempur taktis. Skuadron Sukhoi ini ditargetkan mampu meladeni Mig 29 ataupun F 18 Malaysia, jika harus berhadap hadapan. Pada akhir tahun 2012, pangkalan Udara Hasanuddin ditargetkan akan memiliki 6 Sukhoi Su-27 SKM dan 10 Su-30 MK2.

KF-X/IF-X F33
Akankah Indonesia terus bergantung dengan pesawat tempur asing ? Tentu tidak. PT Dirgantara Indonesia, resmi mendirikan kantor Design Centre Program Pengembangan Pesawat Tempur KF-X/IF-X, 22/12/2011 di Bandung. Design Centre ini sebagai back-up dan mirroring sistem, dari pembangunan pesawat KF-X/IF-X, di Korea Selatan. Apa yang dikerjakan Insinyur Indonesia dalam Tim Enginering di CRDC Korea, akan dicatat di PT DI. Ini bertujuan untuk alih teknologi kepada Insinyur muda Indonesia di kemudian hari.

KFX / IFX Fighter

Pesawat KF-X/IF-X merupakan pesawat tempur multi-role generasi 4.5 (F16++) yang dirancang untuk beroperasi tahun 2020, menggantikan F 16 Indonesia. Indonesia dan Korea akan membuat 250 pesawat KFX/IFX, 50 diantaranya untuk Indonesia. Bila kerjasama Indonesia – Korsel berhasil maka pesawat tempur berkode KFX akan diberi nama F-33.

Pesawat tempur KFX ini ditargetkan mempunyai kemampuan: melakukan manuver ekstrim fly by wire, trust vectoring nozzles mampu mengubah arah semburan gas buang, terbang jelajah supersonik, menjejak target diluar batas cakrawala, serta kemampuan teknologi stealth.

Kemampuan Indonesia dalam mengembangkan pesawat tempur akan mempunyai nilai yang sangat strategis, karena tidak banyak negara yang mampu membuat pesawat tempur, serta akan mendongkrak wibawa Indonesia (Jkgr).

TERPOPULER

Tinggalkan komentar