Perang Drone: Beginilah Rusia Mengalahkannya

1RL257E Krasukha-4 (photo : Mil.ru via commons.wikimedia.org)

JakartaGreater.com – Bulan ini, kelompok teroris berupaya menyerang Pangkalan Udara Khmeimim di Suriah dengan sejumlah drone bermuatan peledak. Namun, tentara Rusia sudah lebih siap dan menunggu dengan senjata yang canggih, yang dilansir dari laman Russia Beyond.

Para teroris meluncurkan serangan dengan drone ke Pangkalan Udara Khmeimim, yang saat ini dioperasikan oleh Rusia, pada 5 Januari lalu. Moskow memarkir pesawat tempur garda depannya di sana, seperti Sukhoi Su-35S dan Su-34.

Tampaknya teroris hanya mencoba peruntungan mereka terhadap sistem pertahanan udara tercanggih dan termahal, atau mereka tidak mengetahui sistem itu ada di sana. Sistem ini mampu menembak jatuh jet-jet tempur, rudal balistik, serta mengeliminasi pesawat dengan mematikan sistem elektroniknya di atas udara.

Mesin Tempur ‘Siluman’

Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, 6 (enam) pesawat terbang tanpa awak (PTTA) atau drone ditangkap “hidup-hidup” oleh kendaraan radio-elektronika yang menjaga Pangkalan Udara Khmeimim.

Kendaraan ini melindungi perangkat militer dengan perisai elektronik yang tidak terlihat oleh mata manusia, menghilangkan sinyal musuh, mengarahkan sistem serta mampu menyadap.

Salah satu sistem ini dinamakan Krasukha-4. Dengan jangkauan hingga 250 kilometer, sistem peperangan elektronika (pernika) mampu menarget sistem pencari milik musuh dengan melemparkan perisai elektronika ke mereka. Senjata ini membutakan beberapa drone teroris pada 5 Januari.

Pertahanan Mematikan

Di saat yang bersamaan, 3 (tiga) drone berhasil ditembak jatuh oleh sistem artileri dan rudal pertahanan udara jarak menengah, Pantsir-S1. Sistem ini dilengkapi proyektil 30 mm yang mampu menembus baja pada jet tempur layaknya sebuah pisau memotong mentega.

Bayangkan saja apa yang ia bisa lakukan kepada drone. Pantsir-S1 mampu menembak hingga 5.000 butir peluru/menit, tetapi larasnya harus diganti setiap 8.000 butir – jadi ini bukan tugas mudah.

Alternatifnya

Senapan elektromagnet REX-1 buatan Rusia. ©Russia Beyond

Bukan hanya Angkatan Bersenjata Rusia yang mempertimbangkan alternatif yang lebih murah untuk memerangi drone. Negara-negara seperti AS, Prancis, Jerman, China dan India sedang bekerja untuk mampu menyerang drone tanpa perlu mengeluarkan uang banyak setiap saat.

Tahun lalu, militer Rusia menerima dua persenjataan baru yang dirancang khusus untuk melawan drone: senapan elektromagnet REX-1 dan Stupor untuk unit pasukan khusus dan infanteri.

Sistem penanggulangan UAV portabel, STUPOR buatan Rusia telah diuji di Suriah. ©thefirearmblog.com

Menurut kepala departemen proyek khusus di perusahaan Zala Aero, Nikita Khamitov, REX-1 menekan saluran komando dan kendali dari drone. Sisten REX-1 juga dilengkapi dengan sejumlah unit elektromagnetik dan inframerah yang bisa saling dipertukarkan untuk menekan sistem GSM, GPS, GLONASS, Galileo (tiga terakhir adalah tipe sistem navigasi satelit) dan saluran lainnya.

Setelah disorot dengan persenjataan canggih ini, maka drone tersebut akan terjatuh, mendarat atau kembali ke tempat lepas landasnya.

Tinggalkan komentar

Most Popular

Komentar