Perancis Siap Memasok Rudal Anti-Kapal Untuk H225M Caracal Kuwait

PARIS – Prancis siap memasok rudal anti-kapal untuk Kuwait guna mempersenjatai helikopter transportasi militer H225M Caracal yang baru saja dipesan dari Airbus Helicopters, menurut pejabat Pertahanan Prancis 10 Agustus lalu.

Sebuah sertifikasi persenjataan yang sesuai pada platform tempur tersebut dan pendanaan sesuai permintaan Kuwait, akan memungkinkan kesepakatan diselesaikan. “Kami akan melakukannya“, kata pejabat itu, yang menolak disebutkan namanya.

Kuwait memiliki persyaratan khusus untuk rudal udara yang akan digunakan melawan kapal cepat lepas pantai. Kebutuhan tersebut muncul dalam negosiasi pesanan terbaru dengan Eurofighter Typhoon.

Seorang pejabat Prancis bersama dengan Menteri Pertahanan Jean-Yves Le Drian di Kuwait kemarin mengatakan bahwa ada minat terhadap senjata anti-kapal untuk digunakan pada H225M Caracal, Agence France-Presse melaporkan.

Kuwait kemarin menandatangani kontrak senilai 1.1 milyar euro (1,2 milyar dolar AS) untuk 30 unit helikopter H225M Caracal, dimana 24 unit untuk Angkatan Udara dan 6 unit untuk Garda Nasional. Sejumlah 18 helikopter akan dilengkapi untuk pencarian tempur dan penyelamatan, dengan 4 atau 5 unit akan digunakan untuk misi anti-kapal. DCI akan melatih pilot Kuwait dan kru pemeliharaan untuk helikopter H225M Caracal.

Kuwait Akuisisi 30 Helikopter H225M Caracal

Parlemen Kuwait melakukan studi selama enam bulan dari beberapa pilihan helikopter, dan apabila audit tersebut selesai, pemerintah bisa menandatangani kontrak dengan Airbus Helicopters.

Perusahaan Airbus Helicopters mengalahkan pesaingnya yaitu Leonardo dan Sikorsky yang sama-sama menawarkan produknya pada Kuwait, La Tribune melaporkan.

Para pejabat Pertahanan Prancis melihat pesanan helikopter Kuwait sebagai “langkah yang menentukan” dalam hubungan politik dan persenjataan, hubungan dekat ini diharapkan akan terus berlanjut. Perancis bisa melihat fakta bahwa Perdana Menteri Kuwait berada di Cannes, Perancis selatan, pada saat seorang penyerang pada 14 Juli melajukan truk dan menewaskan puluhan orang di jalan-jalan kota terdekat Nice, kata seorang pejabat.

Kuwait adalah negara yang berbahasa Inggris, tapi negara Teluk tersebut telah mengirimkan sekitar 170 petugas untuk mengikuti pelatihan di sekolah militer Prancis, kata pejabat itu. Pelatihan tersebut menandakan hubungan jangka panjang dan jangka pendek antara angkatan bersenjata kedua negara.

Namun, pada bulan April lalu Kuwait lebih memilih Eurofighter Typhoon daripada memesan Rafale, meskipun indikasi awal menunjukkan rencana untuk memilih jet tempur dari Dassault Aviation.

Sementara itu, Airbus Helicopters sudah yang mengintegrasikan MBDA Exocet AM39 rudal anti-kapal pada H225M Caracal untuk Angkatan Laut Brasil, menurut konfrensi pers perusahaan pada 3 Desember 2015. Helibras, anak perusahaan Airbus Brasil, yang menghubungkan sistem misi Angkatan Laut dengan peluncur rudal.

Sumber: Defensenews

(Vegassus/JakartaGreater)

Tinggalkan komentar