Perancis Menawarkan Sistem Tempur Kapal Selam Nuklir untuk KRI Cakra Indonesia

95
208

4971388_20130727104742

DCNS menawarkan sistem tempur yang digunakan kapal selam nuklir Angkatan Laut Perancis ke Indonesia. Sistem ditawarkan adalah bagian dari usulan DCNS untuk memperbaiki dan merombak kapal selam Cakra class milik Indonesia

Produsen kapal Perancis DCNS menawarkan sistem manajemen tempur kapal selam (Combat Management System – CMS) yang dikembangkan oleh anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki Underwater Defense Systems (UDS) untuk kapal selam diesel elektrik Cakra class (Type 209/1300) milik Angkatan Laut Indonesia.

61955
(foto: DCNS)

Sumber yang dekat dengan TNI-AL mengatakan kepada IHS Jane bahwa CMS, yang dikenal sebagai Submarine Tactical Integrated Combat System (SUBTICS), sedang ditawarkan sebagai bagian dari usulan DCNS untuk melaksanakan pengerjaan pemeliharaan, perbaikan, dan overhaul (Maintenance, Repair, And Overhaul – MRO) pada KRI Cakra (401).

Janes

95 COMMENTS

  1. Kelebihanannya apa sistem tersebut..dengan sistem yg Sudah Ada…kecuali Ada penambahan persenjataan..mungkin peanambahan bisa menembakan rudal…maaf kalo yg kayak gini …trrutama kasel ane ketinggalan jauh…

    • Kira-kira setara dg cms yang baru dipasang di Nanggala(buatan Kongsberg)…sama-sama bisa menembakkan rudal anti kapal(spt scorpene milik TLDM).

      Tapi kecil peluangnya dibeli TNI AL, krn 3 KS yang dibeli dr korea+Nanggala menggunakan cms Kongsberg

      • pada prinsipnya subtics maupun kongsberg demikian pula versi jerman adalah setara. masing2 ada plus dan minusnya. dengan menggunakan sistem dari dcns maka kita akan mempunyai gambaran yang jelas kapal selam yang dimiliki oleh tetangga. di sisi yang lain maka kita punya pilihan penggunaan rudal ks buat menghantam kapal permukaan. dan mungkin juga aplikasi mistral buat ks. selain itu tentunya ada kemungkinan akses teknologi rudal serang darat berbasis ks.

        • Ttg pertahanan anti aset udara, kedua pabrikan(jerman vs perancis) punya solusinya masing2 & bersifat default.

          DCNS mengembangkan 2 solusi pertahanan udara, dg SAM yang diluncurkan dr tower/mast-mistral, atau dr tabung torpedo-mica.

          Sedangkan pd u-209/CBG kita menggunakan mast desain Gabler/jerman. Pd desain terbaru Gabler menerapkan konsep yang agak berbeda, pd towernya tdk didesain meluncurkan SAM tapi tdp dudukan senapan mesin dan dudukan peluncur mini-uav…sdg u/ SAM, desain HDW menggunakan konsep peluncuran dr tabung torpedo-IDAS.

          Kedua model mast/tower tsb(Gabler vs DCNS) tdk bisa dibuat gado2/”ini rasa itu”, artinya U-209 yang menggunakan mast/tower dr Gabler tdk bisa meluncurkan mistral.

          Satu hal ttg kecilnya peluang cms Subtic/Thales krn kita harus punya 2 simulator KS yang berbeda dr yang sdh ada saat ini(Rheinmettal) yang mengacu pd cms buatan Kongsberg…eman duitnya!!!

        • Rudal Sam type apakah yg akan dipakai u-boat series? Teknologi Sam jerman kemungkinan masih tertinggal Dari perancis setelah pecah kongsi pengembangan bersama. Apakah jerman Sudah punya teknologi buat kapasitas serang darat?

        • Bro kita kembalikan ke konteksnya dulu: Bisakah cms subtics/msi-90u “YANG DIINSTAL KE PLATFORM KRI-401”, meluncurkan mistral/SAM atau land attack missile/LAM?

          Saya rasa keduanya tidak bisa

          Alasan pertama krn mast u-209 buatan Gabler tdk mensupport u/ aplikasi peluncuran mistral/SAM “ala” DCNS(walaupun secara teori memungkinkan, tapi baru bisa terwujud pd KS kelas u-216/218 yang memiliki dimensi tower cone lebih besar)

          Alasan kedua, keluarga tipe u-209 tidak didesain u/ meluncurkan land attack missile(LAM), tapi bisa meluncurkan anti ship missile(sub harpoon&hae sung: bisa dicek di wiki)

          KS perancis yang didesain u/ meluncurkan LAM adalah keluarga SSN/barracuda, bukan SSK/scorpene.

          Nah kalo agak keluar konteks, u-212 sudah disertifikasi u/ meluncurkan IDAS/SAM yang diluncurkan via tabung torpedo, dg kendali fiber optic(konsep peluncurannya mirip dg konsep DCNS meluncurkan rudal Mica)…sementara MBDA, perusahaan yang memproduksi LAM u/ SSN perancis adl konsorsium bbrp negara eropa…bukan milik perancis sendirian.

          Salam,

  2. Harus di kaji mendalam ,jangan sampai terkesan ada proyek saja …apakah realistis untuk di up grade …memang kalau sudah di up grade framenya tahan berapa lama lagi bisa di pakai sebelum dinyatakan tolalty damage ?.kalau cuma 5 tahun lagi bisa nertahan namanya itu buang uang…. susah dapat kan uang lho jangan di buang buang …Kalau saat ini kita merasa kebutuhan sangat mendesak maka solusinya hanya satu sewa dari RUSIA seperti India.. Sambil nunggu CBG hadir..

  3. Mbah Bowo belum sunat ya?.. Kapal selam ghoib itu enggak ada yang ada kapal selam boleh sewa mbaaaahhhh…
    Komentar saya 100% bisa dipertanggungjawabkan, Nih.. Logic nya kenapa TNI AL getol banget pengen punya KiLo ataw Lada/Amur? Karena mereka sudah terbiasaaaa… Jadi ga perlu mahal2 kirim orang lagi ke Rusia buat belajar.. Sama kasusnya dengan TNI AU yang getol milih SU35, karena kita udah biasa pake SU27-SU30 yang masih satu darah sama si super flanker…
    Jadi ga ada barang ghoib lagi.. Yang ada sewa.. Hanya karena kita ga ada UU yang mayungi operasi “Sewa” ini makanya diumpetin beritanya daripada nanti ada KILOGate, AmurGate, LadaGate DLL

  4. ADEK KAN MAHASISWA, HARUSNYA CERDAS DALAM BERFIKIR.

    PERNAH NGAK DEK MAHASISWA YANG PINTAR INI BERFIKIR KENAPA TNI AL TERLIHAT SANGAT SANTAI DAN PERCAYA DIRI, PADAHAL KAPAL SELAM HANYA DI BILANG 2 UNIT ?

    PERNAH NGAK BERPIKIR ?

    SITU MASIH MUDA, MASIH JAUH PENGALAMANNYA.

    • @mbah bowo….
      Argumen anda tidak menjawab pertanyaan dan permintaan dari bung @mahasiswa. Jika anda menguasai info yg anda pegang, anda akan memberikan ulasan yg lugas, jelas dan mudah dipahami. Anda justru mengalihkan topik pembicaraan, ada apakah dgn info yg anda pegang? Apakah info tersebut benar-benar anda pegang?
      Dan anda mengatakan bahwa TNI AL selama ini terlihat sangat santai dan percaya diri. Apakah maksud dari kata ”terlihat” pada kalimat tersebut?
      Jika anda benar-benar tau seluk-beluk TNI AL, anda tidak akan menggunakan kata ”terlihat” pada kalimat tersebut.
      Dan apakah TNI AL benar-benar nyaman dan percaya diri dgn armada bawah lautnya?
      Jika demikian kenapa pemerintah menyusun MINIMUM ESSENCIAL FORCE (MEF)?
      Dan kenapa harus MINIMUM?
      Logikanya armada yg kuat akan melengkapi yg belum ada dan mengoptimalkan yg sudah ada karena kebutuhan MINIMUM mereka sudah pasti terpenuhi.
      Dengan pemberitaan MEF banyak hal bisa dibaca dari keadaan yg sebenarnya tanpa harus turun ke laut untuk melihatnya.
      Salam….

  5. BAGUS DEK, JIWA HARUS KERAS, SEMANGAT HARUS TERUS MENGGELORA DALAM JIWA, MENCINTAI DAN MEMPERCAYAI ALUTSISTA GHOIB ADALAH SEBAGIAN DARI CINTA TANAH AIR.

    KITA HARUS MEMPUNYAI RASA PERCAYA DIRI YANG TINGGI DEK. JANGAN KAYAK YANG LAIN YANG BISA MENCELA MANA BUKTINYA, MANA BUKTINYA YANG GHOIB GHOIB !

    INGAT YA DEK GHOIB TETAPLAH GHOIB, TIDAK AKAN DI PUBLISH.

  6. Bung@mahasiswa..lu pake aja logika indonesia punya 2 kasel terus yg satu lagi di service terus yg satu di buat ngeronda wilayah nkri ya gak mungkin bro.
    kalo lu pake logika ya gak mungkin barang rahasia di umbar lu mahasiswa tapi logika lu gak dipake.kalo diumbar apa kata kawasan dan tni kita bukan type sombong yg suka ngumbar alutsista kayak tetangga malon dan konco2 nya logika lu di pake bro.dan bagi kita masyarakat awam serahkan tugas negara sama tni yang penting nkri aman.
    gw saranin lu ganti nick aja jangan pake nick mahasiswa kritis gak cocok bagusan nick lu ganti mahasiswa katro

    • Setuju, dlm berdebat hrs pake logika. Lo jg hrs pake logika. Klo Indonesia katakanlah punya 10 ks kilo ghoib, apa msk akal Malaysia atau Aussie diam aja dan tdk menimbun yg ghoib2?. Klo logika mengatakan kita punya S300 maka logika kita hrs mempercayai malaysia punya rudal patriot. Skor kembali 0-0. Klo lo menyuruh org main percaya kita punya kasel akula, tdk ada alasan utk membantah bahwa Singapura punya SILO. skor 1-0 utk singapura.

  7. sampai kapanpun juga jumlah kasel kita tetap menjadi misteri demi untuk rahasia negara,,,begitu pula dgn jumlah pespur dan alutsista strategis lainnya pasti dijaga benar kerahasiaannya ,,,TNI tahu yg terbaik untuk menjaga kedaulatan wilayahnya, ,,salam

  8. Maksudnya dcns adl kasel cakra class 401 yg murni made in france….masa iya subtics di-install di tubuhnya u-209…lha apa cukup luas menampung sub-system-nya….(Sambil negok artikel beberapa tahun lalu dubes russia menawarkan plat besi unt kasel kpd menhan masa pakdhe pur) kan RI punya 2 kasel yakni cakra 401 dan nanggala 402 (abaikan tipe, jenis dan negara pembuat..hihihi)

    Mode: hoaxxx…ngimpi doank…jgn dipercaya : status ON

  9. Yang jelas system ini bisa dipertanggungjawabkan kehandalannya terhadap bangsa dan negara, walaupun dua KS TNI-AL yang beroperasional (Nala&CAKRA) tapi mempunyai system canggih dan mempunyai terpedo (type A244/5 mode3) yang karakteristik, kecepatan dan jangkauan dalam operasinya menggetarkan

    • itu light weight torpedo bukan untuk KS bung, kalau untuk KS buatan white head pakai kode shark (blackshark white shark blue shark), yang light weight hanya utk kapal permukaan dan heli

      dan NALA yg disebut ma bung merupakan jenis corvette fatahilah class, yang ada KS nenggala, mungkin bung kurang riset jadi jangan ikutan mbah bowo

  10. ikut komen,kalo berkisar 2002 dr semua mantan kasal Bernard Kent Sondakh,Slamet Soebijanto,Sumardjono,Tedjo Edhy Purdijatno,Agus Suhartono,Soeparno,Marsetio,Ade Supandi(masih aktif)hampir 15tahun kita mau rencana,mau,ingin beli,akhirnya cbg korsel menjadi kasel baru tapi paling cepat 2017-2018 kalo tidak halangan geopolitik dan perkembangan global cepat.

    dr semua mantan kasal itu bole dicari disemua majalah atau web kasel kita cuma 2 tidak lebih tidak kurang yaitu KRI Cakra (401) dan kri nanggala(402)soal kasel whiskey sudah dipensiunkan atau dibesi tuakan wasssalam kALO masih aktif heheheheeh(karena korut masih memakai kasel ini sebagai pengentar)

    nah khusus aliran ghoib sebenar kekuatan dimana tni al,ini terletak disdm nya(korps marinir)kalo alussita harap wajar aja kita belum mengakusisi mungkin kendala politik dan dana ini peranan sangat penting

    salam damai selalu met siang:)

  11. Cakra biarlah cakra.bisa jadi mau maju tapi mlah mundur.overhoul .upgrade hanya untuk melemahkan kita.peningkatan performa hanya untuk menyepadankan perangkat modern mereka dgn system cakra.belajar dari pengalaman waktu sby du sadap.hanya TNI tang susah disadap lantaran masih memakai perangkat usang.silahkan berimajinasi kiat anda.CMIIW.

  12. Asslm.. Dah lama silent rider, ingin ikutan komen . Bukan bermksud mmbela @mbah bowo, tp sy secara pribadi meyakini klo TNI AL mm pny kasel 401 dan 402 lbh dr 2..logikanya kenapa sekarang negara malon tdk berani lagi mengusik ambalat n pulau lainnya,secara malon pny 2 kasel scorpen yg lbh hebat dr kasel kita.. trs ostrali yg dl getol bgt balikin mnusia prahu ke wilayah RI skrg udh gkda kbar lg.. pa yg mrk takutkan??? Kls sy yakin n terus brharap otot TNI makin kuat n disegani kawan maupun lawan.

LEAVE A REPLY