Apr 282017
 

Dok. Dua KRI  Satuan Kapal Eskorta dan Satuan Kapal Cepat Koarmabar melaksanakan latihan Tugas Tempur  di Laut Jawa. (Koarmabar.tnial.mil.id)

Jakarta – Seluruh prajurit peserta Latihan Siaga Tempur Laut Koarmabar Tahun 2017 menerima pembekalan tentang Intelijen Maritim (Data Gathering & Network Centric Warfare) dari Pengamat Militer dan Intelijen Dr. Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati, M.Si., di Gedung O.B. Syaaf, Markas Komando Koarmabar, Jalan Gunung Sahari Raya No. 67, Jakarta, Selasa (27/4).

Dalam, pembekalan ini, Dr. Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati, M.Si., menyampaikan materi intelijen maritim dalam kaitannya kepada lingkungan strategis yang menjadi cakupan tupoksi Koarmabar. Di antaranya visi Cina ke depan yang ingin mengoptimalkan perannya di Laut Cina Selatan hingga Samudra Hindia dengan maritime silk road-nya. Laut Cina Selatan merupakan masalah besar karena menyangkut masalah sampai ke daratan di bawah laut, sosial ekonomi, politik dan diplomasi. Masalah itu tidak dapat diselesaikan sepihak oleh TNI Angkatan Laut namun diselesaikan dengan upaya-upaya diplomasi dengan koordinasi dan sinergitas antar instansi terkait. Perkembangan situasi regional dan Laut China Selatan yang berkaitan dengan geopolitik serta sumber energi yang terkandung didalamnya serta klaim yang dilakukan China dan beberapa negara ASEAN.

Dr. Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati, M.Si.

Lebih lanjut, Dr. Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati, M.Si., menekankan pentingnya membangun Network Centric Warfare (NCW) sebagai sistem komando dan pengendalian dalam konteks intelijen mairtim. Konsep ini fokus pada penggunaan teknologi informasi mutakhir dan berbasis komputer pada kapal, pesawat, pangkalan dan satuan lainnya yang terintegrasi dalam satu sistem komputer atau digital. Tujuannya untuk terjadi pertukaran informasi yang cepat, akurat dan berkelanjutan mengenai kondisi terkini hingga terwujudnya speed of command dalam merespons setiap keamanan maritim.

Langkah ke depan TNI Angkatan Laut khususnya Koarmabar perlu menentukan kekuatan pertahanan maritim melalui parameter yang ada. Selain itu dalam konteks intelijen maritim sebagai first line of defense, Koarmabar perlu membangun kemampuan pendeteksian serta memberikan reaksi terhadap ancaman secara efektif dan efisien.

Pembekalan diteruskan dengan paparan yang disampaikan Aslog Pangarmabar, memaparkan materi tentang kestabilan kapal, Dankolatarmabar memaparkan tentang Profesi Navigasi Sunrise, Sunset dan Kesalahan Gyro, Kasdiskomlekarmabar memaparkan tentang Dasar-dasar Pernika serta Dansatkorarmabar mermaparkan tentang Raid Report Surface dan Subsurface serta Raid Report Air.

Dispen Koarmabar

Bagikan Artikel:

  10 Responses to “Perang Modern dan Data Gathering & Network Centric Warfare”

  1. Betul..itu..

  2. pengen deh diamati ama bu dosen

  3. Gagal pertamax——

  4. Selamat pagi warjag…

    Beberapa dekade yg lalu……xixixi …ada yg syirik lg pasti gue nulis gitu.

    Beberapa bulan yg lalu….(edisi mancing katrok) ramai pemberitaan tentang pengadaan satelit militer Indonesia. Apakabar sarana dan peralatan pendukungnya.? Sedang disiapkan sambil nunggu satelitnya mengorbit mungkin ya.?

    • Hehhe jokowi gak minat yg gituan ,

    • wah salah lagi cah,

      /si·rik/ (a) iri hati; dengki

      /syi·rik/ (n) penyekutuan Allah dengan yang lain, misalnya pengakuan kemampuan ilmu daripada kemampuan dan kekuatan Allah, pengabdian selain kepada Allah Taala dengan menyembah patung, tempat keramat, dan kuburan, dan kepercayaan terhadap keampuhan peninggalan nenek moyang yang diyakini akan menentukan dan mempengaruhi jalan kehidupan

      Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

      om gak ketawa lho cah…

      (…..BBBbbbbbwwaaahhahahHAHAHA…;)

  5. Yg penting kode Inkripsinya jempolan dan ada team Cyber yg yahud punya agar gak mudah dihack musuh! Klu kebobolan bs senjata makan tuan tuh!

 Leave a Reply