Nov 082018
 

Wakasad Letjen TNI Tatang Sulaiman berpesan agar momen “Indo Defence Expo 2018 and Forum” ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kepentingan peningkatan pengetahuan dan penyerapan alih teknologi yang disajikan oleh para peserta pameran.

Jakarta, Jakartagreater.com   –   Fungsi Penelitian dan Pengembangan (Litbang) TNI Angkatan Darat memiliki peran strategis dalam membangun dan membina kekuatan Angkatan Darat, kata Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Tatang Sulaiman.

Letjen TNI Tatang Sulaiman mengatakan hal itu saat mengunjungi “stand” TNI AD di Indo Defence Expo 2018 and Forum yang digelar di Jakarta Internasional Expo (JI-Expo) Kemayoran, Jakarta Pusat yang dibuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, pada Rabu 7-11-2018

Dalam pameran ini, TNI AD turut berpartisipasi dengan menampilkan produk hasil Litbang Pertahanan (Litbanghan) di Hall B-3 JI-Expo Kemayoran yang akan berlangsung sampai dengan tanggal 10 November 2018.

Sebelum acara pembukaan, Wakasad Letjen TNI Tatang Sulaiman bersama dengan Pangdam Jaya Mayjen TNI Jony Supriyanto berkesempatan untuk meninjau stand TNI Angkatan Darat dan melihat secara langsung berbagai produk unggulan pertahanan yang di pamerkan oleh Angkatan Darat.

Dalam kunjungannya tersebut, Wakasad memberikan apresiasi kepada inovasi yang dikembangkan oleh Lembaga Litbang TNI AD yang dibawah supervisi Staf Umum Perencanaan Angkatan Darat (Srenad). Letjen TNI Tatang Sulaiman juga, mengharapkan agar inovasi dan kreasi dari para Insan Litbang TNI AD terus digali dan dikembangkan serta segala potensinya dalam realiasi untuk kepentingan TNI AD.

“Litbang itu sesungguhnya memiliki peran yang sangat strategis, segala mimpi yang ada dalam benak kita, tidak hanya jadi angan-angan, namun harus direalisasikan dalam bentuk konkrit, dan tentunya bermanfaat bagi institusi Angkatan Darat,” tutur Letjen TNI Tatang Sulaiman kepada Paban III/Litbang Asro Srenad Kolonel Czi Suprayogi saat berkunjung di stand TNI AD di lokasi.

Sebelum meninggalkan stand TNI AD, Wakasad berpesan agar momen “Indo Defence Expo 2018 and Forum” ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kepentingan peningkatan pengetahuan dan penyerapan alih teknologi yang disajikan oleh para peserta pameran.

“Kaitannya dengan kesempatan seperti, kita harus dapat menyerap berbagai informasi dan alternatif teknologi yang ada untuk kemudian kita kaji, teliti, rekayasa dan dikembangkan, baik secara mandiri atau kemitraan. Tidak ada yang sulit, jika kita mau belajar dan berupaya,” ujar Wakasad.

Sementara itu, Paban III/Litbang Asro Srenad mengungkapkan juga bahwa saat ini TNI AD sangat mendorong berbagai upaya terkait dengan kegiatan Litbang, apalagi dari Kementerian Pertahanan (Kemenhan) turut andil dalam menyelaraskan kegiatan tersebut bersama dengan Industri Pertahanan (Indhan) Dalam Negeri.

Pada pembukaan Indo Defence Expo and Forum 2018 yang bersamaan dengan Pameran Kedirgantaraan dan Helikopter “Indo Aerospace Featuring Indo Helicopter 2018 Expo and Forum” dan Pameran Kemaritiman “Indo Marine 2018 Expo And Forum”, Wapres Jusuf Kalla didampingi oleh Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu serta beberapa Menteri Kabinet Kerja, Pimpinan dan anggota DPR RI, Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan, Kapolri serta pejabat kementerian dan instansi terkait.

Indo Defence Expo 2018 and Forum kali ini diikuti oleh 867 perusahaan dari 60 negara, sehingga menjadikan ajang yang dihelat dua tahunan ini sebagai salah satu pameran pertahanan terbesar di Asia Tenggara. (tniad.mil.id)

  2 Responses to “Peran Strategis Libang TNI-AD Membangun Institusi”

  1.  

    Bravo TNI!

  2.  

    saya setuju instituti hanya utk warga indonesai saja. kl utk org asing. makanya mereka mengeruk info untuk negara mereka..

 Leave a Reply