Peran Besar Pemecah Kode Dibalik Kemenangan AS di Midway

(Photo : Encycllopedia Britanica)

AS akhirnya memenangkan pertempuran besar dari Jepang di Midway semasa Perang Dunia II.

Sebelumnya, para Marinir AS dan seperti kebanyakan orang Amerika Serikat lainnya belum menyadari peran kunci yang dimainkan oleh sekelompok kecil pasukan pemecah kode dalam kemenangan Amerika atas kekuatan Angkatan Laut kuat Jepang yang berusaha merebut Atol Midway, yang terletak sekitar 1.000 mil barat laut Honolulu.

“Pemecah kode, menurut saya, adalah orang-orang yang menyelamatkan hidup saya,” kata Miniclier, salah satu anggota Marinir yang pernah bermarkas di pulau Sand, salah satu pulau di atol Midway dibombardir Angkatan Laut Jepang

Kecerdasan yang dihasilkan para pemecah kode merupakan kunci dalam menghalangi pengambilalihan Atol Midway di Jepang, sebuah invasi yang luar biasa yang mungkin bisa menyebabkan malapetaka bagi Marinir yang mempertahankannya.

Pertempuran Midway, yang datang hanya setengah tahun setelah serangan mendadak Jepang ke Pearl Harbor, secara luas dianggap sebagai titik balik perang di Pasifik.

Dalam usahanya untuk merebut Midway, armada Jepang terkejut oleh sergapan Angkatan Laut A.S. dan kehilangan hampir 300 pesawat, satu kapal penjelajah dan empat kapal induk, yang termasuk di antara enam kapal induk yang digunakan dalam serangan di Pearl Harbor. Sekitar 2.500 orang Jepang meninggal dalam perang laut itu.

A.S. menderita kerugian yang jauh lebih kecil, satu kapal induk Yorktown, satu kapal perusak, 145 pesawat dan 300 personel.

Pada musim panas tahum 1941, sejumlah kecil analis intelijen, ahli bahasa dan pemecah kode dikumpulkan dan mulai bekerja di ruang bawah tanah tanpa jendela yang mereka juluki sebagai “penjara bawah tanah”. Tim ini beroperasi sepanjang waktu, dan kapal laut dikirim setiap saat melewati satu pintu masuk. Pintu baja setebal empat inci digunakan untuk menutup ruangan tersebut.

Di bawah kode nama Station Hypo, unit tersebut bekerja mencegat dan menganalisis komunikasi Jepang, antisipasi jika AS dan Jepang nantinya akan berperang. Menjelang serangan bulan Desember 1941 di Pearl Harbor, unit tersebut tidak dapat memecahkan kode rahasia Jepang yang dikenal sebagai JN-25.

Kegagalan intelijen saat terjadinya serangan Pearl Harbour meremehkan tim pemecah kode, namun pada bulan Maret 1942 tim telah berhasil memecahkan kode Jepang. Dalam waktu singkat para analis mengetahui bahwa orang Jepang merencanakan invasi besar pada awal Juni dari lokasi yang disebut hanya sebagai “AF”.

Pejabat Angkatan Laut Pasifik percaya bahwa sebuah serangan akan terjadi entah di pulau Aleutian atau Midway. Pejabat Washington menduga serangan tersebut mungkin terjadi di daratan A.S. Stasiun Hypo akhirnya mengarang sebuah skema untuk mencari tahu mana pulau yng akan diserang Jepang.

A.S. mengirim pesan radio palsu yang tidak dikodekan yang mengatakan bahwa sistem air tawar di Midway telah gagal, pesan yang akhirnya dicegat Jepang.

Stasiun Hypo segera mencegat pesan bahasa Jepang bahwa “AF” sedang mengalami masalah air. Akhirnya tidak diragukan lagi bahwa Midway adalah sasarannya.

Rencana pertempuran dirancang oleh komandan Armada Pasifik Admiral Chester Nimitz dan Admiral Raymond Spruance, yang akan memimpin pasukan Angkatan Laut dalam pertempuran laut terbesar yang sangat menentukan.

Military.com

Tinggalkan komentar