Jul 072017
 

USV Inspector Mk2, drone anti ranjau © ECA Group via Azeri Defence

Perusahaan Pertahanan asal Perancis, ECA Group telah mengumumkan rencananya untuk membangun kapal tak berawak Inspektur Mk2 serta kapal selam anti ranjau Seascan Mk2 di Rusia, seperti dilansir dari laman Military Today.

Dalam dua tahun ke depan, perusahaan ECA Group Perancis akan mengatur produksi kapal tak berawak Inspektur Mk2 dan kapal selam anti-ranjau Seascan Mk2 di Rusia, kata seorang direktur perusahaan Dominique Mallet kepada media Rusia.

Menurut Dominique Mallet, perusahaan ECA Group pada awalnya berencana menjual empat unit kapal tak berawak dan empat unit kapal selam penyapu ranjau kelas Alexandrite kepada Rusia.

Kemudian, kedua belah pihak menyetujui pengiriman hanya tiga unit kapal saja. Rusia telah menerima dua unit kapal Inspektor MK2, satu unit lagi akan dikirim pada akhir tahun 2017. Kontrak tersebut menghabiskan biaya sekitar € 10 juta atau sekitar Rp. 153 miliar.

USV Inspectur MK2 adalah platform kapal permukaan nirawak serbaguna berpendorong hidrojet, dapat dioperasikan dalam mode otonom, remot kontrol ataupun kemudi onboard.

Kemampuan serta akurasinya membuat Inspector MK2 itu efisien dalam misi perlindungan, operasi berulang, kegiatan penyapu ranjau dan operasi penilaian lingkungan yang cepat atau Rapid Environment Assessment (RAE). Desain terbuka memungkinkan untuk menerapkan berbagai muatan.

SeaScan MK2 adalah ROV swa gerak ringan yang didedikasikan untuk misi inspeksi.

Arsitektur uniknya memastikan SeaScan MK2 tidak mempengaruhi kemampuan dan juga stabilitasnya untuk bergerak diperairan yang bergejolak. Mudah digunakan dari platform apa pun, perangkat lunak “command and control” yang mudah digunakan menawarkan fungsi otomatis yang dapat meningkatkan efisiensi misi.

Bagikan :

  One Response to “Perancis Berencana Bikin “Drone Boat” di Rusia”

  1.  

    Wuih negara sekelas Rusia Import senjata ke Prancis! Kok lancar aja ya? Gak kayak kasus Mistral yg dipesan Rusia dl karena masalah Krimea.

 Leave a Reply